TAMBOLAKA, KOMPAS.com - Korban tewas akibat pertikaian antar pendukung calon Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), Nusa Tenggara Timur, bertambah menjadi empat orang.
Satu orang tewas di tempat sementara tiga lainnya meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan medis di Rumah Sakit Karita Waitabula.
Kapolres Sumba Barat, AKBP. Lilik Aprianto kepada sejumlah wartawan, Sabtu (31/8/2013) mengatakan, pertikaian maut itu dipicu taruhan pemenang Pilkada SBD yang prosesnya baru diputuskan di Mahkamah Konstitusi.
“Lokasi kejadiannya di desa Bukambero, Kecamatan Kodi Utara. Masalahnya yakni taruhan pilkada dan ada dendam lama antara para pelaku dan korban sehingga menyebabkan empat orang menjadi korban dan 20 rumah terbakar di kampung Golutana dan kampung Meter,” papar Lilik.
Lilik menambahkan, aparat gabungan Brimob Waingapu dan Polres Sumba Barat, masih bersiaga di lokasi bentrokan.
erdasarkan data yang diperoleh Kompas.com, identitas korban tewas adalah Asterius Toda Bili. Mbora Tiala, Umbu dan Ngongo Dappa.
Nama terakhir baru saja meninggal di Kerobo, Desa Welonda, Kecamatan Kota Tambolaka sekitar pukul 17.30 WIT dan saat ini jenazah disemayamkan di RS Karitas.
Showing posts with label Pertikaian. Show all posts
Showing posts with label Pertikaian. Show all posts
21.5.12
Pemuda Tewas di Kafe dengan Belasan Tusukan
Liputan6.com, Denpasar: Seorang pemuda
tewas akibat belasan tusukan setelah bentrok dengan pengunjung di Kafe
Bidadari, Jalan Kebo Iwa, Denpasar, Bali, Sabtu (19/5). Tusukan senjata
tajam mengenai hampir sekujur tubuh korban I Nyoman NB Mahalahat. Pemuda
lain bernama Wahidin Wayan juga mengalami luka tebasan pada tangannya.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap korban pembunuhan tersebut, ditemukan belasan luka tusuk di sekujur tubuhnya," kata Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RS Sanglah dr Dudut Rustyadi. Dia mengatakan, luka akibat benda tajam yang terdapat di tubuh korban berada di bagian kepala, dahi, leher, tangan dan punggung.
Sementara itu berdasarkan keterangan petugas di RSUP Sanglah, saat ini korban luka akibat pertikaian di kafe tersebut masih dirawat untuk dibedah karena tangannya hampir putus. Kapolsek Denpasar Barat Kompol Dewa Made Adnyana mengatakan, kasus ini sudah dilimpahkan ke Polresta. Dugaan sementara pertikaian dipicu salah paham.(ANT/JUM)
"Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap korban pembunuhan tersebut, ditemukan belasan luka tusuk di sekujur tubuhnya," kata Kepala Instalasi Kedokteran Forensik RS Sanglah dr Dudut Rustyadi. Dia mengatakan, luka akibat benda tajam yang terdapat di tubuh korban berada di bagian kepala, dahi, leher, tangan dan punggung.
Sementara itu berdasarkan keterangan petugas di RSUP Sanglah, saat ini korban luka akibat pertikaian di kafe tersebut masih dirawat untuk dibedah karena tangannya hampir putus. Kapolsek Denpasar Barat Kompol Dewa Made Adnyana mengatakan, kasus ini sudah dilimpahkan ke Polresta. Dugaan sementara pertikaian dipicu salah paham.(ANT/JUM)
Subscribe to:
Posts (Atom)