Showing posts with label Pencurian. Show all posts
Showing posts with label Pencurian. Show all posts

28.10.14

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pencurian Berkedok Pembantu

Sindikat pencurian dengan kedok pembantu rumah tangga di wilayah Jakarta dan sekitarnya baru-baru ini diungkap oleh aparat Polda Metro Jaya.  Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Heru Pranoto di Jakarta, Selasa kemarin mengungkapkan bahwa mereka telah menangkap seorang tersangka perempuan berinisial SR yang berpura-pura menjadi pembantu. Selain itu petugas Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan pada Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya juga menangkap beberapa tersangka lain yaitu Y alias N dan A alias AP.

Menurut Heru, tersangka SR berpura-pura melamra sebagai pembantu rumah tangga, selanjutnya ia memberikan informasi seputar kondisi rumah yang akan dijadikan target pencurian kepada rekan-rekannya. Pada saat penghuni meninggalkan rumah dalam keadaan kosong, para pelaku akan membobol dan menggasak barang-barang korban seperti uang tunai, perhiasan dan barang berharga lainnya.

Butuh 10 hari petugas polisi meringkus komplotan penjahat berkedok pembantu rumah tangga ini. Menurut Heru, mereka akan dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan dan diancam hukuman lebih dari lima tahun penjara.


4.9.14

Anggota Polresta Cimahi Ditangkap Karena Mencuri Rp 270 juta

Brigadir Eri Muryawan (55 tahun) ditangkap karena mengambil uang Rp 273 juta milik PT Advantage
Brigadir Eri Muryawan (55 tahun) ditangkap karena mengambil uang Rp 273 juta milik PT Advantage
Terjadi kembali salah satu anggota kepolisian bernama Brigadir Edi Muryawan (55) menggondol uang sebesar Rp 273 juta milik PT Advantage. Hingga saat ini masih tidak diketahui kemana saja uang tunai sebesar tersebut mengalir dari tangan Brigadir Edi Muryawan (55).

Namun menurut hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh polres Bandung, Edi mengaku bahwa dirinya sempat memberikan uang sebesar Rp 273 juta kepada istrinya.

"Tersangaka E mengaku sempat memberikan uang hasil curian sebanyak Rp 170 juta kepada istri mudanya yang berdomisili di Ciparay, Kabupaten Bandung," ucap Kapolres Bandung AKBP Jamaludin.

Edi mengungkapkan uang yang diserangkan kepada istrinya sewaktu di periksa di Mapolres Bandung, Jalan Bhayangkara, Kabupaten Bandung, Jabar, Kamis (4/9/2014). Hingga saat ini pengakuan dari Edi masih di dalami karena hingga saat ini belum ada pengakuan yang diucapkan istri mudanya terkait uang tersebut.

"Meski begitu, belum ada pengakuan dari istri muda tersangka soal uang tersebut. Tapi tetap, pengakuan tersangka dan istri mudanya akan kami dalami lagi. Kami selidiki juga dipakai apa saja uangnya," tutur Jamaludin.

Selama menjadi buron kepolisian selama 12 hari, Edi sempat membelanjakan uang hasil curiannya tersebut untuk membeli barang-barang seperti motor dan telepon genggam terbaru.

"Waktu kami tangkap (Edi), ditemukan barang bukti uang tunai 14 juta rupiah di badannya," ucap Jamaludin.

Selain itu, Edi juga sempat mengaku bahwa dirinya pernah menggunakan uang sebesar Rp 80 juta dari hasil curian tersebut untuk membayar hutang kepada tiga orang.

Namun hingga saat ini pihak Kasatreskrim Polres Bandung AKP Pribadi Atma masih melakukan instruksi kepada timnya untuk melakukan penyelidikan kembali.

"Tentunya kami kembangkan dan gali penyelidikan lagi soal pengakuan tersangka itu apakah benar atau tidak. Tersangka masih diperiksa intensif oleh penyidik," tutur Pribadi di tempat sama.

Terkait alasan Brigadir Edi memborong uang sebesar 273 juta rupiah adalah karena terbelit hutang kepada sejumlah orang dengan total Rp 200 juta. Anggota Pam Objek Vital Polresta Cimahi tersebut menjadikan hal tersebut sebagai motif kenekatan Edi membawa kabur uang tunai Rp 273 juta milik PT Advantage yang tengah dikawalnya.

"Uang curiannya dipakai untuk kebutuhan sehari-hari saat kabur. Lalu membeli motor dan handphone. Sebagian buat bayar utang," kata Edi.

Ketika ditanya oleh wartawan apakah uang hasil curiannya juga sempat diserahkan kepada isteri mudanya, rupanya Edi berkilah. "Saya punya istri satu," ujar Edi mementahkan pertanyaan wartawan bahwa dirinya berpoligami.

Beberapa kali ditanya wartawan, rupanya Edi cukup singkat menjawabnya. Terkait apakah sudah disiapkan sebelumnya rencana mencuri, rupanya Edi mengaku gelap mata dan spontanitas bertindak kriminal. "Enggak direncanakan mencuri. Saya khilaf," ucap Edi singkat.

17.7.14

3 Wilayah Bekasi Jadi Target Kriminalitas Menjelang Lebaran

3 Wilayah Bekasi Jadi Target Kriminalitas Menjelang Lebaran

Bekasi dikenal dengan mobilitas mudiknya yang tinggi terutama H-10 menjelang lebaran. Karena sibuknya kegiatan pergi ke kampung halaman di berbagai terminal ataupun stasiun di Kabupaten Bekasi, membuat orang jahat tidak membuang banyak kesempatan. 

Untuk mengantisipasi adanya tindak kriminalitas di daerah Bekasi, Polresta Bekasi sudah memetakan tiga wilayah rawan terjadinya aksi kriminalitas menjelang lebaran. Dan tidak hanya itu, kepolisian setempat juga langsung menerjunkan timnya di tiga daerah rawan tersebut dengan cara meningkatkan kewaspadaan dengan berpatroli.

Adapun wilayah yang menjadi rawan terutama saat menjelang lebaran adalah Kecamatan Tambun, Kecamatan Cikarang Selatan dan Cikarang Barat. Menurut catatan kepolisian resort Bekasi, tindakan kriminalitas yang biasanya terjadi di ketiga wilayah tersebut adalah pencurian hingga aksi perampokan.


Kasat Reskrim Polresta Bekasi Kabupaten, Kompol Dedy Murti Haryudi, menyebutkan "Catatan Kepolisian mulai dari kasus kecil seperti pencurian hingga aksi perampokan," ungkap Kompol Dedy, Rabu (16/7).

Tiga Wilayah Target Pencurian Hingga Perampokan di Wilayah Bekasi

Tiga wilayah yaitu Kecamatan Tambun, Kecamatan Cikarang Selatan dan Cikarang Barat yang menjadi tempat rawan kriminalitas menjelang lebaran disebabkan karena ketiga wilayah ini menjadi titik pusat keramaian warga Bekasi dan juga merupakan wilayah padat pemukiman. Selain itu, tinggi mobilitas warga sehingga membuat pelaku kejahatan kerap menyambangi wilayah tersebut.

Walau kepolisian fokus berpatroli di tiga wilayah Kabupaten Bekasi tersebut, namun Kasat Reskrim Polresta Bekasi Kabupaten, Kompol Dedy Murti Haryudi mengatakan 20 kecamatan lain juga tetap di pantau oleh petugas kepolisian agar masyarakat merasa aman dan nyaman dalam beribadah.

"20 kecamatan lain juga kita pantau agar masyarakat nyaman dan aman," ujar Kompol Dedy.

Saat berita ini ditulis, kepolisian Kabupaten Bekasi masih memberikan status Aman dan kondusif bagi kabupaten industri tersebut. Walaupun masih dikatakan kondusif, polisi meminta masyarakat dan juga petugas kepolisian untuk tetap waspada pada orang-orang yang terlihat bertindak mencurigakan. Hal ini disebabkan, hingga kini Polres Kabupaten Bekasi masih menerima laporan aksi kejahatan walau jumlahnya tidak begitu besar.

"Laporan kasus kriminal kecil. Kami tetap waspada dan mengantisipasinya," ungkapnya.

Menutup wawancara dengan Kompol Dedy, Polres Bekasi akan terus meminta kewaspadaan dan kerjasama dengan masyarakat untuk menciptakan suasa aman, dan damai serta ikut mengantisipasi terjadinya aksi kriminalitas.

15.1.14

Untuk Jajan dan Beralasan Cinta, Sepasang Kekasih Curi Helm

KEDIRI, KOMPAS.com — Hanya untuk menambah uang jajan dan atas nama cinta, sepasang kekasih berurusan dengan kepolisian. Mereka tertangkap petugas keamanan pusat perbelanjaan di Kediri, Jawa Timur, setelah terekam kamera pengaman saat mencuri helm.

"Dari pengakuan pelaku, ada empat TKP. Tiga di Sri Ratu (pusat perbelanjaan) dan sekali di kampusnya," kata Kapolsek Kediri Kota Komisaris Abraham, Selasa (14/1/2014). Pelaku berinisial AS (22) dan DI (19).

Untuk jajan dan atas nama cinta

Menurut Abraham, AS mengaku menjual helm curiannya dengan harga berkisar Rp 80.000 hingga Rp 100.000. "Untuk tambahan uang jajan," ujar Abraham menirukan AS yang adalah mahasiswa jurusan Sistem Informatika di perguruan tinggi swasta setempat.

Modus pencurian, tutur Abraham, AS menyuruh DI menjadi pemetik, sementara dirinya mengawasi. Jika AS berdalih aksinya hanya untuk menambah uang jajan, maka DI mengatakan dia bersedia melakukan pencurian atas perintah AS karena cinta.

AS adalah mahasiswa tingkat akhir yang merupakan warga Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Adapun DI adalah penjaga salah satu stan di pusat perbelanjaan tersebut. Mereka mengaku sudah berpacaran tiga tahun.

Dibawa ke pengadilan

Pencurian pasangan tersebut sebenarnya tindak pidana ringan dengan kerugian kurang dari Rp 2,5 juta. Namun, kepolisian menindak tegas keduanya dengan membawa perkara tersebut sampai ke pengadilan.

"Penyidik melihatnya sebagai kasus fenomenal karena dilakukan lebih dari sekali, serta ada unsur bekerja sama dalam kejahatan," papar Abraham. "Biar pengadilan yang memutuskan." Meski demikian, polisi tidak menahan AS maupun DI dan hanya mengenakan wajib lapor hingga pemberkasan selesai.

10.1.14

Dirawat di RS, Duit Rp 14 Juta Raib Digondol Residivis

MANADO, KOMPAS.com -  Johanis Kaawoan (58), warga Manado, melapor kepada polisi karena uang milik istrinya yang seorang pendeta yang sedang dirawat di Rumah Sakit Pancaran Kasih hilang.

Beruntung, proses kehilangan itu terekam kamera CCTV. Polisi yang mendapat laporan tersebut langsung bergerak mengejar pelaku berbekal rekaman CCTV.

Tidak berselang lama, Tim Reserse Mobile (Resmob) Polresta Manado kemudian membekuk JL alias Joy (35) di rumah mertuanya di Desa Kokole Dua, Kecamatan Likupang Timur, Minahasa Utara.

"Anggota kami menangkapnya saat sedang berpesta minuman keras dengan teman-temannya," ujar Kasat Reskrim Polresta Manado, AKP Dewa Made Palguna, Jumat (10/1/2013).

Aksi pencurian yang dilakukan JL sendiri terbilang nekat. Dia masuk ke kamar 307 RS Pancaran Kasih Sario, tempat korban dirawat pada Kamis (9/1/2014) dinihari. JL lalu membawa lari uang sebanyak Rp 14 juta yang berada di dalam di dalam lemari.

Uang tersebut kemudian digunakannya sebagian untuk menyewa mobil Toyota Rush berwarna putih yang juga merupakan milik seorang pendeta. Dengan kenderaan itu JL lalu menuju ke kampung mertuanya.

Palguna menjelaskan bahwa JL ternyata seorang residivis kambuhan yang sudah beberapa kali melakukan pencurian. Dia bahkan baru saja keluar dari penjara pada Oktober 2013 lalu, setelah menjalani dua tahun hukuman penjara.

Tercatat JL sudah delapan kali tertangkap dalam kasus pencurian dan pembobolan rumah sejak dia masih berusia 18 tahun.

Polisi yang menangkapnya mengamankan barang bukti uang sebesar Rp 4,5 juta. JL mengaku uang lainnya diberikan kepada istrinya sebesar Rp 5 juta. Kini dia harus mendekam kembali di sel Polresta Manado untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. 

7.1.14

" Calon Artis " Babak Belur, Kepergok Curi Tas Di Masjid

Cita-cita untuk menjadi artis akhirnya pudar di jeruji besi.  Adi seorang perantau yang pergi ke Jakarta untuk jadi artis akhirnya kandas ketika dia tertangkap basah sedang mencuri tas jemaah yang sedang wudhu.

Mulanya Adi hanya ingin melakukan ibadah disana, namun pikiran jahatnya terpaksa membuat dia melakukan hal seperti ini, dia kehabisan uang saat tiba di jakarta dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

Saat ketahuan oleh salah satu jemaah yang akan wudhu, Adi sempat berlari namun akhirnya tertangkap dan dihakimi masa sekitar Masjid di daerah Kebayoran.

Salah seorang penunggu Masjid berkata, " disini memang banyak pencuri yang seperti ini, namun bedanya mereka melakukan aksinya dengan cara menukarkan tas target dengan si pencuri.  Akibat perbuatannya Adi sekarang mendekam di tahanan daerah Polsek Metro Kebayoran Lama.

4.12.13

2 Pelajar SMP Kepergok Curi Kotak Amal Masjid

Berdalih tidak memiliki uang untuk jajan, 2 pelajar di Ponorogo nekat mencuri kotak amal di sebuah masjid. Nahas aksi mereka dipergoki warga.

Dalam tayangan Liputan 6 Pagi SCTV, Rabu (4/12/2013), kedua pelajar SMP nyaris menjadi bulan-bulanan warga. Beruntung, polisi yang menerima laporan segera ke lokasi dan mengamankan A (16) dan R (14), pelajar kelas 2 SMP asal Bulukerto, Kabupaten Wonogiri.

Kedua pelajar tersebut kemudian dibawa ke kantor Polres Ponorogo beserta barang bukti kotak amal Masjid Markamul Huda yang mereka curi.

Pencurian mereka lakukan sesaat setelah warga usai melaksanakan salat di masjid. Warga curiga karena kotak amal di masjid ini seringkali dicuri.

Untuk pemeriksaan lebih lanjut, kedua pelaku yang masih di bawah umur ini diperiksa di Unit Perlindungan Anak Polres Ponorogo. Selain pelaku, polisi juga menyita tas hitam milik pelaku yang berisi uang, telepon genggam, obeng dan alat kontrasepsi.

28.11.13

Lari dari Kejaran Polisi, Mobil Pencuri Terjun ke Sungai

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Tiga orang pelaku pencurian dengan pemberatan (curat) diringkus jajaran Polsek Minggir, Rabu (27/11/2013) sekitar pukul 02.00 WIB. Proses penangkapan tiga pelaku yang dua di antaranya perempuan ini sempat diwarnai aksi kejar-kejaran dengan polisi.

Pelarian para pelaku berakhir ketika mobil yang ditumpangi mereka masuk ke selokan setelah menabrak pembatas jalan. Tiga orang pelaku yang diamankan yakni De (33) warga Jetis, Bantul, Is (25) warga Kulonprogo dan Mn (42) warga Trenggalek, Jawa Timur. Satu orang pelaku yang bisa kabur dan masih dalam pengejaran adalah berinisial An (30), warga Jetis, Bantul.

Salah satu saksi mata, Daris (50), warga Sidorejo, Sendangrejo, Minggir menuturkan sekitar pukul 01.15 WIB, para pelaku berusaha mencongkel rumah salah satu warga. Namun karena pemilik belum tidur dan memergoki aksi itu, para pelaku lantas kabur dengan menggunakan mobil. Korban yang merupakan anggota jaringan komunikasi masyarakat, lantas menghubungi warga dengan handy talky (HT).

Info percobaan pencurian tersebut lalu diteruskan ke polisi yang langsung melakukan pengejaran sesuai petunjuk warga. Seusai menemukan mobil sesuai dengan ciri-ciri yang diinfokan warga, polisi mendekat, namun para pelaku justru memacu mobil Daihatsu Xenia AB 1514 MI dan berusaha melarikan diri. Polisi sempat memberikan tiga tembakan peringatan ke udara, namun tetap saja tidak diindahkan para pelaku.

Pelarian para pelaku berakhir setelah mobil Daihatsu Xenia AB 1514 MI menabrak pembatas jalan di tikungan Nyangkringan dan tercebur ke sungai. "Ada satu orang yang kabur ke utara. Warga sudah mengejar, tapi kehilangan jejak," kata Daris.

Sementara itu, Kapolsek Minggir, AKP Samidi mengatakan, sebelum melarikan diri, para pelaku sudah berusaha membobol 3 rumah, namun gagal masuk ke dalam. Terakhir mereka terpergok pemilik rumah yang kebetulan ikut komunitas radio HT.

"Mereka (para pelaku) belum berhasil mencuri. Dari pelaku kami mengamankan alat yang digunakan untuk merusak jendela rumah korban," katanya.

Hingga saat ini ketiga pelaku masih diperiksa intensif di Polsek Minggir. Termasuk peran masing-masing dalam melakukan aksi pencurian tersebut.

2.11.13

Curi Uang, Seorang Ibu Ditangkap di Depan Anaknya

BONE, KOMPAS.com — Satuan Reskrim dan Kriminal (Reskrim) Polres Bone membekuk seorang ibu rumah tangga (IRT) di Jalan Makassar, Kelurahan Macanang, Kecamatan Taneteriattang Barat, Kabupaten Bone, Jumat (1/11/2013) pagi. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan uang tunai hasil kejahatan sebesar Rp 12 juta.

Pelaku yang diketahui berinisial WI (35), warga Jalan Sukawati, Kelurahan Macege, Kecamatan Taneteriattang Barat, ini ditangkap saat tengah melintas di depan Masjid Agung Al Marif Bone di Jalan Makassar memakai mobil rental Avanza hitam bersama anaknya, GB, sekitar pukul 09.00 Wita.

Informasi yang dihimpun dari kepolisian setempat, dalam aksinya, residivis pencuri uang ini berpura-pura menawar pakaian pesta di salah satu toko butik di jalan HOS Cokroaminoto. Saat karyawan lengah, pelaku kemudian menggasak uang yang tersimpan di dalam laci.

Aksi pelaku diketahui setelah meninggalkan toko. Korban baru tersadar telah kehilangan uang yang merupakan upah bagi para karyawan tata rias pengantin.

Dari pelaku, polisi mengamankan barang bukti berupa uang tunai senilai Rp 12,8 juta yang disimpan di dalam tas berwarna hitam. Saat dimintai keterangan, pelaku mengaku nekat mencuri uang demi membeli kebutuhan anaknya. "Saya memang mencuri untuk beli susu buat anakku," kilah WI.

Sementara itu, Paur Kasubag Humas Polres Bone Ipda Zulaeni R Tampilang yang dikonfirmasi membenarkan pihaknya telah mengamankan WI yang merupakan residivis tindak pidana pencurian. Saat ini, WI masih diperiksa. "Pelaku sudah kita amankan, dan sekarang dalam proses pemeriksaan," kata Zulaeni.

Curi 3 Sepatu, Seorang Pemuda Dihakimi Warga

MAKASSAR, KOMPAS.com - Jafar (18), pemuda putus sekolah ini hanya pasrah ketika dihakimi massa setelah dirinya tertangkap basah mencuri tiga sepatu di rumah salah seorang warga di Jalan Andi Pangeran Pettarani, Kecamatan Panakukang, Sabtu (2/11/2013).

Jafar yang merupakan warga Jalan Racing Center itu mengaku terpaksa mencuri sepatu karena ingin membeli sebungkus rokok. Dia mengaku hanya menemani rekannya, Hendra yang saat ini masih buron. "Mauji beli rokok, saya juga ikut sama Hendra mencuri," katanya yang ditemui di Mapolsek Panakukang, Sabtu.

Burhan yang tinggal di Jalan Pettarani menceritakan, dalam beberapa pekan ini, warga yang bermukim di lokasi kejadian mengeluh sering kehilangan barang-barang mereka. Bahkan banyak barang milik warga, mulai lampu taman, tong sampah hingga elektronik lainnya hilang.

"Karena barang kami sudah kesekian kalinya hilang, makanya warga juga menyusun strategi dan membiarkan pintu pagar tidak terkunci. Sambil mengintai, tidak lama berselang pelaku datang, kami pun langsung menyergapnya," jelas Burhan.

Saat ini, Polsek Panakukang masih memeriksa Jafar untuk mengungkap identitas rekan-rekannya yang ikut terlibat dalam pencurian itu. "Kita masih melakukan pemeriksaan terhadap pelaku agar rekan-rekannya bisa kami ciduk lagi," ungkap salah satu penyidik Polsek Panakukang.

29.10.13

Mencuri untuk Beli Ganja, Pria Ini Diikat dan Dipukuli Warga

PEMATANGSIANTAR, KOMPAS.com — Ade Irawan Nasution (24), warga Jalan Teratai, Pematangsiantar, Sumatera Utara, babak belur dihajar massa, setelah tertangkap mencuri di rumah warga di Kecamatan Martoba, Pematangsiantar. Ade mengaku terpaksa mencuri untuk membeli ganja.

"Sudah dua hari aku tak ngisap, makanya aku mencuri," kilah Ade saat ditemui, Senin (28/10/2013).

Kepala Unit Reskrim Polsek Siantar Martoba Ipda Membela Karokaro menyebut, pihaknya mengamankan tersangka dari kerumunan warga setelah tepergok mencuri di rumah Rusli Getruda Manullang (54), di Jalan Medan Km 4,5, Pematangsiantar, Minggu (27/10/2013) dini hari. Warga yang emosi sempat mengikat tersangka, lalu memukulinya.

Dari tangan tersangka, polisi mengamankan dua jam tangan merek Otinda, telepon seluler merek Mito, kabel data MP3, digital video merek LGX, remote car MP3, 6 kunci rumah, serta 1 charger ponsel.

Dalam pengakuannya, tersangka masuk karena pintu depan rumah korban tak terkunci. Saat dia beraksi, salah seorang anggota keluarga, Tiorani br Pangaribuan (42) yang menjadi saksi bangun dan memergoki perbuatan tersangka.

Dengan langkah terburu-buru, tersangka langsung kabur lewat pintu depan rumah. Sementara saksi langsung membangunkan pemilik rumah, Rusli Getruda Manullang yang kemudian mengejar dan berteriak maling.

Warga yang mendengar teriakan langsung mengejar tersangka. Lebih kurang 200 meter, tersangka bisa ditangkap hingga warga memukulinya. Untung, polisi tak lama tiba di lokasi kejadian dan mengamankan tersangka yang sudah terlihat lebam.

"Tersangka sudah kita amankan berikut barang bukti hasil curian dari rumah korban," kata Membela Karokaro.

21.10.13

Curi Uang Nasabah, Satpam Bank BRI Dibekuk

PALANGKARAYA, KOMPAS.com - Satuan Resmob Polda Kalteng, Minggu (20/10/2013), membekuk AG, satpam bank BRI unit pasar Kahayan, Palangkaraya, Kalimantan Tengah,  yang diduga mencuri uang nasabah.

Dalam pengakuannya kepada polisi, modus operandi AG adalah mencuri kartu ATM milik nasabah yang melapor bahwa kartu tersebut tertelan mesin ATM. Sebelum kartu itu dikembalikan ke korban, AG menggunakan kartu itu untuk menguras uang pemilik kartu.

Tersangka mengaku menarik uang nasabah dengan cara menggunakan universal link yang hanya diketahui pegawai tertentu. Dia mengambil uang di sejumlah ATM yang lokasinya berjauhan. Aksi kriminal AG terbongkar saat seorang korbannya melapor ke pihak kepolisian.

“Saya ambil kartunya di meja CS (customer service), trus pakai kode saya ambil di ATM bank lain” jelas tersangka AG.

Polisi saat ini tengah mengembangkan penyelidikan kasus itu dengan memeriksa pegawai lainnya. Sebab polisi menduga ada keterlibatan pegawai lain karena kode universal link yang dipakai AG untuk menggelapkan uang nasabah hanya diketahui oleh pegawai tertentu.

“Dia mainnya lebih, tapi ngaku cuma yang ini. Kita kembangkan lagi soal kode itu,” ucap Bripka Agus Tri, anggota Resmob Polda Kalteng.

19.10.13

Mencuri Besi Pabrik, 4 Karyawan Pabrik Gula Ditahan

JEMBER, KOMPAS.com — Empat karyawan Pabrik Gula (PG) Semboro, Jember Jawa Timur, ditangkap aparat polsek setempat karena diduga mencuri besi milik perusahaan, Jumat (18/10/2013).

Keempat pelaku diketahui bernama Andre Purwanto (30), Suhadi (39), Miskun (51), dan Dedi Bahtiar (33). "Para pelaku kami tangkap di Jalan Raya Dusun Batu Urip, Desa Pringgowirawan, Kecamatan Sumberbaru. Saat itu, pelaku membawa dump truck Isuzu Elf dengan nomor polisi P 9302," kata Kepala Unit Reskrim Polsek Semboro Ajun Inspektur Satu (Aiptu) Iwan Iswanto, Jumat.

Dari tangan pelaku, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa pir lori, ban lori sebanyak 3 buah, plat besi, pipa besi, serta beberapa potongan besi yang diduga kuat milik PG Semboro. 

"Saat ini para pelaku kami amankan ke mapolsek untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut," imbuh Iswanto.

Salah satu pelaku, Dedi Bahtiar, mengaku bahwa saat itu truk tersebut diparkir di sekitar Gudang PG, dan kunci kontaknya berada di dalam kendaraan itu. "Karena ada (kunci) kontaknya, akhirnya saya gunakan untuk mengangkut besi yang kami ambil dari emplasemen PG, tepatnya di depan Gudang F," katanya.

Ia menambahkan, besi tersebut itu langsung dibawa pergi meninggalkan lokasi saat dinaikkan ke atas truk. "Rencananya besi itu akan kami jual ke salah satu pengepul besi di kawasan Sumberbaru," ungkapnya.

Namun sebelum truk itu tiba di tempat tujuan, polisi menghadangnya. "Begitu mendapat laporan dari masyarakat, kita langsung melakukan pengejaran. Ternyata benar, tersangka membawa besi curian milik PG Semboro," ungkap Iswanto.

Polisi akhirnya langung menahan semua pelaku dan mengamankan barang bukti. "Kami perkirakan berat besi yang diamankan dari para tersangka ini sekitar 5 kuintal," katanya.

30.9.13

Diduga Mencuri, Pria Di Klender Tewas Tersetrum di Atas Plafon

Liputan6.com, Jakarta : Tengah malam, Warga Klender digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria yang tewas tersengat aliran listrik di loteng sebuah Bank milik pemerintah di Jalan Teratai Putih, Duren Sawit, Jakarta Timur pada Minggu (29/9/2013). Korban diduga tewas tersetrum saat berada di dalam loteng, ketika ingin mencuri di dalam gedung.

Informasi yang dihimpun Liputan 6 SCTV, Senin (30/9/2013), mayat berjenis kelamin laki-laki itu pertama kali ditemukan oleh salah seorang warga yang melintas di depan kantor bank tersebut. Warga melihat tepat di atas loteng ada bayangan aneh.

Lalu saat didekati karena penasaran, ia pun kaget melihat sesosok tubuh pria yang sudah terbujur kaku. Warga tersebut langsung melapor kepada pihak keamanan bank yang sedang berada di dalam bank tersebut, yang kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Duren Sawit, Jakarta Timur.

Petugas kepolisian yang tiba dilokasi, dibantu dengan petugas pemakaman langsung mengevakuasi korban dengan membongkar pelafon untuk mengeluarkan mayat yang terjepit di dalam plafon. Petugas sempat kesulitan ketika mengevakuasi jasad korban, butuh waktu sekitar 2 jam untuk pegutas menurunkan jenazah korban sengatan listrik itu dari atas plafon.

Sementara itu, menurut keterangan warga sekitar, korban diketahui penjaga warung di luar gedung Bank. Namun tidak diketahui mengapa korban berada di atas loteng gedung tersebut.

Usai dilakukan identifikasi, jasad korban kemudian dibawa ke kamar mayat Rumah Sakit Polri, Kramat Jati Jakarta timur untuk diautopsi.

25.9.13

Dituntut 20 Tahun, Tahanan Narkoba Menikah di Luar Rutan

MANADO, KOMPAS.com - Tahanan kasus narkoba asal Thailand, Sukrita Thimmek alias Peng (29) dikabarkan menikah dengan seorang narapida kasus pencurian, Ronny Sofian Toar (20), Selasa (24/9/2013) sore tadi. Keduanya saat ini tercatat sebagai penghuni Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIA Malendeng, Manado.

Peng sendiri dalam sidang terakhir di Pengadilan Negeri (PN) Manado dituntut 20 tahun penjara dan denda sebesar Rp 8 miliar subsidair enam bulan pejara oleh Jaksa Penuntut Umum. Peng ditangkap oleh petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) di Bandara Sam Ratulangi, Manado pada 25 Maret 2013 dengan barang bukti dua paket sabu seberat 561 gram dan 585 gram dengan harga jual Rp 2 miliar.

Penasihat Hukum Peng, Markus Tojang ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan mengakui bahwa kliennya telah melangsungkan pernikahan tadi sore di sebuah gereja di Kanaan, Karombasan. "Iya, mereka tadi telah menikah di gereja, hanya diizinkan satu hari oleh hakim untuk keluar dari tahanan. Peng dibaptis lalu kemudian langsung diberkati," ujar Markus melalui telepon selular.

Markus juga mengakui bahwa selama berada di luar, keduanya dikawal oleh pihak Rutan. Setelah melangsungkan pemberkatan nikah, keduanya langsung balik kembali ke Rutan.

Ketika sejumlah wartawan mencoba mengonfirmasi perihal pemberkatan nikah tersebut di gereja yang dimaksud, yang didapati hanyalah sebuah bangunan rumah tinggal dengan sebuah ruangan disamping yang mungkin digunakan sebagai tempat ibadah. Terlihat di bagian luar ruangan tersebut ada beberapa dekorasi dan di bagian dalam terdapat mimbar dan beberapa kursi. Tidak ada penghuni yang bisa dimintai keterangan di bangunan tersebut. Bangunan yang disebut sebagai gereja tersebut tidak terlihat adanya papan nama.

Peng dan Ronny jatuh cinta ketika keduanya bertemu di Rutan Malendeng. Ronny telah lebih dulu menjadi tahanan narapidana Malendeng. Peng masuk Malendeng pada Juli 2013. Belum ada konfirmasi resmi dari pihak PN Manado dan Rutan Malendeng terkait dengan perkawinan keduanya.

15.8.13

Ngebet Nikahi Maimuna, Atep Nekat Tilap Dolar Majikan

Niat tulus Atep (21) untuk menikahi gadis pujaannya, Maimuna, terpaksa ditunda. Atep kini harus merasakan dinginnya hotel prodeo milik Mapolsek Tanjung Priok, Jakarta Utara karena menjadi tersangka kasus pencurian uang dolar milik majikannya yang sedang menikmati libur Lebaran ke Singapura.

"Saya sudah beliin cincin 2 gram sama baju buat Maimuna. Rencananya saya mau nikahin dia Desember tahun ini," kata Atep kepada Liputan6.com di Mapolsek Tanjung Priok, Rabu (14/8/2013).

Atep yang sudah bekerja selama 3 tahun di Jalan Agung Permai IV, Sunter Agung ini mengaku sudah sering mengambil uang rupiah dan dolar majikannya yang bernama Lili Solihin ketika ditinggal pergi. Namun, aksinya diketahui ketika Atep mengambil dalam jumlah besar senilai Rp 100 juta.

"Sering ambil tapi gak ketahuan. Dari tahun pertama saya emang sudah sering ambil, lebih 30 kali saya ambil duit. Duit gepokan pecahan 20 ribu senilai 2 juta. Saya sering ambil 100 dolar, nanti saya tukar pas pulang kampung. Saya tukar uang dolarnya di Otista (Bandung)," ungkap Atep.

Atep yang bertugas merawat hewan kesayangan majikannya ini usai mengambil uang majikan tak lantas pergi. Dirinya masih sempat meminta THR. Tak hanya untuk biaya menikahi Maimuna (23), Atep juga berfoya-foya dengan uang hasil curiannya.

"Uang Rp 40 juta ya habis gitu aja, saya buat nyawer ke kawan sambil minum-minum. Saya nemuin kunci, dicoba satu-satu di kamar, di lemari saya ambil tumpukan dolar dan emas 15 gram," jelas Atep yang melakukan aksinya dengan saudaranya bernama Jaka.

Sementara itu, Kapolsek Tanjung Priok Kompol Yono Suharto mengatakan, majikan tersangka awalnya memaafkan, namun Atep justru menantang sang majikan. "Tadinya majikan nggak mau laporin. Cuma tersangka Atep nantang. Kalau mau lapor, lapor saja," kata Yono menirukan perkataan Asep.

Barang bukti US$ 500 dan 200 dolar Singapura sisa kejahatan Atep disita Mapolsek Tanjung Priok. Atep ditangkap saat berada di kampung halamannya di Kampung Ciodeng, Desa Bojong Malaka, Baleendah, Bandung.

Kini, Atep dan Jaka dikenakan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.

28.6.13

Polda Metro Turut Selidiki Kasus Hilangnya 250 Dinamit

JAKARTA, KOMPAS.com — Polda Metro Jaya akan ikut menyelidiki kasus hilangnya 250 dinamit yang dibawa dari Kabupaten Subang menuju Bogor, karena truk pembawa dinamit itu sempat singgah di Marunda pada Kamis (27/6/2013) sekitar pukul 04.00 WIB.

Rikwanto menjelaskan, dua kotak yang masing-masing berisi 125 batang dinamit diketahui hilang saat truk sudah sampai ke tujuan, yaitu Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor, pada Kamis (27/6/2013) pukul 07.30 WIB. Berdasar pemeriksaan, ada bagian yang sobek pada terpal penutup kotak-kotak berisi dinamit itu.

"Dalam keberangkatan, seharusnya truk itu tidak ada mampir di suatu tempat. Dari sumber yang kita dapat, truk itu sempat mampir di Marunda, tapi masih didalami," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto di ruangannya, Kamis (27/6/2013).

"Polda Metro sedang menyelidiki, sekarang sedang di lapangan, TKP masih kita cari di mana tepatnya truk itu singgah," tambah Rikwanto.

Sopir truk tersebut kini tengah dimintai keterangan oleh pihak Polda Jawa Barat, Polres Bogor, dan Polres Jakarta Utara.

14.5.13

Pencuri Kepergok Saat Panjat Genting Rumah

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pemuda ditangkap karena mencuri di rumah yang ditinggal penghuninya. Pelaku berinisial IBB atau Iksanto (21) itu tepergok saat sedang memanjat genting di Perumahan Villa Kelapa Dua, Kelapa dua, Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

"Pelaku memang mengincar rumah yang sedang kosong," kata Kanit Reskrim Polsek Kembangan Supriyadi kepada wartawan, Senin (13/5/2013).

Supriyadi menuturkan, kejadian tersebut berlangsung pada Sabtu (11/5/2013) pekan lalu. Saat itu pelaku dan kedua temannya mencari rumah yang sedang tidak berpenghuni. Saat melihat rumah milik Pandi Kurniawan (58), pelaku dan kedua temannya segera mencoba mencuri isi rumah tersebut. Mereka memanjat genting rumah dengan menggunakan tangga, lalu turun melalui plafon di dalam pekarangan rumah. Setelah itu, pelaku mencoba masuk dengan cara menjebol pintu dan mengambil barang-barang berharga di dalam rumah.

Saat pelaku bersama kawan-kawannya memanjat genting, seorang petugas keamanan bernama Hafiz (50) melintas di depan rumah tersebut. Ia kemudian menghubungi anggota Polsek Metro Kembangan untuk melakukan penangkapan.

Mendengar laporan tersebut, anggota Polsektro Kembangan segera mendatangi lokasi. Polisi berhasil menangkap Iksanto, tetapi kedua temannya melarikan diri. Pelaku yang tertangkap diamankan dan dibawa ke Mapolsek Kebon Jeruk, Jakarta Barat.

Dari penangkapan tersebut, polisi mengamankan beberapa barang bukti berupa barang-barang koleksi yang terbuat dari kuningan. Barang koleksi tersebut berupa 2 buah pedang, 3 buah guci kecil, 1 buah ayam-ayaman, 1 buah kura2, dan 1 buah piring kecil.

29.4.13

Tak Punya Uang, Remaja Pengangguran Mencuri

JAKARTA, KOMPAS.com - Ad (18), remaja pengangguran, ditanggakap warga saat hendak mencuri di rumah Muhammad Sefulloh, Minggu (28/4/2013) sekitar pukul 02.30 WIB. Pelaku melakukan aksinya di rumah Saefulloh di Jalan Masjid Al Makmur, Pejaten Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan sendirian. Dia tepergok penghuni rumah hendak mengambil kamera merek Aikon yang disimpan di dalam lemari.

Kepala Polsek Metro Pasar Minggu, Komisaris Adri Desas Furyanto dalam keterangannya kepada Kompas.com, Minggu siang, mengatakan, pelaku masuk di kamar korban dengan cara mencongkel jendela kamar menggunakan obeng.

"Pada saat korban masuk di dalam kamar, korban melihat tersangka sudah berada di dalam kamar," kata Adri.

Saat itu, pelaku tengah membuka lemari yang di dalamnya tersimpan kamera merek Aikon dan perangkatnya. Mengetahui ada orang yang tak dikenal berada di dalam kamarnya, korban kemudian memanggil Dedi dan Edi, warga sekitar yang kemudian dimintai pertolongan oleh korban.

"Saksi kemudian menyergap tersangka. Tanpa perlawanan tersangka berhasil ditangkap," ujar Adri.

Setelah berhasil meringkus pelaku, warga kemudian menghubungi petugas Polsek Metro Pasar Minggu. Petugas yang datang kemudian langsung mengamankan tersangka. Kepada petugas, tersangka mengaku motif tindakannya semata karena butuh uang lantaran tidak memiliki perkerjaan.

Dari tangannya polisi menyita sebuah obeng bergagang kayu warna merah, satu buah kamera merk Aikon berwarna silver, dan satu buah kabel data kamera. Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, tersangka diamankan di Mapolsek Metro Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Nyamar Jadi Mahasiswa, FP Curi Laptop di Kampus Paramadina

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pria berinisial FP (35) kedapatan melakukan aksi pencurian di sebuah ruangan perkuliahan Universitas Paramadina, Kecamatan Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Sabtu (27/4/2013). Pelaku yang merupakan warga Kramat Pulo, Jakarta Pusat itu nekat melakukan aksi pencuriannya dengan berpura-pura menjadi mahasiswa kampus tersebut.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Metro Mampang Prapatan, Ajun Komisaris Sujarwo menuturkan kejadian tersebut terjadi Sabtu sekitar pukul 17.00 WIB. Pelaku berhasil diringkus berkat peran dari petugas kebersihan kampus yang mengetahui adanya aksi pencurian oleh pelaku. "Seorang office boy sedang melakukan tugasnya membersihkan salah satu ruangan. Tiba-tiba dia dikejutkan dengan adanya teriakan pencuri," kata Sujarwo, saat dihubungi wartawan, Minggu (28/4/2013).

Lantaran aksinya diketahui, lanjut Sujarwo, pelaku kemudian berlari ke arah area parkiran bagian depan kampus. Setelah dicari oleh petugas kebersihan kampus, pelaku didapati tengah bersembunyi di balik sebuah mobil yang diparkir di lokasi area parkir tersebut. Dengan bantuan beberapa petugas keamanan, pelaku akhirnya berhasil ditangkap.

Modus yang digunakan pelaku, menurut Sujarwo, yakni dengan menyamar dengan dandanan seperti seorang mahasiswa. Pelaku berkeliling kampus dengan mencari barang berharga yang ada pada ruangan. "Saat suasananya dirasa aman, barulah pelaku melakukan aksinya," ujar Sujarwo.

Adapun petugas menyita dari tangan pelaku sebuah laptop milik mahasiswa yang berhasil diambil pelaku. Untuk melakukan penyelidikan lebih lanjut, petugas mengamankan tersangka di Mapolsek Mampang Prapatan, Jakarta Selatan.