Header

Oknum Polisi Bekingi Jual Beli Mobil Curian

SOLO - Briptu R, oknum polisi Polresta Surakarta kini sedang dalam pemeriksaan Polresta Surakarta karena diduga membekingi jual beli mobil hasil kejahatan yang melibatkan C, salah satu mantan fungsionaris Partai PDIP Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Asdjimain mengatakan, bahwa saat penggerebekan kasus mobil gelap di Kampung Jajar, Solo pada Selasa malam lalu, R berada di tempat kejadian perkara dalam kondisi mabuk karena usai mengkonsumsi narkoba.

“Dari hasil tes urin, memang positif usai mengkonsumsi narkoba,” kata dia di Mapolsek Laweyan, Solo, Jawa Tengah, Kamis, kemarin.

Dugaan keterlibatan R membekingi kasus mobil gelap muncul, setelah penyidik melakukan pemeriksaan terhadap C. Peran R adalah mengamankan, membawa mobil hasil kejahatan, sekaligus mengirim ke calon pembeli. Mobil dijual sekira Rp30 hingga Rp70 juta per unit.

Saat penggrebekan, kata dia, ditemukan sebanyak empat unit mobil sedan dengan berbagai merk. “Kendati ada STNK-nya tetapi setelah dicek, diduga kuat memakai identitas fiktif,” jelasnya sambil menunjukkan STNK mobil.

Penyidik Polresta Surakarta masih melakukan pemeriksaan terhadap R dan C guna pendalaman lebih lanjut. Ada enam mobil yang disita, masing-masing Suzuki Swift warna ungu nomor polisi B 8547 DHF, Honda Jazz putih nomor polisi B 107 DP, Honda Steam nomor polisi B 7396 SJ warna hitam, Mercy warna hijau nomor polisi B 2961 VL, Honda Jazz hitam dan CRV.

“Khusus untuk Jazz hitam dan CRV berada di Polresta Bandung,” jelasnya. Source

Mayat Disimpan Dalam Tabung dan Dilas

SURABAYA, KOMPAS.com — Sesosok jenazah korban pembunuhan diduga kuat disimpan di dalam tabung besi setinggi dua meter dengan diameter 50 sentimeter, yang kemudian ditutup dan dilas, di sebuah rumah di Surabaya, Jawa Timur.

Hingga berita ini diturunkan, Selasa (13/3/2012) siang, petugas identifikasi dari Polrestabes Surabaya masih berupaya membuka tabung dengan peralatan las. Bau bangkai menyengat menyebar di sekitar rumah di Jalan Kapas Krampung Nomor 2010, Surabaya.

Belum ada keterangan resmi dari Polrestabes Surabaya terkait modus baru penghilangan jejak korban pembunuhan tersebut. Informasi yang dikumpulkan Kompas.com di lokasi pun masih simpang siur.

Keterangan diungkapkan Kasno, yang rumahnya berdekatan dengan lokasi kejadian. Menurut Kasno, besar kemungkinan, mayat yang ada di dalam tabung adalah salah satu pembantu di keluarga itu. Pasalnya, kasus ini terungkap menyusul pengaduan satu pembantu lainnya kepada polisi.

Kasno mengatakan, rumah tiga lantai tersebut dihuni oleh lima orang, terdiri dari bapak, ibu, dan seorang anak, serta dua pembantu.

Sementara itu, salah seorang pegawai Koperasi Buana Makmur yang bersebelahan dengan tempat kejadian perkara menyebutkan, di rumah itu memang kerap terdengar keributan. ''Kadang pagi dan kadang siang, hampir setiap hari,'' kata Yessi.

Keluarga tersebut juga jarang sekali terlihat keluar rumah. "Biasanya hanya pagi, perempuan yang keluar. Tapi saya tidak tahu apakah itu ibu rumah tangganya atau pembantunya,'' tambah Yessi.

Saat ini, kedatangan tim identifikasi Polrestabes Surabaya ke rumah berpagar warna coklat muda tersebut mengundang perhatian warga yang ingin melihat dari dekat proses pembukaan tabung. Arus lalu lintas di Jalan Kapas Krampung pun menjadi macet.Source

RC Car Pegasus

Ketika Anda mencari hobi yang menyenangkan dan menantang, bagaimana terlibat dengan mobil remote control atau RC Car? Ada banyak varietas dan model luar sana untuk Anda untuk memilih dan banyak kesenangan yang bisa didapat, tapi sebelum Anda tarted, ada beberapa hal yang akan membantu Anda memilih mobil apa yang Anda harus membeli dan apa gaya Anda akan menjadi. Untuk memastikan bahwa Anda mendapatkan hasil maksimal dari RC Car Anda, menyimpan beberapa hal dalam pikiran.

Apakah Anda akan mencari jual RC Car yang dapat mencapai kecepatan tinggi, atau yang Anda cari untuk pergi jalan dengan mobil remote control? Jenis mobil yang Anda dapatkan bergantung banyak pada apa yang ingin Anda lakukan dengan itu. Jika Anda akan menempatkan mobil Anda melalui langkah dari sebuah grand prix pembalap maka kendaraan dari jalan besar adalah bukan untuk Anda. Hal yang sama bisa dikatakan untuk menempatkan mobil balap ke tebing berbatu dan jalan tanah. Pastikan Anda tahu apa yang ingin Anda lakukan dengan mobil remote control Anda sebelum Anda melakukan pembelian RC Car Anda.

Juga berpikir tentang apa kebutuhan Anda akan menjadi ketika datang ke berkisar. Misalnya, jika Anda hanya akan mengikuti setelah RC Car Pegasus Anda saat Anda melepasnya jalan, jangkauan Anda akan menjadi cukup sempit, tetapi jika Anda akan balap di trek, di mana Anda akan berada dalam posisi stasioner untuk acara keseluruhan, Anda akan menemukan bahwa rentang yang lebih akan diperlukan. Pertimbangkan apa kebutuhan Anda dan membeli sesuai.

Teknologi telah mengembangkan banyak selama bertahun-tahun, dan itu termasuk teknologi di belakang mobil remote control. Saat ini ada mobil yang dapat bertindak sebagai kapal motor, memanjat tebing curam, dan bahkan mengubah dari satu kendaraan ke yang lain. Varietas untuk membuat beberapa keputusan sulit tetapi pastikan Anda tidak mendapatkan mobil terlalu banyak, atau terlalu sedikit, untuk kebutuhan anda. Bahwa mobil remote control yang dapat berubah menjadi robot mungkin menarik dan berbeda, tetapi jika Anda tidak akan pernah memiliki gunakan untuk fungsi seperti itu maka Anda mungkin ingin meninggalkan mobil itu untuk orang lain untuk membeli.

Beberapa mobil remote control berjalan pada daya baterai isi ulang sendiri dan orang lain memerlukan baterai terpisah dibeli dari sumber pihak ketiga. Kadang-kadang bermanfaat untuk memiliki mobil remote control yang Anda dapat mengisi dari stopkontak, atau stopkontak di mobil biasa atau truk, dan kemudian mendapatkan kembali di jalan lagi. Namun, beberapa orang lebih memilih untuk menukar baterai ketika yang lama yang habis. Putuskan apa preferensi Anda sebelum membeli mobil remote control.

Produsen mobil remote control atau toko RC Car mencoba untuk membuat produk yang terbaik tetapi tidak setiap mobil bisa menjadi segalanya bagi semua orang. Jika anda berencana untuk benar-benar menempatkan mobil remote control Anda melalui beberapa program sulit dan tantangan, maka akan di kepentingan terbaik Anda untuk menginvestasikan uang tambahan di dalam mobil kontrol yang lebih tahan lama terpencil. Pada saat yang sama, Anda dapat mencari mobil remote control yang sedikit lebih dari sekali pakai yang mahal sehingga Anda perlu melakukan pembelian Anda berdasarkan kebutuhan kualitas Anda.

Apakah Anda perlu untuk dapat melihat mobil remote control Anda dalam kegelapan? Banyak orang mengabaikan untuk mengambil waktu hari ke rekening, tetapi jika Anda tahu sebelumnya bahwa Anda akan melakukan banyak mengemudi mobil remote control pada malam hari maka pastikan untuk mendapatkan diri mobil yang dilengkapi dengan baik untuk itu waktu hari.

Bila Anda sedang mencari hobi yang akan memungkinkan Anda untuk memiliki beberapa menyenangkan. Hanya mencari tahu apa jenis mobil Anda paling tertarik dan mempertimbangkan apa kegiatan Anda kemungkinan besar untuk menikmati. Anda akan menemukan bahwa ini mungkin yang paling menyenangkan yang Anda miliki dalam usia, dan itu benar-benar semuanya dimulai dengan memilih mobil yang tepat!

Pengemudi menyesal serahkan pencuri ban ke polisi

Karawang (ANTARA News) - Seorang pengemudi truk pengangkut telur, Heriyanto, menyesal berurusan dengan polisi setelah menyerahkan pelaku pencuri ban serep atau ban cadangan yang ditangkapnya ke Polres Karawang, Jawa Barat, Jumat.

Pengemudi truk bernopol AG-9242-US itu menyesali diri berurusan dengan Polres Karawang, setelah penyidik reskrim unit jatanras menyita ban serep yang sebelumnya sempat dibawa kabur kawanan pencuri.

"Kalau begini caranya, saya tidak akan mau datang ke sini (Polres Karawang). Katanya hanya mau tandatangan saja, tetapi ternyata ban serep truk saya malah disita polisi," kata Heriyanto.

Jika ban serep truk yang dibawanya itu tetap tidak bisa dibawa pulang, Heriyanto dan rekannya, Sahroni, bertekad akan tetap berada di Polres Karawang.

Sebab, katanya, pemilik truk yang dibawanya itu tidak mau tahu tentang kejadian yang dialami sampai tidak membawa ban serep. Sehingga, apapun alasannya ban serep tersebut harus bisa diminta kembali.

"Kalau kami tetap pulang tanpa membawa ban serep, kami akan dipecat. Bila kami dipecat gara-gara ban serep itu, apakah polisi mau bertanggungjawab untuk menghidupi keluarga saya," kata Heriyanto.

Menurut dia, soal pelaku pencurian ban serep yang sudah ditangkap itu diproses atau tidak oleh Polres Karawang, itu wewenang kepolisian.

Setelah berhasil menangkap pelaku pencurian ban serep itu, Heriyanto mengaku langsung mengambil kembali ban serep yang sudah sempat dipindahkan ke dalam mobil pelaku, jenis Daihatsu Xenia B-1375-NFN. Selanjutnya ia tancap gas menuju Pasar Minggu, Jakarta, untuk bongkar muatan telor yang dibawanya.

Tetapi ketika dalam perjalanan pulang menuju Blitar, tiba-tiba "handphone" miliknya berbunyi dan dirinya diminta singgah ke Polres Karawang untuk tanda tangan.

"Dalam pembicaraan di `handphone`, saya cuma disuruh tanda tangan di Polres Karawang. Tetapi sesampainya di markas itu justru ban serep mobil saya diambil (untuk barang bukti). Saya tidak mau," katanya.

Menurut warga Desa Kalidawir, Kecamatan Kalidawir, Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur ini, pencurian ban serep itu terjadi ketika dirinya memarkirkan kendaraannya di KM 52 jalan Tol Jakarta-Cikampek.

Setelah dari toilet, ia langsung masuk untuk melanjutkan perjalanan ke Jakarta. Tetapi saat hendak memasang sabuk pengaman, tiba-tiba terdengar suara mencurigakan dari luar, dan ia langsung turun.

Ketika diperhatikan, ternyata ban serep mobil yang dibawanya itu hilang. Setelah curiga dengan kendaraan dari samping tanpa menyalakan lampu sen, ia mengejar mobil tersebut.

Sempat terjadi kejar-kejaran antara mobil yang dikemudikan Heriyanto dengan kendaraan Xenia yang ternyata pelaku pencurian ban serep mobil. Hingga akhirnya Heriyanto berhasil menyusul di gerbang Tol Cikarang Barat.

"Di gerbang Cikarang Barat, pelaku tertangkap petugas setelah saya meneriaki maling," katanya. (MAK/A013) Source

Buru Pemasok Narkoba untuk Raka, Polisi Gandeng Interpol

Jakarta Polda Metro Jaya akan bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Interpol dalam rangka menangkap jaringan pengedar narkoba ke anak angkat Rano Karno, Raka Widyarma. Pemasok yang disebut-sebut bernama Mr. TAN itu diduga merupakan WN Malaysia.

"Kerjasama dengan BNN dan Interpol ini untuk menangkap pengedarnya," terang Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Rikwanto kepada detikcom, Senin (12/3/2012) malam.

Namun, menurut Rikwanto untuk penanganan kasus tersebut masih akan ditangani oleh Polda Metro Jaya. "Kasusnya sendiri masih kita yang tangani. Hanya pengungkapannya yang kita butuh kerjasama," tutupnya.

Seperti diketahui, Polres Bandara Soekarno-Hatta bersama Petugas Bea Cukai membekuk 6 tersangka. Penangkapan ini terkait penyitaan 4 paket ekstasi. 4 Paket ekstasi ini dikirim ke 4 orang berbeda.

Paket pertama dikirim ke DS dengan alamat di Cipete, Jakarta Selatan. Di Cipete ini berhasil ditangkap DS (24) serta temannya berinisial PS dan A.

Paket kedua dikirim ke IR dengan alamat di Bintaro, Jakarta Selatan. Dari sini ditangkap anak angkat Rano, Raka Widyarma, dan Karina.

Paket ketiga dikirim ke AS yang berlamat di Manado, Sulawesi Utara. Dari sini ditangkap MRZ (27). Sedangkan paket terakhir dikirim ke D dengan alamat di Karawaci, Tangerang. Source

Kronologis Penangkapan Anak Rano Karno

Jakarta-C&R/OMG-Kepolisian Resort Bandara Soekarno-Hatta menangkap Raka Widyarma (20 tahun), anak angkat Wakil Gubernur Banten, Rano Karno pada hari Selasa (6/3/2012) karena memesan 5 butir narkoba jenis ekstasi via online.

Menurut Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombespol Rikwanto, penangkapan itu bermula saat datang sebuah paket mencurigakan dari Malaysia. Pihak Bea Cukai Bandara Soekarno Hatta langsung memeriksa paket tersebut dengan mesin sinar x-ray. "Ternyata, di dalamnya berisi lima butir ekstasi," ujar Rikwanto saat dihubungi wartawan, Sabtu (10/3/2012).

Bermodal alamat penerima, Polres Bandara langsung menelusuri pemilik barang haram tersebut. Pencarian berakhir di sebuah rumah di kawasan Bintaro, Tangerang.

Raka ditangkap bersama seorang perempuan bernama Karina Andetia. Keduanya ditangkap di sebuah rumah di Jl Perkici raya EB2 no.42 Bintaro Jaya, Sektor 5, Jakarta Selatan.

Rano Karno membenarkan jika putra angkatnya itu ditangkap dan saat ini mendekam di sel tahanan Polres Bandara Soekarno-Hatta. Rano, selaku ayah menyerahkan sepenuhnya ke penegak hukum.

"Artinya saya akan menerima proses hukum yang ada. Saya tak ingin terus bersedih walaupun siapa yang tidak sedih melihat anaknya begini," papar Rano di kediamannya, Perumahan Bumi Indah, Karang Tengah, Tangerang Selatan, Sabtu (10/3/2012) malam. (Deva). Source

5 Botol Wine Palsu Senilai Rp 685 Juta yang Dibeli Koch dari Rudy

Jakarta Miliarder Amerika Serikat (AS) William 'Bill' Koch menggugat kolektor sekaligus penjual wine Rudy Kurniawan karena Rudy menjual wine palsu. 5 Botol wine yang didapatkan Koch dari Rudy, 3 di antaranya didapatkan dari lelang dan 2 botol dari penjualan privat. Apa saja?

Berikut data 5 botol wine palsu tersebut yang tercantum di surat gugatan miliarder AS William 'Bill' Koch yang diteken pengacaranya Bruce A Wessel dari firma hukum Irrel & Manella LLP pada 10 September 2009 yang didaftarkan ke Pengadilan Tinggi California untuk wilayah Los Angeles:

1. Botol 1949 Chateau Lafleur, didapatkan saat pelelangan di rumah lelang the Acker, Merall & Condit Company (AMC) di New York pada 23 April 2005, senilai US$ 10.575 atau Rp 96,5 juta.

2. Botol 1947 Chateau Petrus, dibeli dalam penjualan privat dari AMC pada Mei 2005 senilai US$ 30.000 atau Rp 273,9 juta.

3. Botol 1945 Comte Georges de Vogue Musigny, Cuvee Vielles Vignes yang dibeli secara privat dari AMC pada Juli 2005, senilai US$ 11.500 atau Rp 104,9 juta.

4. Dua botol 1934 DRC Romanee-Conti yang dibeli dalam pelelangan dari rumah lelang AMC di New York pada 27 Januari 2006 senilai US$ 25.850 atau Rp 236 juta.

Total kerugian yang diderita Koch dari 5 botol wine palsu itu adalah sekitar US$ 75.000 atau sekitar Rp 684 juta.

Sebelumnya diberitakan dalam surat gugatan Koch pada 10 September 2009 yang diajukan pada Pengadilan Tinggi California untuk wilayah Los Angeles, disebutkan, Koch dan kolektor wine lainnya membeli wine Rudy pada pelelangan wine namun tak tahu bahwa Rudy ternyata adalah penjual.

"Koch baru-baru ini menyatakan bahwa banyak koleksi botol-botol wine-nya adalah palsu. Koch telah melacak bahwa beberapa wine palsu dibeli dari Kurniawan (Rudy). Koch menuntut ini untuk menghentikan Kurniawan menjual wine palsu dan untuk kepentingan korban lain penjualan wine palsu Kurniawan," tulis surat gugatan yang diteken pengacara Bill Koch, Bruce A Wessel dari firma hukum Irrel & Manella LLP.

Sebelumnya, The New York Times melaporkan, Rudy ditangkap oleh agen-agen dari skuad elite FBI yang berbasis di New York, yang fokus pada kejahatan-kejahatan yang melibatkan seni, barang-barang antik dan koleksi-koleksi lainnya.

Rudy ditahan pada Kamis (8/3/2012) waktu Amerika Serikat. Dia ditahan atas tuduhan mencoba menjual anggur palsu, yang jika asli, akan bernilai sekitar US$ 1,3 juta.

Rudy yang tinggal di Arcadia, California, juga dituduh melakukan kecurangan dalam mendapatkan pinjaman jutaan dolar untuk membiayai apa yang disebut jaksa sebagai "gaya hidup tingkat tingginya".

Dalam hearing di Pengadilan Distrik AS di Los Angeles pada Kamis, 8 Maret waktu setempat, jaksa mengatakan bahwa dari penggeledahan di rumah Rudy didapatkan benda-benda yang digunakan untuk memalsukan botol-botol anggur.

Rudy pernah menjual anggur-anggur yang total harganya mencapai US$ 35 juta pada tahun 2006. Penangkapan Rudy terjadi setelah adanya tuduhan penipuan yang diajukan ke pengadilan federal di New York. Para jaksa di kantor kejaksaan di Manhattan rencananya akan mengirimkan Rudy ke New York dalam beberapa hari mendatang. Source

Saksi Nunun sering menjawab lupa

Jakarta (ANTARA News) - Saksi kedua yang dihadirkan dalam sidang lanjutan kasus cek pelawat dengan terdakwa Nunun Nurabaeti sering menjawab lupa ketika dicecar sejumlah pertanyaan di sidang yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Rabu.

Majelis Hakim menghadirkan seorang office boy PT Wahana Esa Sembada bernama Ngatiran sebagai saksi di persidangan.

"Saya tidak ingat," kata Ngatiran di Pengadilan Tipikor Jakarta menjawab pertanyaan Majelis Hakim tentang waktu kejadian saksi mengambil tas berisi cek pelawat.

Ngatiran pun mengaku tidak ingat siapa yang menyuruh dia menyerahkan tas berisi cek pelawat kepada Ari Malang Yudho, bawahan Nunun Nurbaeti.

Saksi hanya mengatakan dia disuruh ibu tanpa ingat siapa tepatnya yang menyuruh dia. Saksi sempat ragu-ragu bahwa sosok ibu yang menyuruhnya adalah Nunun.

Ngatiran mengaku mengambil tas yang berisi cek pelawat di ruang Nunun, selaku pemilik PT Wahana Esa Sembada, namun lupa kapan tepatnya waktu kejadian.

Bahkan Ngatiran, yang bekerja untuk perusahaan tersebut dari 2003-2010, mengaku lupa ketika ditanya berapa gaji yang diterima pada tahun 2004.

Karena saksi sering lupa dan ragu, Majelis Hakim bahkan memperingatkan ancaman hukuman bagi Ngatiran jika memberikan kesaksian yang tidak benar.

Akan tetapi, dalam sanggahannya, terdakwa Nunun Nurbaeti mengaku tidak mengenal Ngatiran.

"Saya tidak kenal saudara karena saya tidak pernah bicara dengan office boy," kata Nunun Nurbaeti kepada Ngatiran.

Nunun mengatakan bahwa Komisaris perusahaannya, Himawan Sutanto, bahkan tidak berani masuk ke ruangan Nunun tanpa izin darinya.

"Saya tidak pernah menyuruh saudara untuk mengantarkan apapun ke saudara Ari Malang Yudho," kata Nunun.

Nunun mengancam akan menyomasi Ngatiran jika memberikan keterangan palsu di persidangan.

Sebelumnya, dihadirkan Ari Malang Yudho sebagai saksi bagi terdakwa Nunun Nurabaeti.

Nunun ditetapkan sebagai terdakwa dalam kasus dugaan suap ke mantan anggota Komisi IX DPR periode 1999-2004 dalam pemilihan deputi gubernur senior Bank Indonesia tahun 2004 yang dimenangkan oleh Miranda Goeltom.

Cek perjalanan sebanyak 480 lembar senilai total Rp24 miliar disebar ke anggota DPR Fraksi TNI/Polri, Golkar, PDIP, dan PPP.
(T.A059/I007) Source

KPK kembalikan Rp154,2 triliun dari monitoring migas

Surabaya (ANTARA News) - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Busyro Muqodas menyatakan pihaknya berhasil mengembalikan dana senilai Rp154,2 triliun dari hasil monitoring terhadap dana minyak dan gas yang "diparkir" di luar negeri.

"Ini contoh bahwa kami tidak hanya menangani perkara para koruptor, melainkan juga memonitor (kementerian/lembaga) terkait pengelolaan keuangan," katanya dalam diskusi di Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya, Jawa Timur, Selasa.

Dalam diskusi bertajuk "Peran Lembaga Pendidikan dalam Pemberantasan Korupsi" yang digelar Fakultas Hukum (FH) UHT Surabaya, ia menjelaskan KPK menemukan ada dana migas yang "parkir" di luar negeri, karena uang yang diterima negara tidak sesuai dengan produk yang keluar.

"Setelah kami telusuri akhirnya kami temukan ada selisih Rp154,2 triliun, lalu kami konfirmasi kepada Pertamina pada tahun 2011 dan konfirmasi itu diterima," katanya.

Dengan kebenaran selisih dana migas itu, pihaknya pun meminta Pertamina untuk menarik uang itu kembali ke Indonesia dan uang itu telah disetorkan ke kas negara senilai itu.

"Karena itu, kami melakukan monitoring KL dengan meminta dukungan masyarakat sipil untuk melapor, termasuk kalangan perguruan tinggi," katanya di hadapan dosen/ahli hukum dari FH pada universitas se-Surabaya itu.

Contoh lain adalah monitoring keuangan di Kementerian Keuangan dan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI.

"DPR meminta kami untuk mengutamakan monitoring ke Kementerian Keuangan, tapi ternyata kami justru menemukan di Banggar DPR," katanya.

Bahkan, katanya, anggota Banggar DPR dari PAN Wa Ode Nurhayati yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus suap pengalokasian anggaran PPID 2011 itu segera disidangkan.

"Bisa saja akan ada tersangka baru, karena itu Wa Ode harus membongkar semuanya, tapi kalau tidak merasa ikut-ikutan mencuri ya tenang saja," kata alumni UII Yogyakarta itu.

Contoh lain lagi adalah monitoring infrastruktur seperti jalan tol, jalan rusak, dan sebagainya.

"Karena itu, Jatim pantas ditiru, karena saya baru saja menandatangani pakta integritas antikorupsi bersama Gubernur Jatim dan kepala daerah se-Jatim," katanya.

Ia memuji sikap gubernur yang meminta jembatan timbang di seluruh Jatim sebagai langkah awal untuk pakta integritas itu. "Nantinya, saya juga minta dikembangkan untuk bidang atau sektor lain," katanya. Source

Kuli bangunan ditangkap, simpan narkoba

Jambi (ANTARA News) - Seorang buruh bangunan di Jambi ditangkap polisi setelah kedapatan menyimpan narkoba jenis shabu-shabu didalam rumahnya.

Kasat Narkoba Polresta Jambi, AKP Witry, di Jambi, Senin, mengatakan, Jupriadi alias Jupry (29), warga RT 2 Kelurahan Eka Jaya Kecamatan Jambi Selatan, Kota Jambi, terpaksa berurusan dengan polisi karena kedapatan menyimpang, menguasai narkoba.

Pria yang mengaku bekerja sebagai buruh bangunan itu ditangkap petugas Resnarkoba Polresta Jambi, karena diduga mengedarkan narkotika jenis sabu-sabu.

Witry mengatakan, tersangka ditangkap pada Sabtu (3/3) sekitar pukul 11.30 WIB di kediamannya.

Penangkapan itu dilakukan setelah pihaknya mendapatkan informasi kawasan Jalan Polim sering dijadikan tempat transaksi narkoba.

Ditelusurilah laporan itu dan setelah diyakini benar maka tim melakukan penangkapan terhadap tersangka.

Setelah ditangkap Kemudian petugas melakukan penggeledahan di rumah tersangka, dan berhasil menemukan barang bukti berupa satu bungkus sedang plastik putih bening yang didalamnya berisikan serbuk kristal putih bening yang diduga narkotika jenis sabu-sabu.

Kemudian polisi uga menemukan empat bungkus kecil plastik lainnya yang juga diduga shabu-shabu.

Selain itu petugas juga menemukan uang tunai sebesar Rp4,34 juta, yang diduga merupakan hasil penjualan sabu-sabu tersebut.

Tersangka mengakui barang bukti yang diduga sabu-sabu tersebut miliknya yang dia dapatkan dengan cara membeli dari seseorang berinisial R.

Tersangka Jupry juga mengakui jika dirinya menjual narkotika jenis sabu-sabu dan untuk 1 jie atau satu gram sabu-sabu ia beli dengan harga Rp 1,2 juta.

Kemudian dibagi-bagi menjadi enam paket kecil dan satu paketnya saya jual dengan harga tiga ratus ribu.

Dari 1 jie sabu-sabu yang kemudian dijual lagi dalam sejumlah paket kecil, Jupry mengaku dirinya bisa mendapatkan keuntungan hingga Rp 600 ribu.

"Uangnya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi," kata Jufry. Source

Renny Tupessy Bersembunyi di Rumah Hercules

JAKARTA, KOMPAS.com — Kepolisian Resor Metro Jakarta Pusat menangkap Renny Tupessy alias Irene, tersangka kasus penyerangan di rumah duka RSPAD Gatot Soebroto, di sebuah rumah di daerah Indramayu, Jawa Barat. Rumah itu disebut-sebut polisi milik salah satu pemimpin kelompok etnis tertentu yang dekat dengan Edo Tupessy, kakak Renny Tupessy.
Informasi yang dihimpun, rumah itu adalah milik Hercules, mantan pemimpin kelompok Timor di Tanah Abang, Jakarta Pusat. Terkait hal ini, Hercules membantahnya.
"Saya enggak tahu kalau rumah saya dipakai Renny untuk bersembunyi. Yang saya tahu ada saudara saya namanya Boby butuh tempat untuk menenangkan diri. Enggak tahu kenapa dia takut," ungkap Hercules, Senin (5/3/2012), saat dihubungi wartawan.
Hercules ketika itu menyanggupi permintaan Bobby dengan mempersilakan Bobby menempati rumah kosong miliknya di kawasan Indramayu, Jawa Barat. Rumah itu, kata Bobby, hanya ditinggali oleh para suster yang menjaga rumahnya.
"Mertua saya juga suka di situ untuk bantu merawat rumah. Tiba-tiba saja mertua saya kasih kabar kalau rumah digerebek polisi untuk menangkap Renny," ucapnya.
Hercules mengaku, dirinya tidak tahu Renny ada di rumah itu bersama Onchu. Pasalnya, yang meminta izin memakai hanya Bobby. Hercules memang mengakui bahwa dirinya kenal pasangan suami-istri itu.
"Saya kenal baik dengan mereka. Tapi tidak tahu kalau dia di rumah saya," ujarnya.
Hercules mengatakan, setelah penggerebekan itu, namanya jadi dikaitkan dengan penyerangan di rumah duka RSPAD Gatot Soebroto. "Saya mau klarifikasi tentang hal ini. Saya serahkan semua ke polisi. Saya juga baru tahu ternyata Bobby sudah lebih dulu diangkut polisi dan menunjukkan keberadaan Renny ternyata di rumah saya," kata Hercules.
Sebelumnya, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Hengky Haryadi mengatakan, ada pihak yang melindungi Renny. "Ada kelompok tertentu yang mana ada hubungannya dengan kelompok ini yang membantu pelarian Renny dan suaminya Onchu di Indramayu," ucap Hengky.
Pemimpin kelompok itu, kata Hengky, meyakinkan Renny bahwa dia tidak akan kena jerat hukum. "Kelompok ini menjamin kalau Renny tidak akan ditangkap," ujarnya.
Karena itu, Renny dan Onchu yang merupakan suami kedua Renny ini dilarikan ke sebuah rumah milik pemimpin kelompok itu di Indramayu, Jawa Barat. Selama empat hari, Renny dan Onchu bersembunyi di tempat itu dengan dikawal beberapa penjaga dari kelompok itu.
Namun, polisi berhasil mencium jejak keduanya. Renny dan Onchu dibekuk aparat kepolisian pada Minggu pagi dan langsung dibawa ke Jakarta. Saat digerebek, polisi mengamankan lima orang lainnya yang ada di dalam rumah untuk dimintai keterangan. Sementara dari keterangan kelimanya diketahui bahwa perintah melindungi Renny dan Onchu datang dari sang pemimpin.
"Pimpinannya nanti akan kami mintai keterangan juga. Pokoknya atas perintah Kapolri, tidak ada tempat untuk premanisme. Kami tindak semua yang terlibat," ungkap Kepala Polres Metro Jakarta Pusat Komisaris Besar Angesta Romano Yoyol.
Renny ditetapkan sebagai tersangka bersama dengan sembilan orang lainnya, yakni Edward Tupessy alias Edo, Gheretes Tamatala alias Heri, Tony Poceratu alias Ongen, Rent Penturi, Abraham Tuhehai, Yongky Maslebu, Rely Petirulan, Onchu, dan R. Sedangkan tiga orang lainnya masih diburu. Mereka ditetapkan sebagai tersangka lantaran terlibat dalam kasus penyerangan di rumah duka RSPAD Gatot Soebroto pada Kamis (23/2/2012) dini hari.
Dua orang tewas dalam peristiwa itu, sedangkan enam orang lainnya mengalami luka bacok. Motif penyerangan ini adalah penagihan utang piutang narkoba senilai Rp 280 juta.Source

Pembajakan kapal tongkang digagalkan TNI-AL

Palu, Sulawesi Tengah (ANTARA News) - Personel Pangkalan TNI-AL Palu menggagalkan pembajakan kapal tongkang di perairan Teluk Palu, Senin pagi.

Komandan Pangkalan TNI-AL Palu, Kolonel Laut (P) Boedi Oetomo, menuturkan, kapal tongkang yang ditarik kapal tunda itu berlayar dari Makassar menuju Kalimantan Timur namun dibelokkan oleh pembajak menuju Teluk Palu.


Sejak beberapa tahun terakhir perairan Indonesia, terutama di Selat Malaka, menjadi lebih aman. Salah satu hal penting menuju keadaan itu adalah jumlah dan frekuensi patroli kapal-kapal TNI-AL dan instansi lain semakin kerap.Source

Demokrat Tak Tuding Hanura Tunggangi Kasus Nazar

JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota Dewan Kehormatan Partai Demokrat, Jero Wacik, menegaskan, partainya tak menuding Ketua Umum Partai Hanura Jenderal Purn Wiranto menunggangi kasus Nazaruddin dengan "menanamkan" kadernya, Elza Syarief, sebagai pengacara M Nazaruddin. Jero mengatakan, kader Partai Demokrat tak boleh menuding pihak lain tanpa sebab.
"Tidak boleh. Saya juga tidak boleh mengecap orang-orang. Terkait kasus Nazaruddin, biarkan secara hukum berjalan. Tidak ada yang mengintervensi," kata Jero kepada wartawan di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (5/3/2012).
Pada kesempatan tersebut, Jero juga mengajak pihak-pihak lain agar tak melakukan intervensi terkait kasus suap wisma atlet SEA Games 2012. Jangan ada pihak yang menekan dan memengaruhi Komisi Pemberantasan Korupsi terkait penuntasan kasus tersebut. "Saya juga percaya pihak KPK tetap tegap, tegar, jalan lurus. Hakim juga melakukan yang sebaik-baiknya," kata Jero.
Sebelumnya, Wakil Sekretaris Jenderal PD Ramadhan Pohan menuding bahwa partai Hanura akan menghancurkan Demokrat. Wiranto, yang dituding sakit hati karena dikalahkan SBY dalam dua pemilu terakhir, sengaja menanam Elza untuk memengaruhi Nazar agar berani buka-bukaan terkait kasusnya.
Sementara itu, Wiranto menilai tuduhan Ramadhan sangat dangkal, tendensius, dan mencerminkan kepanikan luar biasa. "Secara substansial tuduhan itu benar-benar tak masuk akal," ujar Wiranto.Source

Lima korban tabrak oleh guru sudah dipulangkan

Medan (ANTARA News) - Lima dari 16 siswa Yayasan Pendidikan Boddhicita yang pada Jumat menjadi korban tabrak oleh guru mereka sendiri, sudah diperbolehkan pulang setelah menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Colombia Asia Medan.

"Lima orang sudah diperbolehkan pulang atas izin tim dokter. Kelimanya telah sehat. Sedangkan satu di antara pasien masih mendapatkan penanganan serius di ruang ICU lantai II," kata Chief Medical Services RS Colombia Asia, dr Kianto Nazar, di Medan Minggu.

Pasien yang masih berada di ruang ICU masih menjalani observasi akibat patah tulang pada bagian pinggul dan pahanya.

"Jadi kami mohon maaf karena tidak mengizinkan wartawan untuk meliput ke ruangannya. Bukannya melarang, tetapi dikhawatirkan trauma secara psikologi akan memperlambat masa penyembuhannya," katanya.

Sementara Robert, siswa yang sebelumnya mendapatkan perawatan di Ruang ICU akibat patah pada bagian kakinya, lanjut Kianto, sudah stabil dan telah dipindahkan di ruang perawatan biasa.

Untuk penanganannya sendiri menurut Kianto telah dilakukan fiksasi oleh dokter spesialis orthopedi atau spesialis tulang.

"Selain observasi siswa yang mendapatkan perawatan juga akan dilakukan psikologi kejiwaan untuk menghilangkan rasa trauma para siswa. Ini telah dilakukan untuk kelima pasien sebelumnya yang dinyatakan sembuh," katanya.

Dalam kesempatan itu anggota DPD RI Asal Sumut Parlindungan Purba, menyikapi positif tindakan Rumah sakit yang berupaya semaksimal mungkin untuk kesembuhan para korban.

Begitu juga dari pihak Yayasan Bodhicita, yang menunjukkan keseriusannya untuk membiayai seluruh perobatan korban hingga sembuh.

"Selain dua lembaga yakni rumah sakit dan Yayasan Boddhicita, kita juga telah mempertanyakan langsung kepada pihak Jasa Raharja. Mengingat korban pejalan kaki, Jasa Raharja juga telah berjanji akan meng-"cover" santunan para korban," katanya.

Sedangkan untuk Marini, guru yang telah melakukan kelalaian sehingga mengakibatkan kecelakaan tersebut, menurut dia hal tersebut sebaiknya diserahkan kepada pihak berwajib untuk penanganannya karena kejadian tersebut bukan unsur kesengajaan.Source

Cabuli Pramugari, Pemain Sriwijaya FC Serahkan Paspor ke Polisi

Jakarta Penahanan dua pemain Sriwijaya FC, Hilton Moreiro dan Leandro, telah ditangguhkan. Sebagai syaratnya, kedua tersangka pencabulan pramugari Lion Air itu, menyerahkan paspor ke polisi.

"Yang bersangkutan menyerahkan paspor untuk dititipkan atas nama HM dan LD. Dua paspor ini dititipkan di Polres Tangerang Kota," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Rikwanto saat ditemui di kantornya, Jl Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (29/2/2012).

Rikwanto menjelaskan penitipan paspor tersebut untuk jaga-jaga agar keduanya tidak pergi ke luar Indonesia. Dan jika sewaktu-waktu dibutuhkan, warga Brasil itu bisa hadir.

"Baju yang dipakai saat terjadi pelecehan seksual juga diserahkan pada kita," ungkapnya.

Rikwanto mengatakan, penangguhan penahanan diajukan oleh pengacara kedua pemain bola tersebut. Karena tersangka dinilai kooperatif, penangguhan penahanan mereka diamini polisi.

"Jaminan dari lawyer tidak akan mempersulit dan menghilangkan barang bukti. Kemudian kita tangguhkan penahanannya," jelasnya.Source