Showing posts with label Geng Motor. Show all posts
Showing posts with label Geng Motor. Show all posts

14.11.12

Dua Anggota Geng Motor Pembacok Yusuf Masih Buron

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Kelompok Sadar (Pokdar) Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) Polsek Cipayung Yusuf (50 tahun) Dea Ridho (16) dibacok anggota geng motor. Pelaku pembacokan berinisial FS telah ditangkap.

Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polres Metro Jakarta Timur Komisaris Polisi Didik Hariyadi menjelaskan, masih ada dua tersangka lainnya berinisial BS dan DD masih dalam pengejaran polisi.

"Kami masih melakukan telidik terhadap dua orang tersangka pengeroyokan di Cilangkap Minggu (11/11/2012) pukul 02.30 dini hari yang masih dalam pengejaran atau Daftar Pencarian Orang (DPO)," ujar Didik ditemui di Polres Jakarta Timur, Selasa (13/11/2012).

Sebelumnya, Yusuf dan Dhea terjebak di antara dua geng motor yang sedang tawuran di Jalan Raya Cilangkap, Cipayung, Jakarta Timur. Berniat hendak melerai, keduanya malah dikeroyok.

Yusuf mendapatkan luka bacokan dengan lengan nyaris putus. Dia dan Dea kemudian dilarikan ke RS Cijantung, dan dirujuk ke RSCM untuk menjalani perawatan.

Didik menjelaskan, para tersangka akan dijerat Pasal 351 KUHP Juncto 170 mengenai kekerasan terhadap orang dengan hukuman di atas 5 tahun penjara.

25.7.12

Perang Geng Motor Gede di Sydney Hampir Tewaskan Bayi

 
 
Sydney Peperangan antar-geng motor besar di Sydney, Australia, mulai mengkhawatirkan. Warga yang tak berdosa, termasuk bayi, hampir jadi korban.

Sejak dua bulan terakhir, angka kekerasan geng motor di Sydney memang meningkat. Untuk tahun ini saja, terjadi 60 kali peristiwa penembakan di jalanan.

Asisten Komisioner Polisi Sydney, Mal Lanyon mengatakan, kelompok geng motor itu memang bagian dari sejarah kriminal di Australia. "Kami mengklasifikasikan grup tersebut sebagai kriminal," kata Lanyon kepada Sky News, Selasa (3/7/2012).

"Ada sejumlah isu yang melatarbelakangi insiden ini, di antaranya persaingan narkoba dan perselisihan antar-anggota," sambngnya.

Kasus terakhir yang menjadi perhatian publik di negeri Kanguru adalah peristiwa penembakan di kediaman seorang bayi berumur dua bulan. Anak kecil itu nyaris tewas terkena sambaran peluru dari anggota geng yang sedang berperang. Untunglah dia berhasil diselamatkan.

Kepolisian New South Wales saat ini sedang menelusuri bisnis dan markas para anggota geng. Aturan perundangan juga sedang digodok oleh pemerintah khusus mengenai geng motor.
Source

24.7.12

Menunggu Sahur, Empat Pemuda Dikeroyok Geng Motor

Liputan6.com, Makassar: Berniat menunggu sahur, empat pemuda di Bone, Sulawesi Selatan, terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena dibacok orang yang tak dikenal, Senin (23/7) dinihari. Pelaku yang berjumlah empat orang tersebut diduga anggota geng motor.


Insiden terjadi di Desa Pajalele, Kecamatan Sibulue. Saat itu Asdar dan ketiga rekannya tengah berkumpul di sebuah pos ronda. TIba-tiba dua pengendara motor yang berboncangan datang dan langsung menyerang mereka dengan menggunakan badik.

Para korban terluka dan harus dilarikan ke rumah sakit. Tak satu pun dari pelaku dikenali oleh korban. Kini keempat korban menjalani perawatan di ruang darurat Rumah Sakit Umum Terniawaru Bone. Sedangkan empat pelaku kini dalam pengejaran polisi.(JUM)
Source

19.7.12

Polisi Bandung Cokok Sembilan Anggota Geng Motor

Polisi Bandung Cokok Sembilan Anggota Geng Motor
 
Liputan6.com, Bandung: Sembilan tersangka penganiayaan terhadap kelompok bermotor di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Ahad (15/7) lalu, diringkus jajaran Reserse Kriminal Kepolisian Resor Bandung. Penganiayaan tersebut dipicu dendam setelah salah seorang rekan para tersangka dianiaya kelompok bermotor lainnya.

Dalam aksinya, para tersangka yang tergabung dalam geng motor XTC itu tak segan-segan melukai korbannya. Dari para tersangka, polisi menyita sebuah senjata tajam yang diduga digunakan untuk melukai korban.

Buat mempertanggungjawabkan perbuatannya, para tersangka kini mendekam di ruang tahanan Markas Polres Bandung. Mereka terancam hukuman pidana lima tahun penjara.(ANS)

30.4.12

Polisi Ringkus Panglima Brigez

Polisi Ringkus Panglima Brigez

Liputan6.com, Garut: Panglima geng motor brigez, Asep Kerdianto, berhasil diciduk jajaran Kepolisan Polres Garut, Jawa Barat. Kerdi terpaksa dilumpuhkan karena berupaya melawan dan melarikan diri saat akan ditangkap.

Kerdi yang selepas SMA pada 2004 silam langsung bergabung dengan geng motor brigez. Bertahun-tahun malang melintang di dunia geng motor, membuat dirinya dipilih menjadi panglima kelompok berandalan bermotor tersebut.

Selama berkutat dengan komunitas kelompok motornya, Kerdi tercatat telah beberapa kali melakukan tindakan kekerasan dan penganiayaan terhadap korbannya. Ketika beraksi pun kerdi dikenal tak kenal ampun dan tak pandang bulu dalam memilih korbannya.

Kini, pria ini tak mampu berbuat apa-apa setelah timah panas polisi menembus kakinya. Ia harus mendekam di sel tahanan Mapolres Garut untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.  

23.4.12

Geng Motor Bersenjata Ekor Ikan Pari Beracun



POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com — Tiga anggota geng motor diamankan kepolisian dalam sebuah razia di Kecamatan Campalagian, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Senin (23/4/2012) dini hari. Dari mereka, polisi menyita beberapa senjata tajam berupa badik dan ekor ikan pari yang berbisa.
Geng motor itu terlibat aksi balapan liar di Jalur Lintas Barat Sulawesi, tepatnya di depan Pasar Sentral Kecamatan Campalagian. Tidak semua anggota geng motor terjaring operasi itu, banyak yang berhasil kabur. Apalagi jumlah anggota geng motor jauh lebih banyak ketimbang jumlah aparat.
Ketiga pelaku yang tertangkap tangan membawa senjata tajam langsung diamankan petugas sebelum digelandang ke kantor polisi. Sementara barang bukti berupa badik dan ekor ikan pari berbisa disita petugas.
Inu, warga Kecamatan Campalagian, mengaku resah dan terganggu karena setiap malam ada balapan liar di kawasan itu. Dia berharap operasi penertiban yang dilakukan polisi tidak bersifat insidentil, seperti pengalaman-pengalaman sebelumnya.
"Biasanya habis razia polisi, mereka (geng motor) berhenti. Tapi cuma sebentar, setelah itu mereka balapan lagi," kata Inu.
"Mudah-mudahan razia ini sifatnya permanen agar balapan liar ini bisa ditertibkan. Kalau petugas tidak serius, saya kira akan kembali kambuh," kata Inu.
Balap liar ini kerap berlangsung setiap sore dan malam hari. Mereka beradu kecepatan di jalan raya hingga menjadikan kawasan itu rawan kecelakaan bagi pelaku dan pengendara jalan lain.
Lokasi ini menjadi pusat pertemuan geng motor dari berbagai tempat, termasuk dari Kabupaten Majene. Mereka bertaruh uang dengan nilai mencapai jutaan rupiah. Tak heran bila kawasan ini mirip pasar malam aktivitas judi dari para anggota geng motor.
Sebetulnya warga sudah lama resah dan mengeluhkan ulah para anggota geng motor yang mengganggu ketenangan warga dan para penggguna jalan. Sejak kawasan ini menjadi pusat pertemuan anggota geng motor, jumlah kecelakaan lalu lintas di lokasi ini sudah tak terhitung lagi, baik yang menimpa anggota geng motor maupun para pengguna jalan lainnya.
Source

20.4.12

4 Oknum TNI Diamankan Terkait Geng Motor


 JAKARTA, KOMPAS.com — Dugaan keterlibatan oknum anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam aksi kekerasan geng motor di Jakarta beberapa waktu lalu akhirnya terkuak juga. Panglima Kodam Jaya Mayor Jenderal Waris mengakui bahwa ada empat orang anggotanya yang terlibat aksi brutal itu.
Kini keempat orang tersebut masih menjalani pemeriksaan di Polisi Militer (POM) TNI. "Kami masih melakukan pengusutan. Yang jelas, anggota kami sudah ada empat orang yang ikut-ikutan," ujar Waris seusai acara Silaturahmi TNI-Polri di Hotel Sahid, Jakarta, Kamis (19/4/2012). Waris mengatakan, keempat orang itu terkait aksi brutal geng motor di delapan lokasi kejadian di Jakarta Utara dan Jakarta Pusat pada 13 April 2012.
Aksi kekerasan geng motor di Jakarta akhir-akhir ini bermula dari peristiwa tewasnya kelasi Arifin, staf khusus Panglima Armada Kawasan Barat TNI AL, di Jalan Benyamin Sueb, Pademangan, Jakarta Utara, pada 29 Maret 2012. Setelah peristiwa ini, aksi pembalasan terjadi pada 7 April 2012. Puluhan pria berbadan tegap dan berambut cepak yang mengendarai sepeda motor menyerang kelompok pemuda di SPBU Shell di Jalan Danau Sunter Utara, Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dalam peristiwa itu, satu orang tewas bernama Soleh dan tiga orang rekannya mengalami luka berat.
Penyerangan berlanjut pada 8 April 2012 di Jalan Benyamin Sueb, Kemayoran, Jakpus. Dalam peristiwa ini, empat orang mengalami luka bacok setelah diserang kelompok pesepeda motor yang mencoreng pipinya dengan cat warna putih. Kejadian serupa juga berulang pada Jumat (13/4/2012) dini hari, ratusan pria dengan menggunakan helm dan sepeda motor menyerang pemuda di delapan lokasi di wilayah Jakarta Utara dan Jakarta Pusat. Sebanyak delapan orang terluka dan satu orang tewas atas nama Anggi Darmawan.