Showing posts with label Asusila. Show all posts
Showing posts with label Asusila. Show all posts

17.3.16

Dicabuli Ayah Tiri Selama Empat Tahun, Seorang Remaja Putri Lapor Polisi

Seorang remaja putri berusia 18 tahun yang berdomisili di Tebet, Jakarta Selatan, Rabu (16/3) kemarin melapor ke Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya. Ia melaporkan ayah tirinya ABD (50), yang telah mencabuli dirinya selama empat tahun terakhir ini, semenjak korban masih duduk di bangku kelas 2 SMP.

Berdasarkan keterangan Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Suparmo kepada detikcom, Kamis (17/3), laporan kasus pencabulan tersebut sudah diterima dan ditindaklanjuti. Korban pelapor telah diperiksa dan divisum untuk keperluan penyidikan lanjutan kasus tersebut.

Masih menurut Suparmo, saat ini status ABD masih sebatas terlapor, karena laporan kasus ini baru masuk, polisi harus mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi terlebih dahulu. Jika sudah ada bukti yang cukup barulah dapat ditingkatkan statusnya. Namun karena ABD dikabarkan telah kembali ke kampung halamannya di Subang, Jawa Barat maka kepolisian sedang melakukan perburuan terhadap lelaki itu.

Terbongkarnya kasus pencabulan ini dipicu oleh niat kekasih korban yang hendak melamarnya pada Sabtu (12/3) lalu. Korban merasa khawatir jika ia tidak berterus terang nantinya bisa menimbulkan masalah baru setelah menikah, sehingga akhirnya ia memutuskan untuk membongkar sebuah rahasia besar yang sudah ia pendam selama bertahun-tahun.

12.10.12

Pemerkosa Gadis Tunagrahita Itu Pengamen

KOMPAS.com - Empat tersangka pelaku pemerkosaan terhadap F (15), gadis penyandang tuna grahita ternyata berprofesi sebagai pengamen. Adapun motif mereka melakukan pemerkosaan adalah nafsu.

"Mereka pengamen yang biasa nongkrong di situ (Lenteng Agung)," terang Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Metro Jakarta Selatan Inspektur Satu Anggraini Putri, Kamis (11/10/2012) malam.

Tiga dari empat pemuda tersebut sudah diringkus petugas dan saat ini berstatus tahanan di Mapolrestro Jaksel. Mereka adalah TN (20), DL (27) dan BD (19), yang ditangkap di kediaman masing-masing pada Selasa (9/10/2012). Sementara tersangka lainnya, YD, masih berstatus buronan polisi.

Kepada petugas, ketiganya tindakan biadab itu dilakukan lantaran mereka tak mampu mengendalikan syahwat. Melihat seorang gadis duduk sendirian di sebuah pos ormas di malam hari, serta merta timbul niat busuk di pikiran keempat pemuda berambut gimbal.

Secara bergiliran, mereka melakukan perbuatan tak pantas itu kepada korban di sebuah rumah kosong yang terletak di belakang pos ormas pada Rabu (3/10/2012) jelang tengah malam.

"Mereka enggak mabuk, dalam keadaan sadar. Mereka ngaku karena nafsu," ujar Anggi, sapaan Anggraini.

Setelah menyalurkan perbuatan tak pantas ity, mereka pergi begitu saja meninggalkan F. Korban akhirnya menghabiskan malam itu dengan tidur di pos ormas.

Keberadaan dan kondisi korban menghadirkan pertanyaan pihak keluarga. Mereka kemudian menanyai korban sekembalinya ke rumah pada keesokan harinya.

Ia kemudian menceritakan apa yang dilakukan keempat pengamen itu kepadanya. Namun, karena keterbelakangan mental yang dialaminya, ketiga pelaku baru bisa diringkus sepekan kemudian.

Para tersangka pelaku akan dijerat dengan Pasal 81 Undang-undang Perlindungan Anak tentang tindakan melakukan persetubuhan dengan anak di bawah umur yang disertai tipu daya dan bujuk rayu. Mereka terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun penjara.

3.10.12

Kenalan di Facebook, ABG Disetubuhi Sopir Tembak

JAKARTA, KOMPAS.com — Orangtua Sum, seorang remaja berusia 14 tahun, pusing bukan main lantaran anaknya pergi dari rumah dan tidak kembali sejak tanggal 23 September 2012.

Setelah ditelusuri, Sum ternyata kabur bersama seorang pria bernama Gil alias Cat alias Yugi yang baru saja dikenalnya dari situs jejaring sosial, Facebook. Kasus ini pun sempat ditangani Polresta Depok.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto mengatakan bahwa pihak kepolisian menerima laporan orang hilang dari orangtua Sum pada tanggal 24 September 2012 lalu. Saat itu, korban pergi dari rumah dan pamit dengan ibunya akan membesuk temannya yang sakit dan akan berlatih paduan suara.

Korban berangkat dari rumahnya di Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok. "Tapi, setelah itu ternyata korban tidak kembali," ujar Rikwanto, Selasa (2/10/2012), di Mapolda Metro Jaya.

Setelah orangtuanya melapor ke kepolisian, aparat kemudian mencari dan mengumpulkan keterangan. Dari situ diketahui bahwa remaja putri itu sebelumnya berkenalan dengan seorang laki-laki bernama Gil melalui Facebook. Korban pun diduga berpacaran dengan pria yang baru dikenalnya dari dunia maya itu.

"Aparat kemudian mendapatkan informasi bahwa Cat alias Gil alias Yugi adalah seorang sopir tembak angkot D02 Depok-Parung," kata Rikwanto.

Korban akhirnya ditemukan di Terminal Depok oleh seorang warga masyarakat yang sebelumnya melihat tayangan orang hilang di sebuah televisi. Korban pun akhirnya diantar pulang kembali kepada orangtuanya. Selanjutnya terhadap korban dilakukan pemeriksaan di Polres Depok. Korban mengakui memang selama ini kabur dengan Cat alias Gil alias Yugi.

"Korban juga sudah disetubuhi empat kali oleh Catur di rumah salah satu teman Catur," kata Rikwanto.

Setelah ditemukan, orangtua korban akhirnya mencabut laporannya pada tanggal 1 Oktober 2012. Sementara Gil alias Yugi alias Cat ditetapkan sebagai tersangka karena telah melakukan persetubuhan dengan wanita di bawah umur. Ia dijerat dengan Pasal 81 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Untuk kasus persetubuhannya dilimpahkan ke Polres Kabupaten Bogor karena locus delicti (tempat kejadian perkara) ada di Bogor," kata Rikwanto.

16.7.12

Iseng Motret Gadis Mandi, Yanto Digelandang Warga

Iseng Motret Gadis Mandi, Yanto Digelandang Warga 
 
Liputan6.com, Ngawi: Kelakuan Yanto ini memang tak pantas ditiru. Gara-gara ulah isengnya menyebabkan ia ditangkap warga dan digelandang ke kantor polisi.

Cerita itu berawal dari keisengannya merekam Ratna seorang gadis warga Solo yang sedang mandi. Ratna mulanya tak mengira sama sekali, aktivitasnya di kamar mandi sedang diamati Yanto dengan kamera HP-nya. Saat itu Ratna sedang mandi di rumah kos di Jalan Achmad Yani, Ngawi, Jumat (13/7).

Kesadaran Ratna muncul setelah ia mendengar bunyi jepretan kamera foto dari arah kamar mandi di sebelahnya. Serta merta Ratna langsung memakai baju dan keluar dari kamar mandi. Yanto pun tiba-tiba keluar dan kabur dari kamar mandi. Ratna yang terkaget-kaget, berteriak dan menangis.

Warga yang mengetahui hal tersebut segera menolong Ratna. "Ada anak menangis sambil minta tolong. Katanya difoto di kamar mandi. Akhirnya saya cari dan saya sikat," ujar salah seorang warga, Karno, menuturkan.

Tak sulit bagi warga untuk menggelandang Yanto asal Cirebon yang bekerja di sebuah restoran terkenal di Ngawi itu. Warga pun menginterogasi pelaku pemotretan tersebut. Yanto lalu mempraktekkan aksinya tersebut dengan memasukkan HP-nya di antara dinding pembatas kamar mandi agar bisa memotret Ratna yang sedang mandi.

Menurut Yanto, dirinya melakukan itu hanya sekadar iseng belaka tanpa ada maksud apa pun. "Cuma iseng saja saya Mas," ujar Yanto dengan enteng.

Keisengan Yanto itu bisa dijerat dengan Pasal 335 KUHP dengan ancaman 1 tahun penjara.

Source

18.6.12

Mabuk, Ayah Perkosa Anak Kandung

Mabuk, Ayah Perkosa Anak Kandung
 
Liputan6.com, Surabaya: Sungguh bejat moral Yunus Afandi sebagai seorang ayah yang tega memperkosa darah dagingnya sendiri yang masih berusia 14 tahun. Ayah dua anak ini memerkosa korban sebanyak lima kali saat berada di rumah.

Yunus mengaku tega memerkosa anak gadisnya karena pengaruh minuman keras dan tak kuat menahan hasrat karena istrinya bekerja menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri.

Polisi yang tiba di lokasi langsung membekuk tersangka. Akibat perbuatannya, tersangka Yunus dijerat Pasal 81 UU Perlindungan Anak dengan hukuman 18 tahun penjara.(ADI/YUS)

7.6.12

Remaja Putri 14 Tahun Merekam Adegan Mesumnya

Remaja Putri 14 Tahun Merekam Adegan Mesumnya
 
Liputan6.com, Situbondo: Seorang remaja putri berusia 14 tahun melapor ke Mapolres Situbondo, Jawa Timur, Rabu (6/6). Korban kesal karena video mesum yang diperankannya disebarluaskan oleh sang pacar.

Remaja yang tinggal di Desa Sumberpinang, Situbondo, itu kini tak lagi berani keluar rumah. Dia malu karena perbuatannya kini diketahui masyarakat luas.

Dia mengakui bahwa wanita dalam video mesum itu adalah dirinya. Adegan mesum dilakukan bersama sang pacar, TF (22), yang berstatus guru honor sekolah dasar. Adegan mesum dilakukan di rumah nenek korban.

Kasubag Humas Polres Situbondo AKP Mardjuki mengatakan, TF akan diproses secara hukum jika terbukti menyebarluaskan video berbau pornografi. Dia bisa dijerat Undang-Undang Pornografi dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.(ULF)

25.4.12

Gua Gong Jadi Lokasi Mesum


Gua Gong Jadi Lokasi Mesum
Liputan6.com, Purworejo: Objek wisata Gua Gong di Desa Kesawen, Pituruh, Purworejo, Jawa Tengah, selama ini cenderung dibiarkan terlantar dan minim pengawasan. Alhasil, situs wisata tersebut kerap dijadikan tempat mesum oleh kawula muda. Kondisi ini didukung minimnya penerangan dan lokasi yang sepi sehingga para penikmat maksiat jadi betah berlama-lama.

Pantauan SCTV, baru-baru ini sampah dan bekas alat kontrasepsi seperti kondom berserakan di dalam gua. Sebagian bahkan terlihat masih baru. Bahkan, sekelompok pemuda yang tergabung dalam Cah Purworejo Perantauan secara tak sengaja memergoki dua pasangan yang masih berusia belasan tahun sedang berbuat mesum di dalam gua.

Sekitar 90-an pemuda ini sengaja melakukan ekspedisi ke tempat-tempat wisata di antaranya Gua Gong dan Goa Silawang. Selain melepas penat, acara ini sebagai ajang silaturahmi sesama warga Purworejo di perantauan. Mereka bermaksud memperkenalkan wisata daerah asalnya untuk kemudian dipromosikan lewat media sosial.

"Pas kebetulan kami di sini ada pasangan muda mudi berbuat asusila. Kami juga menemukan alat kontrasepsi berserakan," kata Andi Setiyawan, ketua rombongan. Sang penjaga gua tak membantah hal tersebut. "Mereka melakukan mesum biasanya di luar jam kerja. Kalau pas saya ada tidak berani," kata Hardisantoso, juru kunci.

Sungguh ironis saat sekelompok pemuda mempromosikan kepada dunia sejarah yang menjadi kebanggaan warga Purworejo justru dinodai segelintir pemudayang memanfaatkan gua yang sepi sebagai tempat untuk berbuat asusila. Warga berharap generasi muda untuk maju membangun daerahnya bukan mengotori dengan perbuatan yang memalukan seperti itu.(JUM)
Source