30.10.14

Judi Bola Beromzet Puluhan Juta Digerebek, 17 Tersangka Ditahan

Sebuah judi bola yang beromzet hingga 25 juta rupiah perhari di Gajah Mada Plaza, Jakarta Pusat digerebek aparat Polda Metro Jaya dan berhasil menangkap bandar sekaligus pelaku perjudian sebanyak 17 orang tersangka.

Judi bola dengan omzet puluhan juta ini hanya beroperasi pada hari Senin, Rabu, kamis, Sabtu dan Minggu dan menurut Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Heru Pranoto di Jakarta bahwa pembekukan pelaku perjudian ini  dilakukan karena banyaknya laporan yang masuk dari msyarakat mengenai maraknya judi bola.

Menurut Heru, praktek judi yang dijalankan adalah dengan menggunakan bandar dan dua tim sepak bola yang sedang bertanding. Para pelaku kemudian meletakkan taruhan pada tim pilihannya kepada bandar. Heru juga mengatakan bahwa penyelidikan akan terus dilakukan karena di duga masih ada keterlibatan tersangka-tersangka lain yang belum tertangkap.

Para pelaku ini akan dijerat dengan Pasal 303 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun.

16 Pelaku Judi Togel Dihukum Cambuk di Kabupaten Pidie

Terbukti melanggar syariat Islam Qanun Nomor 13 Tahun 2003 tentang Maisir atau Perjudian, sebanyak 16 orang terpidana kasus judi togel menjalani eksekusi hukuman cambuk di halaman Masjid Al Fallah, Sigli, ibu kota Kabupaten Pidie, Rabu (29/10/14).

Proses eksekusi cambuk dilaksanakan sekitar pukul 10.00 WIB dengan disaksikan ratusan warga Sigli dan sekitarnya. Turut menyaksikan prosesi ini adalah Kepala Biro Pengkajian Strategis Mabes Polri Brigadir Jenderal Polisi Carlo B Tewu yang didampingi Bupati Pidie Sarjani Abdullah, Kapolres Pidie AKBP Sunarya unsur pimpin daerah setempat.

Ke 16 terpidana ini yang menjakani hukuman cambuk ini adalah , M Toni, Wahyudi, Beuransah, Iswandi, Zakaria, Musliadi, Hasbi Wahyudi, Alnahyani, Saifullah, Irwandi, M Rizal, Boihaqi, Mahdi, Bahagia dan Ilyas. Masing-masing terhukum mendapatkan hukuman 6-7 kali cambukan, kecuali terpidana Munazir yang mendapat hukuman hingga 11 kali cambukan karena ia terbukti sebagai bandar judi togel.


Pengacara Tersangka Penghina Presiden Ajukan Penangguhan Penahanan

Abdul Aziz selaku pengacara dari tersangka berinisial MA yang ditangkap polisi dan dikenai pasal 29 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2008 Tentang Pornografi dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara karena telah mengunggah foto porno editan dengan memasangkan kepala Presiden Jokowi dan mantan presiden Megawati lewat media sosial mengajukan penangguhan penahanan ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri pada hari Kamis (30/10/14).

Ia berharap agar permohonan penangguhan penahanan ini dapat dikabulkan atau bahkan kliennya dapat dibebaskan. Abdul Aziz juga menjelaskan bahwa ia belum sempat menemui tersangka namun menurutnya MA saat ini mengalami depresi karena menyaksikan berbagai pemberitaan di media elektornik seputar kasus yang dialaminya.

Sang pengacara juga sedang mencoba untuk berkirim surat kepada Presiden Joko Widodo untuk melakukan permohonan maaf, dan ia berharap agar kliennya dapat dimaafkan oleh Presiden Joko Widodo.

Ditempat terpisah, Brigjen Kamil Razak selaku Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri mengatakan bahwa permohonan penangguhan penahanan bisa saja dukabulkan, namun harus dipelajari terlebih dahulu kasus dan surat penangguan penahanan yang diajukan tersangka. Menurutnya, permohonan dapat saja ditangguhkan dengan syarat tidak akan mengulangi perbuatan, tidak menghilangkan barang bukti, tidak mempengaruhi saksi dan tidak melarikan diri.

28.10.14

Polda Metro Jaya Bongkar Sindikat Pencurian Berkedok Pembantu

Sindikat pencurian dengan kedok pembantu rumah tangga di wilayah Jakarta dan sekitarnya baru-baru ini diungkap oleh aparat Polda Metro Jaya.  Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Heru Pranoto di Jakarta, Selasa kemarin mengungkapkan bahwa mereka telah menangkap seorang tersangka perempuan berinisial SR yang berpura-pura menjadi pembantu. Selain itu petugas Subdirektorat Kejahatan dan Kekerasan pada Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya juga menangkap beberapa tersangka lain yaitu Y alias N dan A alias AP.

Menurut Heru, tersangka SR berpura-pura melamra sebagai pembantu rumah tangga, selanjutnya ia memberikan informasi seputar kondisi rumah yang akan dijadikan target pencurian kepada rekan-rekannya. Pada saat penghuni meninggalkan rumah dalam keadaan kosong, para pelaku akan membobol dan menggasak barang-barang korban seperti uang tunai, perhiasan dan barang berharga lainnya.

Butuh 10 hari petugas polisi meringkus komplotan penjahat berkedok pembantu rumah tangga ini. Menurut Heru, mereka akan dijerat pasal 363 KUHP tentang pencurian pemberatan dan diancam hukuman lebih dari lima tahun penjara.


26.10.14

Semrawut, Saling Serobot dan Adu Mulut Akibat Lampu Lalu Lintas Bermasalah

Pada Jumat (24/10/2014) lalu, beberapa lampu lalu lintas yang seharusnya mengatur arus lalu lintas di di wilayah Jakarta Selatan mengalami gangguan dan tidak berfungsi sebagaimana mestinya. Hal inipun menyebabkan terjadinya kekacauan di beberapa ruas jalan.

Salah satunya di Jalan Panglima Polim, dimana lampu hijau tidak menyala seperti seharusnya membuat sejumlah pengendara mobil salah duga dan kendaraan lain dibelakang membunyikan klakson tanpa henti menyebabkan kebisingan.

Masalah lainnya yang lebih parah terjadi di Jalan Hang Tuah dimana tidak satupun lampu lalu lintas di perempatan ini yang menyala. Awalnya belum terlalu mengganggu ketika arus lalu lintas belum terlalu padat. Namun memasuki pukul 16.00 ketika kepadatan arus lalu lintas terjadi, sejumlah pengendarapun saling serobot berebut jalan sambil meneriaki satu sama lain.

Keadaan menjadi semakin semrawut ketika memasuki jam pulang kerja. Pengendara semakin berebut dan tidak mau mengalah memberikan kesempatan kepada pengendara dari arah yang berbeda dan kemacetanpun menjadi semakin panjang.

Tidak berbeda yang terjadi pada pengendara dari Blok M ke arah Radio Dalam dimana kawasan di jalur ini sangat padat merayap hingga pertigaan  Jalan Radio Dalam Raya, Jalan H Nawi Raya, Jalan Margaguna.

Dirampok di Lampu Merah, 1,5 Juta Rupiah Melayang

Berhati-hatilah berkendara di malam hari di kota Jakarta, terutama jika anda harus berhenti di lampu merah di daerah yang sepi. Seperti yang dialami oleh Suyatno dan Asep Bonar pada hari Sabtu (25/10/2014) dini hari lalu.

Mengendarai sebuah mobil pikap, kedua pria ini harus berhenti di lampu merah Mambo, jalan Yos Sudarso, kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara sekitar pukul 01.00

Saat berhenti itulah tiba-tiba mereka ditodong oleh 5 orang bersenjata tajam. Sambil melakukan penodongan, kelima pelaku meminta harta benda milik kedua korban dan berhasil merampas uang kedua korban senilai total 1,5 juta rupiah. Komplotan perampok itu bahkan semoat merobek kaos yang dikenakan salah satu korban, Suyatno.

Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara Ajun Komisaris Besar Polisi Azhar Nugroho, hingga saat ini Polres Jakarta Utara masih terus melakukan pengejaran terhadap komplotan perampok tersebut.

25.10.14

Komnas PA Siapkan Rumah Aman untuk Anak-Anak Korban Kejahatan Seksual

Makin meningkatknya kasus kekerasan seksual terhadap anak, Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) akan segera membangun rumah aman yang diperuntukkan sebagai tempat pemulihan mental dan sosial anak korban kejahatan seksual.

Menurut Ketua Komnas PA, Artist Merdeka Sirait, diharapkan rumah aman khusus untuk anak korban kejahatan seksual di jakarta sudah terbangun di awal 2014 dan selanjutnya akan dibangun dimasing-masing daerah. Ia juga menjelaskan kalau rumah aman ini nanti akan dilengkapi dengan fasilitas-fasilitas, psikolog dan pekerja sosial yang akan menjadi bagian dalam proses pemulihan dari dampak kejahatan seksual yang dialami oleh korban anak.

Artist menjelaskan bahwa selama ini pelaku kejahatan seksual banyak yang berasal dari rumah tangga sehingga tidak mungkin anak yang mengalami depresi dan trauma berat sebagai korban kejahatan dikembalikan ke rumahnya untuk proses penyembuhan. Ruma aman ini aakan dibangun secara permanen agar anak korban kejahatan seksual mendapatkan pelayanan sosial dan dapat disembuhkan dengan cepat.

Berdasarkan data yang ada di Komnas PA, angka kejahatan seksual terhadap anak sudah cukup menakutkan karena peningkatannya sangat tinggi. Pada tahun 2010 saja kasus kejahatan seksual mengalami peningkatan sebanyak 40 persen dan kasis kejahatan seksual pada  anak meningkat hingga 62 persen di tahun 2014.

19.10.14

Jual Baju Batik Online

Lupakan sesaat seputar berita kriminal, bagi anda penggemar fashion kami ingin berbagi informasi ini khususnya penggemar fashion sekaligus pencinta kain batik. Sebuah toko online yang jual baju batik ekslusif kini hadir untuk melayani pembelian aneka pakaian batik secara online.

A-clothing.com adalah toko online dengan spesialisasi batik. Dimana semua pakaian yang diproduksi dan dijual disini berbahan batik dan kain tradisional lainnya sebagai tambahan.

Sebagai toko online yang jual baju batik, aclothing menyediakan aneka pakaian batik untuk wanita maupun pria, dimana dalam mengadirkan produk baju batik mereka, aclothing mengusung konsep ekslusifitas. Bahan batik yang digunakan merupakan bahan-bahan pilihan yang berkualitas yang didesain khusus dan diproduksi dalam jumlah yang sangat terbatas. Sangat ekslusif.

Sebagai toko online yang jual baju batik, aclothing menyediakan fitur-fitur yang sederhana untuk melakukan pembelanjaan secara online. Anda tinggal memilih produk baju batik dari katalog yangf tersedia kemudian memasukkan dalam shopping cart. Anda bisa memilih beberapa model sekaligus sesuka anda kemudian melakukan proses check out untuk melakukan pemesanan. Sangat simple dan mudah.

Aclothing menjamin bahwa pakaian batik yang dijual di fashion online store mereka sangat berkualitas dan ekslusif. Untuk wanita tersedia atasan batik, dress batik hingga baju hamil batik, sedangkan untuk pria tersedia aneka kemeja batik pria yang elegan dan berkualitas.