Showing posts with label Perselingkuhan. Show all posts
Showing posts with label Perselingkuhan. Show all posts

27.1.14

Suami Gerebek Istri Selingkuh dengan Warga Belanda

JEMBER, KOMPAS.com — Seorang warga negara asing (WNA) berkebangsaan Belanda, EJB, digerebek AW, warga Kelurahan Manggisan, Palmerah, Jakarta, di rumahnya, di Dusun Besuk, Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung, Jember, Jawa Timur, Jumat (24/1/2014) sore.

AW menggerebek rumahnya sendiri bersama petugas polisi karena EJB diduga menjadi pria idaman lain (PIL) istrinya. Dari informasi yang dihimpun, kejadian itu bermula saat AW baru datang dari Jakarta, Jumat sore. Dia kemudian mendapat kabar jika istrinya berselingkuh dan membawa pria asing masuk ke rumahnya.

Mendengar kabar itu, dia langsung melapor ke polisi. Saat itu juga AW bersama polisi langsung mendatangi rumahnya. Dan benar saja, ketika tiba di rumahnya, AW bersama petugas mendapati seorang pria asing bersama istrinya.

Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, seusai mengumpulkan keterangan, polisi langsung membawa pasangan selingkuh ini ke Mapolres Jember untuk pemeriksaan lanjutan.

Hingga berita ini dihimpun, belum ada keterangan resmi dari Polres Jember. "Maaf kami sampai hari ini masih melakukan pendalaman," kata KBO Satreskrim Polres Jember Iptu Suhartanto.

13.7.13

Rawan Selingkuh, Pejabat Gorontalo Dilarang Pekerjakan Sespri Perempuan

GORONTALO, KOMPAS.com — Mulai pekan ini, para pejabat setingkat kepala dinas, kepala biro, dan badan di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo dilarang menggunakan jasa sekretaris pribadi (sespri) perempuan. Larangan ini dikeluarkan langsung oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie.

Rusli meminta semua sespri perempuan diganti oleh sespri laki-laki. Kebijakan ini tidak berlaku bagi pejabat perempuan. Rusli beralasan, penggunaan jasa sespri perempuan kerap disalahgunakan oleh oknum-oknum pejabat bawahannya. Gubernur menuding ada sebagian pejabatnya melakukan perselingkuhan dengan sesprinya.

"Banyak laporan ke saya ada kepala dinas yang macam-macam dengan sesprinya. Sespri sudah lebih hebat dari istri. Tidak semuanya, tapi ada dan saya tahu orangnya," beber Rusli.

Lebih jauh katanya, modus perselingkuhannya bervariasi, mulai dari pemberian perhatian hingga berdua bersama layaknya suami istri.

"Pulang perjalanan dinas yang dibelikan oleh-oleh hanya sespri, istrinya justru tidak dibelikan. Ada juga sesprinya diminta berangkat duluan, pejabatnya menyusul untuk bertemu di luar daerah. Sekali lagi tidak semua, tapi ada," tegasnya.

Rusli meminta kepada para sespri agar fokus bekerja dan tidak mudah tergoda oleh rayuan atasan. Ia memastikan semua kepala dinasnya sudah berstatus menikah dan memiliki istri yang sah.

Rusli mewanti-wanti akan menindak tegas anak buahnya jika laporan perselingkungan dengan sespri itu terbukti benar. Sebagai langkah awal, aturan pelarangan pengguna sespri perempuan akan diberlakukan di lingkungan biro yang ada di sekretariat daerah serta dua asisten gubernur.

28.5.12

Suami Gerebek Istri yang Sedang Selingkuh

Suami Gerebek Istri yang Sedang Selingkuh
 
Liputan6.com, Situbondo: Isman dan Nurini tak berkutik. Mereka kedapatan berada di dalam kamar sebuah hotel di Situbondo, Jawa Timur, baru-baru ini.

Perselingkuhan mereka sebenarnya sudah lama diketahui suami Nurini. Namun baru kali ini mereka mendapatkan bukti. Bersama polisi, suami Nurini akhirnya menggerebek.

Di hadapan polisi, Isman yang merupakan warga Panji Kidul, Situbondo, mengaku sudah melakukan hubungan intim di kamar hotel.

Kasubag Humas Polres Situbondo AKP Mardjuki mengatakan, kedua pasangan selingkuh selanjutnya dibawa ke kantor polisi untuk menjalani pemeriksaan. Polisi juga membawa seprei dan sarung bantal hotel sebagai barang bukti.(ULF) 

3.5.12

Waduh! Istri Pergoki Suami Berduaan dengan Wanita Lain di Kamar Hotel


 
Kuala Lumpur, Seorang wanita di Malaysia memata-matai aktivitas suaminya yang dicurigai selingkuh. Malangnya, firasatnya ternyata benar. Wanita tersebut menemukan suaminya sedang berduaan dengan wanita lain di kamar hotel di Petaling Jaya, Malaysia.

Wanita berusia 48 tahun ini sempat menelepon polisi untuk meminta bantuan karena suaminya menolak untuk membuka pintu kamar hotelnya. Insiden ini terjadi pada Senin (30/4) lalu, sekitar pukul 03.30 waktu setempat. Begitu pintu dibuka, terlihat suaminya sedang bersama seorang wanita asal Vietnam.

Demikian seperti diberitakan oleh media lokal Malaysia, Harian Metro dan dilansir The Star, Kamis (3/5/2012).

Kepada polisi, wanita ini yang tidak disebutkan namanya ini, mengaku telah membuntuti suaminya sejak Minggu (29/4) malam. Awalnya, sang suami yang juga berusia 48 tahun ini, dipergoki berada di sebuah tempat pijat.

Untuk mengetes kejujuran suami, dia menelepon sang suami dan menanyakan keberadaannya. Namun pria itu berbohong dengan mengatakan dirinya sedang berada di Kuala Lumpur untuk urusan bisnis.

Dengan marah, wanita ini melabrak suaminya di tempat pijat tersebut. Sang suami pun terkejut dan berdalih bahwa dirinya sedang menemui rekan bisnisnya di tempat tersebut. Pertengkaran antara keduanya pun terjadi dan sang suami pergi dengan emosi.

Namun beberapa jam kemudian, yakni pada Senin (30/4) dini hari sekitar pukul 01.00 waktu setempat, wanita tersebut mendapat informasi bahwa suaminya terlihat berada di sebuah hotel bintang tiga di daerah Petaling Jaya. Tanpa membuang waktu, wanita itu langsung menuju ke lokasi yang dimaksud.

Di depan kamar yang ditempati oleh suaminya, wanita tersebut memaksa agar dibukakan pintu tapi tidak direspons. Sang suami juga mengabaikan telepon dari wanita tersebut. Akhirnya, wanita tersebut menelepon putranya dan menghubungi polisi untuk meminta bantuan.

Setelah polisi datang ke lokasi, sang suami ditemukan berada di dalam kamar bersama seorang wanita berkebangsaan Vietnam. Tidak disebutkan apa yang sedang dilakukan keduanya saat itu. Juga tidak jelas bagaimana selanjutnya hubungan suami istri antara wanita itu dengan pria hidung belang tersebut.
Source

3.4.12

Selingkuh, Anggota Sat Pol PP Dilaporkan

KEFAMENANU, KOMPAS.com - Tertangkap basah berselingkuh dengan perempuan lain, MN, seorang anggota Satuan Polisi Pamong Praja yang bekerja di Kecamatan Biboki Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur dilaporkan ke Polres TTU oleh istrinya.
Sang istri, Aplonia Kolo yang berprofesi sebagai kepala sekolah di SDK Manufui I Kecamatan Biboki Selatan, juga melaporkan suaminya ke Bupati TTU Raymundus Fernandes, agar sang suami diberi sanksi serta gaji dan beras jatah sebagai PNS ditahan untuk sementara waktu.
"Suami saya itu secara diam-diam sudah menjalin hubungan dengan perempuan lain selama tiga tahun belakangan ini, sehingga saya ditelantarkan. Baru-baru ini atas perintah bapak Bupati dia ditangkap oleh Satpol PP, saat berhubungan dengan selingkuhannya," kata Kolo Senin (02/04/2012).
Kolo sudah melaporkan MN ke Polres  pada tanggal 26 Maret 2012 lalu, namun sampai saat ini belum ada tindakan terhadap suaminya itu. "Saya sudah jenuh atas sikap suami saya itu makanya saya lapor polisi agar dia segera diproses secara hukum," jelasnya.
"Sejak tiga tahun lalu dia sudah tidak lagi menafkahi saya yang sendiri mengasuh 9 orang anak yang masih kecil-kecil yang butuh biaya pendidikan. Saya punya pekerjaan tetap sehingga bisa menafkahi anak-anak, tapi yang menjadi kendala yakni 3 anak saya sudah sekolah di perguruan tinggi, karena itu butuh dukungan dari suami "katanya.
Terkait dengan laporan itu, Kapolres TTU AKBP I Gede Mega mengatakan segera akan mengecek laporan dari Kolo. "Saya belum periksa laporan tersebut dan bila terbukti akan dikenai pasal perzinahan. Intinya semua laporan yang masuk akan kita tindaklanjuti tanpa kecuali," kata Mega. Source