Showing posts with label Bencana Alam. Show all posts
Showing posts with label Bencana Alam. Show all posts

26.9.10

Banjir Tangerang, 120 Keluarga Diungsikan

Tangerang (ANTARA News) - Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Tangerang Selatan, Banten, terpaksa mengungsikan sekitar 120 keluarga di Kelurahan Kedaung, Kecamatan Pamulang, ke rumah sanak saudara mereka karena banjir.

"Kami mengungsikan 120 kepala keluarga Kelurahan Kedaung ke rumah sanak keluarganya yang lebih aman," kata Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi Tangerang Selatan Zainal Aminin di Tangerang, Sabtu.

Zainal mengatakan, pemindahan warga tersebut dilakukan karena luapan air Situ Sasak Pamulang memasuki rumah warga sehingga perlu dilakukan antisipasi untuk mencegah banjir. Apalagi, sebagian rumah warga hanya berjarak beberapa meter dengan lokasi meluapnya air Situ Sasak Pamulang.

"Sangat berbahaya bila tidak diungsikan karena air masuk ke rumah warga," kata Zainal di lokasi meluapnya air Situ Sasak Pamulang.

Zainal juga mengungkapkan, warga yang diungsikan akan mendapatkan bantuan sembako dan makanan siap saji dari pemerintah.

Selain itu, warga juga dapat meminta bantuan Dinas Sosial untuk membawa barang berharga dari rumahnya.

"Semua kebutuhan warga seperti makanan dan angkutan barang berharga kami layani secara cuma - cuma," katanya.

Sebelumnya, penjabat Wali Kota Tangerang Selatan Eutik Suarta menuturkan, sebanyak 25 kepala keluarga dari Kelurahan Bambu Apus telah diungsikan.

Air di situ Sasak Pamulang Tangerang Selatan meluap ke jalan sekitar pukul 01.00 WIB. Sebanyak 25 kepala keluarga yang rumahnya berdekatan diungsikan sementara. Sedangkan jalan menuju Pamulang - Ciputat ditutup.

20.10.09

Gempa 5,3 SR Kembali Goyang Sumbar

Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) kembali digoyang gempa bumi. Terakhir, gempa berkekuatan 5,3 SR mengguncang wilayah yang sedang dalam proses rehabilitasi pasca gempa tersebut.

Informasi yang diperoleh detikcom dari Badan Meteorologi. Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Senin (19/10/2009), gempa terakhir terjadi sekitar pukul 23.35 WIB.

Titik pusat gempa berada di 1.87 LS-100.20 BT atau Barat Daya Painan, Sumbar.

Gempa terjadi di kedalaman 20 Km. Hingga kini belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa. Tidak ada peringatan terjadinya gelombang tsunami setelah gempa.

Panik, Tamu Hotel Bunda Berhamburan


Meski tidak sebesar gempa kemarin, namun gempa kali ini cukup membuat warga panik.

"Ada getaran waktu saya lagi tidur. Saya langsung lari keluar," ujar salah seorang reporter TV, Ahmad Zulfikar, di Hotel Bunda, Jl Bundo Kanduang, Kota Padang, Sumatera Barat, Selasa (20/10/2009).

Hotel tempat Ahmad menginap tersebut hanya berjarak 50 meter dari Hotel Ambacang. Hotel Ambacang runtuh akibat gempa 7,9 SR yang menggetarkan bumi minang pada 30 September lalu.

Dikatakan dia, gempa terakhir membuat seluruh pengunjung hotel berhamburan keluar. Mereka takut jika kejadian beberapa waktu lalu terulang kembali di hotel yang kini mereka sewa.

Informasi yang diperoleh dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa tersebut berkuatan 5,3 SR dan terjadi sekitar pukul 23.35 WIB. Titik pusat gempa berada di 1.87 LS-102 BT atau 70 KM Barat Daya Painan, Sumbar dengan kedalaman 20 KM. Gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

30.9.09

Depkes: 13 Tewas Akibat Gempa Sumbar

Jakarta (Jasa Website) - Pusat Pengendalian Krisis Departemen Kesehatan melaporkan bahwa hingga pukul 20:30 WIB tercatat 13 orang meninggal dunia akibat gempa 7,6 skala richter yang mengguncang wilayah Sumatera Barat Rabu petang.

"Ada 13 yang dilaporkan meninggal dunia," kata Kepala Pusat Pengendalian Krisis Departemen Kesehatan Rustam S Pakaya di Jakarta, Rabu.

Menurut laporan yang dia terima, sebagian bangunan Rumah Sakit Jamil Padang juga roboh sehingga banyak orang terjebak reruntuhan bangunan.

Pihaknya, kata Rustam, sedang menyiapkan rumah sakit lapangan di Padang dan sudah menggerakkan tim medis dari Pusat Krisis Regional dan Palembang untuk membantu korban gempa.

"Mereka berangkat malam ini melalui jalur darat membawa dokter, obat dan kantung mayat," katanya.

Gempa tektonik berkekuatan 7,6 pada skala richter mengguncang Provinsi Sumatra Barat pada Rabu pukul 17.16 WIB.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa itu berpusat di 0,84 Lintang selatan (LS) dan 99,65 bujur timur (BT), kira-kira 57 km barat laut Pariaman Provinsi Sumatera Barat pada kedalaman 71 km.


Jasa Web Design

8.6.08

Korban Tewas di Myanmar Kemungkinan Lampaui 100 Ribu Jiwa

Washington, - Sejumlah pejabat AS di Myanmar menerima informasi bahwa kemungkinan korban tewas di kawasan delta yang teserang topan mencapai lebih dari 100 ribu jiwa, kata diplomat tinggi AS di negara itu, Rabu.

"Informasi yang kami terima menunjukkan bahwa mungkin lebih dari 100 ribu orang tewas di kawasan delta itu," kata Shari Villarosa, kuasa usaha Kedutaan Besar AS di Myanmar.

Ia menyampaikan pernyataan itu kepada wartawan pada konferensi melalui telefon dari Yangon.

Villarosa mengatakan, jumlah 100 ribu jiwa itu belum menjadi angka kematian yang dikonfirmasi, namun itu berdasarkan atas perkiraan yang diberikan oleh sebuah organisasi internasional non-pemerintah, namun ia menolak menyebutkan nama LSM itu.

Diplomat tersebut mengatakan, angka perkiraan terakhir yang dikeluarkan pemerintah militer Myanmar bagi korban tewas topan itu mencapai 70 ribu, khususnya di kawasan delta tersebut.

"Keadaan di kawasan delta itu terdengar semakin mengerikan." katanya.

Menurut Villarosa, banyak orang tewas di sana karena dihantam gelombang pasang ketika mereka sedang tidur, dan air menenggelamkan atau menyapu mereka ke laut.

Sangat sulit mencapai kawasan itu karena tidak ada banyak jalan yang bisa dilewati dan jembatan-jembatan telah hancur tersapu topan, katanya.

Di daerah Yangon, dimana sebagian besar kerusakan terjadi akibat angin yang bekecepatan tinggi, pemerintah memperkirakan 600 atau 700 orang tewas, katanya.

Ada risiko besar terjadi wabah penyakit karena kurangnya air bersih, kata Villarosa. "Ada risiko sangat nyata mengenai wabah penyakit."

Ia menambahkan, pihak AS sedang melakukan upaya-upaya untuk bertemu dengan para menteri serta pejabat tinggi dan berharap menyampaikan pesan bahwa Myanmar membutuhkan upaya pertolongan internasional besar-besaran.

"Namun ini sebuah rejim yang sangat paranoid," katanya mengenai junta militer Myanmar.

"Saya hanya bisa memperkirakan bahwa semakin lama tertunda semakin banyak korban berjatuhan," tambah diplomat AS itu.

Topan Nargis yang memiliki kecepatan angin 190 kilometer per jam menyerang Myanmar pada Sabtu pekan lalu. Yang terpukul paling parah adalah kawasan delta Irrawaddy, Yangon, Bago, Karen dan Mon.

Besarnya bencana akibat topan yang menghancurkan itu membuat negara tersebut terpaksa menerima bantuan dari luar, sebuah kebijakan yang hampir tidak pernah dilakukan oleh para jendral Myanmar yang secara diplomatik terkucil, yang dengan angkuh menolak bantuan semacam itu setelah tsunami Lautan India pada 2004.(ANTARA News)