JAKARTA, KOMPAS.com — Gara-gara penyerempetan antara sepeda motor dan mobil omprengan di jalan, sekelompok orang yang diduga dari Forum Betawi Rempug (FBR) mengamuk. Omprengan pelat hitam itu pun hancur dirusak.
"Tadi mobil serempet motor, terus terjadi keributan," kata Kanit Reskrim Polsek Kalideres AKP Saiful Anwar saat dihubungi Kompas.com, Selasa (23/4/2013) malam. Penyerempetan itu, sebut dia, terjadi sekitar pukul 21.00 WIB, di dekat Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tegal Alur, Kalideres, Jakarta Barat.
Sepeda motor dikendarai Andika, sedangkan omprengan dikemudikan Edo. Keduanya sama-sama tidak terima dengan penyerempetan tersebut sampai terjadi adu mulut.
Ternyata cekcok mulut itu masih berlanjut. "Andika menghubungi pamannya yang adalah anggota FBR, dan pamannya mengundang temang-temannya," kata Saiful. Kemudian, sekitar 20 orang anggota FBR mendatangi lokasi kejadian.
Edo sudah tak ada di lokasi penyerempetan karena pulang ke rumah kontrakan. Namun, keberadaannya terlacak. Omprengannya yang terlihat di dekat rumah kontrakan pun dihancurkan. Semua kaca dipecahkan dan bodi mobil pun dipukuli.
"Waktu mereka datang ke rumah kontrakannya sopir, sopir itu sudah enggak ada, dia datangi kantor polisi," kata AKP Saiful. Akibat keributan tersebut, kedua pengendara saling melapor ke polisi karena cekcok akibat penyerempetan yang diwarnai pemukulan.
Sementara anggota FBR di lokasi kejadian sudah membubarkan diri. Adapun polisi masih melakukan patroli di sekitar lokasi kejadian untuk mengantisipasi perkembangan situasi dan mencegah aksi pembalasan.
Showing posts with label Pengerusakan. Show all posts
Showing posts with label Pengerusakan. Show all posts
18.3.13
2 Perusak Kantor Tempo Ditangkap
JAKARTA, KOMPAS.com - Dua dari delapan orang yang terlibat dalam pengerusakan kantor Tempo di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (15/3/2013) malam ditangkap petugas kepolisian. "Perkembangan penanganan kasus pengerusakan barang dan (pemukulan) orang di Kantor Tempo, saat ini dapat diamankan dua orang pelaku," kata Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, melalui pesan singkatnya, Minggu (17/3/2013).
Rikwanto mengatakan, dua orang orang yang diamankan tersebut berinisial W (33) dan D (28). Mereka yang ditangkap, kata Rikwanto, juga teridentifikasi sebagai pelaku penyerang yang terekam di CCTV kantor Tempo. "Pelaku tersebut dikuatkan dengan rekaman CCTV dan Saksi di TKP," ujar Rikwanto.
Seperti diberitakan sebelumnya, Polres Metro Jakarta Selatan menyatakan penyerangan kantor redaksi Tempo tidak terkait masalah pemberitaan. Motif dari penyerangan itu sendiri kesalahpahaman antara beberapa karyawan Tempo dengan para pelaku. Dalam aksinya, para penyerang merusak pintu dan kaca bangunan kantor.
Selain itu, dua sekuriti kantor Tempo juga turut mengalami kekerasan dalam penyerangan tersebut. Para pelaku akan diancam dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan terhadap orang dan barang, dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.
Rikwanto mengatakan, dua orang orang yang diamankan tersebut berinisial W (33) dan D (28). Mereka yang ditangkap, kata Rikwanto, juga teridentifikasi sebagai pelaku penyerang yang terekam di CCTV kantor Tempo. "Pelaku tersebut dikuatkan dengan rekaman CCTV dan Saksi di TKP," ujar Rikwanto.
Seperti diberitakan sebelumnya, Polres Metro Jakarta Selatan menyatakan penyerangan kantor redaksi Tempo tidak terkait masalah pemberitaan. Motif dari penyerangan itu sendiri kesalahpahaman antara beberapa karyawan Tempo dengan para pelaku. Dalam aksinya, para penyerang merusak pintu dan kaca bangunan kantor.
Selain itu, dua sekuriti kantor Tempo juga turut mengalami kekerasan dalam penyerangan tersebut. Para pelaku akan diancam dengan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan terhadap orang dan barang, dengan ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara.
13.4.12
Geng Motor Pita Kuning Mengamuk di Jakarta, Polisi Jangan Diam Saja
Jakarta
Geng motor berpita kuning mengamuk di Jakarta. 7 Lokasi
jadi sasaran geng anarki ini, mulai dari Jakarta Utara hingga Jakarta
Pusat. Bahkan seorang warga meninggal dunia dianiaya geng yang
mengenakan pita kuning di lengan itu. Aksi brutal geng motor tak bisa
dibiarkan.
"Rasa aman warga sudah sangat terusik. Kalau polisi tidak bisa menangkap pelaku dan tidak bisa menindak serta menghentikan kebrutalan geng motor tersebut, maka akan muncul kerawanan sosial. Akan muncul tindakan main hakim sendiri, tindakan balasan, dan seterusnya yang berujung pada keresahan sosial," jelas anggota Komisi III (Hukum) DPR Indra SH saat berbincang dengan detikcom, Jumat (13/4/2012).
Menurut politisi PKS ini, maraknya geng motor jelas membuat warga resah. Apalagi sampai menyerang warga yang tengah berdiri di jalan dan nongkrong di minimarket 7-Eleven.
"Polisi harus meningkatkan patroli, razia, dan mengoptimalkan operasi intelijen. Seharusnya polisi mampu menangkap dan menindak geng-geng motor tersebut. Karena memberikan rasa aman kepada warga adalah tanggung jawab Polri," tegas Indra.
Dia yakin kalau polisi serius, akan sangat mudah membekuk para pelaku. Polisi memiliki kemampuan membekuk teroris, jadi menangkap geng motor akan bisa cepat dilakukan.
"Para teroris saja mampu diungkap dan ditangkap, masak urusan geng motor nggak bisa," tegasnya.
Source
"Rasa aman warga sudah sangat terusik. Kalau polisi tidak bisa menangkap pelaku dan tidak bisa menindak serta menghentikan kebrutalan geng motor tersebut, maka akan muncul kerawanan sosial. Akan muncul tindakan main hakim sendiri, tindakan balasan, dan seterusnya yang berujung pada keresahan sosial," jelas anggota Komisi III (Hukum) DPR Indra SH saat berbincang dengan detikcom, Jumat (13/4/2012).
Menurut politisi PKS ini, maraknya geng motor jelas membuat warga resah. Apalagi sampai menyerang warga yang tengah berdiri di jalan dan nongkrong di minimarket 7-Eleven.
"Polisi harus meningkatkan patroli, razia, dan mengoptimalkan operasi intelijen. Seharusnya polisi mampu menangkap dan menindak geng-geng motor tersebut. Karena memberikan rasa aman kepada warga adalah tanggung jawab Polri," tegas Indra.
Dia yakin kalau polisi serius, akan sangat mudah membekuk para pelaku. Polisi memiliki kemampuan membekuk teroris, jadi menangkap geng motor akan bisa cepat dilakukan.
"Para teroris saja mampu diungkap dan ditangkap, masak urusan geng motor nggak bisa," tegasnya.
Source
4.4.12
Bentrokan antarwarga di Palu, empat rumah terbakar
Palu (ANTARA News) -
Sebanyak empat rumah dan satu sepeda motor terbakar saat terjadi
bentrokan antara warga di Kelurahan Nunu dan Tavanjuka, Kota Palu,
Sulawesi Tengah Rabu pagi.
Keempat rumah warga yang terbakar itu, semuanya terletak di Kelurahan Nunu, Kecamatan Palu Barat.
Udin, seorang warga Tavanjuka, Kecamatan Palu Selatan di lokasi kejadian peristiwa mengatakan bentrokan tersebut terjadi mulai pukul 06.00WITA.
Beberapa orang warga dari Kelurahan Nunu secara tiba-tiba langsung melakukan pembakaran rumah warga yang berada dipinggir jalan raya.
Ironisnya, kata dia, tiga dari empat rumah yang dibakar berdekatan dengan Pos Pengamanan Polisi.
"Bagaimana ini bisa terjadi. Jangan-jangan tidak ada petugas di pos itu," katanya.
Selain empat rumah dibakar, juga sebuah kendaraan sepeda motor. Ny Usman, pemilik salah satu dari empat rumah yang dibakar orang tak bertanggung jawab menuturkan, saat itu mereka sedang sholat, tiba-tiba salah seorang masuk ke rumahnya dan langsung menyiramkan bensin, lalu kemudian membakarnya.
Ia mengaku, kejadian ini sudah merupakan yang ketiga kalinya. Kejadian pertama sekitar tahun 2007 rumahnya dibakar warga Kelurahan Nunu.
Ibu rumah tangga yang juga istri dari Ketua RT01/RW01 Kelurahan Nunu itu meminta kepada aparat kepolisian untuk menangkap para pelakunya.
"Saya kenal pelaku yang membakar rumah saya," katanya kepada sejumlah polisi yang ada di tempat kejadian peristiwa.
Ny Santi, mengatakan, sebelum rumahnya dibakar, pelaku sempat mengancamnya dengan menaruh parang di lehernya.
"Untung yang terbakar hanya bagian dapur saja sebab cepat dipadamkan oleh warga sekitarnya," katanya.
Hingga berita ini diturunkan, konflik antarwarga dua kelurahan di Kota Palu itu masih berlangsung meski sudah banyak aparat yang telah diterjunkan ke lokasi.
Warga dua keluarhan itu tampak menggunakan berbagai benda seperti parang, senjata angin, dum-dum, dan busur.
Akibat bentrok tersebut sejumlah warga dan juga aparat terluka dan beberapa terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Source
Keempat rumah warga yang terbakar itu, semuanya terletak di Kelurahan Nunu, Kecamatan Palu Barat.
Udin, seorang warga Tavanjuka, Kecamatan Palu Selatan di lokasi kejadian peristiwa mengatakan bentrokan tersebut terjadi mulai pukul 06.00WITA.
Beberapa orang warga dari Kelurahan Nunu secara tiba-tiba langsung melakukan pembakaran rumah warga yang berada dipinggir jalan raya.
Ironisnya, kata dia, tiga dari empat rumah yang dibakar berdekatan dengan Pos Pengamanan Polisi.
"Bagaimana ini bisa terjadi. Jangan-jangan tidak ada petugas di pos itu," katanya.
Selain empat rumah dibakar, juga sebuah kendaraan sepeda motor. Ny Usman, pemilik salah satu dari empat rumah yang dibakar orang tak bertanggung jawab menuturkan, saat itu mereka sedang sholat, tiba-tiba salah seorang masuk ke rumahnya dan langsung menyiramkan bensin, lalu kemudian membakarnya.
Ia mengaku, kejadian ini sudah merupakan yang ketiga kalinya. Kejadian pertama sekitar tahun 2007 rumahnya dibakar warga Kelurahan Nunu.
Ibu rumah tangga yang juga istri dari Ketua RT01/RW01 Kelurahan Nunu itu meminta kepada aparat kepolisian untuk menangkap para pelakunya.
"Saya kenal pelaku yang membakar rumah saya," katanya kepada sejumlah polisi yang ada di tempat kejadian peristiwa.
Ny Santi, mengatakan, sebelum rumahnya dibakar, pelaku sempat mengancamnya dengan menaruh parang di lehernya.
"Untung yang terbakar hanya bagian dapur saja sebab cepat dipadamkan oleh warga sekitarnya," katanya.
Hingga berita ini diturunkan, konflik antarwarga dua kelurahan di Kota Palu itu masih berlangsung meski sudah banyak aparat yang telah diterjunkan ke lokasi.
Warga dua keluarhan itu tampak menggunakan berbagai benda seperti parang, senjata angin, dum-dum, dan busur.
Akibat bentrok tersebut sejumlah warga dan juga aparat terluka dan beberapa terpaksa dilarikan ke rumah sakit. Source
30.3.12
Bentrok, Gedung Ekonomi YAI Rusak
JAKARTA- Pihak Otorita Kampus YAI, Nyoman Surma,
mengaku gedung fakultas ekonomi mengalami kerusakan akibat bentrokan
yang terjadi antara mahasiswa dengan polisi kemarin malam di Jalan
Diponegoro.
"Beberapa fasilitas mengalami kerusakan salah satunya Fakultas Ekonomi," ujarnya saat dihubungi okezone, Jumat (30/3/2012).
Menurutnya, fakultas tersebut mengalami pecah kaca. Namun untuk berapa besar kerugiannya dia mengaku belum mengetahuinya. "Belum kita ketahui," katanya kembali.
Seperti diketahui, bentrokan antara mahasiswa dan polisi pecah di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Beberapa mahasiswa mengalami luka tembakan gas air mata dan peluru karet. Disamping itu, sejumlah aparat Kepolisian juga mengalami luka-luka. Source
"Beberapa fasilitas mengalami kerusakan salah satunya Fakultas Ekonomi," ujarnya saat dihubungi okezone, Jumat (30/3/2012).
Menurutnya, fakultas tersebut mengalami pecah kaca. Namun untuk berapa besar kerugiannya dia mengaku belum mengetahuinya. "Belum kita ketahui," katanya kembali.
Seperti diketahui, bentrokan antara mahasiswa dan polisi pecah di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat. Beberapa mahasiswa mengalami luka tembakan gas air mata dan peluru karet. Disamping itu, sejumlah aparat Kepolisian juga mengalami luka-luka. Source
Politik · Hukum · Peristiwa · Kriminal · Opini Anda · Info Anda · Forum · Foto · TV detikNews BBC World BBC Indonesia Polisi terduga pembakar kasino dtangkap
Polisi Meksiko tahan lima orang anggota Kartel Zetas yang diduga membakar kasino di Monterrey.
Pemerintah Meksiko menahan seorang anggota polisi karena diduga terlibat pembakaran sebuah kasino yang menewaskan 52 orang di kota Monterrey, pekan lalu.
Kejaksaan Federal Meksiko mengatakan penahanan dilakukan setelah kamera mereka merekam kelompok penyerang datang membawa sejumlah wadah yang diduga bahan bakar ke dalam kasino.
"Di antara mobil-mobil penyerang yang berhenti di depan kasino terlihat Miguel Angel Barraza Escamila yang adalah anggota polisi negara bagian Nuevo Leon," kata seorang petinggi kantor kejaksaan, Cuitlahuac Salinas, kepada wartawan.
Rekaman kamera itu sebelumnya telah digunakan pemerintah untuk mengidentifikasi lima tersangka lainnya yang dituding sebagai anggota kartel obat bius Zetas.
Kartel ini membakar kasino tersebut karena pemilik tempat hiburan itu menolak membayar uang perlindungan.
Serangan yang dianggap sebagai yang terburuk dalam lima tahun terakhir itu mengakibatkan 52 orang tewas, termasuk 42 orang adalah perempuan yang salah-satunya dalam kondisi mengandung.
Pemerintah Meksiko menahan seorang anggota polisi karena diduga terlibat pembakaran sebuah kasino yang menewaskan 52 orang di kota Monterrey, pekan lalu.
Kejaksaan Federal Meksiko mengatakan penahanan dilakukan setelah kamera mereka merekam kelompok penyerang datang membawa sejumlah wadah yang diduga bahan bakar ke dalam kasino.
"Di antara mobil-mobil penyerang yang berhenti di depan kasino terlihat Miguel Angel Barraza Escamila yang adalah anggota polisi negara bagian Nuevo Leon," kata seorang petinggi kantor kejaksaan, Cuitlahuac Salinas, kepada wartawan.
Rekaman kamera itu sebelumnya telah digunakan pemerintah untuk mengidentifikasi lima tersangka lainnya yang dituding sebagai anggota kartel obat bius Zetas.
Kartel ini membakar kasino tersebut karena pemilik tempat hiburan itu menolak membayar uang perlindungan.
Serangan yang dianggap sebagai yang terburuk dalam lima tahun terakhir itu mengakibatkan 52 orang tewas, termasuk 42 orang adalah perempuan yang salah-satunya dalam kondisi mengandung.
Pemerintah berhasil
Sebelumnya, pemerintahan Presiden Felipe Calderon mengklaim keberhasilannya dalam memerangi kartel-kartel obat bius yang banyak beroperasi di Meksiko.Dalam klaimnya itu, Calderon menyatakan aparat keamanan Meksiko berhasil menangkap dan menewaskan lebih dari separuh penyelundup obat bius paling diburu.
Pemerintah juga mengklaim sejak 2006 sudah menyita 100.000 kilo kokain, 9.000 metrik ton marijuana, lebih dari 12,7 juta pucuk senjata dan 10.000 butir granat.
Selain itu sepanjang 2010-2011, sebanyak 185 laboratorium obat bius berhasil ditutup.
Namun, laporan Pusat Riset Pew, Amerika Serikat menunjukkan hanya 47% warga Meksiko yang menilai perang melawan kartel obat bius menunjukkan kemajuan.
Meski demikian 83% warga Meksiko masih mendukung keterlilbatan militer dalam upaya memberantas kartel-kartel obat bius.
Sudah 35.000 orang tewas sejak pemerintah Meksiko di bawah Presiden Felipe Calderon memaklumatkan perang terhadap obat bius pada 2006 lalu. Source
Subscribe to:
Posts (Atom)