Chairunisa yang lebih akrab disapa Ica ditemukan sudak tak bernyawa di sebuah rumah kontrakan di Perumahan Pesona Cinangka Asri Blok A No 5 RT 006/08 Kelurahan Cinangka Kecamatan Sawangan, Depok.Gadis berusia 22 tahun itu diketahui bekerja sebagai staf di Kampus UIN.
Jenazah Ica pertama kali ditemukan oleh adik kandung korban yakni Maulana Malik Ibrahim di kamar kontrakannya sekitar pukul 20.30 WIB. Ica yang mengontrak seorang diri, dikabarkan sudah satu minggu tidak pulang ke rumahnya di Jakarta, padahal hampir setiap minggunya ia pulang untuk bertemu keluarganya.
Pimpinan Ica di Kampus UIN Syarif Hidayatullah, Rahmawati, mengatakan terakhir bertemu Ica pada Jumat, 30 Mei kemarin. Sebulan lalu, kata Rahmawati, Ica memang sempat meminta izin ke Jombang. "Saya pikir memang mau izin ke Jawa Timur di Jombang, baru dapat kabar dia tidak masuk hari ini ternyata ada kabar begini," ungkapnya di lokasi, Minggu malam (1/6/2014).
Kasus tersebut kini sedang dalam penyelidikan oleh Polsek Sawangan guna menemukan penyebab pasti kematian korban.
Showing posts with label Penemuan Mayat. Show all posts
Showing posts with label Penemuan Mayat. Show all posts
13.1.14
Penyapu Jalan Ini Ditemukan Tewas dengan Keadaan Membusuk
MANADO, KOMPAS.com - Seorang penyapu jalan, Hasan Dolongsemba (51), ditemukan tewas, Minggu (12/1/2014), di rumahnya, Kelurahan Teling Bawah, Kecamatan Wenang, Kota Manado. Saat ditemukan, kondisi Hasan dalam keadaan membusuk dan dipenuhi belatung. Diduga, Hasan meninggal dunia sejak beberapa hari lalu. Menurut keterangan warga sekitar, ia memang menderita sakit karena kecelakaan yang dialaminya beberapa waktu lalu.
"Tadi pagi, seorang pengawas dari Dinas Kebersihan datang mencarinya. Katanya, dia sudah dua hari tidak masuk kerja. Kami berdua sama-sama ke rumahnya. Diketuk-ketuk tidak ada jawaban, tapi ada bau busuk dari dalam," ujar Ahmad, tetangga korban.
Karena tidak ada jawaban dan curiga dengan bau busuk tersebut, Ahmad dan petugas Dinas Kebersihan yang bernama Jimmy tersebut lalu mendobrak pintu rumah.
"Kami cari di kamar tidak ada, ternyata dia ada di dapur. Tertelungkup dan sudah meninggal. Baunya sangat busuk," kata Ahmad.
Ahmad mengungkapkan, sejak tiga bulan terakhir, Hasan tinggal seorang diri. Istrinya meninggalkannya, dan anaknya bekerja di Bitung. Meski ada luka di bagian kepala, polisi tidak melakukan autopsi atas permintaan keluarga. Mereka menganggap Ahmad meninggal karena kecelakaan yang dialaminya.
"Tadi pagi, seorang pengawas dari Dinas Kebersihan datang mencarinya. Katanya, dia sudah dua hari tidak masuk kerja. Kami berdua sama-sama ke rumahnya. Diketuk-ketuk tidak ada jawaban, tapi ada bau busuk dari dalam," ujar Ahmad, tetangga korban.
Karena tidak ada jawaban dan curiga dengan bau busuk tersebut, Ahmad dan petugas Dinas Kebersihan yang bernama Jimmy tersebut lalu mendobrak pintu rumah.
"Kami cari di kamar tidak ada, ternyata dia ada di dapur. Tertelungkup dan sudah meninggal. Baunya sangat busuk," kata Ahmad.
Ahmad mengungkapkan, sejak tiga bulan terakhir, Hasan tinggal seorang diri. Istrinya meninggalkannya, dan anaknya bekerja di Bitung. Meski ada luka di bagian kepala, polisi tidak melakukan autopsi atas permintaan keluarga. Mereka menganggap Ahmad meninggal karena kecelakaan yang dialaminya.
4.12.13
Gadis Penghuni Kos Ditemukan Tewas dengan Luka Tusuk
JAKARTA, KOMPAS.com — Seorang gadis ditemukan tewas bersimbah darah di Jalan Kelinci II Nomor 18 RT 12 RW 04, Sawah Besar, Jakarta Pusat, pada Selasa (3/12/2013) sekitar pukul 09.00 WIB.
Gadis yang diketahui bernama Ira (22) itu adalah salah satu penghuni rumah kos di kawasan tersebut.
Menurut Kanit Reskrim Polsek Sawah Besar Iptu Reza Pahlevi, korban ditemukan tewas di kamar kosnya yang berukuran 2 x 3 m itu dengan luka tusukan. "Kami dapat informasi dari warga, ada orang meninggal dan kita langsung ke TKP (tempat kejadian perkara). Mayat korban ditemukan penjaga kosan lebih dari lima luka tusukan di bagian perutnya," ujar Reza saat dihubungi Kompas.com, Selasa (3/12/2013).
Reza menuturkan, kronologi penemuan mayat gadis tersebut diawali ketika penjaga rumah kos, yakni Eka, akan membangunkan gadis tersebut sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, panggilan itu tak digubris gadis tersebut.
"Dia (Eka) katanya sering membangunkan Ira, namun saat itu Eka menemukan mayat Ira dengan kondisi berdarah yang ditutupi karpet bergambar klub Manchester United (MU)," imbuhnya.
Lebih lanjut, aparat kepolisian pun masih menyelidiki identitas korban yang belum diketahui asal-usulnya. Menurutnya, saat di lokasi kejadian, petugas hanya menemukan telepon seluler di kamarnya dan masih terus menyelidiki.
"Kita akan terus selidiki dari nomor HP yang ada di secarik kertas yang ditemukan di kamar kosannya," ujarnya.
Pihak kepolisian pun menyesali karena pemilik rumah kos ataupun penjaga tidak memiliki identitas para penghuni. "Ini yang kami keluhkan kepada para pengelola kos-kosan, untuk lebih menyaring orang-orang yang memasuki dan tinggal di kosan untuk mengetahui identitas penyewa kos-kosan, sehingga polisi tidak kesulitan jika terjadi hal apa pun," jelasnya.
Lebih lanjut, kata Reza, pihak pengelola rumah kos pun tak mengetahui pekerjaan yang digeluti gadis berkulit hitam tersebut. "Kata penjaganya, mereka tak mengetahui, para penghuni kosan hanya diberi kepercayaan memegang kunci masing-masing. Dia enggak mau tahu. Tahunya bayar kosan sekitar Rp 1,3 juta," jelasnya.
Ia menambahkan, saat ini jenazah tersebut sudah berada di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk diotopsi. "Jenazah sudah di RSCM untuk otopsi. Kita berharap masih terus mendalami terkait kematian mayat gadis tersebut agar bisa segera diketahui penyebab kematiannya," pungkasnya.
Gadis yang diketahui bernama Ira (22) itu adalah salah satu penghuni rumah kos di kawasan tersebut.
Menurut Kanit Reskrim Polsek Sawah Besar Iptu Reza Pahlevi, korban ditemukan tewas di kamar kosnya yang berukuran 2 x 3 m itu dengan luka tusukan. "Kami dapat informasi dari warga, ada orang meninggal dan kita langsung ke TKP (tempat kejadian perkara). Mayat korban ditemukan penjaga kosan lebih dari lima luka tusukan di bagian perutnya," ujar Reza saat dihubungi Kompas.com, Selasa (3/12/2013).
Reza menuturkan, kronologi penemuan mayat gadis tersebut diawali ketika penjaga rumah kos, yakni Eka, akan membangunkan gadis tersebut sekitar pukul 09.00 WIB. Namun, panggilan itu tak digubris gadis tersebut.
"Dia (Eka) katanya sering membangunkan Ira, namun saat itu Eka menemukan mayat Ira dengan kondisi berdarah yang ditutupi karpet bergambar klub Manchester United (MU)," imbuhnya.
Lebih lanjut, aparat kepolisian pun masih menyelidiki identitas korban yang belum diketahui asal-usulnya. Menurutnya, saat di lokasi kejadian, petugas hanya menemukan telepon seluler di kamarnya dan masih terus menyelidiki.
"Kita akan terus selidiki dari nomor HP yang ada di secarik kertas yang ditemukan di kamar kosannya," ujarnya.
Pihak kepolisian pun menyesali karena pemilik rumah kos ataupun penjaga tidak memiliki identitas para penghuni. "Ini yang kami keluhkan kepada para pengelola kos-kosan, untuk lebih menyaring orang-orang yang memasuki dan tinggal di kosan untuk mengetahui identitas penyewa kos-kosan, sehingga polisi tidak kesulitan jika terjadi hal apa pun," jelasnya.
Lebih lanjut, kata Reza, pihak pengelola rumah kos pun tak mengetahui pekerjaan yang digeluti gadis berkulit hitam tersebut. "Kata penjaganya, mereka tak mengetahui, para penghuni kosan hanya diberi kepercayaan memegang kunci masing-masing. Dia enggak mau tahu. Tahunya bayar kosan sekitar Rp 1,3 juta," jelasnya.
Ia menambahkan, saat ini jenazah tersebut sudah berada di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo untuk diotopsi. "Jenazah sudah di RSCM untuk otopsi. Kita berharap masih terus mendalami terkait kematian mayat gadis tersebut agar bisa segera diketahui penyebab kematiannya," pungkasnya.
18.11.13
Mayat Dalam Karung Mengambang di Sungai Irigasi
BANDUNG, KOMPAS.com — Petani dan warga blok sawah Goleah Lembang Lebu, Desa Cileunyi Kulon, Kecamatan Cileunyi, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, digegerkan dengan penemuan mayat pria di dalam karung, Senin (18/11/2013) sekira pukul 09.30 WIB.
Menurut keterangan dari Kepala Unit Reskrim Polsek Cileunyi, AKP Wahyu Agung, mayat pria tanpa identitas itu ditemukan warga dalam parit irigasi di tengah sawah yang berada tidak begitu jauh dari Kilometer 153+400 Tol Cileunyi.
"Penemuan ini berdasarkan penemuan warga yang melihat ada karung mencurigakan di selokan (irigasi). Setelah diidentifikasi ternyata ada mayat pria. Umurnya sekitar 65 (tahun)," kata Wahyu saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin.
Wahyu menduga, setelah dibuang, mayat tersebut hanyut terbawa arus air yang cukup deras karena hujan yang mengguyur semalam. "Sepertinya baru dibuang tadi malam, tapi entah dari mana dibuangnya," ucapnya.
Wahyu menjelaskan, ukuran karung yang membungkus mayat pria tersebut cukup besar sehingga jasad di dalamnya tidak tertekuk. Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ada tanda-tanda kekerasan ataupun luka-luka di tubuh korban.
Ciri-ciri mayat saat ditemukan, kata Wahyu, memakai celana corduroy berwarna coklat dan kaus kerah dengan kombinasi warna hitam dan putih. "Ujung karungnya hanya diikat dengan menggunakan kawat dan tali rafia. Saat ini masih kita selidiki," bebernya.
Menurut keterangan dari Kepala Unit Reskrim Polsek Cileunyi, AKP Wahyu Agung, mayat pria tanpa identitas itu ditemukan warga dalam parit irigasi di tengah sawah yang berada tidak begitu jauh dari Kilometer 153+400 Tol Cileunyi.
"Penemuan ini berdasarkan penemuan warga yang melihat ada karung mencurigakan di selokan (irigasi). Setelah diidentifikasi ternyata ada mayat pria. Umurnya sekitar 65 (tahun)," kata Wahyu saat dihubungi melalui telepon selulernya, Senin.
Wahyu menduga, setelah dibuang, mayat tersebut hanyut terbawa arus air yang cukup deras karena hujan yang mengguyur semalam. "Sepertinya baru dibuang tadi malam, tapi entah dari mana dibuangnya," ucapnya.
Wahyu menjelaskan, ukuran karung yang membungkus mayat pria tersebut cukup besar sehingga jasad di dalamnya tidak tertekuk. Dari hasil pemeriksaan sementara, tidak ada tanda-tanda kekerasan ataupun luka-luka di tubuh korban.
Ciri-ciri mayat saat ditemukan, kata Wahyu, memakai celana corduroy berwarna coklat dan kaus kerah dengan kombinasi warna hitam dan putih. "Ujung karungnya hanya diikat dengan menggunakan kawat dan tali rafia. Saat ini masih kita selidiki," bebernya.
16.10.13
Hilang 4 Bulan, Ditemukan Tinggal Kerangka di Selokan
CIAMIS, KOMPAS.com — Aki Tarya (65), warga Dusun Sukamukti RT 05/RW 15, Desa Medanglayang, Kecamatan Panumbangan, Ciamis, ditemukan tinggal tulang-belulang di sebuah selokan di kawasan Gunung Sawal, Blok Dusun Kersamenak, Desa Pamokolan, Selasa (15/10/2013). Sebelumnya dia dikabarkan hilang selama empat bulan.
Sisa jasad Aki Tarya langsung dibawa ke ruang instalasi pemulasaraan jenazah (IPJ) RSU Ciamis. "Ditemukan di selokan di pinggir hutan Blok Dusun Kersamenak, Desa Pamokolan," kata Kepala Polsek Cihaurbeuti AKP Dies Ratmono, Selasa.
Kerangka Aki Tarya kali pertama ditemukan oleh warga yang sedang berburu di kawasan hutan Gunung Sawal, Selasa siang. Belum diketahui pasti penyebab kematian Aki Tarya. Siti Rahmah, Kepala Jaga Warois IPJ/Kamar Mayat RSU Ciamis, mengatakan bahwa saat ini pemulasaraan jenazah Aki Tarya sudah dilakukan.
Sisa jasad Aki Tarya langsung dibawa ke ruang instalasi pemulasaraan jenazah (IPJ) RSU Ciamis. "Ditemukan di selokan di pinggir hutan Blok Dusun Kersamenak, Desa Pamokolan," kata Kepala Polsek Cihaurbeuti AKP Dies Ratmono, Selasa.
Kerangka Aki Tarya kali pertama ditemukan oleh warga yang sedang berburu di kawasan hutan Gunung Sawal, Selasa siang. Belum diketahui pasti penyebab kematian Aki Tarya. Siti Rahmah, Kepala Jaga Warois IPJ/Kamar Mayat RSU Ciamis, mengatakan bahwa saat ini pemulasaraan jenazah Aki Tarya sudah dilakukan.
7.10.13
Mayat Mengapung, Warga Pantai Kanipang Heboh
PINRANG, KOMPAS.com - Sesosok mayat pria tanpa identitas ditemukan warga mengapung dan dipermainkan ombak di Pantai Kanipang, Pinrang, Sulawesi selatan, Minggu (6/10/2013). Temuan ini sempat menghebohkan warga setempat.
Sebuah tas pelastik berisi empat lembar pakaian ditemukan bersama dengan mayat tersebut. Mayat pria itu diperkirakan berusia 30 tahun. Penemuan ini bermual saat sepasang muda-mudi sedang asyik bersantai di tepian pantai.
Tiba-tiba mereka melihat sosok mayat di bibir pantai yang tengah dipermainkan gelombang. Puluhan warga lantas berdatangan menyaksikan mayat tersebut. Warga lantas menghubungi polisi.
Namun, aparat pun kesulitan mengidentifikasi mayat tersebut. “Warga bingung, karena tak ada satu pun yang mengenali korban. Banyak warga yang menghubungi kenalan dan keluarga mereka di sejumlah daerah seperti Majene dan Polewali, tapi tak ada warga yang merasa kehilangan anggota keluarga," tutur Kasau, warga setempat.
Mayat yang saat ditemukan memakai celana pendek dan baju kaos bertuliskan “Mari Membangun Berau” ini akhirnya dibawa ke RSUD Pinrang.
Sebuah tas pelastik berisi empat lembar pakaian ditemukan bersama dengan mayat tersebut. Mayat pria itu diperkirakan berusia 30 tahun. Penemuan ini bermual saat sepasang muda-mudi sedang asyik bersantai di tepian pantai.
Tiba-tiba mereka melihat sosok mayat di bibir pantai yang tengah dipermainkan gelombang. Puluhan warga lantas berdatangan menyaksikan mayat tersebut. Warga lantas menghubungi polisi.
Namun, aparat pun kesulitan mengidentifikasi mayat tersebut. “Warga bingung, karena tak ada satu pun yang mengenali korban. Banyak warga yang menghubungi kenalan dan keluarga mereka di sejumlah daerah seperti Majene dan Polewali, tapi tak ada warga yang merasa kehilangan anggota keluarga," tutur Kasau, warga setempat.
Mayat yang saat ditemukan memakai celana pendek dan baju kaos bertuliskan “Mari Membangun Berau” ini akhirnya dibawa ke RSUD Pinrang.
4.10.13
Seorang Mahasiswi Kedokteran Ditemukan Tewas Bersimbah Darah
BANJARMASIN, KOMPAS.com — Seorang mahasiswi kedokteran ditemukan tewas bersimbah darah di rumah kediamannya di Kompleks Green Residen, Banjarmasin Selatan, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.
Menurut informasi di lapangan, Kamis (3/10/2013), menyebutkan, korban tewas di atas tempat tidur dengan berlumuran darah dan ditemukan Kamis sore sekitar pukul 18.30 Wita, dan korban diduga sendiri di dalam rumah tersebut.
Korban ditemukan tewas oleh temannya sendiri bernama Amel dan Faisal bersama satuan pengamanan (satpam) yang berada di kompleks tersebut.
Awalnya, mereka berjanjian ingin menonton dan menjadi suporter bulu tangkis di Banjarbaru. Karena korban tak bisa dihubungi, Amel dan Faisal kemudian menyambangi rumah korban bersama satpam kompleks.
Betapa terkejutnya, teman korban, Amel, melihat korban sudah tidak bernyawa dan bersimbah darah di atas tempat tidurnya dengan posisi tertelungkup.
Melihat kejadian tersebut, satpam bersama warga langsung menghubungi pihak kepolisian atas kejadian tersebut. Tak berapa lama, aparat dari pihak Polsekta Banjarmasin Selatan dan Satuan Jatanras Polresta Banjarmasin datang ke tempat kejadian.
Dari informasi yang didapat, korban diketahui bernama Lucky Daniar, berstatus mahasiswi kedokteran. Pada saat ditemukan, korban sudah tidak bernyawa dan tanpa busana, diduga baru selesai mandi sore dan siap-siap bertolak ke Banjarbaru bersama teman-temannya.
Sementara itu, Kapolsek Banjarmasin Selatan AKP Didi Subiakto di Banjarmasin, Kamis, mengatakan, korban diduga mengalami luka gorok di bagian leher dan diperkirakan luka tersebut yang membuat korban meninggal dunia.
Didi menduga korban mengalami tindak kekerasan dari para pelaku kejahatan. Barang-barang korban, seperti ponsel dan sepeda motor jenis matic, raib.
"Kita akan terus melakukan penyelidikan terhadap kasus pembunuhan tersebut, dan saat ini polisi sedang meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk teman korban, dan kemungkinan korban akan dilakukan otopsi, tinggal menunggu persetujuan pihak keluarga," ucapnya.
Menurut informasi di lapangan, Kamis (3/10/2013), menyebutkan, korban tewas di atas tempat tidur dengan berlumuran darah dan ditemukan Kamis sore sekitar pukul 18.30 Wita, dan korban diduga sendiri di dalam rumah tersebut.
Korban ditemukan tewas oleh temannya sendiri bernama Amel dan Faisal bersama satuan pengamanan (satpam) yang berada di kompleks tersebut.
Awalnya, mereka berjanjian ingin menonton dan menjadi suporter bulu tangkis di Banjarbaru. Karena korban tak bisa dihubungi, Amel dan Faisal kemudian menyambangi rumah korban bersama satpam kompleks.
Betapa terkejutnya, teman korban, Amel, melihat korban sudah tidak bernyawa dan bersimbah darah di atas tempat tidurnya dengan posisi tertelungkup.
Melihat kejadian tersebut, satpam bersama warga langsung menghubungi pihak kepolisian atas kejadian tersebut. Tak berapa lama, aparat dari pihak Polsekta Banjarmasin Selatan dan Satuan Jatanras Polresta Banjarmasin datang ke tempat kejadian.
Dari informasi yang didapat, korban diketahui bernama Lucky Daniar, berstatus mahasiswi kedokteran. Pada saat ditemukan, korban sudah tidak bernyawa dan tanpa busana, diduga baru selesai mandi sore dan siap-siap bertolak ke Banjarbaru bersama teman-temannya.
Sementara itu, Kapolsek Banjarmasin Selatan AKP Didi Subiakto di Banjarmasin, Kamis, mengatakan, korban diduga mengalami luka gorok di bagian leher dan diperkirakan luka tersebut yang membuat korban meninggal dunia.
Didi menduga korban mengalami tindak kekerasan dari para pelaku kejahatan. Barang-barang korban, seperti ponsel dan sepeda motor jenis matic, raib.
"Kita akan terus melakukan penyelidikan terhadap kasus pembunuhan tersebut, dan saat ini polisi sedang meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk teman korban, dan kemungkinan korban akan dilakukan otopsi, tinggal menunggu persetujuan pihak keluarga," ucapnya.
26.9.13
Hilang Dua Hari, Nenek Ini Ditemukan Tewas di Sungai
POLEWALI MANDAR, KOMPAS.com - Setelah dua hari menghilang, Jumria, nenek 70 tahun ditemukan tewas mengambang di sungai Mapilli, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, Rabu (25/9/2013). Korban diketahui meninggalkan rumah sejak Senin lalu.
Jenazah korban telah dibawa pihak keluarga ke rumah duka di Desa Wanua Baru, Kecamatan Mapilli, Polewali Mandar. Para keluarga dan sanak tetangga berdatangan melayat ke rumah duka.
Andi, salah satu keluarga Jumria, mengatakan, penemuan jasad neneknya bermula ketika salah seorang warga, Rahman menemukan sepasang sandal jepit dan selembar sarung di pinggir sungai. Diduga sandal dan sarung itu milik Jumria.
Warga yang curiga langsung melakukan pencarian. Dugaan warga ternyata benar, beberapa kilometer dari lokasi penemuan sandal dan sarung, jasad Jumria ditemukan mengambang di sisi sungai.
"Jenazahnya kini disemayamkan di rumah duka di Desa Banua Baru. Rencananya korban akan dikebumikan pihak keluarga hari ini di salah satu pekuburan umum di Mapilli," kata Andi.
Jenazah korban telah dibawa pihak keluarga ke rumah duka di Desa Wanua Baru, Kecamatan Mapilli, Polewali Mandar. Para keluarga dan sanak tetangga berdatangan melayat ke rumah duka.
Andi, salah satu keluarga Jumria, mengatakan, penemuan jasad neneknya bermula ketika salah seorang warga, Rahman menemukan sepasang sandal jepit dan selembar sarung di pinggir sungai. Diduga sandal dan sarung itu milik Jumria.
Warga yang curiga langsung melakukan pencarian. Dugaan warga ternyata benar, beberapa kilometer dari lokasi penemuan sandal dan sarung, jasad Jumria ditemukan mengambang di sisi sungai.
"Jenazahnya kini disemayamkan di rumah duka di Desa Banua Baru. Rencananya korban akan dikebumikan pihak keluarga hari ini di salah satu pekuburan umum di Mapilli," kata Andi.
13.6.13
Diduga Sakit, Jasad Kakek Suwitno Tergeletak di Teras
Liputan6.com, Garut - Jawa Barat : Warga Kampung Bentar Hilir, Kelurahan Sukamentri, Kecamatan Garut Kota, dikejutkan dengan penemuan mayat lelaki renta Suwitno yang tergeletak di teras rumah. Di sekitar jenazah ditemukan bercak darah.
Dalam tayangan Liputan 6 SCTV, Kamis (13/6/2013) Jenazah Suwitno, warga Kampung Prupuk Selatan, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, ditemukan tergeletak di depan rumahmya. Suwitno tercatat mengontrak di kampung itu selama 2 tahun, dan sehari hari berprofesi sebagai pedagang es keliling.
Belum diketahui penyebab kematian korban. Namun diduga korban meninggal akibat penyakit yang dideritanya.
Polisi mengevakuasi jenazah Suwitno ke rumah sakit terdekat. Rencananya, jenazah korban akan dipulangkan ke kampung halaman di Tegal, Jawa Tengah.
Dalam tayangan Liputan 6 SCTV, Kamis (13/6/2013) Jenazah Suwitno, warga Kampung Prupuk Selatan, Kecamatan Margasari, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, ditemukan tergeletak di depan rumahmya. Suwitno tercatat mengontrak di kampung itu selama 2 tahun, dan sehari hari berprofesi sebagai pedagang es keliling.
Belum diketahui penyebab kematian korban. Namun diduga korban meninggal akibat penyakit yang dideritanya.
Polisi mengevakuasi jenazah Suwitno ke rumah sakit terdekat. Rencananya, jenazah korban akan dipulangkan ke kampung halaman di Tegal, Jawa Tengah.
22.10.12
Jasad Wanita Berbaju Gamis di Tepi Ciliwung
KOMPAS.com - Sesosok jasad wanita menggunakan baju gamis berwarna hitam ditemukan warga dalam kondisi tersangkut di tepi Kali Ciliwung, Kompleks Garuda, Tebet, Jakarta Selatan, Sabtu (20/10/2012). Tidak ada tanda-tanda bekas kekerasan di tubuh wanita malang tersebut. Edo (23), salah seorang saksi, mengatakan, jasad wanita ditemukan pada Sabtu pukul 09.00 WIB.
Saat itu, dirinya tengah berjalan menyusuri sungai. Ia pun terkejut setelah beberapa warga terdengar berteriak-teriak sambil menunjuk ke arah tepi kali. "Ibu-ibu sama bapak-bapak teriak, ada mayat, ada mayat. Pas saya lihat ke bawah, ternyata benar," ujarnya saat ditemui Kompas.com di lokasi kejadian, Sabtu siang.
Menurut pengamatan Edo, wanita tanpa identitas itu diperkirakan berumur 40 tahun. Jasad wanita dengan rambut sebahu itu dalam posisi menghadap ke samping, tersangkut kayu yang ada di tepian.
Warga kemudian menghubungi Polsek Tebet. Setelah mengangkat dan memeriksa, petugas Polsek Tebet membawa jasad tersebut ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Kasus tersebut ditangani oleh Polsek Tebet.
Saat itu, dirinya tengah berjalan menyusuri sungai. Ia pun terkejut setelah beberapa warga terdengar berteriak-teriak sambil menunjuk ke arah tepi kali. "Ibu-ibu sama bapak-bapak teriak, ada mayat, ada mayat. Pas saya lihat ke bawah, ternyata benar," ujarnya saat ditemui Kompas.com di lokasi kejadian, Sabtu siang.
Menurut pengamatan Edo, wanita tanpa identitas itu diperkirakan berumur 40 tahun. Jasad wanita dengan rambut sebahu itu dalam posisi menghadap ke samping, tersangkut kayu yang ada di tepian.
Warga kemudian menghubungi Polsek Tebet. Setelah mengangkat dan memeriksa, petugas Polsek Tebet membawa jasad tersebut ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Kasus tersebut ditangani oleh Polsek Tebet.
21.5.12
Mayat Tanpa Busana di Bawah Jembatan Sendang
Liputan6.com, Batang: Sesosok
mayat laki-laki tanpa busana ditemukan di bawah jembatan Sungai
Sendang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Kamis (17/5). Mayat tersebut
ditemukan dengan kondisi mengenaskan dengan kepala penuh luka akibat
senjata tajam serta bekas jeratan di leher.
Jasad korban pertama kali ditemukan warga yang hendak buang air di sungai. Penemuan mayat ini membuat warga Desa Sendang jadi heboh. Petugas segera mengidentifikasi jasad korban namun tak ditemukan identitas apapun. Diperkirakan, usia korban berkisar antara 25 hingga 30 tahun.
Pada tubuh korban ditemukan luka akibat senjata tajam serta bekas jeratan di leher. Tengkorak korban juga remuk diduga akibat dijatuhkan dari jembatan setinggi 10 meter. Polisi mengimbau masyarakat yang kehilangan anggota keluarganya untuk menghubungi RSUD Kalisari Batang.(JUM)
Jasad korban pertama kali ditemukan warga yang hendak buang air di sungai. Penemuan mayat ini membuat warga Desa Sendang jadi heboh. Petugas segera mengidentifikasi jasad korban namun tak ditemukan identitas apapun. Diperkirakan, usia korban berkisar antara 25 hingga 30 tahun.
Pada tubuh korban ditemukan luka akibat senjata tajam serta bekas jeratan di leher. Tengkorak korban juga remuk diduga akibat dijatuhkan dari jembatan setinggi 10 meter. Polisi mengimbau masyarakat yang kehilangan anggota keluarganya untuk menghubungi RSUD Kalisari Batang.(JUM)
27.4.12
Mayat Lelaki di Kali Angke Diduga Agustiar
Sebagaimana tercantum dalam KTP Agustiar bekerja sebagai buruh, beragama Islam, kelahiran Jakarta 27 Agustus 1967, dan sudah menikah. "KTP kami amankan. Meskipun sudah ada identitas, kami akan mengecek kebenarannya. Bisa jadi itu identitasnya, tetapi juga bisa jadi bukan," kata Kepala Polsek Sawangan Komisaris Wasimin, Kamis (26/4/2012) kepada Kompas.
Penemuan mayat lelaki ini mengejutkan warga setempat. Saat ditemukan warga, mayat terbalut celana biru di Kali Angke, RT 3 / RW 10 Kelurahan Curug, Kecamatan Bojongsari, Kota Depok. Mayat tersebut ditemukan dalam kondisi bengkak, sementara lidah menjulur keluar. Ciri-ciri fisik lain, lelaki tersebut menggunakan kaos biru strip putih dengan rambut botak.
Beberapa spekulasi mengenai mayat ini muncul. Warga menduga mayat itu hanyut dari wilayah Bogor yang memang terletak berseberangan dengan lokasi penemuan mayat. Belum ada yang memastikan, kapan mayat tersebut tewas. Namun kondisi mayat saat ditemukan sudah membusuk.
Source
12.4.12
Polisi selidiki temuan mayat di dalam sumur
Blitar (ANTARA
News) - Jajaran petugas Kepolisian Sektor Nglegok, Kabupaten Blitar,
Jawa Timur, menyelidiki temuan mayat yang mengapung di dalam sumur di
daerah tersebut.
"Kami masih menyelidiki kasus ini. Kami masih periksa sejumlah saksi yang menemukan tubuh korban," kata Kepala Polsek Nglegok AKP Sulistiono hari ini di Blitar.
Sesosok mayat dengan jenis kelamin laki-laki ditemukan mengapung di sebuah sumur yang terletak di tengah sawah, tepatnya di Desa/Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.
Mayat itu pertama kali ditemukan oleh Paimo, salah seorang warga di daerah tersebut yang hendak pergi ke sawah dan mencium bau busuk dari dalam sumur, yang lokasinya di tengah sawah.
Ia mendatangi sumur tersebut dan kaget ketika melihat ada sesosok mayat mengapung. Mayat itu saat ditemukan sudah dalam keadaan membusuk. Ia lalu melaporkan temuan mayat tersebut ke polisi setempat, yang langsung ditindaklanjuti dengan mendatangi lokasi.
Petugas memerlukan waktu lebih dari tiga jam sebelum akhirnya jenazah berhasil dievakuasi.
Dari pemeriksaan yang dilakukan petugas, jenazah itu diperkirakan sudah cukup lama antara 10-15 hari, karena kondisi tubuhnya yang sudah membusuk.
Untuk sementara, polisi menduga jenazah itu adalah korban pembunuhan, karena terdapat luka di beberapa anggota tubuhnya, di antaranya di bagian leher terdapat luka akibat goresan benda tajam.
Namun, untuk kepastian penyebab kematiannya, jenazah itu dibawa ke Rumah Sakit Mardi Waluyo Kota Blitar untuk dilakukan visum et repertum.
Polisi juga menyebarkan informasi tentang temuan jenazah itu, dengan harapan ada keluarga yang mengaku kehilangan anggota keluarganya dan bisa mengenali jenazah tersebut.
Beberapa ciri yang bisa diketahui di antaranya jenazah itu diperkirakan berumur 45 tahun, dengan tinggi badan sekitar 170 sentimeter. Saat ditemukan, jenazah itu diketahui menggunakan celana jins berwarna biru dan kaus dengan warna serupa. Selain itu, jenis rambut korban diketahui ikal dan badannya tegap.
(KR-SAS) Source
"Kami masih menyelidiki kasus ini. Kami masih periksa sejumlah saksi yang menemukan tubuh korban," kata Kepala Polsek Nglegok AKP Sulistiono hari ini di Blitar.
Sesosok mayat dengan jenis kelamin laki-laki ditemukan mengapung di sebuah sumur yang terletak di tengah sawah, tepatnya di Desa/Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar.
Mayat itu pertama kali ditemukan oleh Paimo, salah seorang warga di daerah tersebut yang hendak pergi ke sawah dan mencium bau busuk dari dalam sumur, yang lokasinya di tengah sawah.
Ia mendatangi sumur tersebut dan kaget ketika melihat ada sesosok mayat mengapung. Mayat itu saat ditemukan sudah dalam keadaan membusuk. Ia lalu melaporkan temuan mayat tersebut ke polisi setempat, yang langsung ditindaklanjuti dengan mendatangi lokasi.
Petugas memerlukan waktu lebih dari tiga jam sebelum akhirnya jenazah berhasil dievakuasi.
Dari pemeriksaan yang dilakukan petugas, jenazah itu diperkirakan sudah cukup lama antara 10-15 hari, karena kondisi tubuhnya yang sudah membusuk.
Untuk sementara, polisi menduga jenazah itu adalah korban pembunuhan, karena terdapat luka di beberapa anggota tubuhnya, di antaranya di bagian leher terdapat luka akibat goresan benda tajam.
Namun, untuk kepastian penyebab kematiannya, jenazah itu dibawa ke Rumah Sakit Mardi Waluyo Kota Blitar untuk dilakukan visum et repertum.
Polisi juga menyebarkan informasi tentang temuan jenazah itu, dengan harapan ada keluarga yang mengaku kehilangan anggota keluarganya dan bisa mengenali jenazah tersebut.
Beberapa ciri yang bisa diketahui di antaranya jenazah itu diperkirakan berumur 45 tahun, dengan tinggi badan sekitar 170 sentimeter. Saat ditemukan, jenazah itu diketahui menggunakan celana jins berwarna biru dan kaus dengan warna serupa. Selain itu, jenis rambut korban diketahui ikal dan badannya tegap.
(KR-SAS) Source
Subscribe to:
Posts (Atom)