31.10.18

Hanya karena persoalan telur, seorang ayah bunuh anak kandungnya

Sungguh tak dinyana dan tak diduga, nyawa Andrew Smith yang berusia 30 tahun berakhir di tangan ayah kandungnya sendiri Peter John Smith yang berusia 70 tahun.

Tragedi pembunuhan anak kandung oleh ayahnya ini terjadi di Melbourne, Australia pada pertengahan Desember tahun lalu. Peristiwa tragis ini dipicu oleh pertengkaran sang ayah dan anak yang disebabkan oleh telur gosong buatan saang anak.

Awalnya, Andrew yang sedang minum-minum di rumah orangtuanya memutuskan untuk menggoreng telur ayam namun ternyata gosong dan ia membuang telur gosong tersebut ke halaman belakang rumah orangtuanya.

Melihat tindakan anaknya ini Peter menjadi marah karena menurutnya tindakan si anak dapat membahayakan anjing peliharaan mereka.

Namun, Andrew yang baru saja sembuh dari ketergantungan narkoba ini malah menyalahkan anjing peliharaan sang ayah dan memaki ayahnya sambil berkata bahwa usia ayahnya toh sudah tak akan lebih dari setahun. Kebetulan sang ayah memang sedang dalam perawatan penyakit kanker.

Selama ini Peter telah banyak menghabiskan biaya untuk perawatan Andrew agar sang anak terlepas dari herat narkoba selama bertahun-tahun. Sehingga mendapat perlakukan seperti itu, Peter menjadi gelap mata.

Usai makan malam saat Andrew sudah kembali ke kamarnya, Peter berjalan ke karavan di halaman rumahnya untuk mengambil senapan dan mengisi dengan amunisi.

Peter sempat menyampaikan niatnya kepada sang istri bahwa dia akan membunuh anak mereka Andrew dan kemudian bunuh diri namun sang istri tidak menanggapi serius.

Peter pun menuju kamar Andrew dan menembak anaknya dua kali di bagian tubuhnya ketika Andrew dalam posisi berbaring. Andrew langsung meninggal di tempat.

Dalam persidangan Peter mengungkapkan bahwa semua terjadi begitu saja karena dia sudah tidak tahan lagi dengan kelakuan anaknya. Dan menurutnya semuanya sudah berakhir dan ia tak perlu kuatir lagi.

Anggota keluarga yang hadir dalam persidangan tampak tak kuasa menahan tangis saat vonis dibacakan.

No comments: