Header

Polisi Magelang Cokok Dua Pemakai Narkoba

MAGELANG, KOMPAS.com - Jajaran Satuan Narkoba Polres Magelang berhasil mencokok dua pemakai narkotika jenis sabu. Kedua pemakai itu adalah Joko Pitoyo (44), warga Rejowinangun Utara, Kota Magelang, dan Ferry Fajar Irawan (35), warga Kelurahan Magelang, Kota Magelang.

"Keduanya ditangkap saat sedang mengonsumsi sabu di tempat yang berbeda pada pekan lalu," terang Kapolres Magelang AKBP Murbani Budi Pitono, Selasa (18/6/2013). Dari tangan tersangka, polisi mengamankan paket narkoba jenis sabu seberat 1,98 gram.

Kapolres menjelaskan, keduanya mendapatkan paket sabu dari seorang perantara atau kurir bernama Fajar Agus Prihantoro (35), warga Kelurahan Wates, Kota Magelang. Fajar sendiri merupakan residivis yang sebelumnya juga pernah ditangkap atas kasus yang sama. Dia bahkan masih dalam masa cuti tahanan ketika ditangkap.

Pasca-penangkapan Fajar, polisi lantas melakukan pengembangan dan berhasil menangkap bandar atau penyalur bernama Sapto Mundakir (25), warga Kelurahan Tidar, Kota Magelang.

Berdasarkan keterangan Sapto, kata Kapolres, narkoba yang didapatnya dipesan melalui telepon seluler dari Farid yang diketahui merupakan tahanan Lapas khusus Narkoba di Pakem, Sleman.

"Hingga saat ini, Farid masih dalam daftar pencarian orang (DPO) kami," terang Kapolres.

Atas perbuatan mereka, keempat tersangka terancam Pasal 114 ayat (1) UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkoba dengan hukuman penjara minimal 5 tahun dan denda Rp 1 miliar serta pasal 112 ayat (1) UU RI No.35 tahun 2009 tentang narkoba dengan hukuman penjara minimal 4 tahun dan denda Rp 800 juta.

Niat "Nyabu", Kena Tangkap Saat Razia Lantas

PEMATANGSIANTAR, KOMPAS.com - Agus (23), warga Nagori Serapuh, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun harus mengurungkan niatnya mengonsumsi sabu yang sudah dia beli. Pasalnya, saat mengendara sepeda motor Yamaha Zupiter Z tanpa plat di jalan lintas umum Pematangsiantar-Perdagangan, Agus malah ditangkap Polisi Lalu Lintas Kepolisian Resor Simalungun, Selasa (18/6/2013).

Saat dirazia, polisi mencurigai Agus melemparkan satu bungkusan ke pinggir jalan. Kepada polisi, Agus mengaku dia cuma melemparkan batu. Polisi yang tidak percaya kemudian membawa Agus untuk memungut bungkusan yang dia buang. Saat bungkusan diambil ternyata benda yang dibuang adalah satu paket kecil sabu-sabu.

"Setelah mendapati bungkusan plastik klip berisi kristal putih, pelaku tak bisa lagi mengelak hingga mengakui bungkusan itu berisi narkoba jenis sabu-sabu," kata Brigadir Masa Gultom, polisi lalu lintas yang merazia Agus.

Agus kemudian diamankan bersama bungkusan sabu dan sepeda motor tanpa plat polisi miliknya. "Aku gugup, makanya kubuang sabu-sabu itu. Kalau motor ini masih lengkap surat-suratnya, Bang," kata Agus di ruangan Narkoba Kepolisian Resor Simalungun di Aspol Jalan Sangnawaluh, Pematangsiantar.

Menurut Agus, niatnya hendak menggunakan sabu-sabu bersama dua temannya yang sudah menunggu di suatu tempat. Dia membeli sabu dari seseorang yang identitasnya sudah dikantongi polisi, sebesar Rp 150 ribu.

Kepala Satuan Narkoba Kepolisian Resor Simalungun AKP Masku Sembiring mengatakan, pihaknya masih mengembangkan penangkapan ini. "Saat ini masih diperiksa intensif dengan harapan ada hasil dari pemeriksaan dengan mengorek keterangan dari pelaku," kata Agus.

Pemilihan Baju Hamil Modern



Jika dahulu para wanita yang sedang mengandung tidak mempunyai banyak pilihan untuk baju atau fashion yang akan dikenakan, tetapi tidak untuk saat ini karena anda sudah bisa mendapatkan berbagai jenis dan model baju hamil modern yang bisa anda kenakan untuk menunjang aktifitas sehari-hari.

Selain bentuk dan desain yang unik dan trendy warna-warna yang disajikan pun cukup menarik dan beragam, bahkan begitu banyak pilihan corak serta gambar yang bisa anda pilih sesuai dengan selera. Jika anda termasuk ibu hamil yang ingin lebih simple dalam mengenakan pakaian, maka anda bisa memilih jenis desain yang lebih simple namun tetep nyaman dan trendy untuk dikenakan. Berbeda dengan ibu hamil yang lebih menyukai desain dengan detail yang lebih beragam, maka bisa memilih desain atau jenis baju hamil modern yang lebih ramai baik corak atau padu padan warna yang menjadi pilihan.

Selain itu anda juga bisa mengkombinasikan jenis baju hamil yang anda kenakan dengan jenis pakian yang lain, seperti jika anda mengenakan baju hamil modern dengan model babydoll maka untuk bawahannya anda bisa memilih laging atau celana ketat bahkan jeans khusus untuk wanita hamil.

Sebaiknya tidak hanya baju hamil modern yang anda pilih untuk melengkapi penampilan anda, perhatikan juga assesories atau pelengkap penampilan seperti sandal atau sepatu, tas, bahkan make up yang akan anda gunakan. Mengapa demikian ? karena wanita hamil pun harus bisa menjaga penampilan agar tetap terlihat cantik, sehat dan segar.

Banyak hal yang bisa anda ketahui tentang bagaimana memilih baju hamil modern yang akan anda kenakan, yaitu dengan mencari berbagai informasi mengenai hal tersebut dari beberapa sumber yang dipercaya seperti majalah, TV dan lain sebagainya.

Dengan mencari berbagai informasi tentang baju hamil yang anda butuhkan tentunya akan sangat membantu penampilan agar terlihat lebih trendy dan modern. Selain hal tersebut sebaiknya anda juga tetap menjaga tubuh dengan melakukan perawatan yang teratur agar anda tetap terlihat fresh dan sedap dipandang.

Warga Rusak dan Jarah Pabrik Freeport

TIMIKA, KOMPAS.com - Puluhan orang dilaporkan merusak sejumlah kendaraan dan bangunan serta mencuri konsentrat di pabrik pengolahan bijih (Mill) di Mil 74, Distrik Tembagapura, Kabupaten Mimika pada Minggu (16/6/2013) malam.

Informasi yang dihimpun Kompas.com, kejadian berlangsung sekitar pukul 19.00 WIT, saat sekitar 75 orang warga sekitar tambang berkumpul di Mil 74, dekat pabrik pengolahan bijih (Mill) langsung melempari mobil yang melintas ataupun yang diparkir disekitar mereka.

Setelah melempari kendaraan, puluhan orang yang diduga sudah merencanakan aksinya ini langsung merusak Pos Securicor dan membobol tangki konsentrat 300, area sag mile C4, area sag mil 1 C4 dan area boll mil 3 C1.

Aksi ini berakhir 40 menit kemudian setelah anggota Satgas Amole dari TNI-Polri tiba di lokasi dan langsung membubarkan puluhan orang tersebut yang lari meninggalkan lokasi.

Akibat kejadian ini, sedikitnya 13 unit mobil perusahaan dirusak bersama Pos Securicor yang menjaga pabrik pengolahan Bijih, serta membawa bubuk konsentrat yang mengandung mineral emas, dan tembaga.

Sementara itu, Senin (17/6/2013) malam dikabarkan kembali terjadi pembakaran terhadap sejumlah rumah di Kota Tembagapura, Mil 68, Distrik Tembagapura. Belum diketahui keterkaitan peristiwa perusakan dan pencurian konsentrat yang terjadi pada Minggu malam dengan peristiwa pembakaran rumah di Tembagapura pada Senin (17/6/2013) malam yang dikabarkan seorang warga tertembak.

Hingga berita ini diturunkan pihak PT. Freeport Indonesia ataupun aparat Kepolisian yang coba dikonfirmasi belum memberikan keterangan terkait peristiwa ini. Pascaruntuhnya terowongan Big Gossan, dan tertimbunnya seorang pekerja tambang bawah tanah di terowongan DOZ bulan Mei lalu, hingga kini aktivitas pertambangan anak perusahaan Freeport McMoran Gold & Copper Inc. yang berpusat di New Orleans, Amerika Serikat ini belum dimulai.

Polisi Temukan Jeriken di Kantor DPD Golkar Subang

SUBANG, KOMPAS.com - Petugas Kepolisian Resor (Polres) Kabupaten Subang menemukan jeriken dan botol kosong berbau bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) di Kantor DPD Partai Golkar Kabupaten Subang, Jalan Arif Rakhman Hakim, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Senin, (17/6/2013), malam ini.

Polisi menduga pelaku pembakaran menyemburkan dan menyebarkan bensin ke ruang rapat DPD Golkar dengan tujuan mempercepat merambatnya api. "Kami lakukan olah TKP, kami menemukan jeriken dan botol berisi berbau bensin di ruang rapat kantor DPD Golkar," kata Kabis Humas Polda Jabar Kombes Pol Martinus Sitompul, saat dihubungi Kompas.com, Senin malam.

Penemuan barang bukti tersebut pun dibenarkan oleh Ketua Harian DPD Partai Golkar Subang Wawan Darmawan. "Iya betul, tadi polisi menemukan barang bukti berupa jerigen dan botol berbau bensin," kata Wawan saat dihubungi terpisah, Senin.

Diberitakan sebelumnya, kantor DPD Partai Golkar Subang di Jalan Arif Rakhman Hakim dibakar orang tak dikenal, Senin (17/6/2013). Api sempat membakar ruang rapat selama lima menit.

Hingga kini belum diketahui motif pembakaran tersebut. Namun ada dugaan, pembakaran itu dilakukan oleh kader yang tidak puas dengan keputusan Ketua DPD Golkar Kabupaten Rumanda yang menetapkan Wakil Ketua DPD Golkar Provinsi Jawa Barat Imas Aryumningsih sebagai calon wakil Bupati Kabupaten Subang periode 2013 - 2018 yang mendampingi calon bupati Kabupaten Subang Ojang Sohandi yang diusung Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan.

Terjatuh Saat Survei untuk Kemah Pramuka, Wartawan Bali Meninggal

SANGEH, KOMPAS.com — Wartawan Bali Travel Newspaper, Anak Agung Gusti Ngurah Krisna Yana (26), meninggal akibat terjatuh ke jurang di kawasan wisata alam Tanah Wuk, Sangeh, Kabupaten Badung, Minggu (16/6/2013). Dia tewas saat melakukan survei untuk perkemahan pelajar SMP.

"Sampai di RSUP Sanglah sudah dalam kondisi meninggal dunia," kata Kepala Bagian SMF Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, Ida Bagus Putu Alit, di Denpasar, Minggu malam. Menurut dia, pada tubuh jenazah tidak ditemukan unsur-unsur yang mencurigakan yang menjadi penyebab kematian wartawan ini. Hanya terdapat luka lecet di bagian anggota geraknya.

"Berdasarkan hasil komunikasi dengan penyidik, Krisna ditemukan di tebing di kawasan Tanah Wuk tersangkut di pohon enau," imbuh Alit. Mengutip keterangan penyidik, dia mengatakan, Krisna masih sempat menelepon temannya untuk mengabarkan ia terjatuh.

Rudianto, salah seorang teman korban, mengatakan, Krisna berada di Tanah Wuk untuk survei lapangan persiapan kegiatan perkemahan siswa-siswi SMPN 3 Denpasar. Selain menjadi wartawan, Krisna menjadi pembina Pramuka di SMPN 3 Denpasar.

"Sekitar pukul 14.00 Wita, Krisna dan beberapa temannya melakukan survei lapangan untuk kegiatan tanda jejak Pramuka. Namun, saat itu Krisna memilih menelusuri jalan yang berbeda dengan rekannya. Ia sendirian menyusuri jalan setapak yang bukan jalur umum," tutur Rudianto. Ia menambahkan, karena beberapa lama Krisna tidak muncul, rekan-rekannya kemudian berusaha mencari dan ditemukan dalam kondisi sudah terjatuh.

Sementara Ariek, rekan Krisna satu tempat kerja di Bali Travel Newspaper dan dalam kegiatan Pramuka, mengatakan, beberapa hari ini kondisi Krisna terlihat kurang fit. "Terakhir bertemu, Krisna bilang kalau sedang meriang, demam, dan sampai muntah-muntah," katanya.

Jenazah Krisna tiba di RSUP Sanglah sekitar pukul 20.00 Wita. Ibunda Krisna dan adiknya bahkan sampai menangis histeris mendapati kenyataan putra dan kakak mereka sudah tak bernyawa. "Saya sebelumnya tidak mempunyai firasat apa-apa," kata Wisnu Wardana, ayah Krisna.

Seusai divisum dan dimandikan, jenazah diberangkatkan menuju kampung halaman di Jero Kanginan, Banjar Pengembungan, Desa Tegaljadi, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan. Kawasan di sekitar ruang jenazah RSUP Sanglah pun terlihat disesaki keluarga Krisna, para jurnalis, dan rekan-rekannya.

Selamatkan Sepeda, Bocah Tewas Terbakar

MAGELANG, KOMPAS.com — Seorang bocah 11 tahun ditemukan tewas setelah rumahnya di Kampung Boton I, Kelurahan Magelang, Kecamatan Magelang Tengah, Kota Magelang, Jawa Tengah, terbakar. Jenazah bocah bernama Taufik Hidayat itu ditemukan di bawah rangka besi sepeda mininya, di antara puing-puing sisa kebakaran.

Menurut para tetangga, sebenarnya Taufik sudah sempat keluar dari rumah ketika api sudah membesar. Namun dia tiba-tiba masuk lagi ke rumah. Warga sempat mencegahnya karena saat itu kobaran api sudah melalap rumah yang sebagian besar terbuat dari kayu itu. Namun, Taufik tidak menggubrisnya.

"Taufik sempat keluar, lalu masuk lagi. Warga sudah mencegahnya, tapi Taufik tetap masuk. Katanya mau menyiram sepeda," kata seorang tetangga korban yang ditemui Kompas.com, Jumat (14/6/2013).

Di rumah itu Taufik tinggal bersama ibunya, Eni (45); adik perempuannya, Yeni (9); dan neneknya, Jumali (72). Adapun ayahnya diketahui tengah bekerja di Jakarta. Saat itu Eni, Yeni, dan Jumali sudah keluar dari rumah.

Menurut Ketua RT Heriyanto Sutomo, kebakaran itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Namun sebelum itu, sekitar pukul 01.00, aliran listrik sempat berhenti.

Lantas tiba-tiba, kata Sutomo, warga mendengar ledakan dan teriakan minta tolong dari arah rumah korban. "Waktu itu saya lihat api sudah membesar. Warga kemudian berdatangan ke lokasi dan saling membantu berusaha memadamkan api dengan alat seadanya," ujar Sutomo.

Beberapa saat kemudian, datang satu mobil pemadam kebakaran ke lokasi. Api lantas berhasil dipadamkan sekitar pukul 03.00 WIB. Setelah api padam, jenazah Taufik ditemukan dengan kondisi tubuh yang telah hangus terbakar.

Sutomo memperkirakan, penyebab kebakaran itu akibat korsleting listrik. Di dalam rumah itu juga diketahui terdapat barang-barang elektronik dan satu sepeda motor. Penyebab pasti kebakaran tersebut saat ini masih diselidiki oleh pihak Polres Magelang Kota.

Lokasi kejadian juga masih dipasangi garis polisi. Hingga saat ini masih ada beberapa petugas pemadam kebakaran yang sedang membersihkan sisa-sisa kebakaran.

Menurut para tetangga, Taufik kerap membantu ibunya membeli arang menggunakan sepeda kesayangannya. Arang-arang itu digunakan ibunya untuk memasak tiap hari karena ibunya diketahui takut memasak menggunakan kompor gas.

"Taufik itu anaknya baik dan penurut. Ke mana-mana memang suka naik sepeda. Ke sekolah, bermain dengan teman-temannya, dia juga suka disuruh ibunya beli arang," kata tetangga itu.

Taufik juga sering diminta mengumandangkan azan di masjid setempat karena suaranya merdu. Kini jenazah bocah itu sudah dimakamkan di pemakaman sekitar.

Banyak Peralatan Perang Ditemukan di Poso

POSO, KOMPAS.com - Poso, Sulawesi Tengah, terus menyimpan bara yang tak berkesudahan. Daerah itu seolah menjadi sarang kelompok radikal. Terbukti, dari penyisiran polisi di Gunung Koroncopu, Kecamatan Poso Pesisir Utara, ditemukan sejumlah peralatan perang, seperti ratusan amunisi dan puluhan bom rakitan dalam berbagai ukuran dan jenis.

Ada pula senjata api organik dan rakitan, alat pengintai, penunjuk arah, alat komunikasi, dan puluhan pakaian loreng yang mirip pakaian dinas TNI. ”Barang-barang ini kami temukan dalam penyisiran selama beberapa pekan di Gunung Koroncopu. Ini milik kelompok garis keras yang melakukan pelatihan dan bersembunyi di Gunung Koroncopu. Barang ini jadi bukti keberadaan dan aktivitas kelompok ini. Barang-barang seperti ini lazim digunakan dalam perang atau latihan perang,” kata Kepala Kepolisian Resor Poso Ajun Komisaris Besar Susnadi, Rabu (12/6/2013), di Poso.

Susnadi didampingi Wakil Kepala Polres Poso Komisaris Boegik S dan Dandim 1407 Poso Letkol Inf Bobby Prabowo. Hadir pula Komandan Batalyon Infanteri 714 Sintuwu Maroso, Letkol Inf Trijoko, dan Kepala Kejari Poso Nurtaman.

Kelompok Radikal di Poso Kuasai Banyak Senjata

POSO, KOMPAS.com - Puluhan senjata dan ratusan amunisi masih dikuasai kelompok garis keras pimpinan Santoso yang bersembunyi di sekitar Gunung Koroncopu. Persenjataan ini antara lain didatangkan dari Moro, Filipina, yang merupakan senjata sisa konflik atau yang direbut dari aparat. Senjata sisa konflik juga diduga masih disimpan warga.

Sebelumnya, polisi membeberkan barang bukti berupa senjata api rakitan dan organik, amunisi, bom rakitan berbagai jenis, dan peralatan lain yang lazim digunakan dalam perang atau latihan perang, yang diduga milik kelompok Santoso. Senjata-senjata tersebut ditemukan saat penyisiran di Gunung Koroncopu.

”Untuk senjata organik laras panjang dan laras pendek, belasan masih ada pada mereka. Senjata rakitan, bisa puluhan. Amunisi masih banyak. Yang mereka rakit bukan hanya senjata api dan bom, melainkan amunisi pun sudah bisa mereka daur ulang. Selongsong mereka isi bubuk dan berbagai campuran, lalu proyektilnya diganti dengan ujung paku. Hasil rakitan mereka semakin hari semakin bagus dan rapi,” kata Kepala Kepolisian Resor Poso Ajun Komisaris Besar Susnadi, di Poso, Kamis (13/6/2013).

Berdasarkan data kepolisian, sebagian dari senjata dan amunisi itu didatangkan dari Moro. Pengiriman lewat laut melalui Sulawesi Utara. Sebagian dikirim ke Luwuk, Kabupaten Banggai, melalui laut dan selanjutnya jalur darat ke Palu. Selebihnya melalui jalur laut langsung ke Poso melalui Teluk Tomini.

Bom bunuh diri di Markas Polres Poso, misalnya, ditempatkan dalam wadah plastik. Ledakan bom pada Oktober 2012 di Kecamatan Poso Kota, bom menggunakan telepon genggam dengan pengatur waktu. Aparat juga pernah menemukan bom ranjau seberat 10 kilogram di Tamanjeka yang disimpan dalam wadah makanan dari plastik.

Kelompok garis keras pimpinan Santoso cukup terorganisasi. Mereka memiliki orang-orang yang mempunyai kemampuan mulai dari merakit bom, merakit senjata, membuat detonator, mendaur ulang amunisi, hingga merangkai bom.

Peneliti Pusat Studi Keamanan dan Perdamaian Universitas Gadjah Mada, Muhammad Najib Azca, Kamis, di Yogyakarta, mengatakan, penindakan secara represif terhadap kelompok radikal dan jaringan terorisme relatif signifikan, tetapi tidak sepenuhnya mampu mematikan. Karena itu, langkah mendesak yang harus dilakukan pemerintah adalah mendapatkan dukungan publik terhadap pemberantasan terorisme.

”Reproduksi gerakan radikal dan terorisme perlu diisolasi dengan dukungan publik yang besar. Pemerintah harus mampu memobilisasi dukungan publik dengan menggandeng kelompok-kelompok masyarakat,” ujarnya.

Dua Bom Ditemukan di Sawah, Satu Sudah Meledak

BARRU, KOMPAS.com - Warga Dusun Ballewe, Kelurahan Binuang, Kecamatan Ballusu, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, menemukan dua bom pipa di sawah di daerah mereka, Kamis (13/06/2013) sore tadi.

Dua bom ini awalnya ditemukan oleh Andi Alam, setelah itu dia melapor ke Polres Barru. "Satu bom sempat meletus siang tadi. Tapi saya kira itu hanya letusan ban mobil karena kebetulan hujan lebat," jelas Andi.

Unit Jibom, Detasemen Gegana Sat Brimob Polda Sulawesi Selatan berhasil menjinakkan satu bom dengan cara meledakkannya di tempat yang jauh dari pemukiman penduduk pada Kamis malam sekira pukul 20.00 Wita.

Kedua bom yang sudah jinak itu kemudian dibawa ke Mapolres Barru. Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait penemuan dua bom ini.

Polda Bali Ringkus Tiga Penadah Mobil Curian

DENPASAR, KOMPAS.com — Jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Direskrimum) Polda Bali membekuk tiga orang tersangka penadah mobil curian masing-masing MMS (43), MS (39), dan WD (41). Dari tangan tersangka, polisi mengamankan enam unit mobil yang diduga hasil curian karena tidak dilengkapi dengan surat-surat. Dua otak komplotan ini, YS dan HS, yang sudah menjadi daftar pencarian orang (DPO) sejak enam bulan lalu, sampai saat ini belum tertangkap.

Terungkapnya komplotan ini berawal dari laporan salah seorang korban berinisial TRK yang mobil Honda CRV-nya dicuri oleh YS. Modus YS adalah berpura-pura membeli mobil Ford Ranger milik korban.

Tersangka YS yang ditemani oleh HS melakukan pertemuan dengan korban yang datang menggunakan mobil Honda CRV di sebuah apartemen untuk membahas jual beli tersebut. Saat korban sedang berada di kamar mandi, YS dan HS kemudian mengambil kunci mobil Honda CRV korban dan membawanya kabur.

"Bertemu dengan korban di Denpasar untuk transaksi mobil Ford Ranger, saat itu korban membawa mobil CRV. Saat korban sedang di toilet, kunci mobilnya dilarikan," kata Kanit Tiga Subdit Tiga Ditkrimum Polda Bali Kompol Putu Gunawan saat konferensi pers di Mapolda Bali, Kamis (13/6/2013).

Setelah melakukan penelusuran, tersangka YS dan HS pernah menginap di sebuah hotel di Buleleng atas nama tersangka MMS. Polisi kemudian berhasil menemukan MMS dan memeriksanya.

Dari pengakuan MMS, dia ditawari oleh YS untuk membeli mobil CRV hasil curian sebesar Rp 250 juta. Namun, karena tidak punya uang sebanyak itu, MMS memilih terima gadai mobil tersebut Rp 130 juta dengan patungan bersama MS dan WD.

Polisi kemudian mengamankan ketiga tersangka dan menyita enam unit mobil. Dari hasil pemeriksaan, komplotan ini sering beraksi di tiga wilayah, yakni Denpasar, Singaraja, dan Klungkung.

Diduga Sakit, Jasad Kakek Suwitno Tergeletak di Teras

Liputan6.com, Garut - Jawa Barat : Warga Kampung Bentar Hilir, Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, dikejutkan dengan penemuan mayat lelaki renta Suwitno yang tergeletak di teras rumah. Di sekitar jenazah ditemukan bercak darah.

Dalam tayangan Liputan 6 SCTV, Kamis (13/6/2013) Jenazah Suwitno, warga Kampung Prupuk Selatan, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, ditemukan tergeletak di depan rumahmya. Suwitno tercatat mengontrak di kampung itu selama 2 tahun, dan sehari hari berprofesi sebagai pedagang es keliling.

Belum diketahui penyebab kematian korban. Namun diduga korban meninggal akibat penyakit yang dideritanya.

Polisi mengevakuasi jenazah Suwitno ke rumah sakit terdekat. Rencananya, jenazah korban akan dipulangkan ke kampung halaman di Tegal, Jawa Tengah.

Kompolnas Minta Polisi Hati-hati Sikapi Kasus Ruben

MAKASSAR, KOMPAS.com — Salah satu komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Edi Saputra Hasibuan meminta polisi berhati-hati dalam menyikapi kasus terpidana mati, Ruben Pata Sambo, dan anaknya, Martinus.

"Kompolnas meminta polisi hati-hati menyikapi kasus ini dan melakukan pengecekan kebenarannya, apalagi ini kasus sudah memiliki kekuatan hukum. Yang bagus adalah apabila keluarga merasa mereka bukan pelakunya, sebaiknya ajukan peninjauan kembali (PK) ke Mahkamah Agung (MA)," singkat Edi kepada Kompas.com via Blackberry Messenger, Rabu (12/6/2013).

Sampai sejauh ini, lanjut Edi, pihaknya belum pernah menerima laporan dari keluarga Ruben Pata Sambo yang merasa korban salah tangkap oleh Polres Tana Toraja.

"Sejauh ini kami belum pernah menerima keluhan dari keluarga korban," tambahnya.

Ruben Pata Sambo dan anaknya, Martinus, diduga korban salah tangkap dan divonis mati oleh pengadilan. Kini Ruben ditahan di Lapas Klas 1 Malang, Jawa Timur.

Ayah-anak ini dituduh melakukan pembunuhan berencana terhadap empat anggota keluarga Andrias di Tana Toraja pada Desember 2005 lalu. Ruben dan Martinus ditangkap anggota Polres Tana Toraja dan dipaksa mengakui perbuatan yang tidak dilakukannya.

Bahkan, keduanya kerap mendapat penyiksaan dari aparat kepolisian dan ditelanjangi di Markas Polres Tana Toraja. Selama ditahan di Lapas Klas 1 Malang, Ruben menjadi pemuka agama dan disegani di tempat hukumannya.

Ditangkap, Bapak Perkosa Dua Anak Kandung dan Satu Anak Tiri

PONTIANAK, KOMPAS.com — Kepolisian Resor Kota Pontianak, Kalimantan Barat, menangkap tersangka RM (52), pelaku pemerkosaan terhadap dua anak kandungnya dan seorang anak tirinya, Selasa (11/6/2013) malam. RM ditangkap oleh anggota Polresta di rumahnya, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Pontianak Komisaris Puji Prayitno menjelaskan, tersangka RM ditangkap seusai pulang kerja. "Sekarang sedang dimintai keterangan oleh penyidik dan sesudahnya langsung ditahan di Polresta Pontianak," kata Puji.

RM dilaporkan oleh anak kandungnya LN (17) yang diperkosa sejak berumur sembilan tahun. LN melaporkan kasus itu ditemani ibunya, SM.

Selain LN, diperkosa juga adik kandungnya RN (12), serta kakak tiri mereka, RP (20). Menurut penuturan LN, RM adalah pribadi yang keras dan suka memaksakan kehendak. "Sepertinya dia punya ilmu hitam karena bisa memperdaya saya selama bertahun-tahun," kata LN.

Suami Bakar Istri Karena Sakit Hati Dihina di Rumah Mertua

MALANG, KOMPAS.com - Di balik kenekatan Ajar Suciantoko (47) membakar istrinya, Rosida Anggraini (38)  dengan bensin pada Senin (11/6/2013) petang, kecemburuan dan sakit hati yang terakumulasi disebut sebagai dalih. Ajar pun berkeras perbuatannya dilakukan spontan.

Aksi nekatnya itu, kata Ajar, dipicu dari omongan istrinya. “Semua yang saya lakukan itu spontan. Saya tidak pernah merencanakan. Itu terjadi karena saya telah dihina istri saya saat bertemu di rumah mertua,” tutur Ajar di Polres Malang, Selasa (11/6/2013) malam, seperti dikutip dari Surya Online. Rosida sudah satu bulan meninggalkan rumah, dan Ajar segera mendatangi Rosida di rumah mertuanya begitu mendapat informasi keberadaan istrinya itu.

Menurut Ajar, istrinya pergi dari rumah karena kecantol dengan teman semasa SD-nya. Mereka telah menikah sejak 1994 dan telah mendapatkan tiga anak.

Rosida tewas dengan luka bakar lebih dari 60 persen, Selasa (11/6/2013) pagi di RSSA Malang, setelah disiram bensin dan dibakar Ajar. Ibu Rosida, Endang (50) yang berusaha menolong anaknya juga ikut terbakar meskipun selamat. Demikian juga Arum (12), cucu Endang, yang tinggal di rumah tersebut mengalami luka bakar karena sebab yang sama. Endang dan Arum masih dirawat di RSUD Kanjuruhan Kepanjen.

Lokasi kejadian adalah rumah Endang yang berlokasi di Jalan Kauman Desa Kebonagung. Rumah Ajar juga berada di kawasan yang sama, hanya berbeda RT.