Showing posts with label Penjambretan. Show all posts
Showing posts with label Penjambretan. Show all posts

28.4.14

Pelaku Penjambretan Divonis Bebas, Keluarga Korban Demo

SEMARANG, KOMPAS.com - Vonis bebas dari Pengadilan Negeri Semarang untuk dua terdakwa penjambretan yang berujung pada meninggalnya korban, Rita Margiati (34), diprotes. Keluarga Rita menggelar unjuk rasa, Senin (28/4/2014) siang, untuk memprotes putusan majelis hakim tersebut.

Majelis hakim yang diketuai Abdul Rauf pada Rabu (23/4) membebaskan dua terdakwa Boma Indarto (26) dan Kuat Suko Setyono (25) karena menilai tak cukup bukti. Hakim saat itu menilai segenap alat bukti dan keterangan saksi tak mengarah pada keterlibatan para terdakwa, sehingga majelis hakim secara bulat membebaskan para terdakwa.

Keluarga berunjuk rasa minta keadilan terkait meninggalnya korban Rita Margiati. Massa yang datang membawa sejumlah pamflet dan foto kenangan korban. Mereka kompak mengecam putusan majelis hakim tersebut.

Salah satu pamflet yang dibawa bertuliskan, "Dimana Keadilan Negeri Ini," "Nyawa Dibalas Nyawa." Ada juga pamflet bertuliskan, "Hakim Keparat." Bahkan, dalam salah satu pamflet lain minta tolong kepada Presiden SBY untuk membantu. Selain spanduk, foto korban bersama keluarga juga dibawa serta foto korban yang dikebumikan.

"Kami butuh keadilan. Jangan sampai hakim ketahuan terbukti menerima suap terkait persoalan ini. Saya minta KPK dan SBY mengkaji masalah ini. Kami juga laporkan hakim ini pada Komisi Yudisial," kata juru bicara keluarga Untung Prawiro di Semarang, Senin.

Setelah berorasi selama kurang lebih 1 jam tersebut, perwakilan keluarga dipersilahkan memasuki ruang hakim. Mereka beraudiensi dan menanyakan putusan hakim. Atas hal ini, Kepala PN Semarang, Mariyana berujar bahwa Pengadilan adalah sarana untuk menguji suatu permasalahan. Ia jadi pemutus perkara pada tingkat pertama. Jika para pihak tak menerima putusan, bisa mengajukan keberatan pada pengadilan diatasnya.

"Pada prinsipnya, dalam suatu permasalahan harus ada dua alat bukti yang cukup didukung keterangan saksi, terdakwa dan ahli. Setelah itu, hakim menyimpulkan dan memutus berdasar keyakinannya masing-masing," kata Mariyana, Senin.

Ketua PN ini juga menyampaikan bahwa hakim Abdul Rauf beserta anggota majelis hakim lain mempunyai catatan yang baik dan tidak neko-neko. "Hakim yang menyidang punya reputasi yang sangat baik, religius. Beliau juga ketua Ta'mir Masjid di PN Semarang ini," timpalnya.

24.9.13

Ketika Penjambret Menangis sambil Mencium Kaki Korbannya...

BALIKPAPAN, KOMPAS.com — Kehadiran Juwariatun (48), warga Perumahan Polda Kaltim RT 49 Balikpapan Utara, mengubah atmosfer ketegangan di salah satu ruang Satuan Reskrim Polda Kaltim, Senin (23/9/2013).

Seorang pria kelahiran Polewali Mandar, Sulawesi Selatan, 39 tahun lalu, bernama Ian Sebastian, tengah dicecar pertanyaan bertubi-tubi oleh polisi di ruang itu. Melihat kedatangan Juwariatun, sontak Ian turun dari kursinya, terseok di lantai, lalu bersimpuh ke kaki Juwariatun, mencium kaki, mencium tangan, hingga memeluk lutut wanita itu. "Maafkan saya. Maafkan saya," kata Ian sambil menangis.

Pertanyaan polisi yang tadinya bertubi-tubi itu berhenti sejenak membiarkan adegan Ian meminta maaf kepada Juwariatun, salah satu korban aksi jambret yang dilakukannya dalam tiga bulan belakangan ini.

"Yang penting barang penting saya sudah kembali, termasuk ijazah-ijazah dalam tas itu sudah kembali. Orang ini harus menjalani (hukuman) sesuai dengan perbuatannya," kata Juwariatun dingin.

Juwariatun menjadi salah satu korban pencurian dengan kekerasan di jalanan Balikpapan. Seseorang menjambret tas yang dipangkunya selagi membonceng motor di sebuah turunan jalan raya di kawasan Kampung Timur, Balikpapan, akhir Agustus 2013 lalu. Beberapa korban, salah satunya Juwariatun, dihadirkan ke ruang pemeriksaan Polda Kaltim untuk mengenali tersangka penjambretan.

Dari hasil pemeriksaan polisi atas Ian, terpapar pengakuan bahwa ia tak hanya menjambret yang dilakukan belakangan ini. Ian mengaku melakukan aksi lain dengan cara berpindah-pindah tempat di Balikpapan. "Modusnya mencuri di rumah kosong, mengambil barang di toko atau warung selagi kondisi ramai, mulai HP, laptop, uang tunai, dan banyak lagi. Terakhir, dia melakukan penjambretan dengan menggunakan motor," kata Kepala Unit Jatanras Polda Kaltim Komisaris Ikhsanudin.

Ian terbilang sangat aktif menjalani kegiatan barunya. Paling tidak, ia pernah menyasar sedikitnya tujuh lokasi pencurian di Balikpapan. Polisi pun mencari Ian hingga ia ditemukan di indekos saudaranya di Kelurahan Gunung Malang.

Polisi bergerak cepat. Ia diminta menunjukkan letak barang-barang yang pernah dicurinya. Polisi mendapati sejumlah barang bukti, seperti enam ponsel merek Nokia, sebuah ponsel Samsung, uang tunai Rp 2.700.000, dan sebuah Yamaha Mio KT 2248 VS. "Kendaraan itu digunakan untuk menjambret," kata Komisaris Ikhsanudin.

Selagi mencari barang bukti itu, Ian sempat mencoba melarikan diri. Polisi pun melepaskan tembakan ke kaki Ian untuk menghentikan aksi nekat ini. "Ini tindakan tegas terukur dari polisi," kata Ikhsan.

16.5.13

Sedang Dipakai Telepon, HP Nindi Dijambet Pencuri

JAKARTA, KOMPAS.com — Warga Cengkareng Jakarta Barat menangkap dua remaja yang melakukan aksi penjambretan di City Resort Blok H, Ruko Kompleks Malibu, Cengkareng Timur, Cengkareng, Jakarta Barat. Mereka sempat dikeroyok sebelum dibawa ke Mapolsek Cengkareng.

"Dua orang namanya Fatur Rohman (18) dan Andre Kristian (15). Mereka menjambret handphone warga," kata Kanit Reskrim Polsek Metro Cengkareng AKP Khoiri kepada wartawan, Rabu (15/5/2013). Khoiri mengungkapkan, kejadian tersebut terjadi pada Selasa (14/5/2013) siang sekitar pukul 14.00 WIB.

Saat itu, korban bernama Nindi (18) sedang berboncengan bersama temannya sambil menelepon orangtuanya. Tiba-tiba, dua orang penjambret yang menggunakan sepeda motor mengambil telepon genggam milik Nindi.

Lanjut Khoiri, merasa teleponnya dijambret, Nindi pun berteriak maling. Warga yang mendengar teriakan tersebut segera mengejar penjambret dan memukulnya.

Kemudian kedua jambret segera dibawa ke Mapolsek Cengkareng. "Warga yang denger ikut bantuin ngejar jambretnya," kata Khoiri. Dia mengungkapkan, kedua tersangka dikenakan Pasal 363 KUHP atas tindakan pencurian dengan pemberatan.

13.5.13

Pulang Bikin Skripsi, Mahasiswa Dijambret di Depan PGC

JAKARTA, KOMPAS.com — Dua mahasiswa Universitas Suryadharma Halim, Rani Mutia Sari (24) dan Hafis (24), menjadi korban penjambretan di Jalan Letjen Sutoyo, Cililitan, depan Pusat Grosir Cililitan (PGC), Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (11/5/2013) subuh. Kedua mahasiswa semester akhir itu semula hendak pulang ke rumahnya di wilayah Bekasi, Sabtu pukul 03.30 WIB, setelah mengerjakan skripsi di rumah rekan di bilangan Makasar, Jakarta Timur.

Mereka berboncengan mengendarai sepeda motor Honda Revo B 6901 KPX. Setelah melintas Jalan Letjen Sutoyo, selepas lampu lalu lintas PGC, motor korban dipepet oleh sebuah motor RX King yang ditumpangi oleh dua pria berjaket hitam serta mengenakan helm full face. Dengan cepat, pelaku yang berada di jok belakang merampas sebuah tas yang dipegang oleh korban wanita dan langsung melarikan diri.

Korban wanita kehilangan sebuah tas yang berisi dua buah ponsel, sebuah dompet berisi uang, serta dokumen digital berisi materi skripsinya. Kedua korban pun langsung melaporkan insiden penjambretan ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Kepolisian Resor Metro Jakarta Timur.

Kepala Subbagian Humas Polres Metro Jakarta Timur Komisaris Didik Haryadi membenarkan insiden tersebut. Pihaknya tengah mengumpulkan informasi terkait ciri-ciri pelaku dan petugasnya telah diterjunkan untuk melakukan penyelidikan.

8.5.13

Dijambret di Kolong Casablanca, Rp 10,4 Juta Melayang

JAKARTA, KOMPAS.com — Tas milik Ovi Novalinta (27) dijambret saat korban melintas dengan sepeda motornya di bawah terowongan Casablanca, Kelurahan Karet Kuningan, Kecamatan Setiabudi, Jakarta Selatan, Selasa (7/5/2013) pukul 01.20. Isi tasnya, antara lain, uang tunai Rp 10,4 juta.

Ovi, seorang wiraswasta, dini hari itu akan pulang ke rumahnya di Cilodong, Kota Depok. Dia mengendarai sepeda motor seorang diri. Sampai di terowongan Casablanca, sebuah sepeda motor dikendarai dua orang menahan laju sepeda motornya. Tiba-tiba saja pengendara sepeda motor itu menjambret tasnya.

Isi tas korban, antara lain, uang tunai Rp 10,4 juta, 2 telepon seluler, kartu-kartu bank, dan STNK sepeda motornya dengan momor polisi B 6204 SUB.

19.4.13

Butuh Uang, Maling Ambil Gelang Emas Anak Balita

JAKARTA, KOMPAS.com — Seorang pria berinisial SK (30), warga Jatipulo RT 005 RW 009, Jatipulo, Palmerah, Jakarta Barat, merampas gelang emas milik Balqish (2). Gelang seberat 2,5 gram tersebut diambil di dekat warung mi ayam milik orangtua bocah tersebut.

"Tadi anak saya sedang main di dekat warung. Tahu-tahu gelangnya diambil orang," kata Wahyuni (32), orangtua Balqish, di Mapolsek Palmerah, Kamis (18/4/2013).

Ia mengatakan, kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 08.00. Saat itu dirinya sedang membersihkan warung mi ayam miliknya. Tiba-tiba anaknya menangis dan ia melihat seorang pria berlari menjauhi anaknya.

Melihat pria tersebut kabur dan gelang putrinya hilang, Wahyuni segera berteriak, "Maling". Warga yang mendengar teriakan itu segera menangkap pria tersebut. Pelaku sempat dikeroyok warga sampai babak belur sebelum dibawa ke Mapolsek Palmerah.

"Untung tadi polisi cepat datang. Jadi, dia enggak sampai luka parah dikeroyok warga," kata Wahyuni.

Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Palmerah Ajun Komisaris Bambang Handoko mengatakan, pelaku mengaku mengambil gelang tersebut untuk dijual. Uang hasil penjualan akan diberikan kepada istrinya di Indramayu untuk keperluan hidup sehari-hari di sana. Saat ini pelaku tidak memiliki pekerjaan, sedangkan istrinya meminta uang sebesar Rp 1 juta. Karena bingung, pelaku nekat mengambil gelang yang digunakan oleh Balqish tersebut.

Boncengan Berempat, 4 Penjambret Tabrak Tiang Listrik

JAKARTA, KOMPAS.com - Empat orang penjambret diringkus warga di Jalan Raya Daan Mogot Km 12,5, Cengkareng, Jakarta Barat, setelah menabrak tiang listrik, Rabu (17/4/2013) sekitar pukul 01.00 WIB. Mereka menjambret dompet milik salah seorang warga yang sedang melintas di jalan tersebut.

"Mereka ditangkap setelah nabrak tiang listrik," kata Kanit Reskrim Cengkareng Ajun Komisaris Khoiri saat dihubungi wartawan, Kamis (18/4/2013).

Khoiri menuturkan, awalnya keempat penjambret bernama Johan Parulian Tampubolon (22), Randi Dewangga (18), Doni Setiawan (30), dan Harry (22) itu mengendarai satu motor di jalan tersebut. Mereka kemudian melihat seorang pengguna jalan bernama Ariswan Effendy (21) sedang buang air kecil sambil memegang telepon genggam miliknya.

Melihat kesempatan untuk menjambret, dua orang pelaku di atas sepeda motor meminta barang berharga milik korban. Dua pelaku lain turun dan menodongkan senjata tajam ke arah korban untuk menakutinya.

Setelah berhasil mendapatkan dompet dan handphone milik korban, keempat pelaku melarikan diri dengan menumpang satu unit sepeda motor. Korban yang merasa dijambret segera berteriak meminta pertolongan kepada warga sekitar.

Mendengar teriakan korban, warga sekitar segera mengejar keempat pelaku. Karena kendaraan tidak seimbang dan pelaku merasa tidak stabil, akhirnya motor tersebut menabrak tiang listrik tak jauh dari lokasi penjambretan. Setelah terjatuh, keempat pelaku segera dibekuk oleh warga. Satu pelaku mengalami luka cukup serius di kakinya, sedangkan tiga pelaku lain hanya mengalami luka ringan.

"Pelaku yang kakinya luka sudah dibawa ke RC Polri Kramat Jati untuk menjalani perawatan," kata Khori.

Dia mengatakan, tiga tersangka lain sudah dibawa ke Mapolsek Cengkareng, Jakarta Barat. Keempat pelaku dikenakan Pasal 365 KUHP terkait pencurian dengan tindakan kekerasan.

9.2.13

Jambret Dompet, Seorang Pria Diamuk Massa di Kemayoran

JAKARTA, KOMPAS.com - Deni (30) menjadi bulan-bulanan massa hingga mengalami luka cukup serius setelah ketahuan tengah merampas dompet milik Samsir, warga Cempaka Baru Timur RT 12 RW 06, Jakarta Pusat.

Kejadian tersebut bermula ketika korban baru keluar dari rumahnya dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Mio. Ketika sedang melintas di kawasan Cempaka Baru Timur, Kemayoran, sekitar pukul 18.00 WIB, tiba-tiba korban dipepet oleh pelaku yang juga mengendarai motor Yamaha Mio warna merah bernomor polisi B 6442 PPW. Pelaku kemudian merampas dompet milik Samsir yang menonjol dari kantung belakangnya.

"Dompet sekarang kan modelnya panjang, kalau dikantongi tidak muat di kantong. Kondisi itulah yang dimanfaatkan pelaku. Motor korban yang tengah berjalan pelan, kemudian pelaku memepet dan langsung merampas dompet milik korban, lalu pelaku langsung tancap gas," ujar Kanitreskrim Polsektro Kemayoran Ajun Komisaris Heru Subianto, Jumat (8/2/2013).

Di dalam dompet yang dirampas itu, ada uang tunai senilai Rp 1,2 juta berikut SIM dan STNK motor. Setelah itu, ia pun langsung mengejar pelaku. Setelah sekitar 1 kilometer dari tempat kejadian, pelaku yang dikejar Samsir terjatuh karena menabrak trotoar, lalu warga sekitar langsung menghakimi tersangka.

"Pelaku lari ke arah Sumur Batu, pas terjatuh diteriaki maling sehingga pelaku dihajar massa yang berada di sekitar," ujar Heru.

Petugas patroli Aiptu Bambang dari Polsek Kemayoran yang kebetulan berada di lokasi langsung mengamankan pelaku dari amukan massa. Pelaku yang merupakan warga Tanjung Priok, Jakarta Utara, segera digiring ke Mapolsektro Kemayoran guna penyidikan lebih lanjut.

6.2.13

Berdalih Pinjam Ponsel, Penjambret Dibogem Massa

JAKARTA, KOMPAS.com — Seorang karyawati bernama Dita Sekar Campaka nyaris menjadi korban penjambretan pada Selasa (5/2/2013) sekitar pukul 17.00 WIB. Pelaku yang berpura-pura meminjam telepon seluler (ponsel) milik korban tiba-tiba tancap gas dengan sepeda motor Honda Scoopy bernomor polisi B 3866 SRX berwarna merah.

Ditemui saat melaporkan kejadian itu di Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Mapolsek Metro Cilandak, Jakarta Selatan, Selasa malam, Dita menuturkan bahwa kejadian itu berlangsung ketika ia baru saja pulang dari kantor tempatnya bekerja. Saat itu, Dita tengah berada di Jalan Puri Mutiara 2 dan menunggu angkutan. Tak lama kemudian, pelaku menghampiri korban.

"Dia (pelaku) bilang saudaranya kecelakaan, terus dia mau pinjam handphone saya karena katanya handphone dia lowbat," kata Dita.

Korban sempat ragu-ragu untuk meminjamkan ponselnya kepada pelaku. Namun, karena pelaku terus meminta dan mendesak korban, akhirnya korban meminjamkan ponsel miliknya. "Saya sempat pencetin nomornya juga," ujar Dita.

Dita mengatakan, saat itu pelaku meminta agar dihubungkan dengan ibu pelaku dengan alasan ingin janjian bertemu di lokasi tersebut. Setelah terhubung, pelaku sempat terlihat berbincang-bincang dengan ponsel yang sudah dipinjamnya selama sekitar 10 menit. Namun, seusai menelepon, pelaku malah tak kunjung memberikan ponsel korban. "Katanya (pelaku), 'Bentar, nunggu ibu saya'. Saya enggak mau, terus saya bilang mau buru-buru. Tapi dia nyalain motor, terus akhirnya dia kabur bawa handphone saya," jelas Dita.

Tak ingin ponselnya dibawa kabur, dengan refleks korban memegang motor pelaku, tetapi pelaku tetap berusaha melarikan diri. Akibatnya, korban sempat terjatuh karena memegang motor pelaku. Dari situ ternyata aksi pelaku tak berjalan mulus, situasi kemacetan lalu lintas membuat pelarian pelaku terhambat. Korban pun akhirnya berteriak meminta tolong kepada warga sekitar.

Mendengar teriakan korban, warga sekitar kemudian mengejar pelaku yang berusaha kabur ke arah Jalan Puri Mutiara 3. Akhirnya pelaku ditangkap dan sempat dihakimi oleh warga. Untunglah petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung mengamankan pelaku dari amukan warga.

"Ada banyak yang bawa balok juga akhirnya ketangkap, sebelumnya sempat mau digebukin banget, tapi akhirnya ada petugas datang ngeluarin tembakan," kata Dita.

Saat ini, pelaku sudah ditahan di Mapolsek Metro Cilandak, Jakarta Selatan, guna penyelidikan lebih lanjut. Sementara itu, korban hingga malam ini masih dimintai keterangan terkait kejadian itu oleh petugas kepolisian. Kasus ini dalam penanganan Polsektro Cilandak.

25.1.13

Jambret Blackberry, Dua Remaja Ditahan

JAKARTA, KOMPAS.com — Dua orang remaja ditangkap anggota Kepolisian Sektor Tambora karena diduga menjambret, Rabu (23/1/2013) sekitar pukul 08.00 WIB.

Keduanya ditangkap saat bersembunyi di kediaman salah seorang teman mereka. "Kami sudah langsung amankan tersangkanya," kata Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Tambora Ajun Komisaris Johari Bule, Kamis (24/1/2013).

Bule melanjutkan, kedua remaja tersebut menjambret di depan Mal Season City, Kelurahan Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat.

Tersangka pelaku bernama Rio Gunawan (17) dan Bayu Adji Samudro (17) dan masih berstatus pelajar di salah satu SMA di Jakarta Barat.

Menurut Bule, penjambretan terjadi saat korban, Bong Su Nyian (23), warga Singkawang Utara, berdiri di depan mal tersebut.

Kemudian dua tersangka mendekati korban sambil menunggang sepeda motor Yamaha Jupiter MX bernomor polisi B 3663 BFY.

"Korban sedang berdiri di depan mal, kemudian Blackberry milik korban langsung dirampas," ucap Bule.

Kapolsek Tambora mengetahui hal tersebut lalu Tim Buser Polsek Tambora segera mengejar. Kedua tersangka ternyata warga sekitar lokasi kejadian sehingga banyak warga mengenali mereka.

Selanjutnya, polisi menangkap kedua tersangka di salah satu rumah teman mereka di sekitar wilayah RW 5 Kelurahan Jembatan Besi, Tambora.

Dari penangkapan tersebut, polisi menyita satu Blackberry dan satu unit Yamaha MX yang digunakan pelaku saat menjambret.

Pelaku dikenakan Pasal 365 KUHP, yaitu pencurian dengan tindakan kekerasan.

10.1.13

Copet Dibekuk Saat Beraksi di Metromini

JAKARTA, KOMPAS.com — Satu dari dua pelaku pencopetan di atas bus metromini jurusan Blok M-Lebak Bulus berhasil ditangkap ketika sedang beraksi pada Rabu (9/1/2013) sekitar pukul 14.00.

Bersama rekannya, Karnas melakukan aksi pencopetan dengan merogoh saku milik korbannya, Sukardi, yang hendak menuju Lebak Bulus. Namun, aksi tersebut gagal lantaran dipergoki oleh korban.

"Pelaku dengan kawannya. Yang merogoh kantong itu kawannya. Uang milik korban berhasil dibawa kabur temannya. Yang berhasil diamankan itu Karnas," kata Kepala Subbagian Humas Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Aswin, Rabu malam.

Seorang pelaku lain yang melarikan diri, lanjut Aswin, membawa kabur uang milik korbannya sebesar Rp 3.030.000. Sementara dari pelaku yang diamankan, polisi mendapati sebuah telepon seluler yang diduga hasil dari kejahatan tersangka sebelumnya.

"Di tangan tersangka yang tertangkap ada HP milik orang lain lagi, diduga juga hasil copet," ujar Aswin.

Aswin mengaku, saat ini pihaknya masih memburu rekan pelaku yang kabur dan membawa uang hasil pencopetan milik korban.

Sementara itu, tersangka yang tertangkap sudah diamankan petugas untuk diperiksa lebih lanjut. Kini kasus tersebut ditangani Polres Metro Jakarta Selatan.

4.10.12

Maling Tega Bekap Nenek untuk 2 Gram Perhiasan

KOMPAS.com - Seorang nenek bernama Dedeh (62) dibekap menggunakan bantal oleh maling di Gang Daging RT 06/02 Tambora, Jakarta Barat. Maling tersebut mencoba mengambil barang berharga milik korban.

"Maling tersebut coba ambil giwang korban. Korban juga dibekap pakai bantal. Kejadian sekitar 04.30 pagi," kata Kapolsek Tambora Komisaris Polisi Donny Eka Putra kepada Kompas.com, Rabu (3/9/2012).

Donny menjelaskan, saat kejadian, anak Dedeh bernama Dedi Surya (40) sedang tertidur. Dedeh tidur di lantai bawah, sementara Dedi tidur di lantai atas.

Ketika ditemukan oleh Dedi, posisi ibunya terlentang dan wajah tertutup bantal. Kondisinya sudah tak sadarkan diri.
Menurut Nia Kurnia Sari (31), menantu Dedeh, mertuanya tidak sadarkan diri sejak subuh tadi. Sebelumnya dia juga mengalami penyakit stroke dan darah tinggi, sehingga mengalami tekanan.

Nia mengungkapkan, saat peristiwa tersebut, ia sedang tidur di kamar atas bersama suaminya. Ibu dan ketiga anaknya tidur di ruang utama, lantai satu.

Nia terbangun setelah mendengar tangisan ketiga anaknya. Ketika ingin turun ke lantai 1, ia melihat sesosok pria berperawakan kurus memegang bantal. Melihat pria tersebut, Nia berteriak kepada pria tersebut.

"Hey!! maling lu ya?" Kata Nia.

Nia melanjutkan, perampok tersebut kaget dan langsung melarikan diri. Nia kembali ke lantai dua untuk membangunkan suaminya, Dedi. Dedi sempat mengejar tetapi perampok tersebut sudah menghilang.
Saat ini, Dedeh masih terbaring tak sadarkan diri dan dirawat di RSUD Tarakan, Gambir, Jakarta Pusat.

Dari kejadian tersebut, Dedeh kehilangan giwang dan cincin seberat dua gram. Polsek Tambora yang menangani kasus ini masih mengejar pelaku.

14.9.12

Lelaki Diteriaki Jambret, Babak Belur

Seorang lelaki yang diduga penjambret babak belur dikeroyok warga di Jalan Teuku Umar, Kampung Sepatan RT 002 RW 01, Sepanjang Jaya, Rawalumbu, Kota Bekasi, Kamis (13/9/2012) pukul 05.30.

Tersangka berinisial AD (24) itu diteriaki oleh korban bernama Rika (24) yang merasa dijambret saat hendak pergi membeli kebutuhan pokok. Saat korban berjalan sendiri, di tikungan jalan, Rika merasa dipepet oleh seorang pengendara sepeda motor.

Pada awalnya, Rika menduga pesepeda motor itu akan berhenti dan mungkin akan bertanya. Namun, pesepeda motor itu mengulurkan tangan seakan hendak menjambret kalung emas yang dipakai korban.

Rika kaget dan spontan berteriak jambret terhadap lelaki yang menaiki sepeda motor Yamaha Jupiter MX berpelat nomor B 3548 KEZ. Teriakan Rika terdengar oleh warga yang segera bereaksi dengan keluar rumah dan turut berteriak ada maling.

Pesepeda motor itu pun kabur tetapi karena panik malah tidak bisa mengendalikan kendaraan dan terjatuh. Lelaki itu pun tertangkap dan dihajar oleh warga. Setelah dipukuli sehingga penuh luka dan lebam serta tidak berdaya, lelaki itu kemudian diserahkan ke petugas kepolisian.

Tersangka sempat dibawa dan dirawat di klinik terdekat. Dan dari saku celana, diketahui bahwa tersangka berinisial AD itu adalah warga Kaliabang Tengah, Bekasi Utara, Kota Bekasi.

Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Bekasi Timur Inspektur Satu Hari Gaskari mengatakan, benar ada laporan dari warga tentang dugaan penjambretan.

Namun, setelah ditanyai, tersangka mengaku tidak ingin menjambret tetapi ingin meremas payudara korban.

"Tersangka kami tahan," kata Hari.

source

9.8.12

Hebat! Dua Wanita Ini Hentikan Penjambretnya




JAKARTA, KOMPAS.com — Aksi heroik ditunjukkan oleh dua wanita muda yang menjadi korban penjambretan di jalan. Kedua wanita tersebut berusaha mengejar dan menghentikan penjambretnya.

Kejadian bermula saat keduanya baru pulang dari tempat kerjanya di ITC Roxy, Grogol. Dua wanita yang diketahui bernama Monica (23) dan Ayu (18) ini dirampok seorang pria di Jalan Arjuna Utara, Tanjungduren Selatan, Gropet, sekitar pukul 18.30 WIB.

"Saat itu Monica yang mengendarai motor, sedangkan Ayu memegangi tas monica," kata Kanit Duren AKP Budi Setiadi saat dihubungi Kompas.com, Rabu (8/8/2012) malam.

Di lokasi kejadian, lanjut Budi, pelaku memepet korban yang mengendarai Honda Beat dengan nomor polisi B 3660 BKD. Pelaku kemudian menjambret tas korban dan langsung melarikan diri. Korban yang tidak terima tasnya dijambret kemudian mengejar pelaku.

"Korban yang mengejar kemudian menabrakkan motornya ke motor pelaku sampai si pelaku jatuh dari motornya," lanjut Budi.

Pelaku yang sudah terluka akibat terjatuh dari motor kemudian langsung dihakimi massa yang berada di lokasi kejadian. Kemudian, lanjut Budi, dalam kondisi babak belur warga membawa pelaku ke Mapolsek Duren untuk ditangani pihak yang berwajib.

Saat ini, pelaku yang diketahui bernama Aditya Saputra (23) masih mendekam di ruang tahanan Mapolsek Duri dan masih dalam penanganan pihak Polsek Duri.

Sebelumnya, kasus serupa terjadi di Jalan Penyelesaian Tomang, Meruya. Korban mengejar penjambret yang hendak merampas tas korban. Selama Agustus ini, sudah terjadi dua kasus penjambretan dengan tindakan kekerasan di wilayah Jakarta Barat.
Source

12.7.12

Siswi SMA Gagalkan Usaha Penjambretan

Siswi SMA Gagalkan Usaha Penjambretan 
 
Liputan6.com, Lamongan: Keberanian Iva, pelajar sekolah menengah atas (SMA) patut diacungi jempol. Dengan keberaniannya, dia berhasil mengagalkan penjambretan handphone yang dilakukan Hariyono, warga Desa Dinoyo Kecamatan Deket, Lamongan, Jawa timur, Rabu (11/7).

Peristiwa berawal saat korban tiba-tiba dipepet tersangka. Hariyono langsung merampas hanphone yang dipegangnya. Spontan, korban menarik jaket tersangka hingga terjatuh dari sepeda motor. Saat itulah korban berteriak meminta tolong.

Warga yang datang ke lokasi menangkap dan menghajar tersangka beramai-ramai. Tersangka kemudian dibawa ke Polres Lamongan untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Hanphone korban dan sepeda motor yang digunakan tersangka disita sebagai barang bukti.(ADI/JUM)
source