JAKARTA, KOMPAS.com — Nasib malang menimpa Solihin, warga Karet Kuningan, Jakarta Selatan, yang berprofesi sebagai tukang ojek. Alih-alih mendapatkan rezeki dari penumpang, ia justru kehilangan sepeda motor pribadinya karena dirampas penumpang.
Informasi yang dihimpun Kompas.com, kejadian itu terjadi ketika Solihin mendapatkan seorang penumpang di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (4/1/2013) sekitar pukul 23.00 WIB. Ketika itu, pelaku meminta Solihin mengantarkannya ke kawasan Radio Dalam, Jaksel.
Solihin mengantarkan pelaku menggunakan sepeda motor Honda Revo B 6856 SXJ warna merah miliknya. Ketika mendekati wilayah Radio Dalam, tiba-tiba pelaku meminta Solihin menghentikan motornya. Pelaku yang belum diketahui identitasnya itu kemudian mengeluarkan sebilah pisau dan mengancam Solihin agar menyerahkan sepeda motor miliknya. Karena di bawah ancaman senjata tajam, korban tak bisa berbuat apa-apa. Ia terpaksa membiarkan sepeda motornya dibawa kabur pelaku.
Kepala Sub Bagian Humas Polres Jakarta Selatan Komisaris Aswin, Selasa (8/1/2012), mengatakan, korban baru melaporkan kejadian tersebut pada Senin (7/1/2013) malam. Polisi saat ini masih mengejar pelaku.
Showing posts with label Penodongan. Show all posts
Showing posts with label Penodongan. Show all posts
4.10.12
Dipepet Empat Motor, Kawasaki Ninja Pun Diserahkan
JAKARTA, KOMPAS.com — Perampasan sepeda motor terjadi dini hari tadi di Ciputat, Tangerang Selatan. Korban, Samsul Anam (20), yang hendak pulang ke rumah, dipaksa menyerahkan sepeda motor Kawasaki Ninja miliknya.
"Menurut keterangan korban, pelakunya delapan orang, boncengan dengan empat motor," kata Kepala Polsek Ciputat Komisaris Alip saat dihubungi pada Rabu (3/10/2012). Ia menjelaskan, sesuai laporan korban, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.40 dini hari tadi.
Dari sebuah warung internet di kawasan Ciputat, Samsul hendak kembali ke rumahnya dengan mengendarai sepeda motor Kawasaki Ninja R warna putih berpelat nomor B 3987 BMU. Saat melintasi Jalan Kertamukti, Cirendeu, Ciputat, tepat di samping gedung Pascasarjana UIN, muncul empat sepeda motor yang ditumpangi delapan orang.
Rombongan motor itu langsung mengapit motor Ninja yang dikendarai korban. "Salah satu dari mereka mengeluarkan senjata tajam jenis golok dan mengancam," lanjut Alip.
Korban yang tak bisa menghindar dan dalam posisi terkepung kemudian memutuskan untuk menuruti permintaan mereka. Ia menghentikan sepeda motornya dan menyerahkan kunci kepada salah seorang pelaku. Komplotan tersebut kemudian melarikan sepeda motor tersebut, meninggalkan korban.
Beruntung, tak terjadi penganiayaan dalam peristiwa perampasan tersebut. Samsul kemudian memutuskan untuk melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolsek Ciputat.
"Menurut keterangan korban, pelakunya delapan orang, boncengan dengan empat motor," kata Kepala Polsek Ciputat Komisaris Alip saat dihubungi pada Rabu (3/10/2012). Ia menjelaskan, sesuai laporan korban, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 03.40 dini hari tadi.
Dari sebuah warung internet di kawasan Ciputat, Samsul hendak kembali ke rumahnya dengan mengendarai sepeda motor Kawasaki Ninja R warna putih berpelat nomor B 3987 BMU. Saat melintasi Jalan Kertamukti, Cirendeu, Ciputat, tepat di samping gedung Pascasarjana UIN, muncul empat sepeda motor yang ditumpangi delapan orang.
Rombongan motor itu langsung mengapit motor Ninja yang dikendarai korban. "Salah satu dari mereka mengeluarkan senjata tajam jenis golok dan mengancam," lanjut Alip.
Korban yang tak bisa menghindar dan dalam posisi terkepung kemudian memutuskan untuk menuruti permintaan mereka. Ia menghentikan sepeda motornya dan menyerahkan kunci kepada salah seorang pelaku. Komplotan tersebut kemudian melarikan sepeda motor tersebut, meninggalkan korban.
Beruntung, tak terjadi penganiayaan dalam peristiwa perampasan tersebut. Samsul kemudian memutuskan untuk melaporkan peristiwa tersebut ke Mapolsek Ciputat.
19.9.12
Penodong Digulung Korbannya Sendiri

Niat jahat seorang penodong berhasil digagalkan oleh korbannya sendiri. Pelaku yang mengaku bernama Ranto, warga Makassar, Jakarta Timur, babak belur dipukuli dua korbannya. Pelaku yang melakukan aksinya dalam kondisi mabuk itu pun digiring ke kantor polisi setempat.
Prayitno (63), salah satu korban, mengatakan, ia dan temannya, Marzuki (50), turun dari angkutan umum di halte bus Jl DI Panjaitan, tepatnya di depan kantor Kementerian Lingkungan Hidup, Jatinegara, Jakarta Timur. Pelaku pun menghampiri warga RT 09 RW 06, Cipinang Besar Selatan, Jatinegara, Jakarta Timur, itu secara tiba-tiba.
"Dia ngerampas baju saya, terus tangannya ngeluarin pisau kecil. Dia bilang minta duit, minta duit. Tapi karena mabuk, belum sempat pisau itu ditodong, keburu saya tendang," ujarnya kepada Kompas.com saat ditemui di Pos Sub Sektor Kebon Nanas, Selasa (18/9/2012) malam.
Setelah berhasil menendang tangan korban yang tengah memegang pisau, keduanya pun bergulat di aspal jalanan. Marzuki, seorang kawannya, turut membantu pembelaan diri yang dilakukan Prayitno. Namun, karena pelaku dalam kondisi mabuk, pria yang mengaku tunakarya itu dengan mudah diamankan.
Setelah puas menghadiahkan bogem mentah kepada pelaku, kedua korban pun langsung menyerahkannya ke Pos Polisi Sub Sektor Kebon Nanas, yang tak jauh dari lokasi kejadian. Dengan sigap, Aiptu Sulaeman, salah seorang petugas patroli, pun memborgol kedua tangan pelaku hingga tak bisa berkutik. Meski demikian, ia masih saja meronta.
"Buruan lepasin, gue enggak salah, gue enggak nodong, gue enggak mabok, slow ajalah," teriak pelaku di depan petugas.
Ulah pelaku tak berhenti sampai di situ. Ia masih saja meminta petugas untuk melepas borgol di tangannya dengan meronta-ronta. Hal tersebut sempat membuat kewalahan petugas hingga dengan dibantu oleh korban, pelaku langsung dibawa ke ruang penyidik untuk diperiksa lebih lanjut. Kasus itu pun ditangani Polsek Jatinegara.
source
Subscribe to:
Posts (Atom)