Showing posts with label Kecelakaan. Show all posts
Showing posts with label Kecelakaan. Show all posts

19.10.14

Karet Ban Vulkanisir Terkelupas, Avanza Tabrak Pembatas Jalan Tol


Sebuah mobil Toyota Avanza dengan nomor polisi L 1390 NU yang membawa penumpang sebanyak enam orang menabrak pembatas jalan tol Perak arah Waru, Surbaya pada hari Minggu (19/10/2014).

Penyebab kecelakaan menurut Kasa Lantas Polres Pelabuhan Tanjung Perak AKP Yusis Budi kepada detikcom adalah karena karet vulkanisir ban belakang kiri mobil tersebut terkelupas dan membuat mobil oleng hingga menabrak pembatas tol.

Mobil nahas tersebut menabrak pembatas jalan yang berada tepat diatas sebuah Bozem, yaitu semacam kolam penampungan air di Moro Krembangan. Ketika kecelakaan terjadi, salah seorang penumpang wanita yang bernama Rina Fayati (21), warga Pesapen Barat VIII, terlempar keluar mobil dan masuk ke dalam Bozem tersebut. Warga pun segera menolong Rina yang hanya mengalami luka lecet ringan meski tubuhnya basah dan dipenuhi oleh kotoran Bozem.

Dua korban lainnya ada yang mengalami luka berat, yaitu Nur Aini (20) yang mengalami luka di bagian punggungnya dan Mahmudin yang baru berusia 12 tahun mengalami luka sobek di kepalanya. Sementara kondisi mobil berwarna hitam tersebut tampak mengalami kerusakan yang sangat parah.

15.7.14

Kota Bogor : Mobil Bak Tabrak Warung Soto

Kecelakaan terjadi di Jalan Raya Kedung Halang, Kota Bogor. Kecelakaan ini melibatkan sebuah mobil bak terbuka bermerek Toyota Hilux yang menabrak warung soto. Kecelakaan tersebut menyebabkan bagian depan warung soto hancur dan beberapa motor yang terparkir rusak parah.

Kejadian yang hanya beberapa meter dari Markas Polres Bogor Kota ini diakibatkan oleh sang supir (Purnama 35 Tahun) yang kaget karena mobilnya tersenggol angkot dari arah berlawanan. Karena kaget, akhirnya ia membanting setir ke kiri dan menabrak warung soto tersebut.

"Saya lagi jalan, posisi mobil ditengah-tengah. Saya kaget dari arah berlawanan mobil saya disenggol angkot. Langsung saya banting setir ke arah kiri. Karena setirnya power steering jadi gak bisa dikendaliin," jelas Purnama di lokasi kejadian, Selasa (15/7/2014).

Karena dirinya tidak bisa mengendalikan mobil dengan setir power steering, kecelakaan tak bisa terhindarkan. Sekitar pukul 12.30 WIB, mobil menabrak warung soto yang membuat beberapa pembeli mengalami luka-luka dan tidak terlalu parah. Dan saat kerjadian juga, Purnama tengah membawa 2 orang keluarga dan 1 balita, namun kondisi sopir dan 3 orang penumpang mobil selamat dan hanya mengalami syok serta luka ringan di kepala.

Menariknya, ada salah satu pembeli di warung soto tersebut yang ternyata ibu hamil. Namun setelah kejadian kecelakaan tersebut, ibu hamil tersebut selamat tanpa luka sedikitpun.

"Di dalam lagi rame banyak yang beli. Bahkan ada ibu hamil lagi, untung aja selamat," ujar pemilik warung soto, Rini di tempat kejadian.



Atas kejadian kecelakaan ini, Purnama harus dimintai keterangan oleh Unit Kecelakaan Polres Bogor Kota.

25.12.13

Tewas Tertembak Karena Mabuk-Mabukan bersama Polisi

Malang benar nasib Robertus Suhardjo . Warga Mojowarno- Jombang ini tewas ketika sedang berpesta miras di sebuah kafe bersama teman-temannya.
Peristiwa nahas ini terjadi pada harui Selasa  (24/12/2013) malam ketika Robertus sedang berpesta alkohol bersama TJ (38), seorang warga sipil dan Briptu SOK, seorang anggota polisi yang bertugas di Satuan Narkoba Polres Jombang.
Ditengah pesta miras, dalam keadaan mabuk,  tanpa sengaja Briptyu Sok menjatuhkan pistolnya ke lantai. Temannya TJ mengambil dan mengamankan pistol tersebut di atas meja. Namun tanpa alasan yang jelas tiba-tiba pistol yang diletakkan diatas meja meletuskan peluru dan mengenai bahu kanan Robertus Suhardjo dan tembus ke ketiak sebelah kiri.
Korban sempat dirawat di RSK Mojowarno sebelum dipindahkan ke RS Bhayangkara namun nyawa korban tidak terselamatkan

9.9.13

Kak Seto: Anak Ahmad Dhani Bisa Bebas atau Dipenjara Tiga Tahun jika...

JAKARTA, KOMPAS.com — AQJ (13), anak pasangan Ahmad Dani dan Maia Estianti, bisa bebas dari hukuman penjara atau sebaliknya mendekam penjara selama 2,5 tahun sampai 3 tahun. Pilihan mana yang terjadi, tergantung pada digunakan atau tidaknya pendekatan restoratif justice oleh kepolisian.

"Polisi kan punya hak diskresi. Jika polisi mampu memediasi dan berhasil mengajak kedua belah pihak, (yaitu) pelaku dan keluarganya dengan korban dan keluarganya berdamai, maka kasus ini bisa tidak dilanjutkan ke meja hijau. Inilah yang disebut restoratif justice," papar Seto Mulyadi, yang dikenal dengan panggilan Kak Seto, seusai bertemu dengan Maia dan Dhani di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan, Minggu (8/9/2013).

Jika tidak dicapai kata sepakat sehingga kasus berlanjut ke pengadilan, lanjut Kak Seto, seperti pengalaman yang sudah-sudah, putra pasangan Dhani-Maia bisa dihukum penjara di penjara anak untuk kurun 2,5 tahun sampai 3 tahun. Hukuman tersebut adalah separuh dari hukuman bagi orang dewasa.

Dhani mengaku salah, Maia berurai air mata

Kak Seto mengatakan, saat bertemu dengannya, Dhani mengaku kecelakaan ini adalah kesalahan dirinya. Dhani, ujar Kak Seto, menyatakan siap bertanggung jawab, sekaligus menutup biaya pengobatan untuk korban luka dan pemakaman bagi korban meninggal, serta menyerahkan sejumlah uang duka untuk keluarga korban.

"Saya berharap, keluarga korban mau mendengarkan dan membuka hati terhadap Dhani. Tetapi, bilapun tidak sependapat, sebaiknya proses hukum bisa berjalan cepat dan lancar," tutur Kak Seto.

Sementara Maia, dalam pertemuan tersebut, menurut Kak Seto, tak banyak bicara. "Dia memilih diam dan lebih banyak menangis," ucap Seto.

Kepada Dhani dan Maia, Seto berpesan agar kasus ini menjadi pelajaran mahal dan sangat berharga. "Hentikan saling bersaing menunjukkan bahwa yang satu lebih menyayangi anak daripada yang lain dengan memberi fasilitas yang tidak sesuai dengan umur anak," tegas dia.

Dia pun berpesan kepada Dhani dan Maia untuk berhenti saling memburuk-burukkan pasangan kepada anak-anak untuk menunjukkan dirinya lebih baik dari pasangannya. Seto berharap, baik Dhani maupun Maia, demi anak-anak, mulai melakukan komunikasi dan memberi fasilitas yang mendidik pada anak-anak mereka.

"Buang ego masing-masing. Jadilah sahabat bagi anak-anak, sekaligus orangtua. Dampingi anak lebih sering. Jangan luluskan setiap permintaan anak," tegas Seto. Menurut dia, kasus yang menimpa AQJ akibat hubungan Dhani dan Maia yang tidak mendukung perkembangan anak-anak mereka.

23.8.13

Pengendara Motor Tewas Tertimpa Palang Portal Batas Ketinggian di Bawah Rel Kereta

SOLO, KOMPAS.com — Seorang pengendara motor tewas setelah tertimpa besi palang portal batas ketinggian di bawah perlintasan kereta di Solo, Jawa Tengah, Kamis (22/8/2013) malam. Palang tersebut jatuh setelah tersenggol truk yang melaju di depan sepeda motor tersebut.

Korban yang bernama Damar Irfandi (23), warga Pucangsawit, tidak bisa menghindari palang sepanjang 5 meter yang patah setelah tersenggol truk itu. Palang besi tersebut menghantam kepala Damar. Dia meninggal seketika di lokasi.

"Sebelumnya ada truk yang menyenggol portal jembatan kereta api, lalu korban sedang melaju di belakang truk, dan portal besi menimpa korban," kata Kasiman, salah satu saksi mata, kepada wartawan pada Kamis (22/8/2013). Sopir truk diduga tidak mengetahui ada portal jembatan kereta api setinggi 4,2 meter tersebut dan langsung menabraknya.

"Korban dari arah kampus, dan memang penerangan di lokasi tersebut kurang sehingga sopir mungkin tidak melihat ada portalnya," kata Yoyok, salah satu kerabat korban. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 19.15 WIB, ketika arus lalu lintas di Jalan Ir Juanda, lokasi kecelakaan, tidak terlalu padat.

Peristiwa pun langsung menarik perhatian warga sekitar dan pengendara yang melintas. Akibatnya, kemacetan tak terhindarkan. Petugas polisi memindahkan jenazah korban ke RS Muwardi dan mengamankan sepeda motor bernomor polisi AD 2237 QS milik Damar yang terpental 50 meter dari portal. Sopir truk juga ditahan polisi untuk dimintai keterangan.

17.6.13

Terjatuh Saat Survei untuk Kemah Pramuka, Wartawan Bali Meninggal

SANGEH, KOMPAS.com — Wartawan Bali Travel Newspaper, Anak Agung Gusti Ngurah Krisna Yana (26), meninggal akibat terjatuh ke jurang di kawasan wisata alam Tanah Wuk, Sangeh, Kabupaten Badung, Minggu (16/6/2013). Dia tewas saat melakukan survei untuk perkemahan pelajar SMP.

"Sampai di RSUP Sanglah sudah dalam kondisi meninggal dunia," kata Kepala Bagian SMF Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, Ida Bagus Putu Alit, di Denpasar, Minggu malam. Menurut dia, pada tubuh jenazah tidak ditemukan unsur-unsur yang mencurigakan yang menjadi penyebab kematian wartawan ini. Hanya terdapat luka lecet di bagian anggota geraknya.

"Berdasarkan hasil komunikasi dengan penyidik, Krisna ditemukan di tebing di kawasan Tanah Wuk tersangkut di pohon enau," imbuh Alit. Mengutip keterangan penyidik, dia mengatakan, Krisna masih sempat menelepon temannya untuk mengabarkan ia terjatuh.

Rudianto, salah seorang teman korban, mengatakan, Krisna berada di Tanah Wuk untuk survei lapangan persiapan kegiatan perkemahan siswa-siswi SMPN 3 Denpasar. Selain menjadi wartawan, Krisna menjadi pembina Pramuka di SMPN 3 Denpasar.

"Sekitar pukul 14.00 Wita, Krisna dan beberapa temannya melakukan survei lapangan untuk kegiatan tanda jejak Pramuka. Namun, saat itu Krisna memilih menelusuri jalan yang berbeda dengan rekannya. Ia sendirian menyusuri jalan setapak yang bukan jalur umum," tutur Rudianto. Ia menambahkan, karena beberapa lama Krisna tidak muncul, rekan-rekannya kemudian berusaha mencari dan ditemukan dalam kondisi sudah terjatuh.

Sementara Ariek, rekan Krisna satu tempat kerja di Bali Travel Newspaper dan dalam kegiatan Pramuka, mengatakan, beberapa hari ini kondisi Krisna terlihat kurang fit. "Terakhir bertemu, Krisna bilang kalau sedang meriang, demam, dan sampai muntah-muntah," katanya.

Jenazah Krisna tiba di RSUP Sanglah sekitar pukul 20.00 Wita. Ibunda Krisna dan adiknya bahkan sampai menangis histeris mendapati kenyataan putra dan kakak mereka sudah tak bernyawa. "Saya sebelumnya tidak mempunyai firasat apa-apa," kata Wisnu Wardana, ayah Krisna.

Seusai divisum dan dimandikan, jenazah diberangkatkan menuju kampung halaman di Jero Kanginan, Banjar Pengembungan, Desa Tegaljadi, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. Kawasan di sekitar ruang jenazah RSUP Sanglah pun terlihat disesaki keluarga Krisna, para jurnalis, dan rekan-rekannya.

15.1.13

Handphone Terjatuh, 1 Keluarga Tewas dalam Sumur

Liputan6.com, Belu : Gara-gara ingin menyelamatkan handphone yang terjatuh, 4 orang dalam 1 keluarga tewas terjebur ke dalam sumur di Dusun Fatuatis, Desa Leosama, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, NTT. Jenazah keempat korban baru bisa dievakuasi oleh polisi 45 menit kemudian.

Isak tangis dan histeris keluarga korban pecah saat keempat jasad korban dievakuasi petugas Polsek Kakuluk Kesak. Korban tewas merupakan ayah dengan 2 anaknya dan 1 paman ini diduga tewas akibat kehabisan oksigen di dalam sumur.

Peristiwa yang terjadi, Ahad (13/1/2013), bermula saat pemilik handphone Adriana Ili hendak menimba air sumur, namun tiba-tiba handphone miliknya terjatuh ke dalam sumur. Korban yang berniat menyelamatkan handphone ikut terjatuh. Sang ayah pun bergegas menolong mengajak kedua putra dan paman untuk menyelamatkan korban. Mereka pun turun ke sumur sedalam 9 meter itu.

Namun, tiga anggota keluarga tersebut gagal dan ikut tewas bersama Adriana akibat kehabisan oksigen. Warga yang datang tak berani mengevakuasi korban dan menunggu pihak kepolisian datang.

Kapolsek Kakuluk Mesak Ipda Albino Da Costa menyatakan kasus ini kecelakaan murni setelah tim medis yang datang memeriksa kondisi korban. Jasad keempat korban disemayamkan di rumah duka untuk selanjutnya dimakamkan.

29.12.12

Tabrak Lari, Remaja Sopir Terios Seruduk 5 Sepeda Motor

JAKARTA, KOMPAS.com — Tabrak lari terjadi lagi di Jakarta Selatan, Jumat (28/12/2012) sekitar pukul 10.00 di kawasan Bintaro. Informasi yang beredar, tabrakan melibatkan mobil Daihatsu Terios yang dikemudikan oleh F (17).

F memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi dan menabrak sedikitnya lima sepeda motor dan rumah di Bintaro. Diduga, F sebelumnya kebut-kebutan berkejaran dengan mobil lain sebelum kecelakaan terjadi.

"Iya informasinya demikian. Sejauh ini belum ada laporan korban jiwa. Kasus langsung ditangani Polres Jakarta Selatan," kata perwakilan Humas Kepolisian Sektor Metro Pesanggrahan Aitpu Ahmad Yani, sore ini.

Sebelumnya, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Jakarta Selatan Komisaris Hindarsono mengatakan, memang ada beberapa kawasan di Jakarta Selatan yang rawan kecelakaan. "Kawasan Ciputat dan Pasar Minggu adalah kawasan rawan kecelakaan. Ciputat tepatnya di Pasar Gaplek sampai flyover dan di Pasar Minggu tepatnya di Velbak sampai Volvo.

28.12.12

Senggolan Berujung Maut di Ampera

Kecelakaan maut terjadi di Jalan Ampera, Jakarta Selatan, Kamis (27/12/2012) sekitar pukul 01.00. Tragedi itu berawal dari senggolan antara Nissan Livina dan Daihatsu Taruna.

Dari arah Kemang, Andika Pradikta (26) mengendarai Livina menuju Jalan Ampera. Namun, saat di depan Cafe Piccadilly, Jalan Kemang Selatan, mobil yang dipacunya dengan kencang menyenggol mobil Taruna B 8162 RR yang hendak keluar dari tempat parkir.

Setelah menyenggol mobil Taruna, Andika yang diduga takut dan di bawah pengaruh minuman beralkohol lantas berusaha kabur ke arah Jalan Ampera Raya. Saat itu, Andika juga sedang bersama rekannya, Hwancheol, seorang warga negara Korea.

"Mungkin karena takut mereka matiin lampu. Malah akhirnya nabrak tiga unit sepeda motor yang sedang diparkir di tempat tambal ban di Jalan Ampera, terus pengemudi masih ngotot dan malah nabrak warung pecel ayam," ujar Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Jakarta Selatan Komisaris Polisi Hindarsono, Kamis.

Sejumlah orang yang tengah berada di sebuah warung pecel tersebut kemudian menjadi korban akibat diseruduk Livina itu. Dua orang meninggal dunia dan empat orang luka-luka.

Setelah menabrak warung, Andika masih saja memacu kendaraannya hendak melarikan diri. Namun, tabrakan dengan mobil Avanza membuat pelarian Andika gagal. Dia pun sempat menjadi korban amukan massa.

"Masih mau kabur, dia tetep ngotot dan dari arah berlawanan, mobil Avanza silver sedang melaju. Mereka tabrakan baru berhenti," jelas Hindarsono.

Menurut Hindarsono, korban tewas bernama Hardianto (33) yang meninggal dunia di rumah sakit, sementara Maulana (42) tewas di lokasi kecelakaan.

Andika kini sudah dijadikan tersangka akibat perbuatannya. Saat ini, tersangka tengah menjalani proses pemeriksaan urine di RS Fatmawati. Pengemudi Livina tersebut bisa dijerat dengan Pasal 310 Ayat 4 Undang-Undang Lalu Lintas.

"Kalau sopir sudah pasti iya (jadi tersangka). Mengemudi hingga menyebabkan nyawa orang lain melayang, sementara untuk rekan (warga negara Korea) ini masih didalami dulu perannya (keterlibatannya)," tutur Hindarsono.

15.10.12

Kerugian Akibat Ulah Pengemudi Berbikini Rp 10 Juta

 
KOMPAS.com - Novi Amalia dalam pengaruh ekstasi ketika menabrak tujuh pejalan kaki di Jalan Gajah Mada hingga Olimo, Jakarta Barat, Kamis (11/10/2012). Kerugian materi akibat perbuatan pengemudi berbikini itu dihitung mencapai Rp 10 juta.

"Secara keseluruhan, jika ditotal kerugian materi yang disebabkan atas kecelakaan mencapai Rp 10 juta," ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto Minggu (14/10/2012).

Beberapa kerugian dan korban akibat kecelakaan yang disebabkan oleh kelalaian mengemudi model majalah desawa itu di antaranya tujuh orang menjadi korban dan rusaknya sepeda ontel, motor hingga mikrolet.

"Kalau untuk seluruh korban yang ditabrak oleh Novi, sudah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan di RS Husada," ungkap Rikwanto.

Beberapa korban yang ditabrak Novi yakni seorang pengendara sepeda ontel bernama Manggir (27) warga Jl Jembatan Baru, Gambir, Jakpus. Kemudian Novi juga menabrak dua pengendara motor yakni Syafrizal (31) pengendara motor Honda CBR bernopol B 6099 BLK warga Penjaringan Jakut. Dan Don Alez Sabar (22) pengendara motor Honda bernopol B 6978 THN warga Pisangan Utara, Jaktim.

Tak hanya berakhir di situ, mobil yang dikendarai Novi juga menyasar dua anggota Polri yakni Aiptu Sugiyanto, anggota Lantas Polsek Tamansari dan Bripka Suyanto anggota Polres Tamansari yang tengah bertugas.

Lalu, wanita kelahiran Medan tersebut juga sempat menabrak pengemudi mikrolet bernopol B 1522 WT bernama Teguh Budi Santoso (32) dan menabrak pula pengemudi mikrolet bernopol B 2822 WT bernama Didi Windardi (50).

12.10.12

Pengemudi Jazz Akan Dites Urine dan Darah





KOMPAS.com - Pengemudi Jazz merah bernomor polisi B 1864 POP akan melakukan tes darah dan tes urine untuk mengetahui keadaan dirinya saat mengendarai kendaraan. Pengendara tersebut adalah seorang wanita yang diduga stres karena hanya menggunakan pakaian dalam saat mengemudi.

"Sekarang orangnya masih tidur, masih dirawat dan dibersihkan. Nanti juga akan dites urine dan darah," kata anggota Laka Lantas Jakarta Barat Brigadir Ambar di RS Husada, Jakarta Barat, Kamis (11/10/2012).

Ambar menjelaskan, pengemudi Jazz tersebut belum bisa dibawa keluar karena belum ada persetujuan dokter. Ia masih berada di ruang Instalasi Gawat Darurat RS Husada untuk melakukan pemeriksaan. Sebelum dibawa ke RS Husada, pengemudi diamankan Polsek Tamansari, Jakarta Barat.

Saat diamankan, NA dalam keadaan tidak berbusana dan hanya menggunakan pakaian dalam. Ketika diminta untuk memakai baju, NA terus menolak.

Saat diruang pemeriksaan, NA sempat berteriak histeris dan mengamuk. Ia ditangani oleh dua polwan karena pengemudi tak menggunakan pakaian.

Seperti diberitakan sebelumnya, seorang wanita yang diduga stres menabrak massal pengguna jalan di sepanjang Jalan Gajah Mada dekat Ketapang sampai Olimo. Tidak ada korban dalam jiwa dalam peristiwa tersebut tetapi banyak yang mengalami luka-luka ringan.

30.4.12

Satu tewas, dua luka parah ditabrak Harley-Davidson



Kulon Progo, DIY (ANTARA News) - Konvoi Jogja Bike Rendezvous, ajang kumpul-kumpul ratusan pengendara Harley-Davidson, yang dipusatkan di area Jogja Expo Center, menelan korban jiwa seorang warga setempat. Dua warga lain juga luka parah tertabrak kuda besi mahal buatan Amerika Serikat itu.

Petrus Kusumo (50) sedang membonceng Parlan Hadi Pranoto (75), warga Depok II Panjatan pada Kamis siang (26/4), di Jalan Sogan, Wates, saat rombongan bikers motor mewah itu melaju dalam kecepatan tinggi. 

Yamaha Mio AB 2637 QC yang dikemudikan Kusumo dengan pengikut Pranoto melaju dari arah timur. Ketika hendak belok kanan, bersenggolan dengan Harley-Davidson berregistrasi polisi B 3000 DZ, yang dikendarai HH (44), warga Bandung, hingga jatuh.

Sudahlah jatuh, mereka masih tertabrak Harley-Davidson B 6060 SES yang dikendarai DD, warga Cimahi, Jawa Barat. Harap diketahui, bobot Harley-Davidson tipe terbesar full dressed bisa mencapai sekitar 350 kilogram! Belum lagi ditambah bobot pengendaranya.

Pranoto tewas seketika di tempat ditabrak Harley-Davidson itu. Sedangkan Kusumo, luka parah dan dibawa ke RSUD Wates. Karena lukanya parah, dia dirujuk ke RS Bethesda Yogyakarta.

Bukan cuma itu, sekitar 17.00 WIB pada Jumat (27/4), Ervina di jok sepeda motor Honda Supra Fit AB 3109 Bl tertabrak Harley B 3845 KAN. Harley-Davidson itu dikendarai AS yang berboncengan dengan EE, istrinya, warga Cikarang Bekasi. 

Akibat kejadian ini Ervina patah kakinya ditabrak Harley-Davidson berregistrasi B 3845 KAN itu.

Saat itu Ervina dari arah barat belok ke kanan di pertigaan Demen. Korban yang sudah menghidupkan lampu sein, ini tertabrak Harley-Davidson berkecepatan tinggi dari belakang.

"Kami masih melakukan pemeriksaan dan penyelidikan, sehingga nama-nama para bikers kami inisialkan," kata Kepala Unit Kecelakaan Lalu Lintas Satlantas Polres Kulon Progo, Inpektur Dua Didik Purwanto, Sabtu. Rupanya polisi ingin mengedepankan azaz praduga tak bersalah dalam kasus mematikan orang ini.

Purwanto mengatakan, saat ini tiga Harley-Davidson penabrak dan dua kendaraan milik korban ditahan di Polres Kulon Progo. Kelima kendaraan ini masih dijadikan sebagai barang bukti.

Ia mengatakan, para bikers itu mengendarai HD dengan kecepatan tinggi. Walau tidak ada hukum formal tertulisnya, namun seolah ada konsensus bahwa untuk kendaraan seperti dengan kapasitas mesin besar ini mereka boleh melaju kencang di jalan.

"Hingga 120 kilometer per jam diperbolehkan untuk jalan arteri," kata perwira pertama polisi itu.

25.4.12

Tubuh Olivia diduga terdapat bahan mencurigakan


Jakarta (ANTARA News) - Penyidik Kepolisian Daerah Metropolitan Jakarta Raya menduga di dalam tubuh korban tewas tabrakan Nissan Juke, Olivia Dewi, terdapat bahan mencurigakan yang berdampak menjadikan dia tidak bisa mengontrol diri.

Dalam kecelakaan di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat, beberapa bulan lalu itu, pintu depan mobil tidak bisa dibuka. Setelah menghantam tiang reklame, mobil itu terbakar dengan Dewi tetap ada di bangku pengemudi.

"Visum dari dokter bedah menyebutkan tubuh korban mengandung barang yang akhirnya membuat dia tidak kontrol," kata Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Untung S Rajab, di Jakarta, Jumat.

Rajab mengatakan, penyidik menduga kecelakaan yang menyebabkan satu orang tewas itu akibat faktor kesalahan manusia.

Sehingga, penyidik menetapkan Dewi adalah pengemudi mobil itu, sebagai tersangka terkait kasus tabrakan yang menyebabkan dia tewas terpanggang api tersebut.

"Jadi tersangkanya pengemudi sendiri," ujar Rajab.

Karena tersangkanya adalah Dewi yang tewas dalam peristiwa tersebut, maka penyidik menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3).

24.4.12

Anak Kecil Kecebur Sumur 20 Meter di Bintaro Permai

 Jakarta Seorang anak kecil tercebur sumur dengan kedalaman sekitar 20 meter di kawasan Bintaro Permai, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. 3 Unit tim pemadam dan ambulans sudah dikirim ke lokasi untuk menyelamatkan anak ini.

"Kita sudah kirimkan tim ke lokasi untuk penyelamatan," kata salah seorang petugas pemadam kebakaran Jakarta Selatan, Selasa (24/4/2012) pukul 10.23 WIB.

Sumur tempat anak itu tercebur terletak di kawasan Bintaro Permai, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Saat ini petugas masih melakukan penanganan. "Kita belum tahu selamat atau tidak karena saat ini masih ditangani," katanya.

Hingga kini belum diketahui bagaimana anak tersebut bisa masuk ke dalam sumur tersebut. "Kalau itu kita belum mengetahuinya," katanya.
Source

23.4.12

Shinta Tewas Saat Mau Hapus Tato

BANYUMAS, KOMPAS.com - Seorang perempuan bernama Shinta Dewi (28), warga Kampung Perbalan, Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (18/4/2012) tewas saat berupaya menghapus tato di tubuhnya.

Ia menghapus di salah satu lokasi jasa penghapusan tato di wilayah Kabupaten Banyumas. Polisi telah menetapkan ER (49), pemilik jasa penghapusan tato sebagai tersangka.
Kepala Sub Bagian Humas Kepolisian Resor Banyumas, Ajun Komisaris Joko Witarso, Kamis (19/4/2012), mengatakan, lokasi usaha jasa penghapus tato tersebut berada di Desa Kejawar, Kabupaten Banyumas.

Menurut Joko, Shinta tewas saat berusaha menghapus tiga tato di tubuhnya, Rabu lalu. "Saat tersangka menghapus tato pada bagian punggung korban, perempuan itu mengeluh pusing dan mengeluarkan lendir dari lubang hidungnya," ujarnya.

Peristiwa ini, kata Joko, diduga akibat penyuntikan 10 botol kecil obat bius ke tubuh korban. Saat korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Banyumas, Rabu sore, nyawanya tetap tidak tertolong.

Keterangan tersangka kepada polisi, ia telah membuka praktik jasa penghapusan tato selama 10 tahun dan memiliki sertifikat. Selama 10 tahun tersebut, usahanya berjalan lancar, hingga kejadian naas kemarin.
source

19.4.12

Hilang Kendali, Mobil Mercy Tabrak Pembatas Jalan di Blok M


 


Jakarta Kecelakaan tunggal yang melibatkan mobil mewah masih terjadi di Jakarta. Pagi tadi, ada mobil Mercy hitam yang menabrak pembatas jalan di Blok M. Mobil mahal itu pun penyok.

"Ada di Blok M. Mercy hitam," kata petugas TMC Polda Metro Jaya, Aiptu Kasno, kepada detikcom, Kamis (19/4/2012).

Mobil Mercy tersebut bernopol B 838 AB. Sementara kejadian berlangsung sekitar pukul 04.30 WIB dinihari.

Belum diketahui pasti apa penyebab kecelakaan. Termasuk kondisi sang sopir dan kendaraan.

"Saya belum ada datanya, masih dicari," kata Kasno.
Source

Wanita Bertato Bunga Pengemudi BMW Penabrak Warung Masih Misterius

Jakarta Siapakah wanita bertato bunga yang menabrak warung di Jalan Duren Tiga Raya, Pancoran, Jakarta Selatan dinihari tadi? Hingga kini, identitas wanita yang konon berparas cantik itu masih misterius.

"Saya masih belum mendapat informasi soal itu," kata Kasat Lantas Polres Jakarta Selatan AKBP Supriyanto saat dihubungi detikcom, Kamis (19/4/2012).

Hal senada juga diungkapkan oelh Kanit Lantas Polres Jaksel, AKP Sigit. "Saya belum dapat kabar. Nanti datanya dikasih tahu," imbuhnya.

Sejulah warga yang menjadi saksi mata di lokasi mengambarkan ciri-ciri wanita tersebut. Saksi-saksi menyebut wanita tersebut berparas cantik.

"Orangnya cantik putih, kecil-kecil begitu," kata Ela di lokasi kejadian.

Menurut Ela, saat itu pengemudi BMW B 917 TSS itu mengenakan hot pants dengan balutan kaus tanpa lengan dengan bagian punggungnya terbuka. Kakinya beralaskan sepatu high heels.

"Di punggungnya ada gambar tato bunga," ujar Ela.

Saat dievakuasi dari dalam mobil, wanita tesebut sibuk memencet BlackBerry di genggaman tangannya. "Saya nggak mabuk kok, saya nggak mabuk," ujar Ela menirukan wanita tersebut yang berjalan sempoyongan.

Sebuah mobil BMW berwarna hitam B 917 TSS menyeruduk warung milik Yusuf pada pukul 02.00 WIB tadi. BMW yang dikemudikan seorang wanita itu masuk ke dalam warung hingga meluluhlantakan seisi bangunan.
Source

9.4.12

Sebelum Tabrak Bripka Hanung, Honda City Serempet Briptu Rashid

Jakarta Sebelum menabrak Bripka Hanung Ari Wibowo, Honda City yang dikemudikan Sani menyerempet Briptu Abdul Rashid. Sani lantas kabur dan baru bisa ditangkap petugas di sekitar Gedung Artha Graha, Sudirman, setelah lewat pengejaran mendebarkan.

Awalnya, Briptu Rashid bertugas mengatur lalu lintas pagi tadi. Tiba-tiba muncul Honda City yang disopiri Sani.

"Mobil itu berjalan zig-zag kemudian kemudian menyerempet Briptu Rashid," kata Wadir Lantas Polda Metro AKBP Wahyono kepada wartawan, Senin (9/4/2012).

Sedan bernopol B 8784 NN itu melarikan diri ke arah Jl Gatot Subroto. Polisi lantas mengejarnya bahkan melakukan diskresi kepolisian.

"Untuk menghambat perjalanan kendaraan tersebut, dilakukan diskresi. Kepolisian menghambat kecepatan kendaraan pada ruas tersebut, sehingga dapat dilakukan penangkapan di dekat Gedung Artha Graha," katanya.

Nah, saat pengejaran itulah Bripka Hanung tertabrak di lampu merah Kuningan pukul 10.00 WIB. "Saat dilakukan penangkapan, Bripka Hanung tertabrak kendaraan tersebut sehingga menderita luka," kata Wahyono.

Bripka Hanung menderita retak kaki kanan dan dirawat di RS Kramatjati. Polisi menggeledah mobil Sani dan menemukan sebuah pisau jenis sangkur sepanjang 25 cm. Sani saat ini diamankan di Yanmas Polda Metro Jaya. Source

2.4.12

Pekerja bangunan tewas tersengat listrik

Jimbaran (ANTARA News) - Seorang pekerja bangunan, Slamet Eko Ngadiyanto (35), Minggu sekitar pukul 09.00 WITA, tewas tersengat listrik saat memperbaiki genteng rumah milik warga di Jalan Nuansa Utama, Perumahan Nuansa Kori, Jimbaran, Kabupaten Badung.

Pemilik rumah, Ny Sony, mengatakan, dirinya meminta korban memperbaiki beberapa bagian rumah yang bocor, namun selang beberapa jam pekerja asal Lombok itupun terpelanting dari atap dengan kondisi badannya hangus.

Menurut dia, diduga ada bagian tubuh korban yang tidak sengaja menyentuh kabel listrik yang melintasi rumah berlantai dua tersebut.

Wakapolsek Kuta Selatan AKP Nyoman Suparta mengatakan, setelah mendapat laporan dari warga jajarannya langsung melakukan olah tempat kejadian perkara.

Diduga pemilik rumah lalai mempekerjakan karyawan tanpa memperhatikan keselamatan pekerja. Apalagi, bagian rumah yang diperbaiki bersentuhan dengan kabel PLN.

Selanjutnya jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sanglah, Denpasar, untuk diotopsi.
(KR-IGT/I006) Source

5.3.12

Lima korban tabrak oleh guru sudah dipulangkan

Medan (ANTARA News) - Lima dari 16 siswa Yayasan Pendidikan Boddhicita yang pada Jumat menjadi korban tabrak oleh guru mereka sendiri, sudah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Colombia Asia Medan.

"Lima orang sudah diperbolehkan pulang atas izin tim dokter. Kelimanya telah sehat. Sedangkan satu di antara pasien masih mendapatkan penanganan serius di ruang ICU lantai II," kata Chief Medical Services RS Colombia Asia, dr Kianto Nazar, di Medan Minggu.

Pasien yang masih berada di ruang ICU masih menjalani observasi akibat patah tulang pada bagian pinggul dan pahanya.

"Jadi kami mohon maaf karena tidak mengizinkan wartawan untuk meliput ke ruangannya. Bukannya melarang, tetapi dikhawatirkan trauma secara psikologi akan memperlambat masa penyembuhannya," katanya.

Sementara Robert, siswa yang sebelumnya mendapatkan perawatan di Ruang ICU akibat patah pada bagian kakinya, lanjut Kianto, sudah stabil dan telah dipindahkan di ruang perawatan biasa.

Untuk penanganannya sendiri menurut Kianto telah dilakukan fiksasi oleh dokter spesialis orthopedi atau spesialis tulang.

"Selain observasi siswa yang mendapatkan perawatan juga akan dilakukan psikologi kejiwaan untuk menghilangkan rasa trauma para siswa. Ini telah dilakukan untuk kelima pasien sebelumnya yang dinyatakan sembuh," katanya.

Dalam kesempatan itu anggota DPD RI Asal Sumut Parlindungan Purba, menyikapi positif tindakan Rumah sakit yang berupaya semaksimal mungkin untuk kesembuhan para korban.

Begitu juga dari pihak Yayasan Bodhicita, yang menunjukkan keseriusannya untuk membiayai seluruh perobatan korban hingga sembuh.

"Selain dua lembaga yakni rumah sakit dan Yayasan Boddhicita, kita juga telah mempertanyakan langsung kepada pihak Jasa Raharja. Mengingat korban pejalan kaki, Jasa Raharja juga telah berjanji akan meng-"cover" santunan para korban," katanya.

Sedangkan untuk Marini, guru yang telah melakukan kelalaian sehingga mengakibatkan kecelakaan tersebut, menurut dia hal tersebut sebaiknya diserahkan kepada pihak berwajib untuk penanganannya karena kejadian tersebut bukan unsur kesengajaan.Source