Showing posts with label Gangguan Keamanan. Show all posts
Showing posts with label Gangguan Keamanan. Show all posts

1.3.12

Hadiah uang untuk membunuh polisi

Polisi Kolombia mendapat ancaman pembunuhan dari sebuah geng kriminal. Para polisi di wilayah utara Kolombia kini dalam kewaspadaan tinggi setelah geng kriminal Urabenos menawarkan hadiah uang untuk siapapun yang berani membunuh polisi. Tawaran uang sebasar US$500 atau Rp 4,5 juta ini dicantumkan dalam sebuah selebaran yang ditemukan polisi. Hadiah uang ini akan lebih besar jika yang dibunuh adalah anggota polisi anti narkotika. Selebaran ini muncul hanya beberapa pekan setelah polisi menewaskan pemimpin geng Urabenos Juan de Dios Usuga dalam sebuah penggerebekan di peternakannya. Penggerebekan yang dilakukan polisi anti narkotika itu dilakukan di Necoli, Provinsi Cocho saat Usuga tengah merayakan malam pergantian tahun. Komandan polisi di kawasan itu, Jenderal Jose David Guzman mengatakan sudah memperingatkan jajarannya soal ancaman pembunuhan itu. "Kami belum bisa memastikan apakah geng Urabenos akan mengadopsi strategi ini untuk menyerang polisi atau tidak. Yang jelas kami bersiaga," kata Guzman. Intimidasi Sejumlah pejabat mengatakan Usuga atau lebih dikenal dengan sebutan Giovanni bersama anak buahnya menembaki helikopter polisi sesaat setelah mendarat dan menewaskan seorang anggota polisi. Akibatnya terjadi baku tembak yang kemudian menewaskan Usuga. Setelah tewasnya sang pemimpin geng ini justru semakin meningkatkan aktivitasnya. Anggota geng ini menutup jalan dan mengancam para pedagang agar tidak menjalankan aktivitasnya. Kondisi ini melumpuhkan perekonomian warga provinsi Antioquia dan Cordoba. Los Urabenos adalah salah satu kelompok bersenjata yang oleh pemerintah Kolombia disebut Bacrim alias geng kriminal. Presiden Kolombia Juan Manuel Santos menyatakan perang melawan geng kriminal menjadi salah satu prioritas pemerintahannya. Presiden menawarkan hadiah US$2,1 untuk informasi yang bisa mengungkap keberadaan Otoniel, pemimpin geng Urabenos. Pemerintah Kolombia juga mengumumkan pembentukan kesatuan polisi baru di kota Santa Marta, salah satu basis terkuat Urabenos di pesisir Atlantik.Source

29.10.11

PENCURIAN "Debt Collector" Tewas Diterjang Peluru Maling

JAKARTA, [Jasa Pembuatan Website] — Berniat mengejar maling, seorang debt collector Bank Danamon, Sugeng Widodo (37), justru tewas mengenaskan setelah sepeda motornya hilang kendali dan menghantam trotoar di Jalan Perumnas Klender Raya, Malaka Sari, Duren Sawit, Jakarta Timur, Sabtu (29/10/2011) sekitar pukul 16.30 WIB.

Kasat Lantas Polres Jakarta Timur Ajun Komisaris Besar Sudharsono mengatakan, kejadian tersebut berawal saat korban yang merupakan warga Paseban, Senen, Jakarta Pusat, baru tiba di kantornya di Bank Danamon cabang Malaka Sari. Saat itu, korban mendapati dua laki-laki dengan gerak-gerik mencurigakan berada di lahan parkir bank tersebut. Sugeng pun memberanikan diri menyambangi kedua orang itu. Kepada Sugeng, salah seorang laki-laki itu mengaku mereka tengah menunggu teman dari dalam bank. Sugeng pun percaya dan ia akhirnya masuk ke dalam bank untuk mencari orang yang dimaksud laki-laki tersebut.

Tak lama kemudian, sejumlah karyawan bank pun keluar untuk mengenali wajah dua orang laki-laki itu. Namun, yang mereka temukan justru motor Honda Supra X dengan nomor polisi B 6537 KZQ milik salah seorang karyawan bank bernama Deni Santosa (34) tengah ditumpangi seseorang tak dikenal dengan keadaan mesin menyala. Sontak, karyawan bank yang kaget menyaksikan kejadian itu langsung berteriak-teriak memperingatkan sang pencuri sambil berusaha mengejarnya.

Nyali pencuri itu pun menciut, dan memutuskan membatalkan aksi pencurian. Si pencuri langsung kabur dengan membonceng sebuah sepeda motor yang dikendarai rekannya.

Tak mau menyerah, Sugeng memutuskan mengejar kedua pelaku tersebut dengan sepeda motor Honda Beat miliknya yang bernomor polisi B 6926 TXM. Di tepi jalan Perumnas Klender Raya, salah seorang pelaku melepaskan tembakan ke arah Sugeng beberapa kali, dan salah satunya bersarang di bahu sebelah kiri Sugeng. Sang debt collector pun langsung kehilangan kendali dan menghantam trotoar jalan.

"Korban langsung tewas di tempat," kata Sudharsono. (Jasa Web Design)

Berkendara di Jakarta Kian Menyeramkan

Berkendara di jalanan Jakarta akhir-akhir ini tambah menyeramkan. Penyebabnya tidak lain karena banyaknya proyek pembuatan gorong-gorong di beberapa titik tersebar di Jakarta.

Pembuatan gorong-gorong itu misalnya tengah dilakukan di sepanjang Jalan Sudirman depan Ratu Plaza hingga Gelora Bung Karno. Bagian pinggir jalan setelah pedestrian terokupasi proyek ini. Lebar proyek bisa 1,5 meter-2 meter, dengan kedalaman 1,5 meter.

Batas antara proyek dan jalan yang masih bisa dilalui tidak jelas. Di Jalan Sudirman, batas proyek dan jalan hanya kayu-kayu kecil, kemudian pita plastik hitam putih yang dibentangkan di antara kayu-kayu tersebut. Saat hujan turun dan jalanan licin, tanah bekas galian makin membuat licin jalan.

Di ruas jalan penghubung Hotel Mulia hingga menuju Pasar Palmerah, tepatnya di belakang Gedung MPR/DPR, galian gorong-gorong memang lebih kecil, tetapi parahnya tanah galian dibiarkan menumpuk di pinggiran jalan. Lebar jalan yang untuk dua mobil berdampingan sempit itu terasa makin sesak, dengan adanya galian yang tanpa pembatas jelas itu.

29.4.11

Pemulung Temukan Granat

Pemulung di Jalan Madrasah RT 01/03, Pondok Benda, Pamulang, Tangerang Selatan, Banten, menemukan granat aktif berbentuk manggis di dalam sebuah kotak bekas yang diperoleh dari hasil memulung.

"Waktu saya lagi menyortir kotak bekas dari hasil memulung, tidak tahunya ada granat berbentuk manggis dan masih aktif," kata Halili, pemulung yang menemukan granat aktif tersebut, Jumat.

Berdasarkan keterangan di lapangan, granat aktif berbentuk manggis tersebut, memiliki kode camp P LotEC - 82 H 601-001, dengan kondisi sudah berkarat, namun masih memiliki daya ledak bila diaktifkan.

Ditambahkan Halili, awalnya dirinya tidak mengetahui bila barang yang ditemukannya tersebut granat. Sebab, dirinya sempat membuka pelatuknya.

Namun, karena pelatuknya baru hanya setengah dibuka, sehingga tidak menimbulkan ledakan. Bahkan, granat berbentuk manggis tersebut sempat dipegang.

"Karena barang tersebut sangat berat, saya hanya berpikiran bila akan mendapat keuntungan bila di timbang. Apalagi, ukurannya lumayan besar," katanya.

Tetapi, setelah mengetahui barang temuannya adalah granat, maka Halili pun melaporkannya ke Polsek Pamulang. Granat tersebut dibuang ke kebun pisang untuk menghindari terjadinya ledakan.

"Saya sempat kasih tahu ke teman lainnya tentang temuan barang itu. Setelah tahu bila itu adalah granat, maka saya buang karena takut meledak dan lapor polisi," katanya.

Kapolsek Pamulang Kompol Zulkifli Muridu menuturkan, granat yang ditemukan pemulung memang masih dalam kondisi aktif dan memiliki daya ledak tinggi.

"Tapi, granat tersebut sudah dibawa oleh Gegana Polda Metro Jaya untuk diamankan," katanya.

Mercedes-Benz Mobil Mewah Terbaik Indonesia

14.2.11

Polsek Kedung Waringin Gelar Razia Geng Motor

Cikarang, Bekasi (ANTARA News) - Kepolisian Sektor Kedung Waringin, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat mengerahkan belasan anggotanya dalam razia geng motor di perbatasan wilayah Cikarang-Karawang, Minggu malam.

"Jalan Raya Rengas Bandung merupakan wilayah perbatasan yang sering dijadikan ajang balapan liar oleh geng motor yang bisa berujung pada kematian," kata Kapolsek Kedung Waringin, AKP Supriyanto, di sela razia.

Menurut dia, razia kali ini lakukan untuk mengantisipasi geng-geng motor yang sering berbuat onar dan anarkis. Berdasarkan evaluasi akhir 2010, aksi ilegal itu sering meresahkan warga khususnya pengguna jalan.

"Misalnya, konvoi, perbuatan onar, yang tak segan-segan menganiaya siapa saja," ujarnya.

Di dua wilayah perbatasan Kabupaten Bekasi dan Karawang ini, kata dia, memang terkenal dengan kebut-kebutan di jalan raya. Karena jalan di wilayah tersebut sepi, sehingga membuat anak-anak muda dalam geng motor bebas berekspresi dengan kebut-kebutan di jalan yang berujung terjadinya keributan antar geng motor, dan kematian.

Selain melakukan razia rutin di perbatasan Bekasi-Karawang. Tindakan persuasif juga ditempuh anggota Polsek Kedung Waringin dengan mendekati geng-geng motor, khususnya yang berada di wilayah Kabupaten Bekasi agar tak lagi berkonvoi.

"Mereka biasanya berkonvoi pada Sabtu malam, Minggu malam, dan Senin malam. Kegiatan itu mengundang kerawanan lalu lintas yang dapat merugikan orang lain," katanya.

Supriyanto menambahkan, hingga 2010, pihaknya telah menertibkan sedikitnya tiga geng motor yang kerap menimbulkan gangguan kemanan dan ketertiban.

"Geng motor itu rata-rata memiliki anggota mulai dari lima sampai ratusan. Namun, kami selalu berusaha untuk membubarkan mereka saat sedang bergerombol di jalan," demikian Supriyanto.

Kapolda: SYB Aktor Intelektual Kerusuhan Temanggung

Temanggung (Rental Crane) - Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Inspektur Jenderal Polisi Edward Aritonang mengungkapkan SYB warga Kecamatan Wonoboyo, Kabupaten Temanggung ditetapkan sebagai aktor intelektual kerusuhan di Temanggung, Selasa (8/2).

Kapolda di Temanggung, Sabtu, mengatakan SYB diduga telah mengorganisir dan mengarahkan massa dalam kerusuhan tersebut.

Ia mengatakan, massa dikumpulkan sehari sebelum kerusuhan dan menjelang pemberangkatan ke Pengadilan Negeri Temanggung untuk menyaksikan sidang penistaan agama.

"SYB merupakan aktor yang telah mengarahkan, mengorganisir, dan memberi tugas yang jelas. Mereka menerima uang bensin dan nasi bungkus, mungkin dari uang sendiri SYB atau simpatisan. Dana yang digunakan untuk menggalang massa masih kami lakukan pendalaman, dari mana dana diperoleh," katanya.

Ia mengatakan, motivasi SYB melakukan tindakan tersebut karena tidak puas dengan vonis yang dijatuhkan majelis hakim kepada terdakwa Antonius Richmond Bawengan dengan hukuman lima tahun penjara.

"Sesuai Pasal 156 huruf a KUHP, hukuman tersebut sudah maksimal. Namun, pemahaman bagi mereka hukuman maksimal adalah hukuman mati," katanya.

Kapolda menyebutkan, hingga sekarang telah ditetapkan sebanyak 24 tersangka termasuk SYB dari 52 saksi yang telah diperiksa. Mereka sekarang menjalani pemeriksaan intensif di Polda Jateng.

Menurut dia, sebanyak 24 tersangka tersebut berasal dari Kabupaten Temanggung. "Aktor intelektual maupun jumlah tersangka masih dimungkinkan untuk bertambah, karena proses penyidikan belum berhenti. Semua akan dilakukan `cross check` dengan alat bukti di lapangan," katanya.

Ia mengatakan, tim dari Polda Jateng dan Polres Temanggung akan menangani kasus ini secara profesional, hukum harus ditegakkan.

Edward berharap masyarakat jangan mudah terpengaruh isu yang tidak bertanggung jawab. Kondisi Temanggung semakin aman dan kondusif. Aparat keamanan yang menjaga tempat-tempat ibadah dan perkantoran yang menjadi sasaran amuk massa kemarin secara bertahap dikurangi.(Sewa Crane)

13.11.10

Satpam Diskotek Mengamuk, Tusuk Sopir

Dua petugas keamanan diskotek di kawasan Tamansari, Jakarta Barat, mengamuk. Bahkan seorang di antaranya menghujamkan pisau ke leher Sukari (28), sopir bajaj. Hal itu dipicu akibat kedua satpam itu diklakson berkali-kali oleh Sukari.

Peristiwa itu terjadi di tengah kemacetan lalu lintas di kawasan Pasar Pagi, Jalan Asemka, Jakarta Barat, Kamis (11/11/2010) sore.

Saat itu bajaj bernomor B 2512 DM yang dikemudikan Sukari terselip di antara ratusan kendaraan bermotor yang terjebak kemacetan. Persis di depannya terdapat mobil Honda Jazz merah bernomor polisi B 1397 QL yang dinaiki dua lelaki.

Dalam keadaan macet seperti itu, sopir bajaj biasanya kerap mengambil jalan pintas. Demikian pula Sukari. Sambil mencoba selap-selip mencari jalan, dia terus membunyikan klakson bajajnya.

Tindakan Sukari itu memancing emosi orang-orang yang ada di mobil Honda Jazz. Saking kesalnya, pria yang duduk di samping pengemudi turun dan menghampirinya. Dia memarahi Sukari. Karena tak terima, Sukari membalas.

Tampaknya pria yang turun dari Honda Jazz itu enggan berdebat lama-lama. Setelah melontarkan serangkaian umpatan, dia mengambil sebilah pisau dari balik bajunya. Lalu, bress... pisau itu menembus leher Sukari.

Tusukan telak itu tentu saja membuat si sopir bajaj tak mampu lagi berdebat. Dia hanya bisa mengerang kesakitan.

Penusukan tersebut sontak mendapat reaksi dari orang-orang yang ada di sekitar tempat kejadian. Mereka kemudian beramai-ramai mendatangi mobil Honda Jazz yang belum beranjak jauh lantaran jalanan macet. Mereka lalu meminta kedua orang yang ada di mobil itu keluar.

Karena kedua orang itu menolak, mereka marah. Massa lalu memecahkan kaca mobil. Tak cukup sampai di situ, mereka juga membalikkan mobil tersebut. Amarah mereka nyaris tak terbendung jika tidak ada beberapa polisi yang segera datang ke lokasi kejadian.

Para petugas Polsektro Tambora yang datang itu lalu membubarkan massa. Setelah itu, mereka membawa kedua pria tadi berikut Honda Jazznya ke Mapolsektro Tambora. Adapun Sukari dibawa ke rumah sakit terdekat.

Kapolsektro Tambora Kompol Heri Dian membenarkan adanya peristiwa tersebut. "Kami masih memeriksa kasus ini. Tunggu saja," katanya.

Heri mengatakan, kedua pria tersebut ditahan di Mapolsektro Tambora. Mereka adalah SJN dan UD. Keduanya tercatat sebagai warga Krendang, Tambora, dan bekerja sebagai penjaga keamanan diskotek di kawasan Tamansari, Jakarta Barat. Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia.

Penjambret Babak Belur Dihajar Massa




Akibat anak korban berani melawan aksi kejahatan jalanan, Ramija (26), salah seorang dari dua pelaku penjambret, berhasil dibekuk aparat kepolisian. Harta benda korban masih bisa terselamatkan.

"Pelaku diduga sudah melakukan aksi penjambretan lebih dari empat kali dalam tiga bulan terakhir," kata Kepala Kepolisian Sektor Metro Duren Sawit Komisaris Titik Setiawati, Jumat (12/11/2010) di Jakarta.

Kejadian bermula dari Suripah, warga Kelurahan Duren Sawit, mengantar anaknya pergi berenang, Rabu (10/11/2010). Suripah dan anaknya menaiki motornya masing-masing, di mana motor Suripah berjalan di depan anaknya.

Ketika sampai Gang Sabana RT 9 RW 5 Kelurahan Pondok Kopi, Kecamatan Duren Sawit (dekat tanjakan ke arah Bintara, Bekasi Barat) sekitar pukul 13.30 WIB, tiba-tiba Suripah dipepet oleh sebuah sepeda motor Suzuki Satria berwarna biru. "Motor itu dikemudikan oleh Rimba, sedangkan Rajima duduk di belakangnya," jelas Kompol Titik.

Berperan sebagai penjambret, Rimba sukses melakukan tugasnya mengambil kalung seberat 7 gram dan liontin bertuliskan huruf R. Hasil rampasan diserahkan ke Rajima.

Kemudian, anak Suripah membantingkan setang sepeda motornya untuk mencegat sepeda motor pelaku. "Upaya anak korban berhasil karena mampu menjatuhkan motor pelaku. Tapi, Rimba bisa kabur dengan motornya, sedangkan Rajima tak sempat melarikan diri, kemudian dihakimi massa hingga babak belur," tutur Komisaris Titik.

Kebetulan, ada tim Buru Sergap Polsektro Duren Sawit yang tak jauh dari tempat kejadian perkara (TKP). "Untungnya, ada Buser yang memang dekat dengan TKP sehingga kami mengamankan satu orang pelaku bernama Rajima," katanya.

Rajima, yang tinggal di RT 2 RW 7 Kelurahan Tanah Merah, Kecamatan Plumpang, Jakarta Utara, itu diancam pidana Pasal 365 KUHP dengan hukuman maksimal 9 tahun penjara.

24.10.10

Bentrok Geng Motor, Seoang Kritis

Turut mendukung Kontes SEO Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia.

Seorang anggota geng motor XTC dilaporkan kritis dan harus terbaring di Rumah Sakit Umum Daerah Tasikmalaya, Jawa Barat, Minggu, setelah diserang oleh anggota geng lain.

Ari Indriawan (18) yang masih kelas 2 SMA, warga Kampung Legok Kondang, Desa/Kecamatan Chaurbeuti, Ciamis, menderita luka tusukan di bagian pinggang sebelah kanan hingga menusuk paru dan bagian hati.

Ibu kandung korban, Titin (45) saat dimintai keterangannya di RSUD Tasikmalaya, mengatakan anaknya terpaksa menjalani operasi dan kondisinya masih terbaring lemas sesekali tersadar kemudian tidur lagi.

"Kondisinya masih parah, kadang tersadar kemudian tertidur lagi," katanya dengan raut muka sedih melihat kondisi anaknya.

Berdasarkan keterangan dari teman-teman korban, kata Titin peristiwa itu terjadi Minggu sekitar pukul 01.00 WIB ketika usai melakukan konvoi kemudian berkumpul di sekitar lapangan Dadaha.

Korban, kata Titin saat itu bersama kawan-kawan satu geng motor bernama XTC, tiba-tiba muncul sekelompok motor lain yang jumlah anggota dengan mengendarai sepeda motor lebih banyak.

"Katanya anak saya terluka oleh geng motor lain, anak saya dan temannya melarikan diri, tapi anak saya telat kabur hingga kena bacokan," kata Titin yang mengaku sedih anaknya terbaring di rumah sakit serta terlibat geng motor.

Sementara itu keterangan rekan korban Imam (14) dan Sugih (15) satu rekan anggota XTC, saat dimintai keterangannya oleh kepolisian di markas Polresta Tasikmalaya menjelaskan penyerangan itu terjadi secara tiba-tiba.

Usai melakukan konvoi Sugih membawa motor dan Imam berada ditengah sedangkan Ari duduk dibagian belakang, bersama rekan lain sekitar 15 sepeda motor dengan jumlah kawanan konvoi puluhan orang.

Beruntung saat kejadian, kata Imam, temannya yakni korban tidak terjatuh dari sepeda motor setelah mengalami bacokan, hingga ia berupaya membawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.

"Untung kejadian ini Ari tidak jatuh, hingga saya bersama teman-teman lainnya membawa Ari ke rumah sakit," kata Imam.

21.10.10

Diamankan, Copet di Tengah Demo

Polisi mengamankan seorang pria yang diduga mencopet sebuah ponsel di tengah kerumunan massa di depan Istana Negara. Peristiwa itu terjadi kira-kira pukul 13.30 WIB, Rabu (20/10/2010).

Laki-laki yang mengenakan baju kotak-kotak itu digelandang oleh seorang anggota Samapta dan petugas lain yang menyamar dengan pakaian biasa. Petugas menyita satu handphone Nokia warna putih yang diduga sebagai bukti pencopetan. Namun, pelaku mengelak dengan mengatakan bahwa HP itu adalah miliknya. "Ada nomor teman saya di situ," kata pelaku yang mengaku bernama Ucok.

Petugas keamanan tak kalah akal dan langsung memeriksa nomor yang disebutkan pelaku. Ternyata nomor itu benar-benar tercantum dalam daftar kontak HP tersebut. Meski demikian, petugas keamanan tetap membawa Ucok ke markas Polres Metro Jakarta Pusat untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Kontras Laporkan Penembakan ke Propam

Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan akan melaporkan tindakan aparat kepolisian yang menembak kaki kanan mahasiswa Universitas Bung Karno, Farel Restu, dalam aksi ricuh yang terjadi di Jalan Kimia, Jakarta Pusat, Rabu (20/10/2010), kepada Divisi Profesi dan Pengamanan Polri.

"Yang menembak tanpa perintah. Tapi cara dia nembak salahlah karena cuma dilempar batu 1 menit, langsung nembakin," ujar Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Haris Azhar yang ditemui di sekitar lokasi kericuhan, Jalan Kimia, Jakarta Pusat.

Haris dan rekan anggota Kontras lainnya menggelar mediasi antara kepolisian dan mahasiswa di Kantor Kepolisian Resor Jakarta Pusat untuk menyelesaikan masalah tertembaknya mahasiswa dan ditangkapnya tiga mahasiswa oleh polisi dalam aksi tersebut. Menurut hasil mediasi, pihak kepolisian membebaskan tiga mahasiswa yang ditahan dan membiayai pengobatan mahasiswa yang tertembak.

Menurut Haris, pihak kepolisian juga meminta maaf kepada mahasiswa atas peristiwa penembakan tersebut serta meminta mahasiswa agar membubarkan diri dan membuka jalan. Namun, kata Haris, mahasiswa enggan memenuhi permintaan polisi. "Mereka enggak mau. Mereka minta polisi ngaku salah, tapi polisinya cuma minta maaf," katanya.

26.9.10

Penjambret Tewas Dikeroyok Massa

TANGERANG, KOMPAS.com- M Iwan (25), salah seorang dari tiga penjambret tas, tewas seketika setelah dikeroyok warga Desa Rawa Kidang, Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang, Kamis (23/9/2010) menjelang tengah malam. Ia meregang nyawa setelah massa menghujani dengan benda tumpul dan keras.

Dua rekan penjambret lainnya, Andi (25) dan Sulaiman (25) babak belur juga akibat dikeroyok massa. Jenasah Iwan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tangerang.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Metro (Polrestro) Tangerang Kabupaten Komisaris Arie Setiawan, Jumat (24/9) malam mengatakan, pengeroyokan terjadi sekitar pukul 23.00. Saat itu, korban bernama Suhaegatul Hudayah (19) akan pulang ke rumahnya di Desa Rawa Kidang, dari tempat kerjanya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Dalam perjalanan pulang dengan sepeda motor, wanita tersebut diikuti tiga pelaku yang menggunakan sepeda motor juga. Merasa curiga dengan gelagat ketiga orang tersebut, Hudayah menambah kecepatan sepeda motornya. Eeee ketiga pelaku juga menambah kecepatan sepeda motornya.

Saat posisi beriring-iringan, pelaku merampas tas berwarna coklat milik korban yang digantung di pundaknya. Korban kemduain berteriak dengan sekuat tenaga sembari mengejar pelaku. "Maling... maling." teriak korban.

Warga yang mendengar teriakan itu langsung mengejar para pelaku. Terjadi kejar-kejaran. Akan tetapi, para pelaku tak sadar kalau keadaan jalan rusak parah. Akibatnya, sepeda motor yang mereka tumpangi terperosok sampai terjatuh. Dua tersangka sempat melarikan diri meskipun akhirnya ditangkap. Sedangkan Iwan tidak sempat melarikan diri sehingga langsung dikeroyok hingga tewas di lokasi kejadian.

"Sampai malam ini kasus itu masih dalam penyelidikan apakah sepeda motor yang digunakan ketiga tersangka juga adalah hasil curian atau bukan, " kata Arie

Massa Rusak Pos Polisi Bitung

[Jasa Web Design] Sekitar 40 orang merusak pos polisi Bitung, di Jalan Gatot Subroto Km 8, Bitung, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Jumat (24/9/2010) pagi. Dalam peristiwa tersebut, massa memaksa keluar empat polisi yang sedang berada di pos tersebut.

Aye Setiawan, saksi mata yang kesehariannya adalah pedagang rokok dan minuman di seberang pos polisi, mengatakan, peristiwa itu terjadi selama 25 menit. "Tiba-tiba, serombongan massa mendatangi pos polisi yang berada di perempatan Bitung tersebut dari arah Curug. Mereka datang dengan mengendarai sepeda motor," jelas Setiawan.

Setiawan yang juga warga Desa Kadu Jaya, Kecamatan Curug, itu mengatakan, sebelum aksi perusakan dilakukan, massa terlebih dulu cekcok mulut dengan polisi yang berada dalam pos tersebut. Massa sepertinya tidak senang karena ada warga sekitar yang ditilang, jelas Setiawan.

Cekcok mulut berlanjut pada perusakan pos polisi itu. Massa melempari pos polisi dengan batu dan potongan kayu.

Menurut seorang tukang ojek di lokasi yang tidak mau menyebutkan namanya, massa kesal karena polisi kerap melakukan penilangan kepada warga sekitar. "Itu yang saya tahu karena mereka berteriak soal tilang. Massa juga bilang, mereka sering dibentak dengan kasar oleh polisi yang menilang. Mereka setiap hari kena tilang," katanya.

Sejauh pengamatan, atap dan jendela kaca pos polisi hancur dirusak warga. Massa juga menjebol kawat pos polisi tersebut. Atribut polisi seperti topi dan jaket berserakan di lantai. Hingga kini polisi masih menjaga ketat pos polisi yang berukuran 3 x 3 meter tersebut.

Orang Gila Bacok Warga Tanjung Duren

JAKARTA, KOMPAS.com — Warga Gang Manggis 18, Kelurahan Tanjung Duren, Jakarta Barat, gempar, Sabtu (25/9/2010) sore. Seorang yang dikenali warga sebagai orang gila mengamuk dengan mengacungkan golok. Satu orang terluka terkena tebasan goloknya.

"Iya benar, peristiwanya tadi pukul 15.00," kata Kepala Unit Reskrim Polsek Tanjung Duren, Iptu Johari Bule, yang dihubungi wartawan, Sabtu petang.

Menurut keterangan dia, aksi orang gila tersebut sempat membuat warga sekitar kaget. "Tidak ada korban jiwa, tapi satu orang warga jadi terluka," ucap Johari. Pemicu kemarahan orang gila berikut identitasnya masih diolah oleh polisi.

Satu warga yang terluka kini dirawat di Rumah Sakit Sumber Waras. Adapun orang gila yang mengamuk berhasil diamankan dan dibawa ke rumah sakit jiwa di Grogol. (Jasa Web Design)

Polisi Waspadai Jaringan Teroris di Malang Raya

Malang (ANTARA News) - Aparat kepolisian resor Kota Malang, Jawa Timur, mewaspadai kemungkinan adanya jaringan teroris di kawasan Malang Raya, hal ini mengingat kedua tersangka terorisme dan perampokan Bank CIMB Niaga Medan berasal dari Jatim.

Kapolresta Malang, AKBP Agus Salim, Sabtu mengatakan, kawasan Malang Raya yang meliputi Kota Batu, Kota Malang dan Kabupaten Malang, mempunyai sejarah tersendiri bagi para tersangka teroris, sebab salah satu anggotanya yakni dr Azhari pernah ditembak mati di Kota Batu beberapa waktu lalu.

"Untuk itu, kami tetap menyiagakan anggota untuk terus berpatroli, khususnya di kawasan Malang Raya, sebab kami tetap menduga jaringan mereka masih ada di sini," katanya.

Dikatakannya, Polresta Malang tidak membentuk tim khusus terkait kewaspadaan ini, namun kesiagaan ini bekerjasama dengan satuan Brimob guna memantau sejumlah titik yang dulu pernah dijadikan tempat teroris bersembunyi.

"Kemungkinan kedua tersangka terorisme dan perampokan Bank CIMB Niaga Medan asal Jatim yang masih mempunyai jaringan di Kawasan Malang Raya," katanya.

Sebelumnya, Mabes Polri merilis sejumlah nama tersangka terorisme dan perampokan Bank CIMB Niaga Medan. Dari data itu, terdapat dua tersangka asal Jatim

Yakni berinisal N Warga Kelurahan Kidul Dalem, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan, serta satu lagi berinisial B alias P, alias D yang berasal dari Lamongan.

"Saya rasa seluruh Polres dan Polresta di Jatim akan siaga terkait kasus teroris ini, sebab ini merupakan instruksi langsung dari Mabes Polri," katanya.

Sementara meski dalam kondisi siaga, namun Kapolresta tidak ingin suasana di kawasan Malang Raya jadi mencekam.

"Siaga tetap, tapi jangan sampai mencekam dan jangan mengusik warga yang sedang melakukan aktifitasnya," kata Agus yang juga mantan Kapolresta Bangkatan tersebut.

Sedangkan terkait rumah kedua tersangka, pihaknya juga bekerjasama dengan jajaran Polres daerah lain untuk menempatkan sejumlah petugas di rumah keluarga para tersangka teroris tersebut, tujuannya untuk penjagaan kondisi rumah tersangka.

"Kita tetap jaga, tapi tidak akan mengganggu anggota keluarga lainnya yang berada di rumah itu," ujar Agus.

7.8.10

Rumah Aktivis Buruh Ditembaki

Malang (Jual Poster) - Rumah yang didiami seorang aktivis buruh di Desa Cokro, Pakis, Malang, Jawa Timur, ditembaki orang tidak dikenal pada Sabtu dinihari sekira pukul 02.00 WIB.

Rumah yang didiami seorang aktivis buruh Lutfi Chafidz, yang berada di Jalan Raya Cokro, Desa Cokro, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, diteror dengan tembakan peluru yang diduga milik TNI, Sabtu dini hari sekitar pukul 02.00 WIB.

Tembakan yang menurut warga meletus empat kali ke arah rumah Lutfi Chafidz itu hanya mengenai mobil dan tembok rumah, kata Kepala Polres Malang AKBP Rinto Djatmono, Sabtu.

Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu dan jajaran tim Labfor Polda Jatim tengah menyelidiki tempat kejadian berikut motif dibelakangnya.

Presiden Dapat Ancaman Keamanan di Ciwidey

Pangalengan, Jawa Barat (ANTARA News) - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengaku mendapat ancaman keamanan dari pihak-pihak yang berniat tidak baik dalam kunjungan kerjanya ke Ciwidey, Jawa Barat.

"Saya mendapat laporan tadi malam dari jajaran pengamanan...ada diantara anak bangsa yang punya niat tidak baik yang sekarang ada di sekitar Ciwidey," kata Presiden saat melakukan peninjauan di Sekolah Calon Tamtama Rindam III Siliwangi, Jawa Barat, Sabtu.

Menurut Presiden, teroris tidak akan pernah menang di bumi Indonesia.

"Tidak akan pernah...justru hanya mengorbankan anak bangsa yang tidak berdosa," katanya.

Namun, kata Presiden, kelompok itu telah berhasil diatasi oleh aparat keamanan dan jajaran pengamanan presiden.

Kepala Negara meminta jajaran pengamanan presiden tetap melakukan tugasnya dengan baik.

Ia juga menegaskan bahwa ia beserta rombongan tetap akan melanjutkan kunjungan kerja dua hari di Jawa Barat.

"Bagi jajaran pengamanan laksanakan tugas sebaik-baiknya dengan profesional. Saya tetap akan menjalankan tugas dan tidak boleh terganggu apapun," katanya.

Pada Sabtu pagi, Kepala Negara mengunjungi Sekolah Unggulan Cinta Kasih di Pangalengan.

Kemudian pada Sabtu siang Presiden melanjutkan kunjungannya ke Sekolah Dasar Calon Tamtama TNI AD dan Rumah Pintar di Desa Mekar Sari, Ciwidey.

Sebelumnya pada Jumat sore, Presiden melakukan peninjauan pusat pelatihan pembangunan karakter atlet Prima (Program Indonesia Emas) di kompleks Kopassus Batujajar, Kabupaten Bandung Barat.

Presiden dijadwalkan kembali ke Jakarta pada Sabtu petang.

24.7.10

Warnet Mesum Digerebek Polisi

JAKARTA, KOMPAS.com — Warung internet (warnet) yang menyimpan ratusan video dan gambar porno di sejumlah komputernya digerebek aparat Polsektro Jatinegara, Kamis (22/7/2010) dini hari. Polisi menangkap DV (38), pemilik warnet yang terletak di Jalan Cipinang Jaya, RT 10 RW 12, Cipinang Besar Utara, Jatinegara, itu.

Kapolsektro Jatinegara Komisaris Sriyanto mengatakan, penggerebekan warnet itu dilakukan berkat informasi dari warga. Warnet yang buka 24 jam itu kerap dijadikan tempat menonton video mesum.

Sriyanto mengatakan, wallpaper di setiap monitor komputer bergambar aktris bugil. Video-video mesum juga tersimpan di sekitar 20 komputer di warnet itu. Pelanggan yang ingin menonton tinggal buka folder 'my document' atau partisi D di setiap komputer yang ada.

"Puluhan video mesum itu kapasitasnya mencapai 20 gigabyte dari total kapasitas memori 120 gigabyte per unit perangkat keras milik warnet," tutur Sriyanto.

Dari pengakuan DV ke polisi, pengunjung warnetnya umumnya pria berusia di atas 20 tahun. Warnet itu jarang dikunjungi anak-anak sekolah. Kalaupun ada, mereka adalah pelajar SMA sederajat.

Kapolsek mengatakan, dari hasil penyelidikan sementara, pengelola warnet belum terbukti menyediakan video dan gambar porno dengan sengaja.

"Namun, yang jelas, warnet tersebut tidak memiliki izin resmi, baik dari Pemkot Jakarta Timur maupun izin lingkungan dari warga setempat. Karena itu, kami hentikan operasional warnet ini untuk sementara sampai mereka mengurus izin," katanya. Karena itu, pemilik warnet tidak ditahan.

Kasi Postel Sudin Kominfomas Jakarta Timur Amir SH mengimbau agar pengelola warnet di Jakarta Timur yang jumlahnya mencapai 1.000 segera mengurus izin. Selain itu para pengelola warnet juga diharapkan memiliki software antipornografi, yaitu DNS Nawala yang dapat diunduh secara gratis.

19.7.10

TAWURAN DI BOGOR Polisi Tangkap 17 Pelajar

BOGOR, KOMPAS.com - Aparat Kepolisian Resor Bogor menangkap 17 pelajar laki-laki yang terlibat tawuran di depan Hotel Cibinong II di Jalan Raya Jakarta Bogor, Nanggewer, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (19/7/2010) siang.

Akibat tawuran tersebut kaca-kaca sebuah minibus Miniarta pecah, sehingga sopirnya menderita kerugian hingga Rp 1,4 juta.

Ketujuhbelas pelajar putra tersebut mengaku bersekolah di SMK Bina Marga dan SMK Karya Nugraha, yang lokai kedua sekolah tersebut di Pomad, Ciluar, Bogor Utara, Kota Bogor.

"Kami tidak tawuran. Kami semuanya satu bus mau pulang. Bus kami yang diserang pelajar lain, jadi kami berhamburan ke luar bus," kata sejumlah pelajar yang ditangkap polisi itu.

Para pelajar tersebut, yang di antaranya kedapatan membawa gir metal, berjongkok dengan berlelanjang dada di halaman depan kantor Sentra Pelayanan Kepolisian (SKP) Polres Bogor di Cibinong, Kabupaten Bogor. Mereka menunggu diperiksa polisi.

Kepala SPK Unit 2 Ipda Edwin Riswandi mengatakan, pihaknya mendatangi lokasi tawuran setelah mendapat laporan adanya tawuran puluhan pelajar tersebut. "Puluhan yang tawuran, yang tertangkap hanya 17 orang. Mereka tawuran saling lempar batu," katanya.

Edi (32), kondektur Miniarta, mengatakan, para pelajar naik busnya dari Pomad. Tawuran terjadi ketika bus melintas di simpang Kandang Roda. Ada lima pelajar di simpangan itu, yang berteriak-teriak ke arah pelajar yang berdiri bejubel di pintu bus. "Para pelajar di bus adanya keluar mengejar. Dari situ mulai tawurannya," kata Edi.

Ia menambahkan, minibusnya tengah mengarah ke Kampung Rambutan dari Kota Bogor. "Satu penumpang saya ada yang kena lempar batu di dahinya sampai keluar darah banyak," katanya.

Nurdin (38), sopir Miniarta tersebut, menambahkan, selain menggunakan batu, para pelajar pun menggunakan kayu dan gir saat tawuran. "Mereka menimpuki bus sampai kaca-kca pecah begini. Tokek saya enggak mau tahu. Pokoknya bus harus beres lagi dan setoran narik hari ini juga harus saya bayar," katanya.

Nurdin meminta Edwin Riswandi menangani ganti rugi busnya kepada para pelajar tersebut. "Pak, kerugian saya Rp 1,4 juta. Sebanyak Rp 1,1 juta untuk ganti kaca-kaca mobil, dan Rp 300 ribu untuk nutup setoran hari ini . Bantu saya, Pak," katanya kepada Edwin.

Kepala SPK Polres Bogor itu meminta Nurdin untuk sabar dan membuat laporan resmi. "Bapak buat laporan dulu, ya. Sambil menunggu laporan Bapak selesai, saya memeriksa para pelajar itu. Orang tua mereka akan kami panggil," katanya.

12.2.10

Dua Napi Kabur Dengan Membawa Senjata Api

Banda Aceh (ANTARA News) - Dua narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Lhokseumawe, Provinsi Aceh, kabur setelah menodongkan senjata api jenis pistol ke petugas lapas setempat, Jumat.

"Laporan yang saya peroleh dari Mapolres Lhokseumawe menyebutkan dua napi lapas itu kabur sekitar pukul 07.30 WIB, Jumat," kata Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Farid AS di Banda Aceh.

Pihak kepolisian masih melakukan pengejaran dan menyebarkan foto dua napi yang kabur tersebut. Foto mereka disebarkan ke sejumlah Polres di Aceh.

Polisi juga telah memeriksa sejumlah saksi terkait lolosnya senjata api masuk ke lapas setempat, dan digunakan oleh dua napi yang kabur tersebut.

Dua napi yang kabur dari Lapas Lhokseumawe itu, terkait dalam kasus penyalahgunaan senjata api dan narkoba. Mereka adalah Ridwan bin M Jafar (29) serta Syamsuddin bin Harun (26).

Kepala Lapas kelas II A Lhokseumawe Meurah Budiman menjelaskan kedua napi itu merupakan pindahan dari Rutan Hoksukon Aceh Utara.

Ia menyebutkan kejadiannya berawal dari kegiatan rutin para napi yang dikawal petugas setiap pagi membuang sampah.

Saat kejadian, kedua napi memanfaatkan peluang untuk kabur dengan mendorong bak sampah sambil menodongkan senjata api ke arah petugas.

"Upaya kabur kedua napi ini seperti telah direncanakan, karena tidak jauh dari lapas sudah ada yang menunggu mereka. Mereka kabur dengan menggunakan sepeda motor," katanya.

Sponsored by Automania - Aksesoris Mobil