8.5.15

Modus Penipuan Dengan Menggunakan Kartu ATM



Satuan Reskrim Polres daerah Jakarta Barat berhasil menagkap kawanan pelaku penipuan kartu ATM yang menguras uang ratusan juta rupiah dari para korbannya.

Polisi Jakarta Barat tengah berhasil menagkap 3 tersangka pelaku penipuan, modus yang dipakai oleh para tersangka ini menggunakan kartu ATM. Para pelaku berdalih sebagai warga negara Brunei Darussalam kepada korbannya.  Ketiga pelaku ini berpura-pura ingin memberikan sumbangan dana besar untuk kepentingan sosial.

Dalam melaksanakan aksinya pelaku akan mentransfer sejumlah uang yang sangat besar kepada calan korbannya.  Saat korban sedang memasukan pin ATM, tersangka menghafal kode rahasia yang dimasukan oleh calon korbannya.

Saat korban sedang lengah, teman tersangka telah memanipulasi kartu ATM korban dengan cara menukar kartu ATM milik korban dengan yang palsu. Lalu para tersangka dengan bebasnya menguras habis isi ATM milik korban dengan leluasa.

Pelaku ke tiga telah tertangkap setelah korban melaporkan kejadian penipuan kepada Polisi.

3.5.15

Korban miras oplosan di Cianjur, tiga orang tewas, tiga orang dirawat

Miras oplosan kembali memakan korban. Kali ini enam orang pemuda dari Kampung Cibodas, Desa Karangwangi , kecamatan Ciranjang, Cianjur, Jawa Barat yang menjadi korban. Tiga orang diantaranya tidak tertolong nyawanya sedangkan tiga lainnya sempat menjalani perawatan di RSUD Cianjur dan kemudian diijinkan pulang setelah kondisi mereka membaik.

Tiga orang meninggal akibat miras oplosan ini adalah Dogol (22), Atep (24) dan Doni Sunarya (31). Doni Sunarya masih sempat menjalani perawatan intensif di RSUD Cianjur namun akhirnya meninggal.

Ridwan Taufik (19), salah satu korban yang masih selamat menjelaskan bahwa kejadian itu berawal dari hari Jumat siang dimana mereka bersama-sama menenggak empat botol miras oplosan yang dicampur dengan minuman penambah stamina yang mereka beli dari sebuah warung jamu di Cipeuyeum.

Tidak cukup dengan empat botol miras oplosan tersebut, mereka membeli empat botol lagi dan melanjutkan pesta mirah dari siang hingga malam hari dengan menghabiskan delapan botol miras oplosan.

Menurut korban, mereka memang biasa membeli miras di tempat tersebut karena harganya yang murah dan selama ini tidak pernah mengalami kejadian seperti itu.

Sehari setelah menikmati miras oplosan, para korban baru merasakan dampaknya, misalnya Ridwan yang mengalami rabun dan mual-mual yang hingga saat ini masih menjalani rawat jalan.

Berdasarkan diagnosa dokter, Sony Irawan, anggota Tim Forensik RSUD Cianjur menjelaskan bahwa keempat korban miras oplosan ini mengalami intoksikasi alkohol yang menyebabkan daya tahan tubuh mereka melemah.  Namun sayang, kasus ini tidak dapat diselidiki lebih lanuut termasuk kandungan yang ada dalam miras oplosan tersebut karena adanya penolakan dari pihak keluarga korban dengan alasan harus segera menguburkan korban.

Kedai Online Baju Mengandung


Kedai Online Baju Mengandung di Malaysia
Sebuah kabar sukacita buat ibu mengandung dan menyusu di Malaysia bahwa sekarang ibu-ibu yang perutnya sedang membesar boleh dapatkan koleksi-koleksi baju mengandung dan menyusu yang cantik dengan harga yang amat sangat berpatutan lewat kedai online baju mengandung yang dihantarkan oleh jenama HMILL dari Indonesia lewat online shop yang dikhususkan bagi pembeli dari Malaysia.

Koleksi pakaian mengandung dan menyusu yang ditawarkan kedai online ini sangatlah banyak dan semuanya memiliki rekaan dan materian pakaian mengandung yang mementingkan keselesaan ibu hamil dan ibu yang sedang menyusu. Rekaan dan warna pakaian juga bermacam-macam untuk membantu mengekalkan imej ibu mengandung tetap cantik, ceria, dinamik dan selalu kelihatan anggun dimata suami dan orang sekeliling ibu.

Ibu dapat bebas berbeli belah pelbagai jenis baju mengandung mulai dari dress mengandung, blus mengandung, jubah hingga seluar mengandung yang sesuai dikenakan ibu di rumah maupun ibu bekerja dan ada pula baju mengandung muslimah yang sopan dan selesa dikenakan di pelbagai aktiviti ibu.

Bajumengandungonline.com mendatangkan koleksi baju mengandung yang variatif sangat dengan pelbagai kombinasi warna dan design menarik supaya ibu mengandung dan menyusu boleh bebas memilih dan menggayakan fesyen meskipun perut sedang membesar.

Cara shopping atau membeli pun sangatlah mudah. Ibu dapat gunakan shopping cart yang simple untuk melakukan pemesanan pakaian mengandung pilihan ibu atau bebila ibu tidak familiar dengan shopping cart dapat juga melakukan pembelian melalui aplikasi Whatsapp.

Kepolisian Resor Seruyan, Kalimantan Tengah Tangkap Pengedar Pil Koplo Zenith.


Pada kegiatan Operasi Cipta Kondisi yang digelar Kepolisian Resor (Polres) Seruyan, Kalimantan Tengah dalam rangkaian perayaan Hari Buruh (May Day) tanggal 1 Mei 2015, petugas berhasil menangkap tangan seorang pengedar pil koplo yang membawa pil koplo jenis Carnophen (Zenith) dan seorang temannya yang membawa 1 paket narkoba jenis sabu.

Kapolres Seruyan AKBP Budi Satrijo di Kuala Pembuang menyampaikan bahwa penangkapan ini terjadi pada Kamis (30/4) malam ketika petugas Polres Seruyan sedang melakukan razia di simpang tiga trans Desa Kartika Bhakti Kecamatan Seruyan Hilir Timur yang merupakan pintu masuk kota Kuala Pambuang, dan sekitar pukul 10 malam kedua pelaku datang dengan mengendarai sebuah kendaraan roda empat. Kedua pelaku yang tidak menyangka sedang ada razia keamanan kaget melihat aparat dan dengan cepat memutar balik arah kendaraan mereka untuk menghindar. Melihat gelagat ini, petugas segera melakukan pengejaran dan berhasil menghentikan mobil kedua tersangka.

Dari tersangka FA (27 tahun) berhasil disita 80 boks Zenith siap edar, atau sekitar 8.000 butir yang diletakkan di jok belakang dan dari tersangka SY (30 tahun) ditemukan 1 paket narkoba jenis sabu.
FA mengaku bahwa ia membeli pil koplo jenis Zenith ini dari Sampit, Kotawaringin Timur seharga 250.000 rupiah per boks dan akan dijual kembali di  Kuala Pambuang dengan harga jual 400.000 rupiah per boks sementara tersangka SY yang kedapatan membawa 1 paket sabu mengaku bahwa narkoba tersebut ia beli untuk dikonsumsi sendiri.

"Untuk SY dikenakan Pasal 112 ayat 1 UU RI Nomor 35/2009 tentang Narkotika minimal kurungan empat tahun, sedangkan tersangka FA dikenakan Pasal 197 UU Nomor 36/2009 tentang Kesehatan dengan ancaman maksimal 15 tahun kurungan," demikian AKBP Budi Satrijo. (Sumber : Antara)

29.4.15

Candaan Berujung Gagalnya Penerbangan Batik Air Rute Jakarta - Palembang

Detik.com - Seorang penumpang Batik Air di Bandara Soekarno-Hatta bercanda membawa bom saat ditanya‎ pramugari soal isi tasnya. Akibat perbuatannya itu, penumpang di pesawat rute (Jakarta-Palembang) ini menjadi tertunda.

Kapolres Bandara Soekarno-Hatta Kombes CH Pattopoi mengungkapkan, peristiwa terjadi pada pukul 06.25 WIB di atas pesawat Batik Air rute Jakarta-Palembang. Saat boarding di pesawat, penumpang yang berinisial YUS (57) itu ditanya ‎oleh pramugari soal tas bawaannya.

"Saat akan meletakan bagasi ransel di kabin pesawat, terlihat pramugari agak berat (mengangkat ransel) dan ketika ditanyakan ke yang bersangkutan apa isinya dan dijawab bom," jelas Pattopoi dalam keterangannya kepada detikcom, Rabu (29/4/2015).

Mendengar jawaban penumpang tersebut, pramugari kemudian melapor ke pilot yang selanjutnya dilaporkan ke pihak Aviation Security (Avsec). Sesuai SOP penerbangan, semua penumpang kemudian diturunkan ke Gate C5.

"Kemudian penumpang tersebut diamankan ke ruang Ansec Lion di Gate A5," imbuhnya.

Petugas kemudian menginterogasi penumpang tersebut, dan ia mengakui bahwa pernyataannya soal bom hanya bercanda belaka. Akibat peristiwa ini, penerbangan pesawat tersebut tertunda dan baru bisa terbang pukul 09.00 WIB.

"Hasil pemeriksaan Satreskrim Polres Bandara Soekarno-Hatta dan PPNS yang bersangkutan menyatakan hanya bercanda atau spontan," tuturnya.

25.4.15

Razia Kos Mewah Di Bilangan Setiabudi, Polisi Menemukan Pengedar Narkoba


http://images.detik.com/content/2015/04/25/10/000419_setiabudi4.jpg

Petugas gabungan berbagai unsur mengintensifkan razia di tempat kos pasca pengungkapan tewasnya Deudeuh Alfisahrin alias Tata alias Mpie, untuk mencegah praktik prostitusi. Namun di tengah razia tersebut aparat menemukan adanya dugaan peredaran narkoba di sebuah kos mewah.

Razia dilakukan di Wisma Budiman II yang berada di Jl Karet Belakang, Gg Anggrek 7 No. 1, Jumat (24/4/2015). Petugas menyisir satu per satu kamar yang ada di kosan tersebut. Di salah satu kamar, petugas menemukan dua pria dan tiga perempuan bukan pasangan suami-istri berada di kamar berukuran sekira 3x4 meter.

Usai mendata identitas kelima orang itu, petugas melanjutkan dengan tes urine. Benar saja, dari lima orang yang diperiksa tiga diantaranya positif mengonsumsi narkoba. Selanjutnya, petugas langsung melakukan penggeledahan di kamar yang berada di ujung lorong kos.

Kapolsek Setiabudi AKBP M. Arsal mengatakan, hasil penggeledahan ditemukan bong atau alat isap sabu, 26 paket ekstasi. "Sebenarya ada 31 paket, tapi yang 11 itu kita enggak tahu dipakai di dalam kosan atau di luar," kata Arsal, di Polsek Setiabudi, Jaksel, Jumat (24/4/2015).

Polisi mengamankan tiga tersangka, mereka adalah AA (penyewa kosan) asal Tangerang, EH seorang perempuan, dan DE asal Cipinang. Arsal menduga banyaknya pil setan yang ditemukan di kamar AA mengindikasikan adanya praktik peredaran narkoba di kosan tersebut.

"Ini sudah tahap pengedar," kata Arsal.

Di tempat sama, Camat Setiabudi Fredy Setiawan mengatakan bahwa setiap pemilik kos harus melaporkan identitas seluruh penghuni dan juga pemilik kosan. Khusus untuk Wisma Budiman II pihaknya akan memberikan teguran sebanyak tiga kali.

"Dan kalau diindahkan akan dilakukan pencabutan izin, dan kalau tidak diindahkan lagi akan diminta mengosongkan," tegas Fredy.

24.4.15

Polsek Pondok Gede, Bekasi Bekuk Kawanan Perampok Minimarket

Berdasarkan laporan warga tentang adanya penghuni yang mencurigakan disekitar kampung mereka, Kepolisian Sektor Pondok Gede menggelar razia di sejumlah rumah kontrakan dan rumah kos di Rawa Indah, Pondok Gede, Bekasi pada Rabu (22/4).

Dari razia ini seperti disampaikan Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Pondok Gede Ajun Komisaris Untung Riswaji, petugas berhasil membekuk empat orang pelaku kejahatan perampokan di rumah kontrakan mereka di Rawa Indah.

Beserta keempat tersangka pelaku perampokan, , TY, UD, SFL, dan TBL, polisi menemukan perlengkapan seperti 2 buah linggis, 2 buah celurit dan sarung tangan di rumah tersebut.  Namun Untung Riswaji menjelaskan bahwa keempat perampok yang merupakan spesialis perampokan minimarket dan rumah kosong ini biasanya tidak beraksi di Bekasi melainkan di Subang,  Jawa Barat. Untuk itu penyidik akan melimpahkan kasus ini kepada Polsek Legok Kulon, Subang.

Sementara itu,Aparat Kepolisian Resor Kota Bekasi Kota juga berhasil membongkar kasus pencurian kendaraan bermotor.  Sejumlah kendaraan bermotor hasil curian yang terdiri dari 1 Toyota Avanza, 1 Daihatsu Xenia, 3 mobil bak terbuka Suzzuki Futura dan sebuah sepeda motor Honda Tiger berhasil diamankan aparat sekaligus menahan 3 orang pelaku curanmor yaitu SM, AK dan SA.

Dalam aksi mereka seperti diungkapkan Kepala Polresta Bekasi Kota Komisaris Besar Rudi Setiawan, pelaku menggunakan kunci T.

Uang SPBU Menjadi Sasaran Perampokan.

Belakangan ini, minimal dalam 1 bulan terakhir telah terjadi dua kali tindakan perambokan atau pembegalan dengan menggunakan senjata api di wilayah Kota Depok.

Menurut Kepala Kepolisian Resor Kota Depok Komisaris Besar Ahmad Subarkah, di Depok, kemarin, modus yang digunakan serupa dan korban yang diincar adalah pegawai SPBU.

Selasa (21/4), seorang karyawan SPBU 34.16420, Endang Suhendar (24) mengalami luka tembakan di pelipisnya akibat ulah 3 orang begal. Endang sedang melintas di Jembatan Serong, Jalan Cipayung, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok tengah hari ketika sepeda motornya di pepet oleh 3 orang begal yang mengendarakan dua buah sepeda motor. Endang ditembak jatuh, kemudian sepeda motornya beserta uang yang akan disetor ke bank sebesar Rp. 185 juta raib dibawa kabur para begal.

Dua pekan sebelumnya, karyawan SPBU 34.16417 lainnya yaitu Joko Santoso (31) mengalami pembegalan  di Jalan Ciherang, Sukatani, Tapos, Depok. Tas pria ini ditarik oleh pelaku begal karena dikira ia membawa uang untuk disetorkan ke bank. Namun kemudian si pelaku kabur karena tidak menemukan uang baik di tas maupun jok motor korban.

Dua Bocah Jadi Korban Cabul Seorang Pria Berperilaku Seks Menyimpang.


pencabulan anak

Dua orang bocah kakak beradik di Kecamatan Jeumpa, Kabupaten Bireuen, Aceh diketahui kerap menjadi korban pencabulan oleh seorang lelaki berusia 44 tahun yang merupakan tetangga mereka sendiri.
Terungkapnya aksi pencabulan terhadap bocah berusia 10 tahun dan adiknya yang masih berusia 8 tahun ini disebabkan kedua bocah ini sering berbagi cerita mengenai perilaku korban terhadap mereka disebuah warung. Dari penjual di warung inilah cerita dari kedua bocah korban pencabulan ini disampaikan kepada Salmah (35), ibu mereka. Mendengar pengaduan ini, ibu empat orang anak ini segera melaporkan si pelaku ke suaminya dan selanjutnya melaporkan kepada perangkat desa.

Mendengar pengaduan tersebut, perangkat desa segera membawa kedua korban untuk diperiksakan kepada bidan desa, namun karena keterbatasan alat maka dua bocah tersebut dibawa ke ke IGD RSUD dr Fauziah Bireuen untuk menjalani visum.

Berdasarkan hasil visum, kedua orang tua korban selanjutnya melaporkan pelaku pada polisi yang langsung ditangkap keesokan harinya.

Kedua bocah ini mengaku kalau mereka sering diperlakukan tidak senonoh oleh M Hasan, si pelaku.Kedua korban biasa diajak ke sebuah bukit yang tak jauh dari rumah korban pada siang hari untuk dicabuli dan kemudian diberikan uang sebesar Rp. 2.000 agar tidak menceritakan kejadian pencabulan tersebut kepada orang lain.

Salmah, ibu korban mengaku sangat kaget mengetahuin M Hasan tetangganya yang tinggal hanya sejauh 200 meter dari rumahnya telah melakukan pencabulan terhadap 2 orang putrinya.

Pelaku memang diketahui memiliki perilaku seks yang menyimpang berdasarkan pengakuan beberapa warga. Bahkan Salamah ibu korbanpun pernah diajak berhubungan intim oleh pelaku ketika wanita ini masih mengandung putri bungsunya yang kini sudah berusia enam bulan. Sang pelaku datang ke rumahnya ketika sedang sepi dan mengajak berhubungan intim yang kemudian diusir oleh Salamah.
Selain Salamah, seorang nenek yang juga mengaku pernah mengalami perlakuan yang tidak menyenangkan dari M Hasan. Saat itu ia sedang duduk menganyam tikar tiba-tiba pria cabul itu datang kemudian berbaring disampingnya dan langsung membuka celananya. Sang nenek yang enggan disebutkan namanya ini menghardik sambil pergi meninggalkan pelaku.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM-PKS) Kabupaten Bireuen, Bob Mizwar menegaskan kalau pihaknya akan melakukan pendampingan secara intensif terhadap dua bocah korban pencabulan tadi karena mereka masih di bawah umur. Bob juga menyampaikan harapannya agar orang tua meningkatkan pengawasannya terhadap anak-anak mereka dan tidak membiarkan anak-anak bebas bermain tanpa batas waktu di luar rumah.