Showing posts with label Kejahatan. Show all posts
Showing posts with label Kejahatan. Show all posts

24.4.15

Polsek Pondok Gede, Bekasi Bekuk Kawanan Perampok Minimarket

Berdasarkan laporan warga tentang adanya penghuni yang mencurigakan disekitar kampung mereka, Kepolisian Sektor Pondok Gede menggelar razia di sejumlah rumah kontrakan dan rumah kos di Rawa Indah, Pondok Gede, Bekasi pada Rabu (22/4).

Dari razia ini seperti disampaikan Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Pondok Gede Ajun Komisaris Untung Riswaji, petugas berhasil membekuk empat orang pelaku kejahatan perampokan di rumah kontrakan mereka di Rawa Indah.

Beserta keempat tersangka pelaku perampokan, , TY, UD, SFL, dan TBL, polisi menemukan perlengkapan seperti 2 buah linggis, 2 buah celurit dan sarung tangan di rumah tersebut.  Namun Untung Riswaji menjelaskan bahwa keempat perampok yang merupakan spesialis perampokan minimarket dan rumah kosong ini biasanya tidak beraksi di Bekasi melainkan di Subang,  Jawa Barat. Untuk itu penyidik akan melimpahkan kasus ini kepada Polsek Legok Kulon, Subang.

Sementara itu,Aparat Kepolisian Resor Kota Bekasi Kota juga berhasil membongkar kasus pencurian kendaraan bermotor.  Sejumlah kendaraan bermotor hasil curian yang terdiri dari 1 Toyota Avanza, 1 Daihatsu Xenia, 3 mobil bak terbuka Suzzuki Futura dan sebuah sepeda motor Honda Tiger berhasil diamankan aparat sekaligus menahan 3 orang pelaku curanmor yaitu SM, AK dan SA.

Dalam aksi mereka seperti diungkapkan Kepala Polresta Bekasi Kota Komisaris Besar Rudi Setiawan, pelaku menggunakan kunci T.

Uang SPBU Menjadi Sasaran Perampokan.

Belakangan ini, minimal dalam 1 bulan terakhir telah terjadi dua kali tindakan perambokan atau pembegalan dengan menggunakan senjata api di wilayah Kota Depok.

Menurut Kepala Kepolisian Resor Kota Depok Komisaris Besar Ahmad Subarkah, di Depok, kemarin, modus yang digunakan serupa dan korban yang diincar adalah pegawai SPBU.

Selasa (21/4), seorang karyawan SPBU 34.16420, Endang Suhendar (24) mengalami luka tembakan di pelipisnya akibat ulah 3 orang begal. Endang sedang melintas di Jembatan Serong, Jalan Cipayung, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok tengah hari ketika sepeda motornya di pepet oleh 3 orang begal yang mengendarakan dua buah sepeda motor. Endang ditembak jatuh, kemudian sepeda motornya beserta uang yang akan disetor ke bank sebesar Rp. 185 juta raib dibawa kabur para begal.

Dua pekan sebelumnya, karyawan SPBU 34.16417 lainnya yaitu Joko Santoso (31) mengalami pembegalan  di Jalan Ciherang, Sukatani, Tapos, Depok. Tas pria ini ditarik oleh pelaku begal karena dikira ia membawa uang untuk disetorkan ke bank. Namun kemudian si pelaku kabur karena tidak menemukan uang baik di tas maupun jok motor korban.

14.2.13

10 Hari Operasi, Polda Metro Tangkap Ratusan Pelaku Kriminal

JAKARTA, KOMPAS.com - Aparat polres di wilayah hukum Polda Metro Jaya berhasil menangkap ratusan pelaku berbagai tindak kriminal dalam operasi Berantas Jaya 2013. Selama 10 hari dilangsungkannya operasi, 2-11 Februari 2013, polisi berhasil meringkus 535 tersangka kriminal berbagai kasus.

"Sasarannya itu pelaku pencurian dengan kekerasan, premanisme, tawuran, dan lainnya," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Rabu (13/2/2013).

Menurutnya, ratusan tersangka itu terlibat dalam 350 kasus berbeda. Dari jumlah itu, sebanyak 450 orang menjalani proses penahanan. Adapun yang tidak ditahan sebanyak 85 orang, tetapi kasus hukumnya tetap berjalan. Operasi tersebut akan dilangsungkan hingga 20 Februari 2013 mendatang.

"Ini merupakan hasil operasi di polres jajaran Polda (Metro Jaya), termasuk (Polres) Kepulauan Seribu," ujar Rikwanto.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Toni Harmanto mengatakan, dari operasi di wilayah DKI Jakarta tersebut terdapat dua wilayah dengan tingkat kasus kriminal cukup tinggi. "Didominasi selama 10 hari operasi itu di Jakarta Selatan dan di Jakarta Timur," ujar Toni.

Barang bukti yang disita petugas berupa uang tunai dengan total Rp 17.526.000, senjata api berbagai jenis 23 pucuk, senjata tajam berbagai jenis 41 bilah, kendaraan roda dua hasil curian sebanyak 102 unit, kendaraan roda empat sebanyak 15 unit, handphone 93 unit, minuman keras 225 botol, peluru 37 buah, magasin 1 buah, proyektil 2, 19 tas, 3 kalung, dan sejumlah barang bukti lain.

2.1.13

Setiap Enam Jam, Terjadi Satu Kejahatan di Kabupaten Bekasi

BEKASI, KOMPAS.com - Terjadi 1.463 kasus kejahatan di Kabupaten Bekasi kurun 2012. Dengan demikian, rata-rata ada satu tindak pidana setiap enam jam.

Dari tindak pidana pada 2012, yang meningkat adalah kasus pencurian dengan kekerasan.
-- Hariyanta

Wakil Kepala Kepolisian Resor Bekasi Kabupaten Ajun Komisaris Besar Hariyanta memaparkan, jumlah tindak pidana pada 2012 yang mencapai 1.463 kasus itu jauh lebih kecil daripada 2011.

Pada 2011 tercatat ada 2.993 kasus tindak pidana. Ada penuruan 1.530 kasus. Dengan demikian, pada 2011 waktu terjadinya kejahatan ialah 2 jam 55 menit 37 detik atau hampir setiap 3 jam. Pada 2012, waktunya menjadi 5 jam 59 menit 16 detik atau hampir setiap 6 jam. Jadi, ada perlambatan tindak kejahatan pada 2012 sekitar setiap 3 jam.

Hariyanta melanjutkan, dari 2.993 kasus pada 2011, Polres Bekasi Kabupaten berhasil menyelesaikan 1.422 kasus. Pada 2012, dari 1.463 kasus yang ada, yang berhasil diselesaikan 739 kasus.

Ditinjau dari sudut pandang lain, jika jumlah tindak pidana kedua tahun itu diperbandingkan lagi, bisa didapat rasio risiko penduduk terkena tindak pidana per 100.000 jiwa. Dengan 2.993 kasus pada 2011, rasio tahun itu adalah 104 orang.

Sedangkan, dengan 1.422 kasus pada 2012, rasio adalah 51 orang. Dengan demikian, rasio 2012 turun 51 persen dibandingkan dengan 2011.

Hariyanta menyatakan, dari tindak pidana pada 2012, yang meningkat adalah kasus pencurian dengan kekerasan.

Kasus ini tercatat 101 kejadian pada 2012 atau naik dari 62 kasus pada 2011. Pencurian kendaraan bermotor pada 2012 ada 130 kasus atau naik dari 83 kasus pada 2011. Perkosaan ada 9 kasus atau naik dari 7 kasus pada 2011. Kenakalan remaja ada 4 kasus pada 2012 sedangkan pada 2011 tidak ada.

Meskipun kejahatan tetap terjadi, Polres Bekasi Kabupaten berupaya mencari pelbagai terobosan demi memberikan pelayanan keamanan dan kenyamanan kepada masyarakat.

Hal itu antara lain ditempuh dengan program sambang ke tokoh agama dan tokoh masyarakat oleh pimpinan polres minimal setiap minggu dan diikuti oleh pimpinan polsek dan bhabinkamtibmas setiap tiga kali seminggu.

Selain itu, untuk mengatasi unjuk rasa, perwira diperintahkan memimpin langsung guna meredam emosi anggota sehingga unjuk rasa tidak berkembang menjadi kerusuhan.

Polisi juga giat memberikan penyuluhan tentang bahaya narkoba dan pentingnya tertib berlalu lintas. Selain itu, mengoptimalkan program-program unggulan Polda Metro Jaya tentang deteksi dini, penanaman kedisiplinan, dan polmas.