Showing posts with label Bunuh Diri. Show all posts
Showing posts with label Bunuh Diri. Show all posts

3.7.14

Bapak 3 Anak Bunuh Diri Karena Usahanya Bangkrut

Salah satu pengusaha minyak pelumas (oli) yang tinggal di kawawsan Sawah Besar, Jakarta Pusat terlihat tidak bernyawa. Kakak dan suaminya melihat Chin Andreas (49) lemas dengan leher yang terikat.

Kakaknya sempat curiga karena sms yang diterima sang korban yang mengucapkan terima kasih, dengan kecurigaan ini akhirnya sang kakak bersama suaminya pergi ke rumah orang tuanya yang berlokasi di Jalan Dwi Warna III RT 03/9 Kelurahan Karanganyar, Sawah Besar.

"Kejadiannya dini hari. Namun baru diketahui sekitar pukul 07.00 WIB," kata Kapolsek Sawah Besar Kompol Ronald Purba, Kamis (3/7/2014).

Sms sang adik dan kecurigaan sang kakak Tjhin Ay Khim karena merasa dirinya tidak pernah disakiti oleh sang adik berujung petaka setelah menemukan Chin Andreas tewas tergantung.

"Kakaknya mendapat sms dari korban yang isinya 'terima kasih atas kebaikan cici selama ini, sekarang saya tidak punya harapan lagi, sekarang saya ada di dwiwarna, selamat tinggal ci'," kata Humas Polsek Sawah Besar, Iptu Samsul Bahri.

Sang kakak bersama suaminya yang melihat tewasnya sang adik langsung menghubungi istri korban, Efrida (47). Jarak rumah antara tempat kejadian dengan rumah milik sang adik tidak berjauhan. Setelah itu, mereka bersama-sama melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sawah Besar.

"Menurut keterangan saksi, yang bersangkutan depresi karena usahanya bangkrut," tambahnya.



Pihak kepolisian membawa jenazah Chin ke RSCM untuk diautopsi. "Dari hasil autopsi, tanda-tanda penganiayaan nihil," tutup Bahri.

23.1.14

Depresi, Polisi di Samarinda Tembak Kepalanya Sendiri

SAMARINDA, KOMPAS.com — Seorang anggota Polresta Samarinda, Aiptu Antoni Sarif Gultom, yang bertugas di Unit Binmas di Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), mencoba bunuh diri dengan menembak kepalanya sendiri dengan memakai pistol. Diduga, Antoni bunuh diri karena depresi penyakitnya tak kunjung sembuh.

Peluru dari pistol tersebut menembus kepala Aiptu Antoni Sarif Gultom.

Dari informasi yang dihimpun Kompas.com, Antoni ditemukan terkapar di rumahnya di Jalan Perumahan Kalimanis Blok D Nomor 109, Kelurahan Sungai Kapih, Samarinda Ilir, Kalimantan Timur (Kaltim). Dia menembak kepalanya sendiri sekitar pukul 08.00 Wita, dan ditemukan langsung oleh anak dan istrinya. Pada saat kejadian, di rumah tersebut keluarga Antoni tengah berkumpul sehingga pada saat kejadian berlangsung, keluarganya langsung melarikan Antoni ke rumah sakit.

Beberapa tetangga terdekat juga ikut membantu merujuk Antoni ke Rumah Sakit Islam Samarinda. Namun, karena keterbatasan alat di RS tersebut, Antoni harus dirujuk ke RSUD AW Syahranie, Samarinda.

Salah seorang tetangga Antoni mengatakan, Antoni bunuh diri karena depresi penyakit yang dideritanyatak kunjung sembuh. Meski para tetangga tidak tahu penyakit apa yang diderita Anoni, mereka sering melihat dia pergi berobat.

"Kami tidak tahu apa penyakitnya, tapi kemarin baru keluar dari rumah sakit. Belakangan ini memang rajin berobat," katanya, Rabu (22/1/2014).

Atas kejadian tersebut, polisi dari Polsek Samarinda Ilir langsung melakukan olah TKP dan kediaman Antoni dipasang garis polisi.

Kapolresta Samarinda Kombespol Antonius Wisnu Sutirta menyatakan, pihaknya masih mendalami kasus tersebut untuk mengetahui motif bunuh diri yang dilakukan Antoni. Menurutnya, Antoni mengalami gangguan jiwa sekitar tahun 2002 silam.

"Iya benar, 2002 silam dia pernah depresi atau mengalami gangguan kejiwaan. Namun, seiring waktu, yang bersangkutan dinyatakan sembuh," kata Wisnu.

Dia menambahkan, pemberian kembali senjata pasca-depresi sudah melalui prosedur yang berlaku. "Kita sudah melakukan serangkaian tes untuk para pemegang senpi, seperti tes psikologi," tutupnya.

22.10.13

Gagal Bunuh Calon Istri, Pria Ini Tabrakkan Diri ke Truk

BONDOWOSO, KOMPAS.com - Seorang pria bernama Wahdiyat Edi (40), warga Desa Suger Kidul, Kecamatan Maesan, Bondowoso, Jawa Timur, nekat bunuh diri dengan menabrakkan tubuhnya ke sebuah truk yang melintas di Jalan Raya Bondowoso- Jember, Senin (21/10/13). Peristiwa ini bermula saat Wahdiyat berusaha menghabisi nyawa calon istrinya, Buyah (29), yang akan dinikahinya pekan depan.

Menurut keterangan sejumlah warga setempat, Edi dan Buyah sedang berjalan kaki di tengah jalan desa. Entah bagaimana kemudian, Wahdiyat langsung mengambil pisau di pinggangnya dan menyerang Buyah secara membabi buta. Beruntung, korban berhasil menepis serangan itu dan lari sambil meminta pertolongan warga sekitar.

Melihat aksinya gagal, Wahdiyat terlihat panik. Ia kemudian lari menuju ke jalan raya. Saat itu ada sebuah truk besar sedang melintas, dan secara tiba-tiba Wahdiyat menabrakkan tubuhnya ke bagian depan truk. Wahdiyat pun tewas di lokasi kejadian.

"Hasil pemeriksaan kami dari keterangan saksi- saksi, Wahdiyat memang sengaja menabrakkan dirinya kepada truk yang melintas," terang Kapolsek Maesan, Ajun Komisaris Polisi Hadi Siswoyo.

Sopir truk, menurut Hadi, sebenarnya sudah berusaha menghindar dengan membanting stir. Hanya karena mendadak, korban akhirnya tetap tersambar. "Kami masih menyelidiki motif yang melatarbelakangi mengapa yang bersangkutan nekat berusaha membunuh calon istrinya itu, dan bunuh diri," jelas Hadi.

Sementara itu, calon istri Wahdiyat, Buyah belum bisa dimintai keterangan. Saat ini dia harus dirawat karena mengalami luka parah di bagian kepala dan tangan akibat ditusuk Wahdiyat.

1.8.13

Malu Anak Nikahi Janda, Bapak Gantung Diri

GRESIK, KOMPAS.com - Si'in (65), warga Dusun Betiting, RT 03, RW 01, Kecamatan Cerme, Gresik, ditemukan menggantung di  pohon mangga  belakang rumah korban, Rabu (31/7/2013) kemarin.

Suparto, tetangga korban yang pertama kali menemukan mayat Si'in, kemudian memberitahu ke Sukari yang langsung melaporkannya kepada Ketua RT.  Selain itu, beberapa warga memberitahu anak Si'in, Sujanah. Si'in akhirnya diturunkan oleh ketiga tetangga korban, sebab dikira masih hidup.

Berdasarkan informasi warga, Si'in gantung diri karena masalah keluarga.  "Karena anak korban nikah dengan seorang janda, sehingga membuat korban malu kepada masyarakat," kata Kasat Reskrim Polres Gresik AKP Muhamad Nur Hidayat.

Dalam hasil pemeriksaan di tubuh korban tidak ada ditemukan bekas luka. "Pihaknya langsung menerima kecelakaan tersebut," imbuh Nur Hidayat.

26.6.13

Ditolak Bikin KTP, Ayah 5 Anak Bakar Diri Hingga Tewas

Seorang pria di Maroko, Abdelkabir al-Atawi nekat membakar diri hingga tewas. Ayah 5 anak ini putus asa atas sulitnya birokrasi pemerintah demi mendapatkan dokumen menetap sejenis KTP agar bisa mendapatkan kartu bebas biaya rumah sakit untuk istrinya.

Kejadian terjadi di depan gedung pemerintah di Sebaa Ayoun, Meknes, Maroko, pada Senin 25 Juni 2013 kemarin. Pria 50 tahun itu frustasi berat karena tak bisa mendapatkan surat bebas biaya perawatan rumah sakit.

Karena tak memiliki pekerjaan, laki-laki ini berusaha keras agar dapat mendapatkan KTP demi memperoleh surat bebas biaya perawatan rumah sakit.

"Pria itu ingin membuat surat menetap, tapi ditolak. Kemudian ia menyiram tubuhnya dengan bensin. Lalu membakar diri sendiri," kata duta Badan HAM Maroko Habid Benkarroun, seperti dilaporkan media lokal NGO yang dimuat News.com.au, Rabu (26/6/2013).

Aparat kepolisian setempat menyatakan, Atawi mengajukan akta kelahiran dan kartu identitas. Tapi petugas pemerintah menolaknya, karena ia berasal dari daerah yang berbeda.

"Dia dari wilayah Ouarzazate, jadinya tak bisa mendapatkan dokumen itu," kata polisi tersebut.

3.5.13

Karyawan Gantung Diri, Manajer "Showroom" Mobil Ditahan

JAKARTA, KOMPAS.com — Polres Metro Jakarta Pusat menahan seorang sales manager sebuah showroom mobil di Jalan Ahmad Yani, Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Manajer itu ditangkap karena telah menyekap salah satu karyawannya hingga karyawan tersebut memilih mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Pusat Ajun Komisaris Besar Rahmat mengatakan, dari hasil keterangan para saksi, polisi telah menahan SH yang bekerja sebagai atasan karyawan berinisial JED yang bunuh diri tersebut. Saksi mengatakan bahwa SH telah melarang korban meninggalkan kantornya sampai korban dapat mengembalikan uang muka sebanyak Rp 41 juta dari seorang calon pembeli mobil di showroom itu.

"Dia (SH) akan dikenai Pasal 333 ayat 3 KUHP tentang Penyekapan, ancamannya lima tahun penjara," ujar Rahmat saat ditemui di Mapolresto Jakarta Pusat, Kamis (2/5/2013).

Rahmat mengatakan, dari hasil visum yang dilakukan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, penyidik tidak menemukan adanya tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban, baik pukulan maupun kekerasan lain. Pada tubuh korban hanya ditemukan luka bekas lilitan ikat pinggang pada leher untuk menggantung diri.

Sementara itu, seorang keluarga korban, Yasin Mansur, menilai kematian JED tidak normal. Ketika keluarga melihat jenazah korban, terdapat beberapa luka sayatan dan luka memar pada sebagian tubuhnya. Keluarga juga kecewa karena telat mendapat pemberitahuan tentang kematian JED. JED ditemukan tewas pada Rabu (24/4/2013) pagi, sedangkan keluarganya baru mendapatkan berita duka tersebut pada malam hari.

"Kami tidak terima jika dinyatakan bunuh diri karena dari tubuh korban, kami menemukan adanya luka sayatan dan memar," kata Yasin.

JED ditemukan tewas menggantung di ruang tamu showroom tempatnya bekerja pada 24 April 2013. Jenazah ditemukan pertama kali oleh petugas keamanan pada pukul 08.00 WIB. Sebelum tewas, pria 36 tahun itu disebutkan telah menggelapkan uang muka dari seorang calon pembeli mobil. Karena itu, ia dilarang oleh atasannya keluar dari kantor sampai ia bisa mengembalikan uang tersebut.

13.2.13

Pemilik Bengkel Gantung Diri

JAKARTA, KOMPAS.com — Iwan, pemilik bengkel Riwanda Motor di RT 013 RW 007, Kelurahan Tanah Tinggi, Kecamatan Johar Baru, Jakarta Pusat, gantung diri, Selasa (12/2/2013).

Jasad Iwan ditemukan tergantung sekitar pukul 10.30 di bengkel yang juga jadi rumahnya. Lia, istri Iwan, menemukan suaminya sudah tergantung saat tiba di rumah.

Semalam, Lia menginap di rumah orangtuanya yang terletak tidak jauh dari rumahnya. Jasad Iwan sudah membiru, kaku, dan mulut berbusa. Iwan hanya mengenakan celana pendek. Saat ini, jenazah ada di kamar jenazah RS Cipto Mangunkusumo.

5.11.12

Setelah Makan Bakso, Rima Gantung Diri

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang wanita ditemukan gantung diri di kontrakannya gang Budi Bakti, RT 20 RW 12 nomor 108 D, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat. Belum diketahui motif gantung diri wanita bernama Rima (28) tersebut.

"Tadi sekitar jam 3 sore ditemuin sama suaminya. Pintu dikunci dari dalam, jadi didobrak dulu," kata Neneng, pemilik kontrakan di Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Jumat (2/11/2012).

Neneng mengungkapkan, sekitar pukul 12.00 WIB korban masih makan bakso di sekitar rumahnya. Setelah itu dia masuk ke dalam kontrakannya dan mengunci pintu dari dalam. Sejak itulah, Rima tidak terlihat lagi.

Neneng melanjutkan, warga mengetahui keadaan Rima setelah suaminya, Bayu (32) datang usai memulung. Saat hendak masuk ke rumahnya, ternyata terkunci dan ada suara tangis Alif (2) anak korban di dalam kontrakan tersebut.

Neneng mengungkapkan, setelah mendengar suara tangis anaknya, ia segera mencongkel rumah dan mendapatkan Rima tengah menggantung di kontrakannya menggunakan kain sabuk gendong. Melihat Rima menggantung, Bayu segera mendatangi ketua RT untuk melaporkan kejadian tersebut.

Rima yang menjadi istri kedua Bayu baru diturunkan dari kain yang menggantungnya setelah Bayu datang bersama ketua RT. Dan pihak RT menghubungi kepolian untuk tindakan lebih lanjut.

Sedangkan Imi, ibu korban, mengatakan Rima tidak pernah menceritakan hal-hal yanga aneh atau pertengkaran dengan suaminya. Bahkan Rima belum pernah pulang sejak tiga bulan terakhir.

Sampai saat ini polisi belum memberikan informasi mengenai motif gantung diri yang dilakukan korban. Penyelidikan akan terus dikembangkan di Polsek Cengkareng, Jakarta Barat.

18.10.12

Seorang Pria Terjun dari Jembatan Layang

JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang laki-laki yang belum jelas identitasnya, terjung dari jembatan layang (fly over) Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (17/10/2012) sekitar pukul 20.00.

Kepala Polsek Mampang Komisaris Sismono membenarkan peristiwa tersebut. "Laki-laki, tapi belum jelas identitasnya. Anggota polisi masih di RS Medistra Setiabudi. Korban tadi masih bernafas, dibawa ke rumah sakit itu," katanya.

Ia menambahkan, beberapa saksi mengatakan, laki-laki itu terjun. "Tapi, polisi masih belum mengambil kesimpulan saat ini, apakah korban sengaja terjun atau ada sebab lain," katanya.

22.8.12

Diduga Depresi, Anggota TNI Tewas Tembak Kepala Sendiri di Manado

Kisah hidup Prajurit Satu (Pratu) Bayu (20 an), seorang anggota TNI di Kompi Kavaleri Panser Kodam VII/Wirabuana, berakhir tragis. Dia ditemukan tewas bunuh diri di dalam kamar baraknya di desa Talawaan Bantik kecamatan Wori, kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara.

Informasi yang dihimpun detikcom, korban yang diketahui baru dua tahun menjalani masa kedinasannya ini diduga melakukan aksi bunuh diri dengan cara menembakkan pistol ke bagian keningnya, Minggu (19/8) dini hari.

Beredar kabar penyebab korban melakukan aksi nekat ini karena mengalami depresi setelah permintaan cuti untuk berlebaran di kampung halamannya tidak disetujui pimpinannya. Versi lain yang berkembang di masyarakat sekitar markas Kavaleri, korban sering diganggu mahluk halus, yang membuatnya sempat tiga kali melarikan diri ke hutan di Gunung Tumpa.

“Pernah sekali dia lari pakai seragam lengkap dan baru tiga hari pulang. Itupun karena sudah dicari pimpinan dan teman-teman,” kata warga sekitar yang enggan disebut namanya, Selasa (21/8/2012).

Jasad korban ditemukan rekan-rekannya usai sholat Id di dalam barak dengan kondisi berlumuran darah. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit AD Teling Manado, kemudian baru dipulangkan ke kampung halamannya di Madiun, Jawa Timur.

Kepala Staf Korem (Kasrem) 131/Santiago Letkol Arm Herman K Watulangkow, ketika dikonfirmasi, enggan berkomentar. Dia menyebut Kompi Kavaleri Panser bukan berada di bawah komando Korem 131/Santiago.

“Kalau Kodim dan Yonif 712 di bawah komando kami, sedangkan Kompi Kavaleri langsung ke Kodam VII/Wirabuana,” ujarnya.

Source

14.5.12

Mantan Bos Mafia Italia Mencoba Bunuh Diri di Sel Penjara


 
 
Roma, Mantan kepala mafia Italia, Bernardo Provenzano mencoba bunuh diri di sel penjaranya. Pria berumur 79 tahun itu ditemukan dengan kantong plastik menutupi wajah dan kepalanya.

Seorang petugas penjara di Kota Parma, Italia utara, menemukan Provenzano terbaring di atas ranjang selnya pada Rabu, 9 Mei malam waktu setempat. Petugas tersebut segera melepaskan kantong plastik yang menutupi wajah dan kepala tahanan tersebut. Kondisinya baik-baik saja.

Demikian disampaikan petugas-petugas penjara seperti diberitakan kantor berita ANSA dan dilansir AFP, Jumat (11/5/2012). Provenzano dan 50 tahanan lainnya saat ini ditahan di penjara berpengamanan maksimum tersebut.

Para pengacara Provenzano tak habis pikir bagaimana klien mereka bisa mendapatkan kantong plastik tersebut.

Provenzano merupakan eks bos mafia di Corleone, kota Sicilia yang menjadi populer karena film terkenal "The Godfather". Pria itu tengah menjalani beberapa hukuman penjara seumur hidup dan terus berada dalam pengawasan petugas penjara.

Provenzano belum lama ini menjalani pengobatan penyakit kanker. Pria itu saat ini juga menderita penyakit Parkinson. Provenzano ditangkap pada April 2006 lalu setelah selama 43 tahun menjadi buron.

19.4.12

Sadis, Kekasih Bunuh Diri Gorok Leher Disaksikan Lewat Skype

London - Sial benar nasib Julie Zalinski. Ia tak kuasa mencegah kekasihnya melakukan aksi bunuh diri dengan cara menggorok leher, karena terpisah jarak lebih dari 7 ribu mil dan cuma terhubung video chat lewat Skype.

Seperti biasa, pasangan kekasih Julie dan Adrian Rowland biasa saling sapa lewat Skype jika sedang jauh. Kebetulan saat ini, sang kekasih yang juga mantan manajer salah satu tim balap F1, Jordan Grand Prix, tengah bertugas di India untuk urusan bisnis konsultasi otomotif.

Video chat pun menjadi alternatif komunikasi pelepas rindu. Namun kali ini tak seperti biasanya, Julie yang tinggal di Inggris, mendapati kekasihnya mulai berperilaku aneh.

Saat mereka video chat, sang pria mulai berilusi. Ternyata, Adrian memang punya gejala gangguan jiwa sebelumnya. Dalam percakapan video terakhir mereka, sang kekasih pun mulai kumat.

Puncaknya, seperti dikutip dari Daily Mail, Rabu (18/4/2012), pria ini mulai menyiksa dirinya sendiri. Sang pria berkhayal ada mahluk mengerikan yang tengah mengejarnya.

"Mereka semakin mendekat, mereka mengejarku. Aku sudah tak tahan lagi," tutur Julie dalam kepiluan mendalam, menirukan kata-kata terakhir kekasih hatinya.

Julie yang mulai panik menelepon sahabatnya. Saat temannya tiba, mereka pun menghubungi polisi setempat di London agar membantu mencegah hal terburuk yang bisa menimpa kekasih Julie.

Polisi London pun menghubungi petugas kepolisian di India beserta tim medis untuk memberikan pertolongan. Namun sayangnya, peraturan di India sana tak memperkenankan para petugas untuk mendobrak dan menerobos masuk untuk menolong korban.

Alhasil, mereka hanya menunggu di luar pintu flat tempat kamar sang kekasih melakukan video chat. Setelah sepuluh jam melihat tingkah aneh kekasihnya lewat Skype, Julie pun tak kuasa menahan air mata perih melihat pasangannya itu mengakhiri hidup dengan cara memotong urat nadi dan menggorok lehernya sendiri. Tragis.
Source

17.4.12

Ada Tali di Pohon Dekat Jasad Pria Membusuk di Pinggir Tol Kembangan

Jakarta Jasad pria membusuk di pinggir Tol Tangerang arah Merak di wilayah Kembangan KM 08.150 diketahui adalah Purwanto, warga Duren Tiga, Jakarta Selatan. Ada tali yang ditemukan di pohon dekat jasad pria itu.

"Mayat ditemukan jam 10 oleh warga sekitar. Ada identitas atas nama Purwanto, usia 44 tahun, warga Duren Tiga RT 14 RW 2, Kelurahan Duren Tiga, Pancoran, Jaksel. Saat ditemukan mengenakan jaket hitam dan kaos," jelas Kasat Reskrim Polres Jakbar, AKBP Abdul Karim, ketika dihubungi wartawan, Rabu (28/3/2012).

Karim menambahkan ditemukan tali di dekat pohon petai cina. Saat ditemukan, kondisi jasad Purwanto mengenaskan dan sudah membusuk.

"Kondisi kepalanya sudah terpisah dari badannya tapi berdekatan. Kondisi dagingnya sudah kayak digerogotin, tulang belulangnya sudah kelihatan, wajahnya sudah tidak bisa dikenali karena tinggal tulang belulang," jelas dia.

Penyebab kematian Purwanto, belum diketahui dan masih harus diautopsi dulu. Apakah jasad Purwanto itu korban mutilasi?

"Bukan, itu mungkin karena sudah lama saja, mayatnya sudah lama," tutur Karim.

Sebelumnya dikatakan Kanit Reskrim Polsek Kembangan, AKP Herjon, jasad Purwanto diautopsi di RSCM.
Source

2.4.12

Tak Mampu Beli Seragam Sekolah Baru, Bocah 12 Tahun Tewas Bakar Diri

Islamabad, Sungguh tragis. Seorang bocah laki-laki berusia 12 tahun di Pakistan nekat membakar dirinya sendiri karena putus asa. Bocah ini kecewa karena orang tuanya tidak mampu membelikan seragam sekolah baru.

Kamran (12) melakukan aksi bakar diri pada 25 Maret 2012 di dekat tempat tinggalnya di desan Subhan Khwarh, distrik Charsadda, Pakistan. Siswa kelas 7 ini akhirnya tewas pada Jumat (30/3) waktu setempat karena luka bakar yang parah.

Menurut sang ibunda, Shandana Bibi, pada Sabtu (24/3) lalu putranya meminta untuk dibelikan seragam sekolah baru. Sebab Kamran hanya memiliki dua seragam sekolah dan salah satunya sedang ia kenakan.

"Putraku meminta uang untuk membeli seragam baru, tapi saya tidak bisa memenuhinya. Saya menolak untuk membelikan seragam baru karena saya tidak punya uang sama sekali, bahkan untuk membeli makanan, dari mana saya bisa mendapat uang untuk membeli seragam baru?" ujar Shandana kepada media Pakistan, The Express Tribune, Senin (2/4/2012).

Gara-gara permintaannya ditolak, lanjut Shandana, Kamran kemudian melakukan aksi bakar diri tersebut. Dijelaskan dia, putranya mendapatkan bensin dari pom bensin dekat rumahnya dan kemudian membakar dirinya dengan bensin tersebut.

"Kami melarikannya ke rumah sakit, di mana dia mengalami kondisi kritis selama 5 hari sebelum akhirnya meninggal dunia," tuturnya.

Sementara itu, kakak tertua Kamran, Saleem menuturkan bahwa keluarga mereka memang kurang mampu. Menurutnya, sang ayah nekat meminjam uang dari teman dan rekannya untuk pergi ke luar negeri dan mencari pekerjaan di sana. Sedangkan Saleem sendiri sudah 3 bulan terakhir menganggur.

"Kami tidak punya rumah, itulah kenapa kami tinggal di rumah bibi sekarang. Dokter bahkan menagih biaya perawatan Kamran sebesar 500 ribu rupee (sekitar Rp 50 juta) dan kami tidak punya uang sebanyak itu. Kami bahkan tidak punya uang untuk membeli makanan," ucapnya.

Pihak sekolah tempat Kamran belajar, mengaku prihatin dengan insiden ini. Sang kepala sekolah, Zakir Khan, menyebut Kamran sebagai murid pandai karena menduduki ranking kedua dari seluruh siswa di sekolah tersebut. Khan juga mengkritisi pihak rumah sakit yang masih menagih biaya perawatan yang sedemikian mahal.

"Karena kondisi keluarganya yang miskin, Kamran tidak mampu melanjutkan sekolahnya, jadi dia berhenti sekolah dan mulai mengumpulkan barang-barang bekas dengan pamannya, tapi saya mengizinkan dia kembali sekolah tanpa memungut biaya apapun karena dia merupakan aset bagi negeri ini," tutur Khan. Source

1.12.09

Pengunjung Senayan City Juga Terjatuh dari Lantai 5

Seorang pria diduga berusaha bunuh diri di Senayan City, Senin sekitar pukul 20.45, Senin (30/11). Dari data sementara, pelaku melompat dari lantai 5 di mal tersebut.

Kepala Pos Polisi Senayan Ajun Komisaris Mustakim mengatakan, korban berusia sekitar 20 tahun. "Korban adalah pengunjung mal. Dia masih bernapas ketika ditemukan setelah jatuh. Petugas langsung membawa korban ke RS Pelni Petamburan," ucap Mustakim.

Korban jatuh di Senayan City ini akhirnya dibawa ke RS Cipto Mangunkusumo, Senin (30/11) tengah malam. Korban laki-laki bernama Reno (25), warga Patal Senayan, Jakarta Pusat, dalam kondisi tewas.

Public Relation Manager Senayan City Ayuningsih mengatakan, sesaat setelah jatuh korban masih dalam keadaan hidup. Korban kemudian dibawa ke RS Pelni Petamburan, namun nyawa korban tak terselamatkan. Pukul 23.30, mobil jenazah yang membawa jasad korban tiba di kamar jenazah RSCM. Keluarga korban yang ikut mengantar belum dapat ditemui.

Seorang Wanita Diduga Bunuh Diri Melompat dari Lantai 5 Grand Indonesia

Sesosok wanita terjatuh diinformasikan jatuh dari ekskalator lantai 5 di mal Grand Indonesia.

Perempuan muda yang jatuh di Grand Indonesia West Mall diduga sengaja bunuh diri. Hal tersebut dikatakan Koentjoro Noerwibowo, Corporate Secretary Grand Indonesia, saat ditemui Kompas.com di lokasi kejadian pada Senin (30/11) sore berdasarkan rekaman CCTV.

"Setelah kami lihat dari CCTV, ternyata yang bersangkutan menjatuhkan diri," ujarnya. Dari rekaman itu, sebut Koentjoro, saat kejadian, di sebelah korban tidak terlihat ada orang lain yang mendorong. Menurutnya, korban terlihat seperti dengan sengaja melangkahkan kaki kanannya keluar pagar pembatas di lantai lima.

Korban jatuh dari lantai lima dan langsung menghujam ke lantai upper ground (UG) kemudian tersangkut di pagar ekskalator. Korban tewas di tempat dan telah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). "Saat dibawa dari sini, korban sudah tidak bernyawa," kata Koentjoro.

Saat ini, tempat kejadian perkara telah dipagari garis polisi oleh petugas Polsek Tanah Abang Jakarta Pusat dan sementara pengunjung tidak diperbolehkan melintas. Saat ini, identitas korban belum diketahui. Ciri-ciri korban diperkirakan berusia antara 23 dan 24 tahun, berambut hitam sebahu, serta mengenakan kaus kuning dan celana jins warna hitam.

Gantung Diri Setelah Lamaran Ditolak

Kecewa lantaran lamarannya ditolak sang kekasih, membuat Ahmad Asyari (23), karyawan sebua perusahaan mebel ini stres berat dan nekat gantung diri.

Perbuatan nekat itu dilakukan di rumahnya di Kompleks Perumahan Padepokan TMII, RT5/4, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Senin (30/11) siang. Korban ditemukan oleh ayahnya, Muchtar (50), karyawan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sekitar pukul 11.00, sepulang dari mengambil gaji.

Dari informasi yang dihimpun, diketahui pada Senin pagi itu, hanya Ahmad Asyari yang berada di rumah. Sementara ayahnya, sedang mengambil gaji dan ibunya pergi ke pasar bersama sang bibi, Tesi. Menurut Nurdin (34), warga setempat, sejak lima tahun lalu hanya tinggal Asyari saja yang tinggal bersama ayah-ibunya. Asyari diketahui sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara.

Tesi Asyari, bibi korban mengatakan, perilaku keponakannya berubah sejak lamarannya ditolak oleh kekasihnya, Ayu (20), beberapa waktu lalu. "Dia kelihatan lebih murung dari biasanya," katanya.

Padahal, menurut Tesi, sejak tiga tahun lalu keponakannya itu berpacaran serius dengan Ayu yang tinggal di kawasan Pondokgede, Jakarta Timur. Sejak berpacaran dengan Ayu, Ahmad Asyari yang bekerja di perusahaan mebel di Jakarta itu membiayai sekolah Ayu hingga lulus SMA.

"Dia banting tulang membiayai pacarnya untuk sekolah. Karena ia tahu keluarga pacarnya itu merupakan orang tak mampu," katanya.

Tesi mengatakan ayah Ayu bekerja sebagai tukang ojek. "Tapi hal yang paling menyakitkan adalah ketika Ahmad Asyari melihat Ayu sudah memiliki kekasih lain dan mereka berjalan berdua," katanya.

Menurut Tesi, saat ini Ayu sudah bekerja di salah satu toko pakaian. Menurutnya, saat Ayu yang sudah bisa mencari uang sendiri, ia berubah pikiran untuk menikah dengan Asyari. "Karena sudah bisa cari uang sendiri, ia berubah pikiran. Mungkin ia mau lelaki yang lebih kaya dari keponakan saya," katanya.

Tesi menambahkan bahwa Asyari memang anak yang pendiam dan tertutup serta jarang sekali bergaul dengan teman-teman di sekitar rumahnya.

Kasus itu kini ditangani oleh Polsek Cipayung. Korban dievakuasi sekitar pukul 12.00 dan dibawa ke RS Polri untuk divisum.

Kapolsek Cipayung Kompol Suwandi mengatakan tak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Kini pihaknya masih menyelidiki motif bunuh diri yang sesungguhnya yang dilakukan korban. "Kami masih cari tahu tentang hal itu," ujarnya.

1.11.09

Cek Cok dengan Suami, Penjual Telur Ditemukan Gantung Diri

Lamongan - Diduga cek cok dengan suami, seorang nenek yang sehari-hari sebagai penjual telur di Lamongan mengakhiri hidupnya dengan cara tragis. Korban, Sofa (50) mengakhiri hidupnya menjerat leher dengan selendang.

Warga Desa Putat Kumpul, Kecamatan Turi, Lamongan ini ditemukan gantung diri di atas tempat tidur tepatnya di langit-langit rumahnya. Menurut saksi mata, Supardi, gantung diri yang dilakukan korban diketahui saat akan membeli telur. Namun karena rumah Sofa terkunci dari dalam, akhirnya warga curiga.

"Karena curiga warga kemudian membobol pintu rumah penjual telur ini," ujar Supardi kepada wartawan, Minggu (1/11/2009).

Setelah pintu terbuka, terang Supardi, warga kaget setelah korban ditemukan gantung diri. Warga mengaku sebelum tewas, korban terlibat cek cok dengan suaminya, Amir. Sementara jasad korban dibawa ke RSUD dr Soegiri untuk dilakukan otopsi.

Kini kasus bunuh diri ini ditangani jajaran Polsek Turi. Petugas mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap penyebab tewasnya nenek korban. "Kami masih terus meminta keterangan beberapa saksi dan mengumpulkan sejumlah bukti," kata Kasatreskrim Polres Lamongan, AKP Sutopo saat dikonfirmasi.

Jasa website

20.7.09

Gara-Gara Facebook, Siswa SMA Bunuh Diri

[Alnect Komputer] GRESIK - Gara-gara Facebook, seorang pelajar SMA gantung diri. Achmad Idris (16), siswa kelas 1 SMA itu ditemukan dalam posisi gantung diri di salah satu kandang kambing milik keluarganya di Desa Sidojangkung, Menganti, Gresik, sekira pukul 04.30 WIB.

Berdasar laporan polisi, Minggu (19/7/2009), korban diduga kecewa berat karena dibelikan telepon genggam (HP) tidak sesuai dengan harapannya. Ceritanya, sebelum ditemukan tewas gantung diri, korban minta dibelikan HP kepada ibunya, Juliyah. Namun, HP merek Nokia seharga Rp800 ribu itu ditolak karena tidak memiliki fitur jejaring sosial facebook. Dia meminta HP itu dikembalikan, namun ibunya menolak. Penolakan ini berbuntut kenekatan korban melakukan bunuh diri.

"Korban bunuh diri dengan menggunakan seutas tali sepanjang tiga meter di atas kandang kambing. Setelah kami turunkan, korban dibawa ke RSUD Ibnu Sina untuk diautopsi," imbuh Kapolsek Menganti AKP Saibani saat dikonfirmasi wartawan.

Sekitar pukul 06.00 WIB, Polsek Menganti kembali menerima laporan bunuh diri. Muali (25), warga Desa Desa Kepatihan, Menganti, ditemukan tak bernyawa di pinggir rel KA di Desa Glintung, Menganti.

Mayat korban dalam kondisi luka parah di bagian kepala, kaki dan punggung. Mayat ditemukan pertama kali oleh Oyek (28), warga setempat. Saat itu, Oyek sedang berangkat menuju sawah yang ada di seberang rel KA. Ketika berjalan menyeberangi rel, dia melihat sesosok mayat yang sebagian tubuhnya tidak utuh lagi.

Temuan itu dilaporkan ke polisi dan langsung dilakukan evakuasi. Berdasarkan pemeriksaan, korban diduga tertabrak KA yang melaju dari arah Timur ke arah Barat. "Berdasarkan informasi, korban mengalami gangguan jiwa. Untuk memastikan penyebab kematiannya, kami bawa mayatnya ke RSUD Ibnu Sina untuk dilakukan otopsi," pungkas Saibani. [Alnect Komputer]

16.7.09

Pria Loncat dari Lantai 6, Kepala Terbelah Dua, Diduga Stres

[Alnect Komputer] JAKARTA - Pria yang diduga loncat dari lantai enam Pusat Grosir Metro Tanah Abang (PGMTA), Tanah Abang, Jakarta Pusat, tewas seketika. Kepalanya terbelah dua.

Pantauan okezone di lokasi, Kamis (16/7/2009), para tukang ojek yang menjadi saksi, awalnya mendengar suara seperti benda jatuh. Ketika dilihat, ternyata suara itu berasal dari hentakan tubuh pria itu yang menghujam ke tanah.

Saat ini jenazah masih berada di lokasi dan sudah ditutupi lembaran koran dan plastik hitam. Satu unit ambulans untuk mengangkut jenazah sudah tiba di lokasi.

Sejumlah aparat kepolisian dan petugas keamanan sudah berjaga mengamankan TKP.

Seorang ibu dan putrinya yang diduga keluarga pria yang loncat dari lantai enam Pusat Grosir Metro Tanah Abang (PGMTA), Tanah Abang, Jakarta Pusat, terlihat tiba di lokasi.

Mereka menduga pria tersebut adalah keluarganya yang akhir-akhir ini memang menderita stress.

"Sebelumnya pernah saya bawa ke psikiater, makanya saya ajak main ke sini. Tadi dia jalan-jalan, tapi sudah dua jam tidak pulang-pulang," kata Lili saat tiba di lokasi, Kamis (13/7/2009).

Lili mengenali pria yang ternyata adiknya itu dari sandal yang ditemukan pembantunya di sekitar mayat korban. Setelah yakin itu sandal milik adiknya, sambil menangis Lili kemudian bergegas menuju lokasi dari rumahnya di Jalan Kebon Kacang, Tanah Abang.