Showing posts with label Mesum. Show all posts
Showing posts with label Mesum. Show all posts

30.7.12

Asyik Masyuk di Kosan, Sejoli Digerebek

Asyik Masyuk di Kosan, Sejoli Digerebek 

Liputan6.com, Karanganyar: Selama Ramadan biasanya orang berlomba-lomba untuk meningkatkan amal ibadahnya. Namun tidak demikian dengan sejumlah pasangan muda-mudi di wilayah Jaten, Karanganyar, Jawa Tengah. Di bulan penuh hikmah ini, mereka malah menodai dengan berlaku mesum di hotel kelas melati dan kos-kosan.

Pasangan muda mudi itu terjaring dalam razia pekat yang digelar Polsek Jaten, Ahad (29/7) dinihari. Di kos-kosan yang berada di Desa Ngringo, polisi mendapatkan sejumlah pasangan muda-mudi yang tengah berbuat mesum. Satu orang wanita berusaha mengelabui petugas dengan bersembunyi di balik pintu kamar.

Usai menyisir di kos-kosan, petugas memeriksa sejumlah penginapan atau hotel kelas melati di wilayah Jaten. Polisi kembali menjaring beberapa pasangan tak resmi dalam satu kamar. Razia ini bagian dari operasi penyakit masyarakat di bulan puasa. Dalam operasi ini, polisi menciduk tujuh pasang muda mudi.(JUM)
Source

26.7.12

2 PNS di Pecat Karena Mesum di Toilet

Penajam (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara akhirnya memecat dua oknum pegawai negeri sipil yang berbuat mesum di toilet lantai dua Kantor Bupati pada 8 Mei 2012.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten PPU Alimuddin di Penajam, Selasa (17/7), mengatakan, pemecatan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati PPU.

Bupati PPU telah mengeluarkan SK pemecatan dengan hormat terhadap dua oknum PNS yang berbuat mesum itu. Kedua PNS itu berinisial S dan S.

"SK-nya sudah keluar Senin (16/7)," kata Kepala BKD Pemkab PPU Alimuddin.

Pemecatan tersebut didasari laporan dari masyarakat terkait dua oknum PNS yang kedapatan berbuat mesum di toilet tersebut. Atas laporan tersebut, kemudian Pemkab PPU membentuk tim untuk menelusuri kebenaran itu.

"Tim itu dipimpin Inspektorat, yang kemudian melakukan pemeriksaan. Kemudian dari hasil pemeriksaan tersebut, membuat rekomendasi ke Bupati," kata Alimuddin.

Atas rekomendasi itu kemudian Bupati mengeluarkan SK pemecatan itu. Surat pemecatan kata Alimuddin diproses Bagian Hukum Pemkab PPU.

"Suratnya memang saat ini masih di Bagian Hukum," kata mantan Kepala Satpol PP PPU ini.

Namun, kata Alimuddin, kedua oknum PNS itu masih diberikan waktu untuk melakukan pembelaan tertulis selama 14 hari, sejak diterbitkannya SK tersebut.

"Keduanya dipecat dengan hormat, dan diberikan waktu untuk melakukan pembelaan diri," jelas Alimuddin.

Ia menambahkan, SK tersebut akan diteruskan ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN). Alimuddin juga menjelaskan, selama BKN belum membuat keputusan, maka kedua PNS tersebut masih tetap menerima hak-hak selaku PNS seperti gaji, dan dengan demikian pula masih wajib menjalankan kerjanya selaku PNS.

Kejadian ini terungkap saat rekan-rekan dari salah satu oknum PNS tersebut memergoki perbuatan S dan S yang berada di dalam satu toilet bersama-sama.

"Karena bukan merupakan suami isteri yang sah, perbuatan keduanya dianggap mesum dan itu melanggar disiplin dan kode moral PNS," tegas Alimuddin. (NVA/A041)

Source

28.6.12

Sepasang Remaja Digerebek saat Mesum di Warnet


Sepasang remaja tak berkutik setelah aksinya berbuat mesum di salah satu bilik warnet di Jalan Medoho, Semarang, Rabu (27/6), digerebek warga dan polisi.

Kedua pasangan mesum warga Melati Baru ini kedapatan sudah dalam keadaan setengah telanjang di dalam bilik warnet dan mengaku baru pertama kali melakukan di tempat tersebut. Pengelola warnet mengaku tidak mengetahui aktivitas yang dilakukan pengunjung tersebut.

Sebelumnya keberadaan warnet yang digunakan sebagai tempat mesum oleh pengunjungnya ini sudah dicurigai warga sekitar. Selain sering keluar-masuk pasangan muda-mudi, kecurigaan warga didasarkan pada kondisi bilik warnet yang tertutup rapat, yang diduga sengaja untuk memberikan kesempatan pada pengunjung untuk berbuat asusila.
Penangkapan pasangan mesum ini akhirnya menjadi tontonan warga di kawasan Medoho. Keduanya kemudian digelandang ke kantor polisi guna dimintai keterangan. Sementara warnet ditutup dan dipasang garis polisi.

Source

26.9.10

Warga Situbondo Grebek Rumah Wanita Berselingkuh

Banyuwangi (ANTARA News) - Warga perumahan Paowan Indah Situbondo, Jawa Timur, Sabtu, menggrebek rumah milik seorang ibu beranak satu yang diduga telah berselingkuh dengan Pria Idaman Lain ("PIL")-nya.

Beruntung dalam penggrebekan itu tidak sampai menimbulkan tindakan aksi massa karena laki-laki yang bertamu di rumah perempuan tersebut keburu melarikan diri.

Warga terpaksa menggrebek rumah ibu satu anak itu, L (44), warga yang baru mengontrak rumah selama dua bulan di kawasan Perumahan Paowan, Situbondo, karena saat itu mereka berdua berdua bersama "PIL"nya, Jamsuri (55), warga Desa Asembagus Kecamatan Asembagus, Situbondo, berani mengunci rapat rumahnya dari dalam ketika anak dan suaminya tidak ada.

Karena warga setempat mencurigai keduanya telah berbuat mesum, warga yang sudah beberapa minggu mengintai gerak-gerik mereka berdua akhirnya menggrebek rumah Lestari dengan cara menggedor pintu beramai-ramai.

Setelah itu keluarlah seorang laki-laki yang akhirnya diketahui bernama J. Adu mulutpun tidak dapat dielakkan antara Jamsuri dengan beberapa warga yang menggrebek rumah Lestari.

Namun ketika Ketua RT 1 RW 4 Paowan, Ihsan, menyarankan agar perdebatan warga dengan Jamsuri diselesaikan di Kantor Desa Paowan,tiba-tiba Jamsuri buru-buru keluar rumah dan membawa mobilnya pergi dari kerumunan warga.

Salah seorang warga sebenarnya berusaha mencegat laju kendaraan J, namun dicegah warga lainnya karena sangat membahayakan keselamatan warga tersebut. Melihat sikap J seperti itu, warga bertambah marah apalagi kendaraannya hampir menyerempet warga yang sedang berada di jalan perumahan tersebut.

Bahkan warga sempat mengusir L agar segera meninggalkan rumah kontrakannya karena akibat tindakannya telah mencemari lingkungan Perumahan Paowan Indah, Situbondo.

Namun L menolak karena ia mengaku baru menempati rumah kontrakannya selama tiga bulan dari dua tahun masa kontrak rumahnya tersebut. Tetapi warga tetap ngotot meminta L ke kantor desa untuk menyelesaikannnya.

Guna meredam emosi warga, Ketua RT 1 RW 4 Desa Paowan, Ihsan, memaksa L untuk ikut ke Kantor Desa Paowan. Dihadapan warga tetangganya, L akhirnya berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya dan segera keluar dari rumah kontrakannya sebagaimana tuntutuan warga. "Mendengar janji L, warga langsung luluh dan mengizinkan pulang," jelas Ihsan. Jasa Web Design(*)

24.7.10

Kasus Video Mesum Pelajar di Bekasi Ditelusuri

Cikarang, Bekasi (ANTARA News) - Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kabupaten, Jawa Barat, tengah mengusut kasus peredaran video mesum yang diduga melibatkan pelajar di wilayah setempat.

Kapolrestro Bekasi Kabupaten, Komisaris Besar (Kombes) Setia Juanta, di Cikarang, Jumat, mengatakan berdasarkan hasil penelusuran pihaknya, video dengan durasi 2,19 menit dan 3,02 menit itu dibuat di wilayah Kabupaten Bekasi.

"Ya memang benar bahwa video tersebut dibuat di wilayah hukum Kabupaten Bekasi," Katanya.

Menurutnya, video tersebut dibuat sekitar bulan Mei 2010 di sekitar tanah kosong dalam sebuah gubuk yang terletak di kawasan industri Delta Mas, Kecamatan Cikarang Pusat.

"Meski pun belum ada laporan dari orang yang mengaku menjadi korban. Namun kami berjanji dalam waktu satu atau dua hari kedepan akan segera mengungkap kasus itu," ujarnya.

Hal yang diperlukan guna pengungkapan kasus ini, kata dia, adalah dua orang pelajar yang terlibat dalam kasus tersebut. "Sampai saat ini belum ada yang melapor. Kami belum mengantongi nama korban dan pelakunya," kata dia.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi, Dr Rusdi BioMed, menepis hal tersebut. "Saya sudah mendapat laporan dan melihat video itu. Saat diklarifikasi ke pihak sekolah yang berdekatan dengan lokasi pengambilan gambar, ternyata tiga sekolah yang saya tanyakan tidak ada satupun yang mengaku memiliki dua pelajar tersebut," kata Rusdi.

Kendati demikian, Rusdi tetap berpegang teguh pada proses hukum apabila kedua pelajar itu terbukti sebagai pemeran dalam video tersebut.

"Saya akan memerintahkan Guru Bimbingan Pisikologi (BP), untuk membuat laporan kepada pihak Kepolisian. Namun untuk memastikannya, kami akan memerintahkan semua sekolah untuk merazia handphone pelajar," katanya.

Sementara itu, video porno pasangan pelajar tersebut telah tersebar di masyarakat sejak Kamis (22/7). Video yang meresahkan itu, menayangkan sepasang pelajar yang dihukum pemuda kampung karena dipergoki sedang berhubungan intim layaknya suami istri di sebuah gubuk.

Selanjutnya, sejumlah pemuda yang memergoki kejadian itu memaksa dua pelajar yang berpakaian seragam sekolah, untuk mengulang kembali hubungan badan dengan ancaman.(*)

Warnet Mesum Digerebek Polisi

JAKARTA, KOMPAS.com — Warung internet (warnet) yang menyimpan ratusan video dan gambar porno di sejumlah komputernya digerebek aparat Polsektro Jatinegara, Kamis (22/7/2010) dini hari. Polisi menangkap DV (38), pemilik warnet yang terletak di Jalan Cipinang Jaya, RT 10 RW 12, Cipinang Besar Utara, Jatinegara, itu.

Kapolsektro Jatinegara Komisaris Sriyanto mengatakan, penggerebekan warnet itu dilakukan berkat informasi dari warga. Warnet yang buka 24 jam itu kerap dijadikan tempat menonton video mesum.

Sriyanto mengatakan, wallpaper di setiap monitor komputer bergambar aktris bugil. Video-video mesum juga tersimpan di sekitar 20 komputer di warnet itu. Pelanggan yang ingin menonton tinggal buka folder 'my document' atau partisi D di setiap komputer yang ada.

"Puluhan video mesum itu kapasitasnya mencapai 20 gigabyte dari total kapasitas memori 120 gigabyte per unit perangkat keras milik warnet," tutur Sriyanto.

Dari pengakuan DV ke polisi, pengunjung warnetnya umumnya pria berusia di atas 20 tahun. Warnet itu jarang dikunjungi anak-anak sekolah. Kalaupun ada, mereka adalah pelajar SMA sederajat.

Kapolsek mengatakan, dari hasil penyelidikan sementara, pengelola warnet belum terbukti menyediakan video dan gambar porno dengan sengaja.

"Namun, yang jelas, warnet tersebut tidak memiliki izin resmi, baik dari Pemkot Jakarta Timur maupun izin lingkungan dari warga setempat. Karena itu, kami hentikan operasional warnet ini untuk sementara sampai mereka mengurus izin," katanya. Karena itu, pemilik warnet tidak ditahan.

Kasi Postel Sudin Kominfomas Jakarta Timur Amir SH mengimbau agar pengelola warnet di Jakarta Timur yang jumlahnya mencapai 1.000 segera mengurus izin. Selain itu para pengelola warnet juga diharapkan memiliki software antipornografi, yaitu DNS Nawala yang dapat diunduh secara gratis.

Lima Anak Jadi Korban Cabul Gurunya

BOGOR, KOMPAS.com — Lima orang anak laki-laki yang berusia 3 sampai 15 tahun diduga menjadi korban pencabulan guru agama mereka. Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satuan Reserse Kriminal Polres Kota Bogor mengambil keterangan para korban, Jumat (23/7/2010).

"Pemeriksaan para korban baru dimulai, jadi kami belum dapat menyimpulkan, apa benar-benar terjadi kejahatan tersebut. Dan, berapa banyak korbannya. Jadi, belum ada penangkapan pelaku," kata Kepala Unit PPA Ipda Eka Santi.

Penyidiknya baru menyidik Erwansyah (bukan nama sebenarnya), ayah dari seorang korban. Erwansyah juga yang melaporkan kejahatan itu ke polisi pada Kamis lalu.

Berdasarkan keterangan warga Kelurahan Sinarsari, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor, tersebut, para warga dan orangtua korban tidak menduga dan sangat terpukul, HS (34), yang menjadi guru mengaji, telah berlaku jahat kepada putra-putra mereka. Kejahatan tersebut terjadi di rumah HS.

Erwansyah tahu setelah tetangganya memberi tahu bahwa anaknya, Yanto (bukan nama sebenarnya), hampir menjadi korban kekerasan seksual HS, tiga hari lalu. Yanto berhasil kabur dari rumah HS dan dengan ketakutan menceritakan apa yang hampir menimpanya kepada orangtuanya. Erwansyah pun lalu bertanya kepada anaknya. Kemungkinan anaknya pun mengalami hal yang sama.

Ia pun terkejut karena anaknya mengalami kejahatan seksual dari HS. Ternyata empat orang teman anaknya juga mengalami kejahatan yang sama seperti yang dialami anaknya. Kejahatan itu tidak terjadi dalam waktu bersamaan. Namun, masing-masing terjadi pada saat masa liburan sekolah lalu.

Menurut Eka Santi, berdasarkan keterangan Erwansyah, para korban dibujuk HS, dengan diiming-imingi akan dibelikan makanan dan minuman, untuk memuaskan seksual HS. "Korban diajak masuk ke kamar pelaku, lalu korban diperintahkan tangannya melakukan gerakan-gerakan di kelamin HS hingga HS orgasme. Para korban tidak disodomi pelaku," ungkap Eka Santi.

Video Mesum Pelajar di Gubuk Derita

CIKARANG, KOMPAS.com — Kepolisian Resor Metropolitan Bekasi Kabupaten, Jawa Barat, tengah mengusut kasus peredaran video mesum yang diduga melibatkan pelajar di wilayah setempat.

Kapolrestro Bekasi Komisaris Besar (Kombes) Setia Juanta di Cikarang, Jumat (23/7/2010), mengatakan, berdasarkan hasil penelusuran, video berdurasi 2,19 menit dan 3,02 menit itu dibuat di wilayah Bekasi.

"Ya memang benar bahwa video tersebut dibuat di wilayah hukum Kabupaten Bekasi," katanya.

Menurutnya, video tersebut dibuat sekitar bulan Mei 2010 di sekitar tanah kosong dalam sebuah gubuk yang terletak di kawasan industri Delta Mas, Kecamatan Cikarang Pusat.

"Meskipun belum ada laporan dari orang yang mengaku menjadi korban. Namun, kami berjanji dalam waktu satu atau dua hari ke depan akan segera mengungkap kasus itu," ujarnya.

Untuk mengungkap kasus ini, pihak kepolisian membutuhkan orang yang terlibat dalam video itu. "Sampai saat ini belum ada yang melapor. Kami belum mengantongi nama korban dan pelakunya," kata dia.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Bekasi Rusdi menepis hal tersebut. "Saya sudah mendapat laporan dan melihat video itu. Saat diklarifikasi ke sekolah yang berdekatan dengan lokasi pengambilan gambar, tiga sekolah yang saya tanya tidak ada satu pun yang mengaku memiliki dua pelajar tersebut," kata Rusdi.

Kendati demikian, Rusdi tetap berpegang teguh pada proses hukum apabila kedua pelajar itu terbukti sebagai pemeran dalam video tersebut.

"Saya akan memerintahkan guru BP untuk membuat laporan kepada pihak kepolisian. Namun, untuk memastikan, kami akan memerintahkan semua sekolah merazia ponsel pelajar," katanya.

Video mesum pasangan pelajar tersebut telah tersebar di masyarakat sejak Kamis. Video yang meresahkan itu menayangkan sepasang pelajar yang dihukum pemuda kampung karena dipergoki sedang berhubungan intim di gubuk.

Selanjutnya, sejumlah pemuda yang memergoki kejadian itu memaksa dua pelajar yang berpakaian seragam sekolah tersebut untuk mengulang kembali hubungan badan dengan ancaman.

Video Mesum Pelajar Hebohkan Bekasi

Cikarang, Bekasi (ANTARA News) - Video berdurasi 2,19 menit dan 3,02 menit berisi adegan mesum sepasang pelajar menghebohkan masyarakat Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dan diduga beredar luas sejak Kamis lalu (22/7).

Kepolisian Resor Metropolitan Kabupaten Bekasi pun tengah menelusuri peredaran video dan orang-orang yang diduga terlibat di dalamnya.

"Ya memang benar bahwa video tersebut dibuat di wilayah hukum Kabupaten Bekasi," kata Kapolres Bekasi Kombes Setia Juanta di Cikarang, Jumat.

Menurutnya, video tersebut dibuat sekitar bulan Mei 2010 di sebuah gubuk di tanah kosong yang terletak di kawasan industri Delta Mas, Kecamatan Cikarang Pusat.

"Meski pun belum ada laporan dari orang yang mengaku menjadi korban. Namun kami berjanji dalam waktu satu atau dua hari ke depan akan segera mengungkap kasus itu," ujarnya.

Dalam pengungkapan kasus itu, polisi perlu menemukan sepasang pelajar yang terlibat di dalam video.

"Sampai saat ini belum ada yang melapor. Kami belum mengantongi nama korban dan pelakunya," kata dia.

Secara terpisah, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bekasi Rusdi menepis hal tersebut.

"Saya sudah mendapat laporan dan melihat video itu. Saat diklarifikasi ke pihak sekolah yang berdekatan dengan lokasi pengambilan gambar, ternyata tiga sekolah yang saya tanyakan tidak ada satu pun yang mengaku memiliki dua pelajar tersebut," kata Rusdi.

Kendati demikian, Rusdi tetap berpegang teguh pada proses hukum apabila kedua pelajar itu terbukti sebagai pemeran dalam video tersebut.

"Saya akan memerintahkan Guru Bimbingan Pisikologi (BP) untuk membuat laporan kepada pihak Kepolisian. Namun untuk memastikannya, kami akan memerintahkan semua sekolah untuk merazia telepon seluler pelajar," katanya.

Video yang meresahkan itu menayangkan sepasang pelajar yang dipaksa pemuda kampung setelah dipergoki sedang berhubungan intim layaknya suami istri di sebuah gubuk.

Sejumlah pemuda yang memergoki kejadian itu mengancam dan memaksa dua pelajar yang berpakaian seragam sekolah untuk mengulang kembali hubungan badan.

1.12.09

Rita, Dimesumi Setelah belajar Ngaji

Mohammad Jubir, 57, warga Desa Pagerungan Besar, Pulau Sapeken, Sumenep, dilaporkan ke polisi karena dituduh memerkosa, Rita (bukan nama sebenarnya), 10, anak tetangganya sendiri.

Kejadiannya sudah berulangkali, namun baru beberapa hari lalu diketahui setelah korban mengadu kepada ibunya kesakitan pada alat vitalnya.

Setelah kedua orangtuanya mendesak, korban menceritakan sering kali diperkosa Jubir, ketika korban pulang habis belajar mengaji.

Dia tidak berani menceritakan aib yang menimpa dirinya itu, lantaran setiap kali Jubir mengancam akan membunuh dirinya jika bercerita pada orang lain.

“Kami sadar apa yang dialami keponakan saya merupakan aib bagi keluarga. Tapi demi tegakknya hukum, kami melaporkan kasus ini ke polres,” kata Suraini, salah seorang bibi korban, saat melapor ke Polres Sumenep.

Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Mualimin, yang dimintai konfirmasinya, Minggu mengatakan, sudah menerima laporan pengaduan keluarga korban, dengan tuduhan dugaan perkosaan yang dilakukan tetangganya.

“Kami sekarang masih meminta keterangan keluarga korban dan menunggu hasil visum berikut keterangan korban. Baru kemudian kami akan melangkah,” kata Mualimin.


Ngobrol Seputar Bisnis Online

1.8.09

Remaja Pesta Seks Terjaring Razia di Madura

Pamekasan - Tiga remaja yang sedang asyik minum-minuman keras dan diduga sedang melakukan pesta seks di Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Kamis malam, terjaring razia Satuan Polisi Pemong Praja (Satpol PP).

Pesta seks yang dilakukan ketiga remaja dengan satu orang perempuan dan dua laki-laki ini di sebuah perkampungan penduduk di Jalan Seruni, sekitar 200 meter dari pusat pedagang kali lima (PKL) kawasan "Sae Salera" Pamekasan.

Belum diketahui identitas ketiga remaja tersebut, tapi menurut informasi yang disampaikan personel Satpol PP kepada ANTARA di lokasi kejadian, mereka masih berstatus sebagai pelajar di salah satu sekolah menengah kejuruan (SMK) di Pamekasan.

Saat ini ketiganya digiring ke kantor Satpol PP di Jalan Pamong Praja Pamekasan untuk dilakukan pemeriksaan.

"Kami periksa dulu untuk menanyakan siapa orangtuanya. Yang jelas pihak sekolah harus mengetahui apa yang dilakukan siswanya ini," kata Komandan Satpol PP Pamekasan, Taufik seperti dikutip Antara.


Blog ini turut mendukung Kontes SEO Rusli Zainal Sang Visioner

9.12.08

ABG Diperkosa 5 Pria Beristri

Lima pria beristri dan seorang bujangan memerkosa seorang anak perempuan di bawah umur. Gilanya, aksi itu dilakukan mereka dua ronde di tempat berbeda. Setelah puas, korbannya ditinggal begitu saja di pekuburan.

Gadis (15), nama samaran, hanya bisa meratapi nasibnya. ABG warga Desa Awang Bangkal Barat, Karang Intan, Banjar, itu harus menanggung aib lantaran dicabuli dan digilir enam pria, Selasa (2/12), sekitar pukul 21.00 Wita.

Selain menanggung aib, Gadis juga menderita sakit yang teramat sangat di sekujur tubuhnya. Lokasi pertama, Gadis digauli di kebun karet di kawasan Desa Awang Bangkal Barat RT 4, Karang Intan, Banjar. Lokasi kedua, Gadis digilir di sebuah pondok di kawasan Desa Mandi Kapau Timur, Karang Intan, Banjar.

Setelah perkosaan kedua, Gadis ditinggalkan begitu saja di areal pekuburan di kawasan Awang Bangkal. Gadis ditemukan warga dalam kondisi kepayahan.

Gadis pun bercerita kepada warga bahwa dirinya telah diperkosa. Oleh warga dia diantar pulang ke rumahnya. Esok harinya, Rabu pagi, Gadis diantar kakaknya melapor ke Mapolsek Karang Intan.

Sumber

Memerkosa Ramai-ramai, 9 Pelajar Dihukum

Majelis hakim di Pengadilan London, Jumat (5/12) waktu setempat atau Sabtu, menjatuhkan hukuman bagi sembilan pelajar yang tergabung dalam sebuah geng karena memerkosa seorang gadis berusia 14 tahun di London.

Pemerkosaan beramai-ramai itu dilakukan pada April tahun lalu di Hackney, London Timur, Inggris. Ketika itu mereka menyeret si gadis dari jalan dan membawanya ke sebuah ruangan di bawah tangga sebuah flat, lalu memerkosanya bergantian.

Kepada si gadis, mereka menyatakan akan memerkosa karena telah menghina pacar pemimpin geng itu. Edannya, mereka memerkosa sambil tertawa-tawa.

Pengadilan menyatakan, enam pelajar pria itu terbukti menculik dan memerkosa, sementara tiga yang lainnya ikut serta memerkosa. Mereka akan segera dimasukkan ke penjara pada Senin depan.

Sumber

8.6.08

Pembantu Artis Diperkosa

Kuala Lumpur - Seorang pembantu rumah tangga asal Indonesia yang bekerja dengan seorang artis film wanita top di Malaysia mengaku telah diperkosa secara bergiliran oleh dua laki-laki yang menyamar sebagai pegawai Tenaga Nasional Berhad (TNB), perusahaan listrik negara Malaysia, di Kota Bahru, Kelantan.

Wakil Ketua Polisi Kota Bharu Superitendan Idris Abd Rafar mengatakan, kejadian pemerkosaan itu terjadi Rabu, sekitar pukul 08.00 waktu setempat, ketika artis film Malaysia yang menjadi majikan korban sedang pergi ke luar rumah, demikian dikutip Utusan Malaysia, Kamis.

Dua lelaki yang mengaku pegawai TNB yang diduga berusia 20 tahun hingga 30 tahun itu datang ke rumah untuk memperbaiki kerusakan aliran listrik.

Pelaku yang kemudian diijinkan memasuki rumah itu kemudian berpura-pura memeriksa sesuatu sebelum mereka memperkosa korban yang berusia 30 tahun. (ANTARA News)

Adegan Mesum Mahasiswi PTN Gegerkan Samarinda

Samarinda - Adegan mesum yang diduga diperankan seorang mahasiswi sebuah Perguruan Tinggi Negeri (PTN) di Samarinda, Kaltim, merebak melalui handphone.

Film berdurasi dua menit 30 detik itu memperlihatkan seorang wanita yang disebut-sebut sebagai mahasiswi berparas cantik melakukan adegan mesum bersama seorang pria yang ditengarai anak seorang pejabat di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Rekaman yang disebut-sebut berjudul "Samarinda Membara" itu diduga direkam melalui kamera handphone dari dalam kamar kost beberapa waktu lalu.

"Wanita dalam film itu merupakan mahasiswi berinisial Yn," kata seorang mahasiswa yang tidak ingin jatidirinya di Balikpapan, Kamis.

Adegan syur itu, kata mahasiswa tadi, telah merebak di lingkungan kampus dalam sepekan terakhir. Namun, wanita dalam pemeran film mesum itu tidak terlihat canggung dan masih tetap mengikuti perkuliahan.

"Film itu belum menyebar luas dan masih dalam lingkungan kampus. Kami menduga, film itu dibuat sebelum dia memotong rambutnya. Walaupun wajah pemeran pria dalam film itu tidak nampak, tapi kami menduga dia adalah anak seorang pejabat di Kutai Kartanegara,"katanya.

Sementara itu, seorang mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Samarinda, Hadi, mengaku belum pernah melihat "Samarinda Membara".

Namun, isu adanya adegan mesum mahasiswi PTN itu kata dia telah menyebar di kalangan mahasiswa.

"Saya sudah mendengar, tetapi sampai sekarang belum pernah melihatnya," kata Hadi.

Mahasiswa lainnya bernama Basri mengemukakan adegan mesum yang diduga dilakukan mahasiswi itu sudah menjadi pergunjingan kalangan mahasiswa. Namun, belum banyak yang bisa memperoleh film mesum tersebut, sebab masih beredar di kalangan tertentu.

"Saya belum bisa memastikan apakah pemeran wanita dalam rekaman itu merupakan mahasiswi yang selama ini disebut-sebut, sebab penampilannya sedikit berbeda. Tapi, kalau menurut teman-teman, sepertinya Yn itulah yang beradegan mesum," kata Basri.

Kasat Reskrim Poltabes Samarinda, Komisaris Polisi Akhmad Yusef Gunawan, mengatakan akan segera menyelidiki film "Samarinda Membara" yang disebut-sebut diperankan seorang mahasiswi sebuah PTN ternama di Samarinda.

"Kami belum bisa memastikan apakah wanita yang ada di film itu betul sebagai mahasiswi di Samarinda. Namun, kami akan segera menyelidikinya untuk mengungkap siapa pemeran film itu," kata Kasat Reskrim kepada wartawan di Samarinda, Rabu. (ANTARA News)

Polisi Inggris Buru Peremas Bokong

London, - Para detektif mengatakan, Rabu, mereka sedang memburu seorang laki-laki tukang remas bokong perempuan dewasa dan remaja putri dalam operasi yang sudah berlangsung satu tahun di pusat kota Manchester .

Pelaku, yang diperkirakan berusia 20-an akhir atau 30-an dan "bertampang Turki atau Yunani", biasanya beraksi antara pukul 7 dan 8 malam dengan diam-diam mendekat dari belakang lalu meremas bagian belakang korban, kata polisi.

Sampai sejauh ini dia dengan tak senonoh sudah menyentuh 19 korban berusia 13 hingga 43 tahun.

"Laki-laki ini sudah banyak beraksi dalam setahun ini ," kata detektif Sersan Kay Dennison.

"Jumlah korban tidak meningkat banyak tetapi pelaku telah membuat mereka dalam keadaan yang sangat tidak nyaman."

"Saya memutuskan untuk mengenali dan menangkap laki-laki ini." Kamera pengawas (CCTV) sudah merekam salah satu insiden, yang memperlihatkan pelaku itu mondar-mandir sebelum melakukan penyerangan.(ANTARA News)

Dituduh Selingkuh, Kades Diarak Warga

Pasuruan - Dituduh selingkuh, Subawe (42), Kepala Desa Rebalas, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (7/5), diarak warganya ke Balai Desa setempat.

Namun demi pertimbangan keamanan, Subawe yang baru delapan bulan memangku jabatan Kepala Desa Rebalas itu, kemudian diamankan polisi ke Mapolsek Grati bersama, Suhayani (26), perempuan yang diduga pasangan selingkuhnya.

Kapolsek Grati, AKP Bambang HS menjelaskan, langkah pengamanan terhadap kepala desa dan perempuan pasangan selingkuhnya itu dilakukan demi keselamatan kedua belah pihak.

Dalam pemeriksaan, keduanya telah mengakui perbuatannya yang menimbulkan kemarahan warganya. Subawe juga telah membuat surat penyataan mengundurkan diri dari jabatan kelapa desa.

Ia menjelaskan, kejadian berawal saat Subawe dan Suhayani berada di rumah Suhadi (60), Rabu (7/5) dini hari. Saat itu belasan warga mendatangi rumah Suhadi dan kemudian mengarak kepala desa dengan perempuan pasangan selingkuhnya ke balai desa.

Di Balai Desa, Subawe kemudian dipaksa warganya untuk membuat pernyataan mengundurkan diri dari jabatan Kepala Desa Rebalas.

Namun kepada wartawan, Subawe mengungkapkan bahwa dirinya telah dijebak oleh orang-orang pendukung mantan calon kepala desa yang tidak jadi.

Subawe menolak dirinya telah melakukan perselingkuhan dengan Suhayani yang juga warganya sendiri. Subawe berada di rumah Suhadi, karena sedang berembuk untuk merencanakan memadu Suhayani.

"Betul saya telah merencanakan memadu Suhayani dan telah mendapat izin istri pertama saya. Ini bukan rekayasa, kalau tidak percaya tanya sendiri kepada istri saya," kata Subawe sambil menunjuk Fatmawati, istrinya yang duduk di sebelahnya.

Fatmawati membenarkan rencana suaminya yang akan memadu Suhayani. Ia mengaku telah mengizinkan suaminya memadu Suhayani, tanpa menyebutkan alasan yang jelas.

Subawe mengaku membuat surat pernyataan pengunduran diri dari jabatan kepala desa dilakukan karena dipaksa warga. "Surat yang saya buat pun bukan pengunduran diri, tapi hanya permohonan yang setiap saat bisa dipikir ulang," kata Subawe berkilah. (ANTARA News)

7.6.08

Waria Tarik Tuduhan Hubungan Seks dengan Ronaldo

Rio de Janeiro,- Dua waria yang pada bulan lalu melewati satu jam bersama Ronaldo dalam hotel di Rio de Janeiro ternyata menarik kembali tuduhannya bahwa mereka telah mengadakan hubungan seks dan mengonsumsi obat terlarang dengan striker Milan itu.

Setelah mendengarkan kesaksian selama hampir empat jam dari kedua waria itu, komisaris polisi Carlos Augusto Nogueira, yang bertugas menangani kasus itu mengatakan, keduanya sedemikian jauh "berbohong mengenai segala sesuatu yang mereka katakan."

"Tak ada hubungan seks atau obat terlarang antara mereka malam itu. Mereka mengatakan, itu dilakukan karena mereka tidak mendapat uang hasil pemerasan yang mereka lakukan," kata pejabat kepolisian itu.

Nogueira Selasa menginterogasi waria Andre Luiz Albertino, yang dikenal sebagai "Andreia Albertine," yang melancarkan tuntutan hukum terhadap Ronaldo pada 28 April. Dan waria lain yang terlibat dalam kejadian itu dikenal sebagai "Carla Tamine." Keduanya pelacur.

"Sikap mereka hari ini (Selasa), mengherankan kami. Mereka mengatakan melihat peluang untuk keluar dari kehidupan itu (prostitusi)," katanya.

Dia mengatakan kedua waria itu muncul di kantor polisi atas kemauan sendiri untuk mengoreksi pernyataan mereka sebelumnya.

"Mereka memperlihatkan penyesalan," kata Nogueira pula.

Ronaldo mengatakan, begitu dia meninggalkan klub malam, dia memutuskan untuk pergi ke hotel jam-jaman bersama seorang pelacur, tanpa menyadari bahwa dia telah bersama dengan seorang waria yang dikenal sebagai "Andreia Albertine."

Dia menambahkan, dua pelacur lain bergabung dengan mereka di hotel, tapi mengatakan itu bertentangan dengan apa yang disampaikan "Andreia" kepada media - bahwa di sana tak ada obat terlarang atau hubungan intim. Ronaldo menandaskan dia hanya menjadi korban dari pemerasan.

"Saya tidak melakukan hubungan seks karena saya menyadari itu bukan yang saya cari di luar lapangan. Saya tak pernah menggunakan obat terlarang, saya masih seorang olahragawan meski sedang cedera," kata striker itu dalam wawancara televisi yang ditayangkan Minggu petang.

Ronaldo menambahkan, skandal itu menyebabkan hubungan dia dengan insinyur Maria Beatriz Anthony (23) yang telah berjalan satu tahun kini pupus sudah, meski dia berharap mereka akan rujuk.

Striker itu menandaskan skandal itu telah menghilangkan peluang untuk memperpanjang kontraknya dengan Milan, yang akan berakhir bulan depan.

Dan itu juga mengancam kontrak sponsor yang menggiurkan dengan berbagai perusahaaan, termasuk Nike, yang bernilai 32 juta dolar setahun, demikian diwartakan DPA.

"Itu momen tragis dimana saya telah mengambil keputusan terburuk dalam kehidupan pribadi saya," katanya, "Saya lebih dari sekedar korban, saya malu." (ANTARA News)

7.5.08

PRT Indonesia Dihukum di Hong Kong Karena Mesum dengan Anak Majikan

Hong Kong, - Seorang pembantu rumah tangga (PRT) berumur 45 tahun asal Indonesia mengaku berhubungan seks dengan remaja berusia 14 tahun anak majikannya setelah mereka berdua menonton pornografi di Internet, lapor suatu surat kabar, Selasa.

Di pengadilan terungkap, PRT yang janda dan punya dua anak itu berhubungan seks dengan remaja itu saat mereka menjalin asmara yang bertahan selama lima bulan, tulis South China Morning Post sebagaimana dikutip Reuters.

Koran itu menulis, sang remaja ingin menyudahi hubungan tetapi perempuan itu menolak.

Remaja itu kemudian memberikan pengakuan mengenai hubungannya kepada seorang pemimpin kelompok ibadah dan PRT tersebut selanjutnya ditahan.

PRT bernama Suwartin tersebut telah bekerja di keluarga besar majikannya selama 11 tahun. Di pengadilan dia mengaku bersalah atas lima dakwaan melakukan hubungan tak senonoh dengan pasangannya yang masih di bawah umur, tulis koran South China Morning Post.

PRT tersebut minta maaf dan mengatakan "akan menanggung malu seumur hidup atas perbuatannya", tulis koran tersebut.

"Dia bertindak begitu karena kesepian," tulis koran tersebut mengutip pengacara Suwartin. Terdakwa akan dihukum dua pekan di penjara.

Para PRT dari Filipina, Indonesia dan Sri Lanka sering kali berurusan dengan pengadilan di Hong Kong dan Singapura, tetapi biasanya karena mereka menjadi korban kesewenang-wenangan, bukan sebagai terdakwa. (ANTARA News)