Showing posts with label Pembajakan. Show all posts
Showing posts with label Pembajakan. Show all posts

11.5.12

Kemenlu: Kapal yang Dibajak Bukan Milik Indonesia



Liputan6.com, Jakarta: Beredarnya informasi terkait pembajakan yang dilakukan perompak Somalia terhadap kapal tanker yang mengangkut satu juta barel milik Indonesia terbantahkan. Menurut pihak Kementerian Luar Negeri, kapal yang saat ini tengah dibajak tersebut bukan berasal dari perusahaan Indonesia.

"Sejauh ini ada informasi tentang itu. Akan kita olah, kita tangani. Namun kapal tersebut kami nyatakan bukan kapal milik Indonesia, tapi kapal Yunani," kata juru bicara Kemenlu Michael Tene pada Liputan6.com melalui sambungan telepon di Jakarta, Jumat (10/5).

Michael menambahkan, tidak ada anak buah kapal yang berkewarganegaraan Indonesia yang berada dalam kapal tersebut. "Tidak ada ABK Indonesia," ujar dia. Kendati demikian, Kemenlu akan terus memantau perkembangan dari kasus pembajakan tersebut.

Berdasarkan informasi yang diterima Liputan6.com, kapal Tanker Mount Smyrni telah dibajak perompak Somalia, Jumat (10/5), sekitar 285 mil bagian tenggara Pulau Masirah, pada pukul 09.30 waktu setempat. Kapal tersebut disewa oleh Petral, perusahaan minyak yang berbasis di Singapura, untuk mengangkut satu juta barel minyak dengan nilai USD 130 juta atau setara Rp 1,2 triliun.(EPN)

19.4.12

35 Siswa SMK yang Membajak Bus Mayasari Bhakti di Kalideres Tidak Ditahan

Jakarta Polisi tidak menahan 35 siswa SMK yang membajak bus Mayasari Bhakti P 55 trayek UKI-Grogol di Kalideres, Rabu (18/4/) kemarin. Orangtua siswa-siswa ini dipanggil dan para siswa ini hanya diminta untuk membuat pernyataan tidak mengulangi perbuatannya.

"Mereka tidak ditahan, tadi malam orangtua mereka sudah dipanggil ke Polsek," kata Kapolsek Kalideres Kompol Eriyanto kepada detikcom, Kamis (19/4/2012).

Saat ditanya mengapa mereka tak ditahan, Eriyanto mengatakan karena alasan kemanusiaan. "Mereka ini masih anak-anak sekolah," katanya.

Eriyanto mengatakan, pagi ini rencananya guru-guru dari sekolah tempat siswa SMK ini sekolah akan dipanggil. "Guru-guru mereka akan kita panggil hari ini," katanya.

Eriyanto mengatakan, para siswa ini mengaku senjata yang mereka bawa berasal dari seniornya yang sudah lulus sekolah. "Senjata-senjata tajam ini ada di dalam karung dalam bus," katanya.

Sebelumnya, 35 siswa SMK ini diamankan di Polsek Kalideres di Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, kemarin. Dari para siswa SMK yang diamankan setelah melakukan aksi tawuran itu, disita sejumlah benda tajam seperti celurit dan gear. Para siswa ini membajak bus di Grogol. Bus yang seharusnya menuju Grogol dipaksa untuk terus melaju hingga Kalideres.
Source