PAMEKASAN, KOMPAS.com — Aksi balapan liar yang dilakukan remaja di Pamekasan, Jawa Timur, tidak mengenal tempat. Tak tanggung-tanggung, mereka melakukan balapan liar di depan rumah dinas bupati Pamekasan, di Jalan Kabupaten. Mereka melakukannya siang dan malam, terutama pada malam Minggu.
Aksi balap liar tidak mampu dibubarkan oleh Satpol PP yang bertugas di depan rumah dinas bupati. Mereka justru hanya menjadi bahan olokan pembalap liar atau mereka yang menonton balapan. Aksi itu baru bisa dibubarkan ketika aparat Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Pamekasan turun tangan.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Pamekasan AKP Bambang Sugharto mengatakan, pihaknya sudah membentuk tim gabungan dari beberapa satuan untuk menghentikan aksi balapan liar di Pamekasan. Baik itu dari Satlantas maupun dari bagian lainnya di Polres Pamekasan.
"Depan rumah dinas bupati jadi sasaran utama kegiatan balapan liar. Selain itu, di depan Rumah Sakit dr Slamet Martodirdjo dan juga di Jalan Jokotole. Di tiga lokasi itu, sudah kita giatkan operasi gabungan," ungkap Bambang, Selasa (24/9/2013).
Selain jadi ajang balapan liar, depan rumah dinas bupati juga kerap menjadi tempat perkelahian antarsiswa saat pulang sekolah. Para siswa dari beberapa sekolah, laki-laki maupun perempuan, kerap nongkrong di kawasan itu.
Berdasarkan pantauan Kompas.com, sudah terjadi empat aksi perkelahian antarpelajar. Namun, sebelum aksi tersebut berujung tawuran, mereka langsung dibubarkan oleh Satpol PP. "Ketika jam-jam pulang sekolah, anggota kami juga beroperasi untuk mengantisipasi aksi tawuran pelajar, terutama di depan rumah dinas bupati," kata Bambang.
Bambang sudah meminta guru di tiap-tiap sekolah agar muridnya langsung disuruh pulang ke rumah dan dilarang nongkrong di pinggir jalan karena bisa menimbulkan hal negatif, seperti tawuran dan balapan liar.
Showing posts with label Balapan Liar. Show all posts
Showing posts with label Balapan Liar. Show all posts
20.5.13
Razia Balap Liar, Polisi Sita Belasan Motor Tanpa Kelengkapan
JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya menjaring belasan motor dalam operasi antisipasi aksi kebut-kebutan atau balap liar di sejumlah titik rawan di Jakarta. Ratusan personel dilibatkan dalam operasi yang dilakukan sejak Sabtu (18/5/2013) hingga Minggu (19/5/2013) dini hari.
Dalam razia itu, polisi menjaring belasan motor yang ditemukan tidak memiliki kelengkapan kendaraan. "Operasi antisipasi pengebutan melibatkan kekuatan 607 personel. Kendaraan yang kita sita 13 ranmor (kendaraan bermotor) roda dua karena kedapatan tidak menggunakan tanda nomor kendaraan dan lain-lain," kata Kepala Bagian Operasi Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto melalui pesan singkat, Minggu (19/5/2013).
Ia menyebutkan, razia tersebut dilakukan di sekitar Jalan Taman Mini, Jalan Pramuka, runway Kemayoran, Jalan Asia Afrika, Jalan Kiai H Mansur, Jalan Simatupang, Jalan Suryo Pranoto, wilayah Cideng, dan titik-titik lain. Operasi dilakukan mulai Sabtu pukul 22.00 WIB sampai dengan Minggu pukul 04.00 WIB.
Kegiatan operasi razia itu juga dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya keselamatan berkendara. "Kegiatan yang dilakukan menekankan pada kegiatan edukasi, memberikan pencerahan sampai dengan keselamatan, taat hukum, kegiatan preventif, penjagaan, pegaturan, patroli dan penegakan hukum pada pelanggaran potensi kecelakaan lalu lintas," ujar Budiyanto.
Dalam razia itu, polisi menjaring belasan motor yang ditemukan tidak memiliki kelengkapan kendaraan. "Operasi antisipasi pengebutan melibatkan kekuatan 607 personel. Kendaraan yang kita sita 13 ranmor (kendaraan bermotor) roda dua karena kedapatan tidak menggunakan tanda nomor kendaraan dan lain-lain," kata Kepala Bagian Operasi Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto melalui pesan singkat, Minggu (19/5/2013).
Ia menyebutkan, razia tersebut dilakukan di sekitar Jalan Taman Mini, Jalan Pramuka, runway Kemayoran, Jalan Asia Afrika, Jalan Kiai H Mansur, Jalan Simatupang, Jalan Suryo Pranoto, wilayah Cideng, dan titik-titik lain. Operasi dilakukan mulai Sabtu pukul 22.00 WIB sampai dengan Minggu pukul 04.00 WIB.
Kegiatan operasi razia itu juga dilakukan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya keselamatan berkendara. "Kegiatan yang dilakukan menekankan pada kegiatan edukasi, memberikan pencerahan sampai dengan keselamatan, taat hukum, kegiatan preventif, penjagaan, pegaturan, patroli dan penegakan hukum pada pelanggaran potensi kecelakaan lalu lintas," ujar Budiyanto.
Subscribe to:
Posts (Atom)