BANDUNG, KOMPAS.com - Setelah dinyatakan sembuh pascaperawatan beberapa hari di Rumah Sakit Polri Sartika Asih Bandung, pelaku penusukan tiga anggota polisi Lalu Lintas Polsek Bandung Kulon, Holil (46) akhirnya dipindahkan ke sel tahanan Mapolres Bandung.
"Status pembantarannya sudah dicabut, jadi sekarang masuk dalam status penahanan," kata Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Trunoyudho Wisnu Andhiko di Markas Polrestabes Bandung, Jalan Merdeka Kota Bandung, Rabu (18/12/2013).
Trunoyudho menambahkan, pemindahan tersangka sudah dilakukan sejak Selasa (17/12/2013) kemarin. Pertimbangannya, agar lebih mudah dalam pengawasan. "Agar pengawasannya lebih mudah saja, karena juga kami melihat bobot kasusnya," tuturnya.
Dia memastikan, Holil tidak akan mendapat perlakuan khusus dan tetap dalam porsi yang sama seperti tahanan tindak pidana lainnya.
Diberitakan sebelumnya, anggota polisi ditusuk pengendara motor ketika menghentikan laju kendaraan yang dikendarai Holil untuk diperiksa kelengkapan surat kendaraan. Saat itu, pelaku malah menghindar dan kabur.
Saat kendaraan pelaku berhasil diberhentikan polisi, Holil malah mengeluarkan sebilah pisau dan tanpa ragu menusukan pisau tersebut ke arah tiga polisi tersebut secara bergantian. Sontak saja, polisi langsung menembak pelaku hingga yang bersangkutan takluk.
Showing posts with label Penusukan. Show all posts
Showing posts with label Penusukan. Show all posts
11.10.13
Rumah Dirampok, Dua Bocah Tewas Ditusuk
SEMARANG, KOMPAS.com - Kanaya Nadine Aulia Zahrani (2) dan Keanu Rifky Ontoseno (1) ditemukan tewas dengan luka tusuk oleh sang ibu, Eni, di rumah mereka di Jalan Mulawarman, Kelurahan Kramas, Tembalang, Semarang, Kamis (10/10/2013).
Selain Nadine dan Rifky, korban lainnya adalah Murni, pembantu keluarga pasangan Sugeng Wiyono dan Eni. Murni mengalami luka parah di bagian kepala dan kini dirawat di RS Banyumanik, Semarang.
Menurut keterangan tetangga keluarga Wiyono, Eni menemukan kedua buah hatinya terkapar dengan darah yang sudah mengering. "Ibu Eni langsung lari ke tetangga dan ke rumah Pak Budi Putranto, ia petugas Polsek Banyumanik," kata Yuliantari (45), tetangga korban.
Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dugaan sementara, peristiwa ini adalah kasus perampokan, sebab tiga cincin keluarga hilang dalam kejadian itu.
Saat ini terlihat warga sekitar berkerumun di luar rumah Sugeng Wiyono, Kepala Kas BRP Gunung Rizki, dan Eni yang bekerja sebagai bendahara di Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro itu. Rumah korban pun sudah diberi garis polisi.
Selain Nadine dan Rifky, korban lainnya adalah Murni, pembantu keluarga pasangan Sugeng Wiyono dan Eni. Murni mengalami luka parah di bagian kepala dan kini dirawat di RS Banyumanik, Semarang.
Menurut keterangan tetangga keluarga Wiyono, Eni menemukan kedua buah hatinya terkapar dengan darah yang sudah mengering. "Ibu Eni langsung lari ke tetangga dan ke rumah Pak Budi Putranto, ia petugas Polsek Banyumanik," kata Yuliantari (45), tetangga korban.
Polisi langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Dugaan sementara, peristiwa ini adalah kasus perampokan, sebab tiga cincin keluarga hilang dalam kejadian itu.
Saat ini terlihat warga sekitar berkerumun di luar rumah Sugeng Wiyono, Kepala Kas BRP Gunung Rizki, dan Eni yang bekerja sebagai bendahara di Fakultas Ekonomi Universitas Diponegoro itu. Rumah korban pun sudah diberi garis polisi.
26.8.13
Pemuda Tewas Ditusuk Saat Ikut Halal Bihalal
MAGELANG, KOMPAS.com - Acara halal bihalal yang sejatinya berlangsung damai justru berujung maut. Gustian Sigit Prasetyo (19), tewas setelah ditusuk temannya sendiri, Arif alias Penyu (22), saat mengikuti acara halal bihalal peringatan HUT RI di Dusun Ponalan, Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan, Kabupaten Magelang, Sabtu (24/8/2013) malam.
Gustian adalah warga Warga Dusun Ponggol, Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan, sementara Arif adalah warga Dusun Ponalan, Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian tersebut terjadi saat korban sedang menonton acara musik organ tunggal yang diselenggarakan pada acara halal bihalal itu.
Korban dan beberapa temannya, termasuk Arif, ikut berjoget dalam alunan musik itu. Saat itu, disinyalisasi korban dan pelaku saling bersenggolan. Entah bagaimana keduanya tiba-tiba berkelahi. Warga menduga, keduanya sedang terpengaruh minuman keras.
Menurut saksi, Hadi Sukirno (56), warga setempat, kejadian penusukan itu bermula ketika para pemuda warga sekitar asik berjoget di depan panggung saat acara hiburan musik dangdut berlangsung.
Saat vokalis baru menyanyikan dua lagu, tiba-tiba terjadi keributan didepan panggung. Korban dan pelaku terlihat saling adu jotos. "Mereka sempat dilerai oleh teman-temannya, kemudian diamankan ke rumah saya supaya tidak berkelahi lagi," ujar Hadi saat ditemui di rumahnya, Minggu (25/8/2013).
Alih-alih berdamai, pelaku malah mengambil pisau roti lancip ke rumahnya yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah Hadi. Begitu pelaku kembali di halaman rumahnya, tiba-tiba perkelahian dengan korban terjadi lagi.
“Mereka berkelahi lagi di halaman rumah saya sampai uleng-ulengan (bergulingan). Lalu, si Arif langsung menusuk korban. Kejadiannya cepat sekali. Pisaunya dibuang di dekat pintu rumah saya,” urai Hadi lagi.
Usai ditusuk, korban sempat berteriak dan menuju ke sepeda motornya. Dia pun langsung dibawa ke RSUD Muntilan oleh teman- temannya dengan mengendarai sepeda motor. Sementara, warga langsung membubarkan diri pasca kejadian tersebut.
Korban akhirnya meninggal dunia ketika dalam perjalanan menuju RSUD akibat lukanya. Kepala Polres Magelang, AKBP Murbani Budi Pitono melalui Wakapolres, Kompol Eko Hadi P mengatakan, pihaknya mengamankan seorang pelaku berikut sejumlah barang bukti.
"Kami juga telah melakukan olah TKP dan memeriksa sebanyak 10 orang saksi. Korban sudah dimakamkan oleh keluarga hari ini. Kami masih selidiki motif kasus ini," kata Wakapolres.
Gustian adalah warga Warga Dusun Ponggol, Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan, sementara Arif adalah warga Dusun Ponalan, Desa Tamanagung, Kecamatan Muntilan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian tersebut terjadi saat korban sedang menonton acara musik organ tunggal yang diselenggarakan pada acara halal bihalal itu.
Korban dan beberapa temannya, termasuk Arif, ikut berjoget dalam alunan musik itu. Saat itu, disinyalisasi korban dan pelaku saling bersenggolan. Entah bagaimana keduanya tiba-tiba berkelahi. Warga menduga, keduanya sedang terpengaruh minuman keras.
Menurut saksi, Hadi Sukirno (56), warga setempat, kejadian penusukan itu bermula ketika para pemuda warga sekitar asik berjoget di depan panggung saat acara hiburan musik dangdut berlangsung.
Saat vokalis baru menyanyikan dua lagu, tiba-tiba terjadi keributan didepan panggung. Korban dan pelaku terlihat saling adu jotos. "Mereka sempat dilerai oleh teman-temannya, kemudian diamankan ke rumah saya supaya tidak berkelahi lagi," ujar Hadi saat ditemui di rumahnya, Minggu (25/8/2013).
Alih-alih berdamai, pelaku malah mengambil pisau roti lancip ke rumahnya yang berjarak sekitar 100 meter dari rumah Hadi. Begitu pelaku kembali di halaman rumahnya, tiba-tiba perkelahian dengan korban terjadi lagi.
“Mereka berkelahi lagi di halaman rumah saya sampai uleng-ulengan (bergulingan). Lalu, si Arif langsung menusuk korban. Kejadiannya cepat sekali. Pisaunya dibuang di dekat pintu rumah saya,” urai Hadi lagi.
Usai ditusuk, korban sempat berteriak dan menuju ke sepeda motornya. Dia pun langsung dibawa ke RSUD Muntilan oleh teman- temannya dengan mengendarai sepeda motor. Sementara, warga langsung membubarkan diri pasca kejadian tersebut.
Korban akhirnya meninggal dunia ketika dalam perjalanan menuju RSUD akibat lukanya. Kepala Polres Magelang, AKBP Murbani Budi Pitono melalui Wakapolres, Kompol Eko Hadi P mengatakan, pihaknya mengamankan seorang pelaku berikut sejumlah barang bukti.
"Kami juga telah melakukan olah TKP dan memeriksa sebanyak 10 orang saksi. Korban sudah dimakamkan oleh keluarga hari ini. Kami masih selidiki motif kasus ini," kata Wakapolres.
23.8.12
Brigadir Samsul Ditusuk Saat Lerai Warga Dianiaya
JAKARTA, KOMPAS.com-
Brigadir Samsul Mustofa, anggota Satuan Sabhara Polres Metro Jakarta
Selatan, ditusuk saat melerai penganiayaan seorang warga di Jalan RS
Fatmawati, Pondok Labu, Jakarta Selatan, Senin (20/8/2012) petang.
Pelakunya berhasil ditangkap.
Informasi dari aparat Polda Metro Jaya, Selasa malam, mengungkapkan, pada petang hari sekitar pukul 17.30, Brigadir Samsul seorang diri dengan motornya hendak pulang ke rumahnya, di Tebet, Jakarta Selatan. Ia yang baru selesai dinas, sudah berganti pakaian preman.
Setiba di Jalan RS Fatmawati, seorang laki-laki yang tidak dikenalnya, tengah dipukuli dua orang. Belakangan dua orang itu diketahui bernama Ahmad Yutiadi (25) dan Elmi Hanifatul (22).
Melihat itu, Brigadir Samsul mengentikan laju matornya, lalu menghampiri mereka. Tujuannya, untuk menolong orang yang tengah dipukuli dan ditendangi Yutiadi dan Elmi tersebut, dengan melerainya.
Namun, kedua orang itu tidak senang. Elmi tiba-tiba sengaja mendorong Samsul, dan kemudian Yutiadi menusukan belahan gunting ke dada Samsul. Akibatnya, Samsul jatuh dan dadanya terkena luka tusuk gunting sebelah itu.
Untung sudah ada warga lainnya yang datang. Melihat Brigadir Samsul terluka, mereka segera menolongnya dengan membawa korban ke RS Prikasih. Warga juga berhasil menangkap kedua pelaku, dan menyerahkannya ke Polsek Cilandak.
Source
Informasi dari aparat Polda Metro Jaya, Selasa malam, mengungkapkan, pada petang hari sekitar pukul 17.30, Brigadir Samsul seorang diri dengan motornya hendak pulang ke rumahnya, di Tebet, Jakarta Selatan. Ia yang baru selesai dinas, sudah berganti pakaian preman.
Setiba di Jalan RS Fatmawati, seorang laki-laki yang tidak dikenalnya, tengah dipukuli dua orang. Belakangan dua orang itu diketahui bernama Ahmad Yutiadi (25) dan Elmi Hanifatul (22).
Melihat itu, Brigadir Samsul mengentikan laju matornya, lalu menghampiri mereka. Tujuannya, untuk menolong orang yang tengah dipukuli dan ditendangi Yutiadi dan Elmi tersebut, dengan melerainya.
Namun, kedua orang itu tidak senang. Elmi tiba-tiba sengaja mendorong Samsul, dan kemudian Yutiadi menusukan belahan gunting ke dada Samsul. Akibatnya, Samsul jatuh dan dadanya terkena luka tusuk gunting sebelah itu.
Untung sudah ada warga lainnya yang datang. Melihat Brigadir Samsul terluka, mereka segera menolongnya dengan membawa korban ke RS Prikasih. Warga juga berhasil menangkap kedua pelaku, dan menyerahkannya ke Polsek Cilandak.
Source
15.8.12
Anak Punk Bunuh Sandy di Taman Museum Fatahillah Penulis : Alfiyyatur Rohmah | Rabu, 15 Agustus 2012 | 14:26 WIB Dibaca: 623 Komentar: - | Share: alfi Tempat pembunuhan Sandy Gunawan (26) di Taman Museum Fatahillah pada Rabu (15/8/2012). Korban tewas dengan lima tusukan. TERKAIT: Polisi: Otopsi Julius atas Persetujuan Keluarga Argumentasi Polisi Soal Otopsi Korban Penusukan di Teluk Gong Korban Penusukan Diotopsi, Keluarga Protes Kuasa Hukum: Pukulan Tidak Sebabkan Luka Sobek Veteran Trikora Ditusuk Residivis JAKARTA, KOMPAS.com - Terjadi pembunuhan di Taman Museum Fatahillah, Kelurahan Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat, pada pukul 09.00 WIB, Rabu (15/8/2012). Korban tewas ditempat setelah mendapatkan lima tusukan di tubuhnya. "Saya lihatnya waktu pemukulan aja. Korbannya dikejar-kejar dari depan sama dua orang," kata Rasiti, pedagang minuman yang sedang diperiksa sebagai saksi di Jakarta, Rabu (15/8/2012). Rasiti mengungkapkan, korban yang bernama Sandy Gunawan (26) warga kampung Serdang RT 02/03 Tanjung Bintang Lampung Selatan ini dipukul dan ditendang oleh dua orang yang berpakaian seperti anak punk. "Dua-duanya anak punk," kata Rasiti. Rasiti mengungkapkan, salah seorang tersangka menggunakan pakaian merah dan berambut gondrong, sedangkan tersangka lainnya menggunakan pakaian hitam. Dia mengaku hanya melihat korban dipukuli hingga memar. Sementara saat penusukan, Rasiti tidak melihatnya. Dari dasil keterangan polisi, tanda penganiayaan penusukan terdapat pada tengkuk leher korban, kepala bagian kiri, punggung belakang, paha kiri, dan dahi kiri korban. Saat ini polisi sedang melakukan olah TKP dan memeriksa sembilan saksi yang sedang berada di lokasi kejadian. Motif pembunuhan masih dalam proses penyidikan.

JAKARTA, KOMPAS.com - Terjadi pembunuhan di Taman Museum Fatahillah, Kelurahan Pinangsia, Taman Sari, Jakarta Barat, pada pukul 09.00 WIB, Rabu (15/8/2012). Korban tewas ditempat setelah mendapatkan lima tusukan di tubuhnya.
"Saya lihatnya waktu pemukulan aja. Korbannya dikejar-kejar dari depan sama dua orang," kata Rasiti, pedagang minuman yang sedang diperiksa sebagai saksi di Jakarta, Rabu (15/8/2012).
Rasiti mengungkapkan, korban yang bernama Sandy Gunawan (26) warga kampung Serdang RT 02/03 Tanjung Bintang Lampung Selatan ini dipukul dan ditendang oleh dua orang yang berpakaian seperti anak punk.
"Dua-duanya anak punk," kata Rasiti.
Rasiti mengungkapkan, salah seorang tersangka menggunakan pakaian merah dan berambut gondrong, sedangkan tersangka lainnya menggunakan pakaian hitam. Dia mengaku hanya melihat korban dipukuli hingga memar. Sementara saat penusukan, Rasiti tidak melihatnya.
Dari dasil keterangan polisi, tanda penganiayaan penusukan terdapat pada tengkuk leher korban, kepala bagian kiri, punggung belakang, paha kiri, dan dahi kiri korban. Saat ini polisi sedang melakukan olah TKP dan memeriksa sembilan saksi yang sedang berada di lokasi kejadian. Motif pembunuhan masih dalam proses penyidikan.
Source
Subscribe to:
Posts (Atom)