Surabaya, [Ngobrol Seputar Bisnis Online] Seorang pekerja seks komersil (PSK) yang biasa mangkal di daerah Makam Kembang Kuning, Sawahan, ditemukan tewas, Minggu (29/11), pukul 04.00 WIB.
Kanit Reskrim Polsekta Sawahan Iptu Ari Priyambodo menyatakan bila korban bernama Sartiyah, 41, warga Desa Pecuk, Kecamatan Pantainrowo, Kabupaten Nganjuk. ”Diduga karena penyakitnya kambuh,” kata Ari.
Informasinya, sebelum menghembuskan nafas terakhir, Sartiyah yang kos di Jl Putat Jaya Gang Lebar B, baru saja melayani pria hidung belang. ”Dia baru dapat pelanggan, terus pergi dan baru saja pulang langsung tiduran di atas makam,” kata Bagus, salah satu saksi.
Oleh tukang becak yang bernama Ngadi, tubuh Sartiyah sempat didekati dan diguncang-guncang. Saat itulah baru ketahuan bila Sartiyah sudah meninggal. ”Setelah lapor, kami langsung ke tempat kejadian dan mengevakuasi tubuh korban ke kamar mayat RSU Dr Soetomo,” lanjut Ari.
Tentang penyakit korban, Ari mengaku belum mendapat informasi. Ia hanya menyebut bila Sartiyah diketahui sudah tidak enak badan sejak Sabtu (28/11) siang. Hal itu pernah disampaikan kepada rekan kosnya. ”Tapi korban memaksa untuk bekerja,” lanjut Ari.
Seorang PSK Tewas Usai Layani Tamu
Pengunjung Senayan City Juga Terjatuh dari Lantai 5
Seorang pria diduga berusaha bunuh diri di Senayan City, Senin sekitar pukul 20.45, Senin (30/11). Dari data sementara, pelaku melompat dari lantai 5 di mal tersebut.
Kepala Pos Polisi Senayan Ajun Komisaris Mustakim mengatakan, korban berusia sekitar 20 tahun. "Korban adalah pengunjung mal. Dia masih bernapas ketika ditemukan setelah jatuh. Petugas langsung membawa korban ke RS Pelni Petamburan," ucap Mustakim.
Korban jatuh di Senayan City ini akhirnya dibawa ke RS Cipto Mangunkusumo, Senin (30/11) tengah malam. Korban laki-laki bernama Reno (25), warga Patal Senayan, Jakarta Pusat, dalam kondisi tewas.
Public Relation Manager Senayan City Ayuningsih mengatakan, sesaat setelah jatuh korban masih dalam keadaan hidup. Korban kemudian dibawa ke RS Pelni Petamburan, namun nyawa korban tak terselamatkan. Pukul 23.30, mobil jenazah yang membawa jasad korban tiba di kamar jenazah RSCM. Keluarga korban yang ikut mengantar belum dapat ditemui.
Posted by |toekang.blog| at 1:01 AM 0 comments
Labels: Bunuh Diri
Seorang Wanita Diduga Bunuh Diri Melompat dari Lantai 5 Grand Indonesia
Sesosok wanita terjatuh diinformasikan jatuh dari ekskalator lantai 5 di mal Grand Indonesia.
Perempuan muda yang jatuh di Grand Indonesia West Mall diduga sengaja bunuh diri. Hal tersebut dikatakan Koentjoro Noerwibowo, Corporate Secretary Grand Indonesia, saat ditemui Kompas.com di lokasi kejadian pada Senin (30/11) sore berdasarkan rekaman CCTV.
"Setelah kami lihat dari CCTV, ternyata yang bersangkutan menjatuhkan diri," ujarnya. Dari rekaman itu, sebut Koentjoro, saat kejadian, di sebelah korban tidak terlihat ada orang lain yang mendorong. Menurutnya, korban terlihat seperti dengan sengaja melangkahkan kaki kanannya keluar pagar pembatas di lantai lima.
Korban jatuh dari lantai lima dan langsung menghujam ke lantai upper ground (UG) kemudian tersangkut di pagar ekskalator. Korban tewas di tempat dan telah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). "Saat dibawa dari sini, korban sudah tidak bernyawa," kata Koentjoro.
Saat ini, tempat kejadian perkara telah dipagari garis polisi oleh petugas Polsek Tanah Abang Jakarta Pusat dan sementara pengunjung tidak diperbolehkan melintas. Saat ini, identitas korban belum diketahui. Ciri-ciri korban diperkirakan berusia antara 23 dan 24 tahun, berambut hitam sebahu, serta mengenakan kaus kuning dan celana jins warna hitam.
Posted by |toekang.blog| at 1:00 AM 0 comments
Labels: Bunuh Diri
Seorang Guru Tertangkap Sedang Transaksi Narkoba
Muhamad Syafi’I (36), guru sebuah sekolah swasta di kawasan Mulyorejo, Sabtu (28/11) malam dibekuk polisi usai melakukan transaksi narkoba di Jl Kaliasin Pompa, Surabaya. Warga Jalan Kedung Rukem ini ditangkap bersama barang bukti satu poket sabu -sabu (SS) seberat 0,25 gram.
Awalnya, polisi menarget pengedar berinisial D. Menurut Kanit Reskrim Polsek Mulyorejo Aiptu Suparmin, D diketahui sebagai pengedar yang tinggal tak jauh dari rumah Syafi’i. “Dari informasi masyarakat, D disebut-sebut akan transaksi narkoba dengan seseorang di Jl Klaiasin Pompa. Kami pun menyanggong ke sana, tapi ternyata transaksi sudah selesai,” kata Suparmin, Minggu (29/11).
Polisi hanya menemukan Syafi’i sambil membawa narkoba hasil transaksi. Dia langsung dibawa ke Mapolsek Mulyosari untuk menjalani pemeriksaan. Dalam pemeriksaan, dia mengakui baru saja transaksi narkoba dengan D. ”Saya kenal D satu minggu yang lalu. Terus dia cerita tentang narkoba dan saya ingin mencobanya,” ujar Syafi’i.
Syafe’i membeli satu poket SS seharga Rp 500.000. Rencananya, akan dikonsumsi sendiri di rumah. Tapi belum mencicipi, dia sudah keduluan dibekuk polisi. ”Tapi kami tidak percaya begitu saja, karena biasanya pengguna narkoba selalu mengatakan baru pertama kali saat tertangkap,” jelas Suparmin.rie
Posted by |toekang.blog| at 12:58 AM 0 comments
Labels: Narkoba
Gantung Diri Setelah Lamaran Ditolak
Kecewa lantaran lamarannya ditolak sang kekasih, membuat Ahmad Asyari (23), karyawan sebua perusahaan mebel ini stres berat dan nekat gantung diri.
Perbuatan nekat itu dilakukan di rumahnya di Kompleks Perumahan Padepokan TMII, RT5/4, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Senin (30/11) siang. Korban ditemukan oleh ayahnya, Muchtar (50), karyawan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sekitar pukul 11.00, sepulang dari mengambil gaji.
Dari informasi yang dihimpun, diketahui pada Senin pagi itu, hanya Ahmad Asyari yang berada di rumah. Sementara ayahnya, sedang mengambil gaji dan ibunya pergi ke pasar bersama sang bibi, Tesi. Menurut Nurdin (34), warga setempat, sejak lima tahun lalu hanya tinggal Asyari saja yang tinggal bersama ayah-ibunya. Asyari diketahui sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara.
Tesi Asyari, bibi korban mengatakan, perilaku keponakannya berubah sejak lamarannya ditolak oleh kekasihnya, Ayu (20), beberapa waktu lalu. "Dia kelihatan lebih murung dari biasanya," katanya.
Padahal, menurut Tesi, sejak tiga tahun lalu keponakannya itu berpacaran serius dengan Ayu yang tinggal di kawasan Pondokgede, Jakarta Timur. Sejak berpacaran dengan Ayu, Ahmad Asyari yang bekerja di perusahaan mebel di Jakarta itu membiayai sekolah Ayu hingga lulus SMA.
"Dia banting tulang membiayai pacarnya untuk sekolah. Karena ia tahu keluarga pacarnya itu merupakan orang tak mampu," katanya.
Tesi mengatakan ayah Ayu bekerja sebagai tukang ojek. "Tapi hal yang paling menyakitkan adalah ketika Ahmad Asyari melihat Ayu sudah memiliki kekasih lain dan mereka berjalan berdua," katanya.
Menurut Tesi, saat ini Ayu sudah bekerja di salah satu toko pakaian. Menurutnya, saat Ayu yang sudah bisa mencari uang sendiri, ia berubah pikiran untuk menikah dengan Asyari. "Karena sudah bisa cari uang sendiri, ia berubah pikiran. Mungkin ia mau lelaki yang lebih kaya dari keponakan saya," katanya.
Tesi menambahkan bahwa Asyari memang anak yang pendiam dan tertutup serta jarang sekali bergaul dengan teman-teman di sekitar rumahnya.
Kasus itu kini ditangani oleh Polsek Cipayung. Korban dievakuasi sekitar pukul 12.00 dan dibawa ke RS Polri untuk divisum.
Kapolsek Cipayung Kompol Suwandi mengatakan tak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Kini pihaknya masih menyelidiki motif bunuh diri yang sesungguhnya yang dilakukan korban. "Kami masih cari tahu tentang hal itu," ujarnya.
Posted by |toekang.blog| at 12:57 AM 0 comments
Labels: Bunuh Diri
Rita, Dimesumi Setelah belajar Ngaji
Mohammad Jubir, 57, warga Desa Pagerungan Besar, Pulau Sapeken, Sumenep, dilaporkan ke polisi karena dituduh memerkosa, Rita (bukan nama sebenarnya), 10, anak tetangganya sendiri.
Kejadiannya sudah berulangkali, namun baru beberapa hari lalu diketahui setelah korban mengadu kepada ibunya kesakitan pada alat vitalnya.
Setelah kedua orangtuanya mendesak, korban menceritakan sering kali diperkosa Jubir, ketika korban pulang habis belajar mengaji.
Dia tidak berani menceritakan aib yang menimpa dirinya itu, lantaran setiap kali Jubir mengancam akan membunuh dirinya jika bercerita pada orang lain.
“Kami sadar apa yang dialami keponakan saya merupakan aib bagi keluarga. Tapi demi tegakknya hukum, kami melaporkan kasus ini ke polres,” kata Suraini, salah seorang bibi korban, saat melapor ke Polres Sumenep.
Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Mualimin, yang dimintai konfirmasinya, Minggu mengatakan, sudah menerima laporan pengaduan keluarga korban, dengan tuduhan dugaan perkosaan yang dilakukan tetangganya.
“Kami sekarang masih meminta keterangan keluarga korban dan menunggu hasil visum berikut keterangan korban. Baru kemudian kami akan melangkah,” kata Mualimin.
Ngobrol Seputar Bisnis Online
Posted by |toekang.blog| at 12:51 AM 0 comments
Labels: Mesum, Skandal Seksual
Perampok Berkedok Tamu Kembali Gentayangan
Perampok berkedok tamu kembali beraksi. Kali ini korbannya Hiu Siu (46). Ia dirampok beberapa pria yang bertamu di rumahnya di kawasan Boulevard Hijau, Blok I/12, Nomor 7, RT 6 RW 24, Pejuang Medan Satria, Bekasi, Kamis (12/11) pukul 13.30.
Hiu Siu menjelaskan, tidak lama setelah sejumlah pria yang bertamu ke rumahnya duduk, mereka langsung memukul. ”Setelah itu mereka mengikat tangan dan kaki saya. Satu telepon genggam, beberapa barang berharga serta uang tunai milik kami dirampas,” tutur Hiu Siu, seorang ibu rumah tangga.
Orangtua korban, Thin Nam Sen (63), kemudian membawa putrinya ke Rumah Sakit Citra Harapan Indah, Kota Bekasi.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Boy Rafly Aman yang dihubungi terpisah semalam membenarkan adanya kasus ini. ”Leher korban juga dipukul para tersangka perampok,” ujarnya. Ia menambahkan, polisi sudah memeriksa tiga saksi. Kasusnya ditangani Polres Metro Bekasi Kota.
Ruko mantan majikan
Rabu (11/11) malam, dua tersangka pencuri, Su (22) dan AN (22), ditangkap anggota Polsek Metro Cakung, Jakarta Timur.
Dari tangan kedua tersangka disita uang dan sejumlah barang yang diduga hasil kejahatan. Barang yang disita tersebut terdiri atas enam gelang emas, kalung emas, dua telepon genggam, dan uang tunai Rp 4 juta. Selain itu, polisi juga menyita barang-barang yang dibeli dari uang hasil curian. Barang tersebut adalah kipas angin dan mini compo.
Kepala Polsek Metro Cakung Komisaris Yudhi Sulistyanto Wahid kepada wartawan di kantornya, Kamis (12/11) siang, mengatakan, Su ditangkap di lokasi prostitusi.
”Saat kami tangkap, dia dan teman-temannya sedang menikmati sebagian hasil curian di Kafe B di Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur,” tutur Yudhi.
Dari keterangan Su, polisi menangkap AN di rumahnya di Pegangsaan I, Kelapa Gading, Jakarta Utara. ”Mereka sudah sering beraksi di wilayah Cakung,” ucap Yudhi.
Su terakhir mencuri di rumah toko (ruko) milik mantan majikannya, Marie Lie, penjual bahan kebutuhan pokok, Jumat (6/11) pukul 06.30. Ruko terletak di Jalan Dokter Rajiman Widyodiningrat Nomor 17, RT 08 RW 10, Jatinegara, Cakung, Jaktim.
Su sudah tiga kali dipecat. Ia terakhir dipecat tiga pekan lalu. Karena menganggur, Su hidup tanpa penghasilan. Ia kemudian mengajak temannya, AN, yang saat itu juga menganggur.
”AN mau diajak mencuri karena katanya ia butuh uang untuk membeli susu anaknya,” ucap Yudhi.
Kepada polisi, Su mengaku, mereka masuk ruko lewat atap rumah. Keduanya merusak langit-langit eternit sebelum melompat masuk ke kamar mantan majikannya. Di sana mereka menguras harta Maria Lie. Mantan majikan Su itu mengaku kehilangan uang Rp 60 juta, perhiasan emas 80 gram, dan dua telepon genggam.
Su mengaku, sebagian uang hasil curian ia habiskan dengan sejumlah pekerja seks komersial dan minum-minuman keras di Rawa Malang.
Paling rawan
Hasil evaluasi keamanan dan ketertiban masyarakat Polda Metro Jaya 31 Oktober-5 November menyebutkan, pekan ini wilayah hukum Polres Metro Jaktim tergolong paling rawan dengan 127 kejadian, diikuti Polres Metro Jakarta Barat dengan 126 kejadian dan Polres Metro Tangerang Kabupaten dengan 106 kejadian.
Demikian disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Boy Rafly Aman kepada wartawan kemarin. Ia mengatakan, polisi telah mempercepat penyelesaian kasus. Jika pekan lalu dari 926 kasus dapat diselesaikan 449 kasus, pekan ini dari 904 kasus dapat diselesaikan 476 kasus.
”Wilayah terbaik adalah Polres Metro KP3 Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dari dua kasus yang masuk dan ditangani, seluruhnya tuntas dalam waktu cepat,” ucap Boy. Polres Metro Jakarta Utara menduduki urutan kedua. Dari 96 kasus, 76 kasus dapat dituntaskan. (WIN)
14.11.09 | Posted by |toekang.blog| at 2:25 AM 0 comments
Labels: Perampokan
Polisi Memburu Pria "Gemulai"
Polisi memburu seorang pria gemulai yang diduga membunuh model cantik Setianti Dwi Retno alias Tia (24) di Apartemen Mediterania Garden 2, Tanjung Duren, Jakarta Barat. Pria itu diperkirakan menjadi orang terakhir yang bertemu korban dalam keadaan hidup.
Kepala Polsek Tanjung Duren Komisaris Jhony Iskandar yang ditemui wartawan, Kamis (12/11), mengatakan, pihaknya memburu seorang pria berpembawaan gemulai yang diketahui membantu perawatan kecantikan korban.
”Pembunuhan itu diduga telah direncanakan. Sebuah palu yang digunakan membunuh telah dipersiapkan pelaku. Itu memenuhi unsur perencanaan sebuah pembunuhan yang diatur Pasal 340 (KUHP),” kata Jhony.
Pembunuhan berencana dapat diancam dengan hukuman mati. Polisi menemukan alat bukti lain, yakni sebuah timbangan badan dengan bercak darah di bagian bawah. Timbangan itu diduga digunakan untuk menghantam kepala korban.
Pria gemulai yang diburu polisi itu berasal dari Medan, Sumatera Utara. Pria berinisial Jy itu dikenal korban lewat temannya untuk merawat kecantikan. Jy diketahui kerap merawat gadis-gadis model dan public relation di tempat hiburan SC di Lindeteves, Jakarta Barat.
Polisi sudah menurunkan tim untuk memburu pria berinisial Jy itu. Rabu lalu, Jhony memimpin tim hingga subuh untuk mencari lokasi sejumlah orang yang diduga mengenal Jy.
”Kami sudah mendatangi beberapa komunitas orang malam yang memiliki orientasi sama dengan pria gemulai itu,” kata Jhony.
Komunikasi terakhir
Setianti ditemukan teman prianya, Sony Gunawan (45), dalam keadaan tewas terduduk di sebelah kloset kamar mandi di unit HE 25 Apartemen Mediterania 2, Rabu siang. Aam (16), pembantu Setianti, sudah menunggu di depan pintu apartemen sejak dua hari terakhir. Aam mengetuk pintu, tetapi tidak dibukakan.
Semasa hidup, Setianti yang baru sekitar sepekan tinggal di apartemen Mediterania 2 selalu ditemani Aam. Sedianya, Sony Gunawan sedang menjajaki hubungan lebih serius dengan korban. Ketika pembunuhan terjadi, Sony sedang pergi ke Makassar, Sulawesi Selatan.
Setianti diketahui berkomunikasi dengan keluarga pada hari Minggu malam. Sejak itu, Setianti tidak bisa dihubungi hingga ditemukan tewas. Setianti yang beralamat di Jalan Kahfi, Gang Cereme, RT 7 RW 4, Kampung Kandang, Jagakarsa, Jakarta Selatan, diduga tewas sejak Senin (9/11).
Motif ekonomi
Terkait motif pelaku pembunuhan terhadap anak kedua dari tiga bersaudara pasangan Abu Noto dan Yani Ardiah itu, Jhony mengatakan, dugaan sementara adalah ekonomi. Hal itu tecermin dengan hilangnya sejumlah barang milik korban, seperti laptop, dompet, dan uang. ”Pelaku merampok barang korban,” ujar Jhony. Hal senada diungkapkan oleh Yani, ibu korban.
Peristiwa pembunuhan di Apartemen Mediterania, Tanjung Duren, merupakan peristiwa ketiga yang terjadi sepanjang tahun 2009. Semua korban adalah perempuan muda dan masih lajang.
Posted by |toekang.blog| at 2:24 AM 0 comments
Labels: Pembunuhan
Polisi Dalami Tiga Tersangka Pelaku Kekerasan SPG
Penyidik Polres Jakarta Pusat, Jumat (12/11) kini tengah mendalami tiga tersangka pelaku kekerasan terhadap 25 sales promotion girl (SPG). Ketiga tersangka tersebut--Ricky Ahluwalia, Kadut, dan Suhari--berhasil ditangkap polisi Kamis (12/11) di kawasan Pasar Baru, Jakarta Pusat.
Ricky Ahluwalia adalah bos PT Ahluwalia Group yang menjadi pelaku utama kekerasan terhadap 25 SPG yang diduga menggelapkan uang transaksi toko Rp 5-25 juta.
"Kami akan mendalami ketiga tersangka itu. Kami jerat dengan KUHP Pasal 335 tentang perbuatan tidak menyenangkan, dan Pasal 351 tentang penganiayaan," ujar Kepala Polres Metro Jakarta Pusat Kombes Ike Edwin kepada para wartawan, Jumat (13/11), di kantornya.
Dalam penangkapan tanpa perlawanan itu, polisi menyita sejumlah barang bukti, seperti telepon dan surat pernyataan. Ike menambahkan, pasal yang disangkakan dapat bertambah sejalan dengan perkembangan pemeriksaan. Menurut Ike, pihaknya belum dapat memastikan apakah para tersangka tersebut akan ditahan atau tidak.
Posted by |toekang.blog| at 2:22 AM 0 comments
Labels: Penganiayaan
Wah! Noordin M Top Pernah Sembunyi di Kompleks AL
Gembong teroris asal Malaysia, Noordin M Top, ternyata pernah menginap bersama dengan gerombolannya di Kompleks Perumahan TNI Angkatan Laut, Ciangsana, Cikeas, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Rumah yang berada di Blok F1 Nomor 3 tersebut letaknya sekitar 2 kilometer dari kediaman pribadi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Puri Cikeas.
Fakta tersebut terungkap dalam gelar rekonstruksi yang dilakukan Tim Densus 88 Antiteror, Jumat (13/11) sekitar pukul 10.00. Rekonstruksi ini menghadirkan seorang tersangka teroris, Amir Abdillah.
Amir menunjukkan bahwa Noordin pernah datang dan bermalam di rumah itu bersama dua orang lainnya yang bernama Tono dan Dayat. Bersama dengan mereka juga ada bungkusan besar dan sejumlah tas yang diduga berisi bahan peledak.
Rumah berukuran sedang itu terlihat tak berbeda dengan rumah-rumah di sekitarnya. Tembok sisi-sisi rumah saling berimpitan dengan rumah-rumah di sebelahnya. Menurut keterangan Amir, rumah ini sudah dibeli oleh seseorang bernama Asdar dari seorang anggota marinir.
Namun, dalam rekonstruksi ini tak terungkap kapan rumah ini dibeli ataupun kapan Noordin dan gerombolannya bermalam di sana. Namun, dapat diperkirakan kejadian itu berlangsung sebelum kasus penggerebekan di Jati Asih, Bekasi. Sebab, belakangan diketahui sejumlah bungkusan yang ada di Ciangsana telah berada di Jati Asih saat penggerebekan.
Kehadiran penjahat paling dicari dalam beberapa tahun terakhir di kompleks perumahan angkatan bersenjata tersebut sama sekali tak tercium. Bahkan, terbukti, Noordin dkk dapat dengan mudah melewati pos penjagaan Provost AL yang ada di depan kompleks perumahan tersebut.
"Saya sama sekali enggak tahu kalau Noordin pernah tinggal di situ," kata Buyung, salah satu penghuni yang rumahnya tepat berada di depan "rumah Noordin".
Berdasarkan sejumlah keterangan di lapangan, pengalihan kepemilikan rumah di dalam kompleks militer tersebut sudah banyak terjadi sehingga kini tidak semua penghuni kompleks tersebut berasal dari AL.
Dalam rekonstruksi ini juga hadir perwakilan dari POM AL. Mereka pun berupaya mengumpulkan keterangan seputar digunakannya tempat mereka sebagai lokasi persembunyian kelompok teroris.
Posted by |toekang.blog| at 2:22 AM 0 comments
Labels: Terorisme
SPG: Pengacara Bos PT Ahluwalia Sempat Ajak Damai
Seorang pengacara Ricky Ahluwalia, bos PT Ahluwalia Group yang kini tersangka pelaku kekerasan terhadap 25 sales promotion girl (SPG), sempat menghubungi Penny Purwaningsih (20), salah seorang korban, dan Syamsul Munir, pengacara korban dari PBHI Jakarta.
Dikatakan Penny dan Syamsul, pengacara yang enggan menyebut namanya itu membujuk mereka untuk berdamai. "Saya katakan, semuanya saya serahkan kepada kuasa hukum," ujar Penny seusai melakukan audiensi bersama Kapolres Jakarta Pusat Kombes Ike Edwin, Jumat (13/11) di Mapolrestro Jakarta Pusat.
Penny mengaku dihubungi pada Jumat pukul 13.00, atau beberapa saat sebelum audiensi itu dimulai. Hal yang sama dikatakan Syamsul. "Saya katakan padanya, kami tetap menempuh jalur hukum," ujar Syamsul.
Penny pun kembali menuturkan pengalaman pahitnya selama disekap Ricky pada hari Sabtu (7/11). Menurut pengakuannya, Penny bersama seorang rekannya, Anita, dipaksa mengaku mencuri dan menandatangani surat pernyataan bahwa mereka bersedia menggantinya dengan sejumlah uang. Uang tersebut berkisar antara Rp 5 juta dan Rp 25 juta.
Sepanjang minggu lalu, 25 SPG mengaku disekap Ricky, yang didampingi Kadut dan Suhari. Sepanjang penyekapan, mereka tidak diberi makan dan minum. Selain itu, mereka juga sempat diminta menjilat ludah Ricky dan meminum air dari WC.
Khusus Penny, dirinya sempat diminta memeragakan perilaku anjing, yang direkam Ricky pada ponselnya. "Rekaman ini besoknya ditunjukkan ke teman-teman SPG lainnya. Kepada mereka, Ricky mengaku telah memerkosa saya empat kali. Katanya, saya telah dicekoki pil anjing," ujar Penny.
Penny disekap hari Sabtu dan dilepaskan menjelang tengah malam. Akibat ditunjukkan video itu, para SPG yang disekap pada gelombang kedua, yaitu hari Minggu (8/11), ketakutan. Mereka pun terpaksa menandatangani surat yang menyatakan bahwa mereka telah mencuri dan bersedia menggantinya dengan uang.
"Total, teman-teman menandatangani lima surat yang isinya kami tidak ketahui. Satu surat yang akhirnya kami ketahui isinya adalah surat yang menyatakan bahwa kami telah mengundurkan diri dan Pak Ricky telah memberikan hak gaji. Padahal, gaji Minggu terakhir belum diberikan," ujar Penny.
Kini, Ricky bersama Suhari dan Kadut telah diamankan polisi. Ketiganya telah ditetapkan sebagai tersangka dan disangka KUHP Pasal 335 tentang Perbuatan yang Tidak Menyenangkan dan Pasal 351 tentang Penganiayaan.
Pada penangkapan yang berlangsung Kamis kemarin di rumah Ricky di Pasar Baru, Jakarta Pusat, polisi menyita telepon seluler dan setumpuk surat pernyataan yang telah ditandatangani para SPG.
Posted by |toekang.blog| at 2:20 AM 0 comments
Labels: Penganiayaan
Ternyata Pembunuh Model Cantik Itu Terekam CCTV
Pelaku pembunuhan dengan kekerasan terhadap seorang model cantik, Setianti Dwi Retno alias Tia (24), di Apartemen Mediterania Garden 2, Tanjung Duren, Jakarta Barat, Senin lalu, ternyata sempat tertangkap kamera closed circuit television atau CCTV lobi apartemen.
"Pelaku memasuki lobi dengan menggunakan penutup kepala pada hari Senin," ujar Kepala Polsektro Tanjung Duren Komisaris Jhony Iskandar kepada Kompas.com, Jumat (13/11).
Pelaku diperkirakan sebagai orang terakhir yang bertemu korban dalam keadaan hidup. Rekaman ini semakin memudahkan polisi dalam mencari pelaku. Walau demikian, Jhony masih enggan mengungkapkan identitas dari pelaku ini.
Menurut Jhony Iskandar, pihaknya hingga kini masih terus memburu pelaku. Saat ini, polisi telah membentuk tim gabungan antara Polsektro Tanjung Duren dan Polrestro Jakarta Barat guna mengungkap kasus.
Tim tersebut beranggotakan 15 personel dan telah bekerja sejak Rabu lalu. Diharapkan, pelaku segera ditangkap dalam waktu dekat.
Posted by |toekang.blog| at 2:19 AM 0 comments
Labels: Pembunuhan
Bengkel Terbakar, Satu Keluarga Terpanggang
Satu keluarga tewas terpanggang di sebuah ruko milik mereka di Jalan Raya Mayor Oking RT 2 RW 2, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, yang terbakar Jumat (13/11) pagi.
Keluarga yang terdiri dari suami bernama Hendra alias Afung (37), istri (34), dan anaknya Neli Patricia (3) ditemukan tewas dengan kondisi tubuh hangus terbakar di lantai dua bangunan ruko bernama Ceriung itu.
Menurut saksi mata, Agus (40), ruko milik korban menjual onderdil motor dan bengkel. "Kita tahu ada api jam 06.00 WIB, lalu hubungi pemadam kebakaran, tahu ada korban kebakaran jam 07.00 WIB," ujarnya.
Ketiga korban langsung dibawa RS PMI Bogor untuk diotopsi. Yusuf (47), petugas pemulasaran jenazah, menyebutkan, kondisi tubuh ketiga korban hangus dan sulit untuk dikenali.
"Kemungkinan itu sudah tiga jam terbakar, kondisinya gosong semua, kecuali organ tubuh bagian dalam," ujarnya saat ditemui di kamar mayat RS PMI Bogor.
Dugaan sementara, kebakaran disebabkan hubungan pendek arus listrik. Api cepat membesar karena membakar tabung gas yang ada di dalam ruko tersebut.
Kapolsek Citeureup AKP Pahyuniyati, saat melihat jenazah di RS PMI Bogor, menyatakan, saat ini kasus tersebut dalam penyelidikan. "Saat ini kita proses dulu, apa penyebabnya kita belum ketahui," ujarnya.
Sementara itu, kakak ipar Afung, Joni Fung (50), yang datang melihat jenazah kerabatnya bersama keponakannya Acun (30), mengaku terpukul karena kejadian tersebut.
Menurut keterangan salah seorang warga, ruko itu sudah lima hari tutup dan sering didatangi penagih utang.
Posted by |toekang.blog| at 2:17 AM 0 comments
Labels: Kecelakaan
Pelaku Pembunuhan Sadis di Jambi Disidangkan
Jumaidi, tersangka kasus pembunuhan sadis terhadap Rafianto, "office boy" (OB) di Kantor PT Agroline di Jalan Lingkar Barat Simpang Rimbo Kecamatan Kota Baru, Kota Jambi pada 24 Mei lalu, kasusnya mulai disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Jambi, Selasa.
Dalam sidang di hadapan majelis hakim dipimpin Nelson J Marbun, Jaksa Penuntut Umum (JPU), Dyah membacakan surat dakwaan terhadap terdakwa Jumaidi.
Oleh JPU, terdakwa didakwa dengan pasal berlapis yakni dakwaan pertama pasal 340 KUHP, kedua pasal 338 KUHP, ketiga pasal 339 KUHP dan keempat pasal 365 KUHP.
Menanggapi dakwaan JPU, terdakwa Jumaidi didampingi kuasa hukummnya tidak mengajukan keberatan dan menerima semua dakwaan yang dibacakan dan pasal yang dikenakan jaksa kepada dirinya.
Kuasa hukum terdakwa hanya meminta waktu kepada majelis hakim untuk mempelajari isi dakwaan JPU, untuk kemungkinan mengajukan eksepsi atau keberatan.
Usai mendengarkan tanggapan penasehat hukum terdakwa, majelis hakim menunda persidangan dan akan dilanjutkan Kamis pekan depan dengan agenda pemeriksaan saksi jika penasehat hukum terdakwa tidak mengajukan eksepsi.
Usai persidangan salah seorang jaksa, Dyah mengatakan, terdakwa dikenakan pasal berlapis yakni pasal 340 dan 338 karena melakukan tindakan berencana melakukan pembunuhan dengan acaman hukuman mati.
Kasus pembunuhan itu terjadi pada Minggu 24 Mei 2009 di Kantor milik PT Agroline, saat itu ditemukan mayat korban pertama kali oleh rekan kerjanya dalam kondisi bersimbah darah di dalam salah satu kamar dengan leher nyaris putus digorok tersangka.
Setelah dilakukan visum di RSU Raden Mattaher Jambi, diketahui korban meninggal akibat luka di sekujur tubuhnya dengan luka bekas digorok pada bagian leher, luka di pinggang, panggul, bahu, lengan kiri dan di sela jari telunjuk.
Selain itu, korban juga mengalami luka di dada kanan, dua luka diperut kanan dan kiri, serta luka pada bokongnya.
Aksi pembunuhan sadis ini dipicu oleh masalah hutang piutang, sebab korban berhutang sebesar Rp300 ribu kepada terdakwa dan karena belum juga dibayarkan, terdakwa nekat mengabisi nyawa korban dan atas perbuatannya terdakwa ditangkap polisi.(*)
11.11.09 | Posted by |toekang.blog| at 7:47 PM 0 comments
Labels: Pembunuhan
Dua Gadis Bonehau Korban Trafficking
Dua gadis dari Kecamatan Bonehau, Kabupaten Mamuju, Provinsi Sulawesi Barat, Fitri (21) dan Siri (20) diduga telah menjadi korban penjualan manusia (trafficking) di Pulau Kalimantan.
Keduanya diduga menjadi korban trafficking setelah, Ataniel, orang tua salah seorang korban yakni Fitri, melapor ke Mapolres Mamuju, Selasa.
Laporan Ataniel diterima petugas piket penerima laporan Polres Mamuju Aiptu Eman Iman P, dalam laporannya, Ataniel yang juga ayah Fitri, menuturkan, jika anaknya yang berniat mencari kerja di Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan diduga telah menjadi korban Trafficking di Pulau Kalimantan.
"Sejak seminggu yang lalu anak saya pergi meninggalkan kampung halaman menuju Kota Makassar dengan tujuan mencari kerja," kata Ataniel dengan menangis.
Namun kata dia, kemarin (9/11) anaknya menghubungi dirinya melalui telepon selular, dan mengaku dirinya tidak berada di Makassar, melainkan berada di Pulau Kalimantan, yang dia tidak ketahui alamatnya.
"Anak saya mengaku berada di Kalimantan yang dia tidak tahu alamatnya karena katanya berada di wilayah terpencil yang sulit dijangkau, dan bukan di Makassar seperti yang saya sangka," ujarnya.
Menurut dia, anaknya yang telah menghubunginya telah menceritakan, jika dirinya bisa sampai di Kalimantan karena dibawa oleh seseorang yang tidak dikenalnya, yang diperkenalkan oleh Ibu Santi yang bermukim di Jalan Tuna Mamuju berdekatan dengan base camp PT Passokorang.
Sedangkan kata dia, Ibu Santi dikenal anak saya melalui teman sekampungnya, Henni, yang juga mahasiswi di Akademi Keperawatan (Akper) Fatimah.
"Anak saya menceritakan, jika dirinya sampai ke Pulau Kalimantan, karena dibawa orangnya Ibu Santi, yang dikenalnya dari Henni teman sekampung dengan anak saya itu, anak saya mau mengikuti perkataan ibu Santi untuk ke Kalimantan karena di imingi pekerjaan yang layak," ujarnya.
Namun kata dia, ternyata anak saya dipekerjakan disalah tempat hiburan malam (THM) yang tidak diketahui lokasi dan alamatnya karena berada diwilayah terpencil di pulau Kalimantan.
"Anak saya ingin pulang tapi tidak bisa karena tidak memiliki ongkos, di samping itu juga karena dia tidak mengetahui dimana posisinya berada," ujarnya.
Oleh karena itu, ia melapor ke Mapolres Mamuju karena curiga anaknya tersebut telah menjadi korban Trafficking alias telah menjadi korban penjualan manusia di Kalimantan.
Ia berharap aparat kepolisian dapat segera mengembalikan anaknya.
Sementara itu aparat kepolisian Polres Mamuju berjanji akan menindaklanjuti laporan tersebut.
"Kami akan selidiki dan akan mengusut kasus ini," kata Kaur Ops Reskrim Polres Mamuju, Nur Iksan Nurdin.(*)
Posted by |toekang.blog| at 7:47 PM 0 comments
Labels: Human Trafficking

