Header

Kecaman "Dinda" Bukan Gambaran Pengguna KRL pada Umumnya



JAKARTA, KOMPAS.com - Kecaman pemilik akun Path "Dinda" kepada ibu hamil di KRL dianggap bukan gambaran umum pengguna KRL. Kepala Humas PT KAI Commuter Jabodetabek Eva Chairunnisa mengganggap kasus tersebut kasuistik.

"Kasuistik di sini maksudnya perilaku (Dinda) yang tidak menggambarkan (perilaku) pengguna kereta pada umumnya. Saya tiap hari naik kereta dan orang-orang (di kereta) justru suka berinisiatif kalau petugas belum ada. 'ada ibu hamil?' atau, 'sini, bu, sini'," kata Eva kepada Kompas.com, Kamis (17/4/2014).

KCJ sebagai operator KRL, kata Eva, sudah menyediakan fasilitas kursi prioritas untuk lansia, ibu hamil, ibu yang membawa anak kecil, dan difabel. Dia menjamin, pada jam sibuk, kursi prioritas diduduki oleh orang yang membutuhkan.

"Kursi prioritas memang tidak dikosongkan. Jadi kalau di stasiun awal, kursi tersebut diduduki oleh penumpang lain. Tapi, kalau dalam perjalanan, ada ibu hamil misalnya, petugas akan minta penumpang untuk memberikan kursinya (ke ibu hamil tersebut). Saya jamin itu," kata Eva.

Ketika kursi prioritas sudah penuh, kata Eva, petugas  akan mengalihkan orang-orang prioritas tersebut ke kursi reguler. Menurut Eva, hal inilah yang mungkin kurang diterima bagi penumpang reguler.

"Untuk penumpang yang di kursi reguler mungkin mereka merasa punya hak, sudah bayar tiket. Kalau sudah seperti itu, untuk bisa lebih bersimpati," kata wanita yang sehari-hari menggunakan KRL ini.

Hamili Bocah SD, Pria Ini Didenda Rp 20 Juta dan Seekor Babi

KEFAMENANU, KOMPAS.com — FN, warga Desa Haulasi, Kecamatan Miomafo Barat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, yang telah terbukti menghamili IK (11), siswi kelas VI SD, akhirnya didenda secara adat berupa uang Rp 20 juta dan seekor babi.

Denda tersebut merupakan kesepakatan keluarga besar FN dan IK yang dimediasi para tokoh adat, tokoh masyarakat, dan pengurus desa di Kantor Desa Haulasi.

Alex Toan, pendamping IK dari LSM Wahana Visi Indonesia (WVI), kepada Kompas.com, Rabu (16/4/2014), mengatakan, selain denda uang dan hewan, FN juga didenda satu karung beras dan satu lembar kain adat Timor.

"Hasil pertemuan tersebut, tuntutannya pemulihan nama baik secara kekeluargaan dan secara adat, yakni uang, hewan, dan kain karena dengan pertimbangan antara pelaku dan korban masih ada hubungan keluarga. Kemarin waktu sampai ke Polsek Miomafo Barat, pihak polisi mengembalikan kepada Pemerintah Desa Haulasi agar diselesaikan secara kekeluargaan," ujar Alex.

Menurut Alex, saat ini, polisi masih menanti hasil kesepakatan antara kedua belah pihak untuk kemudian ditindaklanjuti oleh polisi.

Diberitakan sebelumnya, IK dan orangtuanya melaporkan FN ke polisi karena telah menghamili IK. Alex Toan mengatakan, pihaknya melapor ke polisi lantaran IK masih tergolong anak di bawah umur. Terlebih lagi, dalam waktu dekat ini, IK akan mengikuti UN.

Tersangka Pelecehan Murid TK JIS Jadi 2 Orang

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto menjelaskan, berdasarkan perkembangan hasil penyelidikan terakhir, saat ini penyidik hanya menetapkan dua tersangka dalam kasus pelecehan seksual terhadap AK (6), murid TK Jakarta International School (JIS), Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Kedua tersangka itu adalah dua pria, yakni Agun dan Firziawan alias Awan. Sementara Afriska, perempuan yang juga petugas kebersihan, dan sempat dijadikan tersangka oleh polisi, kini statusnya bukan tersangka lagi, tetapi hanya saksi.

Keduanya tersangka merupakan karyawan outsourcing penyedia jasa petugas kebersihan dari ISS, dijerat Pasal 292 KUHP tentang pelecehan seksual terhadap anak di bawah umur dan Undang-Undang Perlindungan Anak No 23/2002 dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun.

"Yang wanita AS (Afriska-Red) sudah diperiksa lagi dan dalam pemeriksaan menyeluruh, diketahui tidak ada keterlibatan melakukan sodomi ataupun turut serta yang dilakukannya," kata Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Selasa (15/4/2014) malam.

Karenanya, kata dia, Afriska tidak lagi ditetapkan menjadi tersangka, walau sebelumnya sempat ditetapkan tersangka.

Menurut Rikwanto, dari hasil pendalaman penyidik, diketahui bahwa Afriska hanya sempat bertemu dengan korban seusai korban disodomi. Saat bertemu, korban dalam keadaan menangis.

"Dia hanya sempat bertemu saja dengan korban saat keluar dari toilet. Saat bertemu, korban menangis dan perempuan itu menanyakan kenapa. Lalu, korban tidak menjawab," kata Rikwanto.

Suami Gerebek Istri Selingkuh dengan Warga Belanda

JEMBER, KOMPAS.com — Seorang warga negara asing (WNA) berkebangsaan Belanda, EJB, digerebek AW, warga Kelurahan Manggisan, Palmerah, Jakarta, di rumahnya, di Dusun Besuk, Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, Jember, Jawa Timur, Jumat (24/1/2014) sore.

AW menggerebek rumahnya sendiri bersama petugas polisi karena EJB diduga menjadi pria idaman lain (PIL) istrinya. Dari informasi yang dihimpun, kejadian itu bermula saat AW baru datang dari Jakarta, Jumat sore. Dia kemudian mendapat kabar jika istrinya berselingkuh dan membawa pria asing masuk ke rumahnya.

Mendengar kabar itu, dia langsung melapor ke polisi. Saat itu juga AW bersama polisi langsung mendatangi rumahnya. Dan benar saja, ketika tiba di rumahnya, AW bersama petugas mendapati seorang pria asing bersama istrinya.

Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, seusai mengumpulkan keterangan, polisi langsung membawa pasangan selingkuh ini ke Mapolres Jember untuk pemeriksaan lanjutan.

Hingga berita ini dihimpun, belum ada keterangan resmi dari Polres Jember. "Maaf kami sampai hari ini masih melakukan pendalaman," kata KBO Satreskrim Polres Jember Iptu Suhartanto.

Depresi, Polisi di Samarinda Tembak Kepalanya Sendiri

SAMARINDA, KOMPAS.com — Seorang anggota Polresta Samarinda, Aiptu Antoni Sarif Gultom, yang bertugas di Unit Binmas di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), mencoba bunuh diri dengan menembak kepalanya sendiri dengan memakai pistol. Diduga, Antoni bunuh diri karena depresi penyakitnya tak kunjung sembuh.

Peluru dari pistol tersebut menembus kepala Aiptu Antoni Sarif Gultom.

Dari informasi yang dihimpun Kompas.com, Antoni ditemukan terkapar di rumahnya di Jalan Perumahan Kalimanis Blok D Nomor 109, Kelurahan Sungai Kapih, Samarinda Ilir, Kalimantan Timur (Kaltim). Dia menembak kepalanya sendiri sekitar pukul 08.00 Wita, dan ditemukan langsung oleh anak dan istrinya. Pada saat kejadian, di rumah tersebut keluarga Antoni tengah berkumpul sehingga pada saat kejadian berlangsung, keluarganya langsung melarikan Antoni ke rumah sakit.

Beberapa tetangga terdekat juga ikut membantu merujuk Antoni ke Rumah Sakit Islam Samarinda. Namun, karena keterbatasan alat di RS tersebut, Antoni harus dirujuk ke RSUD AW Syahranie, Samarinda.

Salah seorang tetangga Antoni mengatakan, Antoni bunuh diri karena depresi penyakit yang dideritanyatak kunjung sembuh. Meski para tetangga tidak tahu penyakit apa yang diderita Anoni, mereka sering melihat dia pergi berobat.

"Kami tidak tahu apa penyakitnya, tapi kemarin baru keluar dari rumah sakit. Belakangan ini memang rajin berobat," katanya, Rabu (22/1/2014).

Atas kejadian tersebut, polisi dari Polsek Samarinda Ilir langsung melakukan olah TKP dan kediaman Antoni dipasang garis polisi.

Kapolresta Samarinda Kombespol Antonius Wisnu Sutirta menyatakan, pihaknya masih mendalami kasus tersebut untuk mengetahui motif bunuh diri yang dilakukan Antoni. Menurutnya, Antoni mengalami gangguan jiwa sekitar tahun 2002 silam.

"Iya benar, 2002 silam dia pernah depresi atau mengalami gangguan kejiwaan. Namun, seiring waktu, yang bersangkutan dinyatakan sembuh," kata Wisnu.

Dia menambahkan, pemberian kembali senjata pasca-depresi sudah melalui prosedur yang berlaku. "Kita sudah melakukan serangkaian tes untuk para pemegang senpi, seperti tes psikologi," tutupnya.

Adik Membunuh Kakak Kandung Demi Sang Ibu

KENDAL, KOMPAS.com — Kapolres Kendal, Jawa Tengah, AKBP Harryo Sugihartono tidak bisa memenuhi permintaan Romadhon, ayah dari Muhamad Hardiyanto (19), tersangka pembunuh kakak kandungnya, Panji Yulianto (24).

Sebab, kasusnya adalah pembunuhan yang masuk ranah kasus kriminal. “Kasus yang menimpa anak Romadhon adalah kasus pembunuhan, jadi pelaku tidak bisa dibebaskan. Kasus itu tetap diproses sesuai hukum yang berlaku,” kata Harryo, Rabu (22/1/2014).

Harryo menjelaskan, Romadhon, warga Dukuh Karangbalikan RT 7 RW 3 Desa Tambak Rejo, Kecamatan Patebon, Kendal, hanya bisa meringankan hukuman pelaku saja. Pasalnya, pelaku terpaksa melakukan pembunuhan karena korban yang juga kakak kandungnya sering marah-marah dan mengamuk kepada ibunya.

“Kejadian pembunuhannya adalah Selasa (21/1/2014) sore kemarin,” akunya.

Harryo menjelaskan, dari pengakuan pelaku, ia menyerang kakaknya dengan senjata tajam hingga korban meninggal dunia karena Panji sering marah-marah dan mengamuk. Peristiwa itu terjadi di dapur rumah orangtua korban yang juga sekaligus orangtua pelaku.

“Korban yang mengamuk hendak membacok ibunya dan dicegah sang adik hingga terjadi pergumulan. Hingga akhirnya, terjadilah pembacokan yang menelan nyawa sang kakak,” jelasnya.

Setelah membunuh sang kakak, lanjut Harryo, pelaku kemudian menyerahkan diri ke Polsek Patebon Kendal. Saat ini, pelaku sudah berada di tahanan Polres Kendal untuk menjalani pemeriksaan.

Penggunaan Alat Pemadam Api Jenis Powder

Alat pemadam api dengan jenis powder / serbuk adalah beberapa opsi pengendalian kebakaran paling serbaguna . Alat pemadam api ini bekerja tidak hanya untuk kebakaran kelas A dan kelas B (kebakaran normal dan cairan yang mudah terbakar) , tetapi juga pada kebakaran kelas C , yang melibatkan gas seperti butana dan propana . Mereka juga aman untuk digunakan pada kebakaran listrik karena bubuk kering yang terkandung dalam alat pemadam ini adalah non konduktif . Powder diusir dari alat pemadam ini bekerja untuk merobohkan api . Cairan mudah terbakar dan gas sangat rentan terhadap dimasukkan oleh metode ini .

Alat pemadam api ini datang dalam beberapa jenis , tetapi mereka semua penuh dengan bubuk dan bertekanan menggunakan nitrogen . Jet dapat melakukan perjalanan 4-7 meter , dan debit penuh membutuhkan waktu antara enam dan dua puluh detik . Berapa lama pemadam kebakaran Anda akan mengambil debit dan seberapa jauh jet akan tergantung pada jenis yang tepat dari pemadam yang Anda gunakan . Beberapa memiliki perangkat kontrol dan debit dikendalikan , yang membantu dengan pemeliharaan . Berikut adalah beberapa jenis alat pemadam kebakaran bubuk yang mungkin Anda alami .

Alat pemadam BC dinilai untuk cairan dan gas , tetapi tidak untuk jenis lain dari kebakaran . Ini diisi dengan kalium bikarbonat atau natrium bikarbonat , dan meninggalkan sedimen di belakang . Bahan ini harus dibersihkan off segera , karena itu agak korosif , dan dapat merusak bahan bahwa itu dalam kontak dengan untuk waktu yang lama . ABC pemadam kebakaran bubuk kering bekerja pada kebakaran kelas A juga, dan dipenuhi dengan monoammonium fosfat . Serbuk berwarna kuning ini juga meninggalkan residu , dan dapat merusak peralatan listrik . Hindari penggunaan di sekitar jenis peralatan .

Sangat penting untuk membaca petunjuk pada alat pemadam kebakaran dan membiasakan diri dengan penggunaannya . Jangan biarkan itu untuk duduk sampai Anda memiliki api . Untuk menggunakan alat pemadam kebakaran bubuk , menarik pin , bertujuan pemadam , dan menekan pelatuk . Pastikan bahwa jet bubuk ditujukan dasar api , kemudian menyapu dari sisi ke sisi , meliputi api . Jika api dalam suatu wadah , atau membakar cairan tumpah , bertujuan jet bubuk di sisi dekat api , kemudian menggunakannya untuk mendorong api menjauh dari Anda sampai padam.

Mengalir cairan yang terbakar harus diperlakukan berbeda . Tujuan jet di dasar api , kemudian memindahkannya ke atas . Jika Anda perlu menggunakan bubuk pemadam kebakaran pada api listrik , dan tidak ada pilihan lain , mengubah arus off pertama . Setelah api terlihat seperti itu telah keluar , tunggu beberapa saat untuk memastikan udara jelas , dan menyelidiki lokasi pembakaran . Beberapa kebakaran mungkin menyalakan kembali , jadi bersiaplah untuk melepaskan pemadam lagi .

Alat pemadam api bubuk harus terletak di jelas dan mudah untuk mendapatkan posisi . Mereka dapat diidentifikasi oleh band biru atau label pada bagian luar pemadam merah. Lama pemadam kebakaran bubuk mungkin sepenuhnya biru. Jika Anda memiliki salah satu dari ini , penting untuk memastikan bahwa itu masih dalam kondisi kerja . Pastikan Anda menjaga Anda sekali sebulan , dan mereka dilayani tahunan . Setelah beberapa tahun , memiliki tekanan bubuk pemadam api diuji untuk memastikan bahwa silinder tetap aman . Ketika Anda membeli alat pemadam baru , mencari Kitemark persetujuan , yang mengatakan bahwa pemadam telah diuji . Semua ukuran alat pemadam , dari kecil model 1 kg sampai besar , roda , 100 kg model , harus kitemarked .

Jauhkan alat pemadam api bubuk sekitar rumah atau tempat kerja di setiap lokasi di mana api mungkin mulai . Karena alat pemadam ini bekerja dengan baik pada cairan dan gas , alat pemadam api jenis powder ini dapat disimpan secara tungku , di garasi , atau di tempat lain di mana api non - listrik adalah bahaya. Hati-hati saat menggunakan alat ini , dan selalu belajar bagaimana untuk mengoperasikan pemadam sebelum keadaan darurat . Ingat bahwa Anda tidak diwajibkan untuk melawan api . Jika Anda tidak yakin apa yang harus dilakukan , atau pemadam habis sebelum api keluar , bersedia untuk meninggalkan rumah.

Seorang PNS Otaki Perampokan Uang Dispenda

SURABAYA, KOMPAS.com - Seorang Pegawai Negeri Sipil kantor UPTD Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Pemkot Surabaya ditangkap polisi karena mengotaki perampokan uang insentif pegawai.

Dia bekerjasama dengan komplotan perampok membawa kabur uang tunai lebih dari Rp 393 juta pada 30 Desember 2013 lalu. Dia adalah Agus Siswanto (43) pegawai golongan 2B UPTD Dispenda Wiyung, yang tercatat sebagai warga Jalan Ketabang Kali Surabaya.

Agus adalah pegawai di UPTD Dispenda Wonocolo Surabaya. Polisi juga menangkap Imam alias Rois (41) satu dari enam anggota komplotan. Sementara lima lainnya yakni MT, HS, LK, NS, dan SR masih dalam pengejaran.

"Modusnya, Agus memberitahu komplotan perampok bahwa hari itu ada pengambilan uang insentif seluruh pegawai UPTD Dispenda. Kantor UPTD Wonocolo menurut mereka dianggap tempat paling aman untuk dirampok," kata Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Farman, Senin (20/1/2014) saat dikonfirmasi.

PNS tersebut, kata Farman, juga lengkap memberitahu jenis mobil dan nomor polisi mobil yang akan dirampok kepada komplotan, sebelum akhirnya dieksekusi tepat di depan kantor UPTD Wonocolo, Jalan Jemursari Utara V/11 Surabaya.

"Dalam aksinya, pelaku berhasil membawa uang Rp 393 juta lebih, dari sekitar Rp 788 juta yang dibawa petugas UPTD," kata Farman.

Polisi memastikan, komplotan perampok tersebut adalah komplotan profesional yang kerap beroperasi di sejumlah wilayah di Jawa Timur dengan membawa senjata tajam maupun senjata api.

"Ini juga perhatian bagi masyarakat, agar meminta pengawalan polisi saat membawa uang tunai dalam jumlah banyak," tegas Farman.

Tahanan Perempuan Diperkosa di Sel Polsekta Wajo

MAKASSAR, KOMPAS.com — Seorang tahanan wanita melaporkan dirinya diperkosa oleh tahanan pria berinisial Nas (25) di ruang sel Markas Polsekta Wajo. Dalam aksinya, Nas dibantu dua rekannya sesama tahanan, Sya (20) dan Bah (30).

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulselbar Komisaris Besar Endi Sutendi yang dikonfirmasi, Minggu (19/1/2014), membenarkan adanya peristiwa tersebut. Pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus perkosaan ini.

Sementara itu, Divisi Propam juga sedang memeriksa semua anggota Polsekta Wajo yang bertugas saat kejadian. "Kejadiannya hari Jumat (17/1/2014) sore, tapi baru ketahuan kasusnya, Sabtu kemarin, setelah korban curhat ke sesama tahanan wanita lainnya. Memang laporannya kasus perkosaan, tapi kita selidiki ternyata suka sama suka. Tapi kita masih dalami terus," katanya.

Endi menjelaskan, gadis yang tersangkut kasus pencurian yang sudah ditahan sejak sepekan lalu itu diperkosa pada sore hari sekitar pukul 16.30 Wita. Saat itu, Markas Polsekta Wajo dalam keadaan lengang.

"Petugas jaga tidak ada di dalam markas, mungkin lagi keluar belanja sesuatu di warung," tandasnya.

Letak sel pria dan wanita di Markas Polsekta Wajo memang berdekatan. Kondisi ini membuat pelaku dengan leluasa masuk ke sel tahanan wanita, yang hanya dipisahkan oleh tembok. Pintu sel lapis dua dibuka karena sedang jam besuk. Hanya pintu sel lapis pertama yang ditutup sehingga tahanan pria dan tahanan wanita leluasa berkomunikasi.

Informasi yang dihimpun Kompas.com, dalam melakukan aksinya, Nas dibantu dua rekannya, Sya dan Bah. Semua tahanan, termasuk Sya dan Bah, takut terhadap Nas sehingga mereka menuruti permintaan pelaku untuk menjemput korban saat penjagaan lengah.

Sebelumnya, Nas mengancam, bahkan sempat memukul korban. Korban kemudian ditarik masuk ke kamar mandi sel pria, lalu diperkosa. Adapun Sya dan Bah hanya berjaga untuk memantau situasi.

Cabut Nyawa Tetangga Demi Sepetak Tanah

NIAS UTARA, KOMPAS.com – Dua orang terlibat pertengkaran sengit akibat berebut sepetak lahan di Lahewa, Nias Utara. Akibat pertengkaran itu, salah seorang dari keduanya tewas ditempat.

Kapolsek Lahewa, AKP SK. Harefa, SP.D,MH membenarkan peristiwa itu saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Jumat (17/01/2014). Mendapatkan informasi dari warga, Kapolsek bersama Briptu Hendri Zebua, Briptu MM. Gurning, Briptu D. Pangaribuan, Bripka Benny Panjaitan, langsung menuju TKP.

Perjalanan menuju TKP harus ditempuh dengan jalan kaki dan tidak bisa dilalui dengan kendaraan roda dua.

Harefa menjelaskan, setiba di lokasi kejadian, polisi langsung mengepung lokasi yang diinformasikan warga, dan meringkus pelaku di rumahnya sendiri.

Saat ditangkap pelaku tidak melakukan perlawanan karena mengalami luka pada tangan akibat perkelahian menggunakan senjata tajam dengan korban. “Saat pelaku ditangkap dan ditanyai  penyebab tetangganya tewas, ia mengaku bahwa mereka berkelahi memperebutkan lahan kebun,” jelas Harefa.

Korban bernama Harianto Gea alias Kari (25), sedangkan pelaku bernama Me'aro Zalukhu alias Me'o (40 Thn), keduanya tinggal di Desa Sihene’asi, Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias.

Kejadian terjadi Rabu (15/01/2014) pagi, dimana keduanya terlibat pertengkaran karena saling mengklaim lahan kebun di desa mereka, Pertengkaran itu  berujung perkelahian fisik menggunakan parang dan tombak hingga salah satu dari tewas seketika.

Korban tewas mengalami luka di bagian leher sedangkan pelaku mengalami luka-luka di tangan kiri. “Kita telah mengembalikan korban kepada pihak keluarganya, sedangkan pelaku kita rawat sementara dan mempertangungjawabkan perbuatannya,” kata Kapolsek Lahewa.

Belajar dari peristiwa ini, Kapolsek mengimbau masyarakat di Kabupaten Nias Utara, agar tidak menyelesaikan permasalahan dengan mengambil nyawa orang lain. Sebaiknya masalah dibicarakan di musyawarah keluarga atau musyawarah desa.

Pembobol ATM BRI Singkawang Remaja 16 Tahun

SINGKAWANG, KOMPAS.com - Pembobol anjungan tunai mandiri (ATM) BRI Syariah di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Minggu (12/1/2014) dini hari, ternyata seorang remaja berusia 16 tahun.

Remaja berinisial Ri tersebut kini sudah ditahan aparat kepolisian setempat. RI diringkus satpam BRI Syariah, Riza, Minggu (12/1/2014) setelah sempat berusaha melarikan diri.

Ri dan dua rekannya membobol ATM milik BRI Syariah yang berada di Jl Merdeka, Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Aksi mereka terekam CCTV. Satpam yang menyaksikan aksi ketiga pelaku, berhasil membatalkan aksi kriminalitas tersebut.

Peristiwa ini terjadi pada Minggu (12/9/2014) dinihari, sekira pukul 03.00 WIB. Para pelaku hanya mampu membuka pintu pertama dari mesin ATM tersebut.

Dari rekaman CCTV, ciri-ciri mereka dapat diketahui. Satu orang berbadan besar, satu orang berbadan kecil dan seorang lainnya berbadan sedang. Para pelaku menggunakan dua unit motor dan terlihat mondar-mandir di sekitar ATM tersebut.

Sesekali mereka meninggalkan ATM, kemudian datang lagi. Kemudian, salah seorang pelaku masuk ke dalam bilik ATM. Dia sempat membuka helm, kemudian memutar kamera CCTV ke arah atas untuk mengelabui petugas.

Aksi tersebut diketahui oleh satpam yang sedang bertugas menjaga ATM tersebut, Riza. Riza bahkan sempat adu jotos dengan ketiga pelaku tersebut.

Riza menjelaskan, setelah dia mengetahui ada tiga pelaku yang tampak di CCTV, dia sempat menekan alarm tanda bahaya. Kemudian, dia keluar mengejar pelaku dan menangkap seorang pelaku.

Tak terima dengan rekannya yang tertangkap, lanjut Riza, dua pelaku lain melemparinya dengan batu. Riza berusaha mengelak. Salah satu batu tersebut mengenai kaca etalase rumah makan yang berada persis di sebelah kantor BRI Syariah, ada juga yang mengenai perut sebelah kirinya.

"Mereka kemudian kabur, karena ada beberapa warga sekitar yang keluar rumah dan melintas di jalan ini," jelas Riza, Minggu (12/1/2014).

Kepala Polres Singkawang AKBP Andreas Widihandoko memaparkan, salah satu pelaku yang ditangkap saat ini sudah ditangani kepolisian. Hingga kini, proses penyelidikan masih terus didalami polisi untuk meringkus pelaku lainnya.

"Pelaku sudah diamankan polisi. Namun kasus ini masih kita dalami dan dalam penyelidikan. Namun kerugian diperkirakan Rp 150 juta karena mesin ATM telah rusak. Tetapi pelaku tidak sempat mengambil uang dari mesin ATM tersebut, hanya pintunya memang telah di bongkar," ujar Widihandoko.

Untuk Jajan dan Beralasan Cinta, Sepasang Kekasih Curi Helm

KEDIRI, KOMPAS.com — Hanya untuk menambah uang jajan dan atas nama cinta, sepasang kekasih berurusan dengan kepolisian. Mereka tertangkap petugas keamanan pusat perbelanjaan di Kediri, Jawa Timur, setelah terekam kamera pengaman saat mencuri helm.

"Dari pengakuan pelaku, ada empat TKP. Tiga di Sri Ratu (pusat perbelanjaan) dan sekali di kampusnya," kata Kapolsek Kediri Kota Komisaris Abraham, Selasa (14/1/2014). Pelaku berinisial AS (22) dan DI (19).

Untuk jajan dan atas nama cinta

Menurut Abraham, AS mengaku menjual helm curiannya dengan harga berkisar Rp 80.000 hingga Rp 100.000. "Untuk tambahan uang jajan," ujar Abraham menirukan AS yang adalah mahasiswa jurusan Sistem Informatika di perguruan tinggi swasta setempat.

Modus pencurian, tutur Abraham, AS menyuruh DI menjadi pemetik, sementara dirinya mengawasi. Jika AS berdalih aksinya hanya untuk menambah uang jajan, maka DI mengatakan dia bersedia melakukan pencurian atas perintah AS karena cinta.

AS adalah mahasiswa tingkat akhir yang merupakan warga Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Adapun DI adalah penjaga salah satu stan di pusat perbelanjaan tersebut. Mereka mengaku sudah berpacaran tiga tahun.

Dibawa ke pengadilan

Pencurian pasangan tersebut sebenarnya tindak pidana ringan dengan kerugian kurang dari Rp 2,5 juta. Namun, kepolisian menindak tegas keduanya dengan membawa perkara tersebut sampai ke pengadilan.

"Penyidik melihatnya sebagai kasus fenomenal karena dilakukan lebih dari sekali, serta ada unsur bekerja sama dalam kejahatan," papar Abraham. "Biar pengadilan yang memutuskan." Meski demikian, polisi tidak menahan AS maupun DI dan hanya mengenakan wajib lapor hingga pemberkasan selesai.

Penyapu Jalan Ini Ditemukan Tewas dengan Keadaan Membusuk

MANADO, KOMPAS.com - Seorang penyapu jalan, Hasan Dolongsemba (51),  ditemukan tewas, Minggu (12/1/2014), di rumahnya, Kelurahan Teling Bawah, Kecamatan Wenang, Kota Manado. Saat ditemukan, kondisi Hasan dalam keadaan membusuk dan dipenuhi belatung. Diduga, Hasan meninggal dunia sejak beberapa hari lalu. Menurut keterangan warga sekitar, ia memang menderita sakit karena kecelakaan yang dialaminya beberapa waktu lalu.

"Tadi pagi, seorang pengawas dari Dinas Kebersihan datang mencarinya. Katanya, dia sudah dua hari tidak masuk kerja. Kami berdua sama-sama ke rumahnya. Diketuk-ketuk tidak ada jawaban, tapi ada bau busuk dari dalam," ujar Ahmad, tetangga korban.

Karena tidak ada jawaban dan curiga dengan bau busuk tersebut, Ahmad dan petugas Dinas Kebersihan yang bernama Jimmy tersebut lalu mendobrak pintu rumah.

"Kami cari di kamar tidak ada, ternyata dia ada di dapur. Tertelungkup dan sudah meninggal. Baunya sangat busuk," kata Ahmad.

Ahmad mengungkapkan, sejak tiga bulan terakhir, Hasan tinggal seorang diri. Istrinya meninggalkannya, dan anaknya bekerja di Bitung. Meski ada luka di bagian kepala, polisi tidak melakukan autopsi atas permintaan keluarga. Mereka menganggap Ahmad meninggal karena kecelakaan yang dialaminya.

"Ngebut" Kendarai Mobil, Nenek Tabrak 5 Gerobak PKL

PEMATANGSIANTAR, KOMPAS.com - Satu unit mobil jenis Toyota Kijang dengan nomor polisi BK 1776 TK menabrak gerobak pedagang kaki lima dan mahasiswa di depan Universtas HKBP Nomensen Pematangsiantar, Sumatera Utara, Jumat (10/1/2014).

Akibat kecelakaan itu, empat orang terluka, dua di antaranya merupakan mahasiswa yang sedang membeli jajanan di lokasi kejadian.

Salah seorang korban yang juga pedagang, Sunardi (41) mengatakan, mobil Toyota Kijang tahun 90-an yang dikemudikan Herlen Simanjuntak (64), warga Desa Pematang Bandar, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, datang dari arah Kabupaten Asahan menuju Pematangsiantar dengan kecepatan cukup tinggi.

“Mobil itu langsung menabrak gerobak pedagang yang dipadati mahasiswa yang sedang membeli jajanan,” jelasnya.

Menurut Sunardi, dalam kejadian itu, lima gerobak pedagang porak-poranda. Empat orang mengalami luka bakar akibat terkena kuah bakso dari salah satu gerobak yang ditabrak.

Sempat terjadi kemacetan hingga beberapa jam sebelum akhirnya aparat Kepolisian Resor Pematangsiantar turun ke lokasi untuk melakukan pengamanan. Pihak kepolisian juga sudah mengamankan sopir serta mobil Kijang.

Hingga kini, keempat korban luka masih dirawat intensif di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Djasamen Saragih, Pematangsiantar.

Kelompok Bersenjata di Puncak Jaya Libatkan Anak Usia Sekolah

PUNCAK JAYA, KOMPAS.com - Wakil Bupati Puncak Jaya, Yustus Wonda menyatakan, pihaknya masih sulit memetakan kelompok­-kelompok bersenjata yang berkeliaran di Kabupaten Puncak Jaya karena tidak memiliki garis komando yang jelas.

“Ketika ada yang memiliki satu dua pucuk senjata, mereka langsung mengaku satu kelompok tersendiri,” ungkap Wonda.

Sejauh ini, kata Yustus, yang sudah terdeteksi adalah kelompok Goliat Tabuni, Puron Wenda dan Tengahmati Telenggeng yang berbasis di Kampung Yambi.

Namun Wonda mengaku masih ada kelompok yang hanya terdengar namanya namun tak pernah terlihat seperti Rambo, namun memiliki banyak pengikut.

“Yang menyedihkan pengikutnya adalah anak­-anak usia sekolah, masih belasan tahun,” jelas Wonda.

Status sosial

Ada sebuah fenomena yang berkembang di kalangan anak muda Puncak Jaya, ketika mereka berhasil merebut senjata ataupun membunuh aparat, maka status sosial mereka dalam kelompoknya akan meningkat.

“Ketika masuk ke kelompok mereka, dan memperlihatkan senjata rampasan, maka secara otomatis statusnya akan naik. Walau secara usia masih belia, namun yang lain kemudian menganggapnya sebagai bos. Apa yang dia mau dan dia minta akan diberikan, jadi status yang mereka cari,” urai Wonda.

Dijelaskan Wonda, dari segi pemahaman ideologi sebagian di antara kelompok­-kelompok sipil bersenjata ini tak paham dengan ideologi tertentu dan lebih banyak bertujuan untuk mencari status sosial.

Seperti diketahui dalam beberapa hari terakhir, kelompok sipil bersenjata kembali beraksi dengan melakukan penyerangan dan perampasan 8 pucuk senjata di Pos Polisi Kulirik, Distrik Mulia, Sabtu (4/1/2014) dan yang terakhir adalah penembakan seorang tukang ojek di Kampung Wuyuneri, Distrik Mulia serta penembakan Pesawat Susi Air PK­VVV saat akan mendarat di Bandara Mulia, Selasa (7/1/2014) kemarin.