Puluhan pemuda yang tengah mabuk terlibat pertikaian dengan sekelompok pemuda di Desa Ammassangang, Binuang, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Kamis (29/5/2014) malam. Seorang perempuan, Andi Tendri Mustika terluka akibat pertikaian tersebut.
Keributan ini bermula ketika kawanan pemuda mabuk mengendarai motor melintas di desa tersebut. Saat melintas, sejumlah anak muda di lokasi itu tengah bernyanyi sambil bertepuk-tepuk tangan. Kawanan pemuda mabuk ini rupanya merasa tersinggu, hingga akhirnya mereka pulang ke rumah untuk mengambil sejumlah senjata tajam beserta batu dan ikat pinggang.
Mereka lalu mendatangi kerumunan pemuda di Ammassanggang sambil menyerang secara brutal. Saat itulah, Andi Tendri Mustika berusaha melerai perkelahian tersebut hingga akhirnya ia menjadi sasaran amukan pemuda mabuk yang tengah emosi.
Kepalanya berdarah dihantam batu, dan pelipis sobek terkena tebasan ikat pinggang. Tendri lalu dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Kini, petugas yang datang ketempat kejadian berhasil mengamankan sejumlah pemuda mabuk dan menyita kendaraan yang digunakan oleh pelaku, serta barang bukti lainnya berupa senjata tajam.
Showing posts with label Perkelahian. Show all posts
Showing posts with label Perkelahian. Show all posts
17.1.14
Cabut Nyawa Tetangga Demi Sepetak Tanah
NIAS UTARA, KOMPAS.com – Dua orang terlibat pertengkaran sengit akibat berebut sepetak lahan di Lahewa, Nias Utara. Akibat pertengkaran itu, salah seorang dari keduanya tewas ditempat.
Kapolsek Lahewa, AKP SK. Harefa, SP.D,MH membenarkan peristiwa itu saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Jumat (17/01/2014). Mendapatkan informasi dari warga, Kapolsek bersama Briptu Hendri Zebua, Briptu MM. Gurning, Briptu D. Pangaribuan, Bripka Benny Panjaitan, langsung menuju TKP.
Perjalanan menuju TKP harus ditempuh dengan jalan kaki dan tidak bisa dilalui dengan kendaraan roda dua.
Harefa menjelaskan, setiba di lokasi kejadian, polisi langsung mengepung lokasi yang diinformasikan warga, dan meringkus pelaku di rumahnya sendiri.
Saat ditangkap pelaku tidak melakukan perlawanan karena mengalami luka pada tangan akibat perkelahian menggunakan senjata tajam dengan korban. “Saat pelaku ditangkap dan ditanyai penyebab tetangganya tewas, ia mengaku bahwa mereka berkelahi memperebutkan lahan kebun,” jelas Harefa.
Korban bernama Harianto Gea alias Kari (25), sedangkan pelaku bernama Me'aro Zalukhu alias Me'o (40 Thn), keduanya tinggal di Desa Sihene’asi, Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias.
Kejadian terjadi Rabu (15/01/2014) pagi, dimana keduanya terlibat pertengkaran karena saling mengklaim lahan kebun di desa mereka, Pertengkaran itu berujung perkelahian fisik menggunakan parang dan tombak hingga salah satu dari tewas seketika.
Korban tewas mengalami luka di bagian leher sedangkan pelaku mengalami luka-luka di tangan kiri. “Kita telah mengembalikan korban kepada pihak keluarganya, sedangkan pelaku kita rawat sementara dan mempertangungjawabkan perbuatannya,” kata Kapolsek Lahewa.
Belajar dari peristiwa ini, Kapolsek mengimbau masyarakat di Kabupaten Nias Utara, agar tidak menyelesaikan permasalahan dengan mengambil nyawa orang lain. Sebaiknya masalah dibicarakan di musyawarah keluarga atau musyawarah desa.
Kapolsek Lahewa, AKP SK. Harefa, SP.D,MH membenarkan peristiwa itu saat dikonfirmasi melalui telepon seluler, Jumat (17/01/2014). Mendapatkan informasi dari warga, Kapolsek bersama Briptu Hendri Zebua, Briptu MM. Gurning, Briptu D. Pangaribuan, Bripka Benny Panjaitan, langsung menuju TKP.
Perjalanan menuju TKP harus ditempuh dengan jalan kaki dan tidak bisa dilalui dengan kendaraan roda dua.
Harefa menjelaskan, setiba di lokasi kejadian, polisi langsung mengepung lokasi yang diinformasikan warga, dan meringkus pelaku di rumahnya sendiri.
Saat ditangkap pelaku tidak melakukan perlawanan karena mengalami luka pada tangan akibat perkelahian menggunakan senjata tajam dengan korban. “Saat pelaku ditangkap dan ditanyai penyebab tetangganya tewas, ia mengaku bahwa mereka berkelahi memperebutkan lahan kebun,” jelas Harefa.
Korban bernama Harianto Gea alias Kari (25), sedangkan pelaku bernama Me'aro Zalukhu alias Me'o (40 Thn), keduanya tinggal di Desa Sihene’asi, Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias.
Kejadian terjadi Rabu (15/01/2014) pagi, dimana keduanya terlibat pertengkaran karena saling mengklaim lahan kebun di desa mereka, Pertengkaran itu berujung perkelahian fisik menggunakan parang dan tombak hingga salah satu dari tewas seketika.
Korban tewas mengalami luka di bagian leher sedangkan pelaku mengalami luka-luka di tangan kiri. “Kita telah mengembalikan korban kepada pihak keluarganya, sedangkan pelaku kita rawat sementara dan mempertangungjawabkan perbuatannya,” kata Kapolsek Lahewa.
Belajar dari peristiwa ini, Kapolsek mengimbau masyarakat di Kabupaten Nias Utara, agar tidak menyelesaikan permasalahan dengan mengambil nyawa orang lain. Sebaiknya masalah dibicarakan di musyawarah keluarga atau musyawarah desa.
9.4.13
"Dikatain" Stres, Pramudi Transjakarta Sembur Sopir Nissan
JAKARTA, KOMPAS.com — Cekcok antara Sarju (50), sopir Nissan, dan pramudi transjakarta, Marlinda (41), di jalur transjakarta Jalan S Parman sangat emosional. Sarju menyebut Marlinda stres, yang kemudian dibalas dengan semburan susu cokelat.
Menurut Marlinda, kejadian itu sebelum Sarju melempar kunci ban ke kaca bus transjakarta. Akan tetapi, semburan tersebut tidak sampai mengenai wajah pengemudi Nissan.
"Saya akui, saya memang sempat emosi karena dikatain stres. Kebetulan saya lagi minum susu, jadi saya sembur, tapi dari jauh," kata Marlinda di ruang SPK Mapolres Jakarta Barat, Senin (8/4/2013).
Marlinda mengungkapkan, saat itu, kondisi Jalan S Parman menuju Slipi sedang macet sekali. Kemudian, di jalur transjakarta terdapat mobil Nissan yang sedang berhenti dengan posisi menutupi jalan bus transjakarta. Marlinda kemudian mencoba keluar dari jalur transjakarta dan menegur pengemudi Nissan.
"Saya tanya, mengapa dia berhenti di tengah jalan, eh... dia malah emosi. Saya sampai dibilang stres," katanya.
Karena emosi, Marlinda menyemburkan susu cokelat di depan pengemudi Nissan. Kemudian tiba-tiba pengemudi yang sedang memasang ban tersebut menghampiri transjakarta dan memukulnya sebanyak dua kali.
Pada pukulan pertama, kata Marlinda, kaca mobil tidak pecah. Namun, sopir Nissan tersebut memukul kembali sampai kaca samping bagian sopir pecah dan melukai wajah Marlinda.
"Padahal, kan, itu memang jalur transjakarta, seharusnya dia enggak pakai jalur itu," ungkapnya.
Menurut Marlinda, kejadian itu sebelum Sarju melempar kunci ban ke kaca bus transjakarta. Akan tetapi, semburan tersebut tidak sampai mengenai wajah pengemudi Nissan.
"Saya akui, saya memang sempat emosi karena dikatain stres. Kebetulan saya lagi minum susu, jadi saya sembur, tapi dari jauh," kata Marlinda di ruang SPK Mapolres Jakarta Barat, Senin (8/4/2013).
Marlinda mengungkapkan, saat itu, kondisi Jalan S Parman menuju Slipi sedang macet sekali. Kemudian, di jalur transjakarta terdapat mobil Nissan yang sedang berhenti dengan posisi menutupi jalan bus transjakarta. Marlinda kemudian mencoba keluar dari jalur transjakarta dan menegur pengemudi Nissan.
"Saya tanya, mengapa dia berhenti di tengah jalan, eh... dia malah emosi. Saya sampai dibilang stres," katanya.
Karena emosi, Marlinda menyemburkan susu cokelat di depan pengemudi Nissan. Kemudian tiba-tiba pengemudi yang sedang memasang ban tersebut menghampiri transjakarta dan memukulnya sebanyak dua kali.
Pada pukulan pertama, kata Marlinda, kaca mobil tidak pecah. Namun, sopir Nissan tersebut memukul kembali sampai kaca samping bagian sopir pecah dan melukai wajah Marlinda.
"Padahal, kan, itu memang jalur transjakarta, seharusnya dia enggak pakai jalur itu," ungkapnya.
1.11.12
Pembawa Badik Melukai Polantas
JAKARTA, KOMPAS.com — Seorang pria bernama Rox Roger diamankan aparat Polda Metro Jaya, Rabu (31/10/2012), sekitar pukul 06.25 WIB. Dia membawa badik dan melukai Briptu Asep Solahudin dengan badiknya itu.
Awal kejadiannya, Asep pagi itu tengah mengatur arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman di depan Polda Metro Jaya. Ia saat itu melihat keributan di dalam taksi yang berhenti tidak jauh dari posisinya mengatur arus lalu lintas.
Asep pun menghampiri taksi itu dan berupaya melerai. Mereka yang bertengkar adalah Rox Roger dengan Ester dan Thata. Rox terlihat berupaya memaksa dua perempuan itu keluar dari taksi.
Dilerai polisi, Rox tidak senang. Dia melawan dan memukul Briptu Asep dengan tangan kosong. Polisi itu pun berupaya menangkap, lalu menggeledahnya. Ternyata di tangan kanan Rox sudah ada badik dan disabetkan mengenai tangan kanan Asep.
Awal kejadiannya, Asep pagi itu tengah mengatur arus lalu lintas di Jalan Jenderal Sudirman di depan Polda Metro Jaya. Ia saat itu melihat keributan di dalam taksi yang berhenti tidak jauh dari posisinya mengatur arus lalu lintas.
Asep pun menghampiri taksi itu dan berupaya melerai. Mereka yang bertengkar adalah Rox Roger dengan Ester dan Thata. Rox terlihat berupaya memaksa dua perempuan itu keluar dari taksi.
Dilerai polisi, Rox tidak senang. Dia melawan dan memukul Briptu Asep dengan tangan kosong. Polisi itu pun berupaya menangkap, lalu menggeledahnya. Ternyata di tangan kanan Rox sudah ada badik dan disabetkan mengenai tangan kanan Asep.
8.5.12
Dua Korban Luka Sabetan Parang Dilarikan ke RS Carolus
JAKARTA, KOMPAS.com - Peristiwa pengeroyokan yang terjadi di 7-Eleven Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat pada Selasa (8/5/2012) dini hari menyebabkan dua orang pemuda terluka yakni Marlon Mailo (22) dan Angki Harben (22).
Keduanya kini masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Saint Carolus. Demikian diungkapkan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, Selasa, di Mapolda Metro Jaya.
"Dua orang jadi korban dan langsung dilarikan saat itu juga ke Carolus," ujar Rikwanto, Selasa siang, di Mapolda Metro Jaya.
Rikwanto menjelaskan bahwa peristiwa pengeroyokan itu terjadi pada pukul 01.00 dan baru dilaporkan setengah jam kemudian. "Petugas tiba sekitar pukul 01.40," ucap Rikwanto.
Rikwanto menjelaskan bahwa saat itu polisi menerima informasi melalui telepon yang mengabarkan ada dua orang korban pengeroyokan di ruang IGD rumah sakit St Carolus.
Petugas langsung mengecek kebenaran kejadian tersebut. "Di sana ternyata benar ada dua korban yang dirawat yakni atas nama Marlon Mailo dan Angki Harben," ucapnya.
Marlon mengalami luka pada bagian kepala dan pelipis kanan karena dipukul botol dan kaki kiri akibat sabetan parang. Sementara Angki mengalami luka di bagian kaki kanan akibat sabetan parang.
"Pelaku yang berjumlah 20 orang itu kemudian kabur ke arah Paseban, Jakarta Pusat," imbuh Rikwanto.
Adapun, peristiwa itu bermula saat korban bersama dengan teman-temannya bernama Gregorius Ohoi Timir, Ando, Jacki Kevin isaac, dan Iron duduk-duduk di 7-Eleven sambil menunggu pada Senin (7/5/2012) pukul 17.30 WIB.
Lalu pada Selasa, pukul 00.50 salah satu pengunjung dari teman korban melemparkan kursi ke arah orang lain dan perbuatan itu membuat kemarahan tamu tersebut.
Setelah itu, tiba-tiba saja ada massa di sekitar lokasi tersebut dan langsung mengeroyok korban dan teman-temannya. Kasus itu kini ditangani Polres Metro Jakarta Pusat.
Source
1.5.12
Aksi Oknum TNI Tenteng Pistol Cekcok dengan Pemotor Nongol di Youtube
Jakarta Video aksi koboi oknum TNI muncul di youtube. Dalam tayangan berdurasi 2 menit berjudul 'Koboy Palmerah' itu tampak seorang oknum TNI berpakaian preman sambil menenteng pistol terlibat cekcok dengan seorang pemotor.
Video itu di-upload di Youtube pada Senin (30/4). Peristiwa 'Koboy Palmerah' itu terjadi pada Senin itu juga. Video di-upload seseorang dengan ID unpluggedtv. Di dalam keterangan dia menulis:
"Senin 30 April 2012, di Palmerah Selatan dekat halte Kompas. Seorang aparat menodongkan pistol ke wajah pengendara motor karena mobilnya terserempet. Aparat sensi ini sempat mengeluarkan tembakan ke atas"
Video itu sudah dilihat sekitar 311 orang. Dalam video itu terlihat jelas seorang oknum TNI yang menggunakan kendaraan Toyota Avanza dengan pelat nomor TNI 1394-00 dan tanda bintang satu, terlihat 'mengintimidasi' pengendara Vespa Piaggio putih yang memakai helm dan kaus biru.
Sempat terdengar seperti suara letusan pistol di awal tayangan youtube itu. Belum diketahui apakah itu suara letusan pistol atau bukan.
Dalam tayangan itu, sang oknum TNI sempat memaki-maki pemotor. Beberapa kali oknum TNI itu melayangkan pukulan dengan sebuah benda yang diduga sebuah tongkat. Pemotor itu sempat menghindar dan menangkis pukulan oknum TNI.
Pemotor itu sempat mengeluarkan dompet dan memberikan surat yang diduga SIM dan STNK. Hingga kemudian aksi 'Koboy Palmerah' itu ditengahi warga dan seorang pria lain yang memakai seragam safari.
Pada Senin kemarin, detikcom juga telah menurunkan peristiwa ini pukul 20.28 WIB dengan judul 'Mobil Dinas Disenggol Pemotor, Oknum TNI Lepas Tembakan di Palmerah'. Tak dinyana, insiden itu ada yang mengabadikan dan mengunggah ke Youtube.
Source
Subscribe to:
Posts (Atom)