BENGKULU, KOMPAS.com - Seorang office boy salah satu dealer di Kota Bengkulu berinisial RS (21) diamankan jajaran Tim Khusus (Timsus) Reskrim Umum Polda Bengkulu karena mencuri 16 unit sepeda motor perusahaan tempat ia bekerja, Jumat (3/1/2014).
Selain RS, polisi juga membekuk Dn (50), AR (48) dan SA (43) yang diduga sebagai penadah. "Untuk pelaku penggelapan motor dealer diamankan saat ini," kata Panit Opsnal Ipda Simatupang, Jumat (3/1/2014).
Ia mengungkapkan, penangkapan dilakukan atas laporan pihak dealer yang menyatakan salah seorang karyawannya sebagai office boy mencuri 16 unit motor. Atas laporan tersebut, polisi pun bergerak dan menciduk RS di rumahnya tanpa perlawanan pada Jumat sekitar pukul 13.30 WIB.
Saat diperiksa, pelaku mengakui telah mencuri 16 motor milik perusahaan dealer tempatnya bekerja. Motor tersebut dijual kepada tiga temannya yakni Dn, AR dan SA. Ketiga penadah saat ini diamankan di Polda Bengkulu untuk dimintai keterangan.
RS menceritakan, ia mengambil 16 unit motor milik dealer pada Minggu saat karyawan libur. "Saya itu ngambil motor di gudangnya waktu kantor lagi sepi, dan satu per satu saya keluarkan," ujar RS.
Setelah mencuri 16 unit motor, pelaku langsung megundurkan diri dari perusahan tersebut. Selanjutnya, motor itu ia jual kepada penadah Rp 5 hingga 6 juta per unit. RS nekat mencuri motor karena gaji bulanannya kecil. Sementara uang hasil pencuriannya dipakai untuk mabuk.
Showing posts with label Curanmor. Show all posts
Showing posts with label Curanmor. Show all posts
16.11.13
Pencurian Sepeda Motor Marak di Pamekasan
PAMEKASAN, KOMPAS.com — Pencurian kendaraan bermotor di Pamekasan, Jawa Timur semakin marak. Sepekan terakhir, motor milik warga hilang secara bergantian. Pencurian dilakukan mulai dari rumah-rumah warga, perkantoran dan di komplek pertokoan di jalan protokol.
Tiga hari berturut-turut pencurian motor terjadi di perkantoran. Pertama di Kantor Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Pemkab Pamekasan, motor dinas milik Sekretaris Dishutbun hilang saat diparkir di depan kantor.
Kedua di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Pamekasan, motor milik pegawai Kementrian Agama Kabupaten Pamekasan. Ketiga motor milik salah satu guru di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Pamekasan.
Rentetan kasus pencurian motor sebelumnya, terjadi di depan toko swalayan di Jalan Jokotole, Kelurahan Barurambat Timur, Kecamatan Pademawu. Sementara pencurian motor di rumah-rumah warga juga tidak terhitung jumlah kejadiannya. Bahkan motor milik wartawan salah satu stasiun radio lokal di Madura, juga nyaris menjadi korban pencurian.
Menyikapi maraknya pencurian sepeda motor ini, Kepala Kepolisian Resort Pamekasan, Ajun Komisaris Besar Polisi, Nanang Chadarusman, mengatakan sudah membentuk tim khusus untuk menangani kasus pencurian motor. Tim tersebut berfokus kepada maraknya kasus curanmor yang sudah membuat masyarakat Pamekasan resah.
“Tim yang kami bentuk tidak boleh menangani pekerjaan lain kecuali fokus pada kasus curanmor,” terang Nanang saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (15/11/2013).
Nanang juga tidak bisa memastikan apa di balik modus maraknya pencurian motor tersebut. Sebab belum ada satupun pelaku yang tertangkap. Namun pihaknya menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan situasi ini.
Polres Pamekasan akan berusaha semaksimal mungkin agar aksi curanmor tidak semakin meraja lela. Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat Pamekasan, agar waspada dan melapor ke polisi jika ada orang yang ditengarai dan dicurigai sebagai pelaku curanmor.
Di samping itu, pihaknya meminta kepada kantor-kantor yang dijaga oleh satpam, hendaknya meningkatkan kewaspadaan dengan menanyakan satu per satu setiap orang yang keluar masuk kantor.
Tiga hari berturut-turut pencurian motor terjadi di perkantoran. Pertama di Kantor Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Pemkab Pamekasan, motor dinas milik Sekretaris Dishutbun hilang saat diparkir di depan kantor.
Kedua di Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Pamekasan, motor milik pegawai Kementrian Agama Kabupaten Pamekasan. Ketiga motor milik salah satu guru di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Pamekasan.
Rentetan kasus pencurian motor sebelumnya, terjadi di depan toko swalayan di Jalan Jokotole, Kelurahan Barurambat Timur, Kecamatan Pademawu. Sementara pencurian motor di rumah-rumah warga juga tidak terhitung jumlah kejadiannya. Bahkan motor milik wartawan salah satu stasiun radio lokal di Madura, juga nyaris menjadi korban pencurian.
Menyikapi maraknya pencurian sepeda motor ini, Kepala Kepolisian Resort Pamekasan, Ajun Komisaris Besar Polisi, Nanang Chadarusman, mengatakan sudah membentuk tim khusus untuk menangani kasus pencurian motor. Tim tersebut berfokus kepada maraknya kasus curanmor yang sudah membuat masyarakat Pamekasan resah.
“Tim yang kami bentuk tidak boleh menangani pekerjaan lain kecuali fokus pada kasus curanmor,” terang Nanang saat dikonfirmasi Kompas.com, Jumat (15/11/2013).
Nanang juga tidak bisa memastikan apa di balik modus maraknya pencurian motor tersebut. Sebab belum ada satupun pelaku yang tertangkap. Namun pihaknya menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan situasi ini.
Polres Pamekasan akan berusaha semaksimal mungkin agar aksi curanmor tidak semakin meraja lela. Dia mengimbau kepada seluruh masyarakat Pamekasan, agar waspada dan melapor ke polisi jika ada orang yang ditengarai dan dicurigai sebagai pelaku curanmor.
Di samping itu, pihaknya meminta kepada kantor-kantor yang dijaga oleh satpam, hendaknya meningkatkan kewaspadaan dengan menanyakan satu per satu setiap orang yang keluar masuk kantor.
15.11.13
Curi Motor Sebulan Lalu, Pria Ini Nyaris Dihakimi Massa
KEFAMENANU, KOMPAS.com - Ml (32), warga Tualeu, Kecamatan Insana Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur nyaris dihakimi massa, Kamis (14/11/2013). Dia diketahui pelaku pencurian sepeda motor Honda Revo DH 6153 DD milik Yulius Makleat (24) warga Kelurahan Benpasi, Kecamatan Kota Kefamenanu, TTU, pada 24 Oktober 2013 lalu.
Kapolres TTU AKBP I Gede Mega Suparwitha kepada Kompas.com, Kamis (14/11/2013) sore mengatakan, pelaku yang berprofesi sebagai tukang ojek, secara tak sengaja kepergok oleh korban di Pasar Maubesi siang tadi saat hendak berbelanja. Korban pun kemudian menghadang pelaku dan meminta kembali motornya yang telah dicuri itu.
“Korban menagih motornya yang telah dibawa kabur oleh pelaku pada bulan lalu, sehingga sempat terjadi adu mulut. Saat itu, warga yang sementara ramai di pasar kemudian mendekati keduanya dan meminta supaya pelaku menyerahkan kembali motor milik korban. Warga pun semakin banyak yang datang dan nyaris menghakimi pelaku. Namun beruntung, sejumlah aparat desa yang berada di situ berhasil menyelamatkan pelaku dan mengamankannya di kantor desa setempat,” jelas Suparwitha.
Lanjut Suparwitha, kepala desa kemudian menghubungi Polsek Insana. Beberapa saat kemudian, mobil pengendali massa dari Polres TTU yang membawa ratusan anggota polisi mendatangi kantor desa setempat serta membawa pelaku dan korban ke Polres TTU.
“Saat ini, pelaku dan korban masih menjalani pemeriksaan secara intensif di bagian reserse dan sejumlah barang bukti juga sudah kita amankan,” pungkasnya.
Kapolres TTU AKBP I Gede Mega Suparwitha kepada Kompas.com, Kamis (14/11/2013) sore mengatakan, pelaku yang berprofesi sebagai tukang ojek, secara tak sengaja kepergok oleh korban di Pasar Maubesi siang tadi saat hendak berbelanja. Korban pun kemudian menghadang pelaku dan meminta kembali motornya yang telah dicuri itu.
“Korban menagih motornya yang telah dibawa kabur oleh pelaku pada bulan lalu, sehingga sempat terjadi adu mulut. Saat itu, warga yang sementara ramai di pasar kemudian mendekati keduanya dan meminta supaya pelaku menyerahkan kembali motor milik korban. Warga pun semakin banyak yang datang dan nyaris menghakimi pelaku. Namun beruntung, sejumlah aparat desa yang berada di situ berhasil menyelamatkan pelaku dan mengamankannya di kantor desa setempat,” jelas Suparwitha.
Lanjut Suparwitha, kepala desa kemudian menghubungi Polsek Insana. Beberapa saat kemudian, mobil pengendali massa dari Polres TTU yang membawa ratusan anggota polisi mendatangi kantor desa setempat serta membawa pelaku dan korban ke Polres TTU.
“Saat ini, pelaku dan korban masih menjalani pemeriksaan secara intensif di bagian reserse dan sejumlah barang bukti juga sudah kita amankan,” pungkasnya.
25.10.13
Pencuri Motor Diringkus Saat Duduk di Pelaminan
KEDIRI, KOMPAS.com — Bulan madu Hengky Hari Pratama (21) bersama istrinya harus tertunda sampai waktu yang tidak ditentukan. Masalahnya, petugas Satreskrim Polsek Mojoroto, Kota Kediri, Jawa Timur, keburu meringkus Hengky saat acara resepsi pernikahannya.
Kontan saja penangkapan Hengky sempat membuat heboh sekaligus kaget keluarga mempelai perempuan. Terlebih lagi, petugas melakukan penangkapan saat pengantin duduk di kursi pelaminan di Dusun Tepus, Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.
Kepala Polsek Mojoroto Komisaris Dody Eko Wijayanto saat dikonfirmasi, Kamis (24/10/2013), menyebutkan, Hengky ditangkap petugas karena menjadi tersangka kasus pencurian motor (curanmor) di Kelurahan Bandarkidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.
Pengantin baru warga Kelurahan Kaliombo, Kota Kediri, itu kini meringkuk di sel tahanan Mapolsek Mojoroto. Tersangka mencuri motor GL Max bernomor polisi K 4626 FD milik Maen Fulloh (28) pada Minggu (23/6/2013) pukul 24.35 WIB.
Tersangka mencuri motor milik korban yang diparkir di teras rumah dekat jalan raya. Kebetulan, korban lupa mengambil kunci kontak sepeda motornya sehingga pelaku dengan mudah membawa kabur motor tersebut.
"Melihat kunci kontaknya masih tertancap di sepeda motor, pelaku langsung berniat mengambilnya. Selanjutnya, motornya dituntun dan dibawa kabur pelaku," ucapnya.
Penyelidikan petugas membuahkan hasil setelah mengidentifikasi bahwa pelaku adalah Hengky. Hanya, pelaku kabur lebih dulu. Petugas mendapat informasi keberadaan pelaku saat melangsungkan resepsi pernikahan di rumah mertuanya.
Kontan saja penangkapan Hengky sempat membuat heboh sekaligus kaget keluarga mempelai perempuan. Terlebih lagi, petugas melakukan penangkapan saat pengantin duduk di kursi pelaminan di Dusun Tepus, Desa Sukorejo, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri.
Kepala Polsek Mojoroto Komisaris Dody Eko Wijayanto saat dikonfirmasi, Kamis (24/10/2013), menyebutkan, Hengky ditangkap petugas karena menjadi tersangka kasus pencurian motor (curanmor) di Kelurahan Bandarkidul, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.
Pengantin baru warga Kelurahan Kaliombo, Kota Kediri, itu kini meringkuk di sel tahanan Mapolsek Mojoroto. Tersangka mencuri motor GL Max bernomor polisi K 4626 FD milik Maen Fulloh (28) pada Minggu (23/6/2013) pukul 24.35 WIB.
Tersangka mencuri motor milik korban yang diparkir di teras rumah dekat jalan raya. Kebetulan, korban lupa mengambil kunci kontak sepeda motornya sehingga pelaku dengan mudah membawa kabur motor tersebut.
"Melihat kunci kontaknya masih tertancap di sepeda motor, pelaku langsung berniat mengambilnya. Selanjutnya, motornya dituntun dan dibawa kabur pelaku," ucapnya.
Penyelidikan petugas membuahkan hasil setelah mengidentifikasi bahwa pelaku adalah Hengky. Hanya, pelaku kabur lebih dulu. Petugas mendapat informasi keberadaan pelaku saat melangsungkan resepsi pernikahan di rumah mertuanya.
27.9.13
Tepergok Curi Motor, Pelaku Tembak Pemilik
BANDUNG, KOMPAS.com — Insiden penembakan terjadi di Bandung, Jawa Barat, Kamis (26/9/2013) petang. Pencuri menembak pemilik kendaraan bermotor yang hendak dicuri.
Adalah Zainal Rustandi (45), pemilik sepeda motor Honda Vario bernomor polisi D 2397 UAK, ditembak seseorang yang diduga hendak mencuri motornya itu. Kejadian berlangsung di depan bengkel las milik Zainal, UD Jaya, di Jalan Soekarno Hatta, Bandung.
Ditemui di RS Rajawali, Bandung, Zainal mengatakan insiden penembakan terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Dia menuturkan, petang itu dia sedang berbincang dengan seorang teman, sekitar 20 meter dari bengkelnya. Tiba-tiba, ujar dia, dua orang yang berboncengan dengan mengendarai Yamaha Mio warna silver berhenti tepat di depan motor Zainal.
Salah satu penunggang Mio, lanjut Zainal, turun dari kendaraannya dan mendekati Honda Vario-nya. Terlihat dari posisi Zainal berbincang, orang itu mengutak-atik bagian setang motor itu.
"Woy, itu motor saya mau diapakan?" tanya Zainal kepada orang tersebut. Sadar aksinya tepergok, orang itu pun kaget dan langsung menodongkan pistol. Menurut Zainal, pelaku sempat mengeluarkan ancaman, "Jangan macam-macam kamu!" dengan kata makian di ujungnya.
Zainal refleks menepis pistol yang ditodongkan pelaku ke kepalanya, bersamaan pelaku pun menarik picu. Sesudah menembak, pelaku segera kabur membonceng temannya yang masih menunggu di atas Mio. Sementara Zainal setelah tertembak sempat jatuh pingsan dan langsung dilarikan ke RS Rajawali.
Kapolsek Babakan Ciparay Komisaris Polisi Harli Hardiaman mengatakan, pelaku percobaan pencurian dan penembakan itu masih dilacak. "Kami bekerja sama dengan Polrestabes Bandung," ujar dia. Saat ini, Zainal dengan ditemani keluarganya berada di Polsek Ciparay untuk membuat berita acara pemeriksaan, setelah peluru diambil dari tangan kanannya.
Adalah Zainal Rustandi (45), pemilik sepeda motor Honda Vario bernomor polisi D 2397 UAK, ditembak seseorang yang diduga hendak mencuri motornya itu. Kejadian berlangsung di depan bengkel las milik Zainal, UD Jaya, di Jalan Soekarno Hatta, Bandung.
Ditemui di RS Rajawali, Bandung, Zainal mengatakan insiden penembakan terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Dia menuturkan, petang itu dia sedang berbincang dengan seorang teman, sekitar 20 meter dari bengkelnya. Tiba-tiba, ujar dia, dua orang yang berboncengan dengan mengendarai Yamaha Mio warna silver berhenti tepat di depan motor Zainal.
Salah satu penunggang Mio, lanjut Zainal, turun dari kendaraannya dan mendekati Honda Vario-nya. Terlihat dari posisi Zainal berbincang, orang itu mengutak-atik bagian setang motor itu.
"Woy, itu motor saya mau diapakan?" tanya Zainal kepada orang tersebut. Sadar aksinya tepergok, orang itu pun kaget dan langsung menodongkan pistol. Menurut Zainal, pelaku sempat mengeluarkan ancaman, "Jangan macam-macam kamu!" dengan kata makian di ujungnya.
Zainal refleks menepis pistol yang ditodongkan pelaku ke kepalanya, bersamaan pelaku pun menarik picu. Sesudah menembak, pelaku segera kabur membonceng temannya yang masih menunggu di atas Mio. Sementara Zainal setelah tertembak sempat jatuh pingsan dan langsung dilarikan ke RS Rajawali.
Kapolsek Babakan Ciparay Komisaris Polisi Harli Hardiaman mengatakan, pelaku percobaan pencurian dan penembakan itu masih dilacak. "Kami bekerja sama dengan Polrestabes Bandung," ujar dia. Saat ini, Zainal dengan ditemani keluarganya berada di Polsek Ciparay untuk membuat berita acara pemeriksaan, setelah peluru diambil dari tangan kanannya.
10.7.13
Jaringan Pencuri Motor di Rumah Indekos Tertangkap
JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota jaringan pencurian kendaraan bermotor ditangkap Kepolisian Sektor Sawah Besar seusai beraksi di sebuah rumah indekos, di Jalan Dwi Warna A1 No 44 RT 06 RW 01 Kelurahan Kartini, Sawah Besar, Jakarta Pusat, (18/6/2013).
Pelaku, Alexander Budiman (20), warga Pademangan, Jakarta Utara, yang bekerja sama dengan sang kakak, Meta Susanti (22), telah berhasil membawa motor Honda Blade Repsol warna oranye dengan nomor polisi (Nopol) B 3986 TAK milik Siti Qomariah (30) salah satu penghuni kos.
"Aksi mereka berhasil terekam CCTV yang ada di halaman parkir kos-kosan yang dipasang sang pemilik. Pelaku Alexander ditangkap di daerah Kapuk, Jakarta Barat, dan Meta hingga kini belum tertangkap," kata Kapolsek Sawah Besar, Kompol Shinto Silitonga, di Mapolsek Sawah Besar, Selasa (9/7/2013).
Sementara itu, Kanit Sawah Besar, Iptu Reza Pahlevi, menjelaskan bahwa selain menangkap pelaku pencurian, pihaknya juga berhasil menangkap penadah barang curian dari aksi kejahatan Alexander di tempat yang terpisah.
Tiga penadah itu di antaranya, Sandi Suryadi (27), karyawan swasta di Grogol Permai yang ditangkap Senin (8/7/2013) di Apartemen City Park Cengkareng. Kemudian Robet alias Ajis (29), karyawan swasta, ditangkap di Pergudangan Pantai Indah Dadap, Tangerang. Dan yang terakhir Saprianto (32) yang ditangkap di Perum Puri Kamal Teluk Naga, Tangerang.
"Ketiga penadah itu ditangkap pada hari yang sama, Senin (8/7/2013) di tempat terpisah. Mereka pun sudah lama menjadi penadah dari barang-barang curian selain suplai barang dari Alexander. Mereka mengaku mendapatkan komisi antara Rp 200 ribu hingga Rp 1 juta per motor," kata Reza.
Alexander Budiman dikenakan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 8 tahun penjara. Untuk para penadah dikenakan Pasal 480 KUHP tentang penadahan dengan ancaman hukuman pidana 6 tahun penjara.
Pelaku, Alexander Budiman (20), warga Pademangan, Jakarta Utara, yang bekerja sama dengan sang kakak, Meta Susanti (22), telah berhasil membawa motor Honda Blade Repsol warna oranye dengan nomor polisi (Nopol) B 3986 TAK milik Siti Qomariah (30) salah satu penghuni kos.
"Aksi mereka berhasil terekam CCTV yang ada di halaman parkir kos-kosan yang dipasang sang pemilik. Pelaku Alexander ditangkap di daerah Kapuk, Jakarta Barat, dan Meta hingga kini belum tertangkap," kata Kapolsek Sawah Besar, Kompol Shinto Silitonga, di Mapolsek Sawah Besar, Selasa (9/7/2013).
Sementara itu, Kanit Sawah Besar, Iptu Reza Pahlevi, menjelaskan bahwa selain menangkap pelaku pencurian, pihaknya juga berhasil menangkap penadah barang curian dari aksi kejahatan Alexander di tempat yang terpisah.
Tiga penadah itu di antaranya, Sandi Suryadi (27), karyawan swasta di Grogol Permai yang ditangkap Senin (8/7/2013) di Apartemen City Park Cengkareng. Kemudian Robet alias Ajis (29), karyawan swasta, ditangkap di Pergudangan Pantai Indah Dadap, Tangerang. Dan yang terakhir Saprianto (32) yang ditangkap di Perum Puri Kamal Teluk Naga, Tangerang.
"Ketiga penadah itu ditangkap pada hari yang sama, Senin (8/7/2013) di tempat terpisah. Mereka pun sudah lama menjadi penadah dari barang-barang curian selain suplai barang dari Alexander. Mereka mengaku mendapatkan komisi antara Rp 200 ribu hingga Rp 1 juta per motor," kata Reza.
Alexander Budiman dikenakan Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 8 tahun penjara. Untuk para penadah dikenakan Pasal 480 KUHP tentang penadahan dengan ancaman hukuman pidana 6 tahun penjara.
9.7.13
Curi Motor, Mantan Pegawai Kejati Sumut Dihajar Massa
MEDAN, KOMPAS.com - Mantan pegawai Kejati Sumatera Utara Asrul Hagulingan Harahap (31), warga Jalan Pasar VII Dusun XI, Desa Tembung, Kecamatan Percut Seituan, dipukuli warga karena hendak membawa kabur sepeda motor milik Nurwanto (46), warga Dusun VI, Desa Bandarsetia, Senin (8/7/2013).
Petugas Reskrim Polsekta Percut Seituan yang datang ke lokasi segera menyelamatkan pelaku dengan memboyongnya ke kantor polisi berikut sepeda motor jenis Vario BK 3147 ABZ sebagai barang bukti.
Informasi di kepolisian, Nurwanto saat itu sedang memanasi mesin sepeda motor di depan rumahnya. Pelaku tiba-tiba datang. Awalnya korban mengira pelaku adalah orang yang akan berbelanja ke warung miliknya. Ternyata, pelaku langsung mendekati sepeda motor dan berusaha membawa kabur. Begitu mengetahui pelaku ternyata hendak mencuri, Nurwanto langsung keluar dari rumah dan menyergap pelaku, namun gagal karena pelaku meloloskan diri.
Spontan, korban berteriak maling sehingga dalam sekejap pelaku dikepung warga dan langsung dipukuli. Pelaku mengaku nekat mencuri karena tak punya pekerjaan lagi setelah dipecat dari pegawai di Kejaksaan Tinggi Sumut karena terlibat kasus perampokan.
“Aku dipecat dari Kejati Sumut karena dihukum 2 tahun 3 bulan penjara karena merampok,“ katanya.
Kapolsek Percut Seituan Kompol Erinal didampingi Kanit Reskrim AKP Faidir Chan menjelaskan, pada 2008 pelaku melakukan aksi perampokan di Jalan Mandala Bypass dan korbannya seorang perempuan. Saat hendak mengejar pelaku waktu itu, korban terjatuh di jalan raya karena sepeda motor yang dikendarainya masuk lubang kemudian meninggal dunia.
“Setelah pelaku AHH divonis 2 tahun 3 bulan penjara, ternyata dia mengulangi lagi perbuatannya dengan mencuri motor,” kata Kompol Erinal.
Petugas Reskrim Polsekta Percut Seituan yang datang ke lokasi segera menyelamatkan pelaku dengan memboyongnya ke kantor polisi berikut sepeda motor jenis Vario BK 3147 ABZ sebagai barang bukti.
Informasi di kepolisian, Nurwanto saat itu sedang memanasi mesin sepeda motor di depan rumahnya. Pelaku tiba-tiba datang. Awalnya korban mengira pelaku adalah orang yang akan berbelanja ke warung miliknya. Ternyata, pelaku langsung mendekati sepeda motor dan berusaha membawa kabur. Begitu mengetahui pelaku ternyata hendak mencuri, Nurwanto langsung keluar dari rumah dan menyergap pelaku, namun gagal karena pelaku meloloskan diri.
Spontan, korban berteriak maling sehingga dalam sekejap pelaku dikepung warga dan langsung dipukuli. Pelaku mengaku nekat mencuri karena tak punya pekerjaan lagi setelah dipecat dari pegawai di Kejaksaan Tinggi Sumut karena terlibat kasus perampokan.
“Aku dipecat dari Kejati Sumut karena dihukum 2 tahun 3 bulan penjara karena merampok,“ katanya.
Kapolsek Percut Seituan Kompol Erinal didampingi Kanit Reskrim AKP Faidir Chan menjelaskan, pada 2008 pelaku melakukan aksi perampokan di Jalan Mandala Bypass dan korbannya seorang perempuan. Saat hendak mengejar pelaku waktu itu, korban terjatuh di jalan raya karena sepeda motor yang dikendarainya masuk lubang kemudian meninggal dunia.
“Setelah pelaku AHH divonis 2 tahun 3 bulan penjara, ternyata dia mengulangi lagi perbuatannya dengan mencuri motor,” kata Kompol Erinal.
2.7.13
Kabur ke Kawasan Padat Balimester, Maling Motor Digebuki
Liputan6.com, Jakarta : Maling sepeda motor babak belur dikeroyok warga saat kabur ke tengah pemukiman padat di Balimester Jatinegara Jakarta Timur. Untungnya pelaku bisa diamankan di balai warga, sebelum akhirnya dibawa ke kantor polisi.
Dalam tayangan Liputan 6 SCTV, Selasa (2/7/2013) pagi, pemuda yang dituduh mencuri sepeda motor itu terlihat menjadi bulan-bulan kekesalan warga Balimester saat diketahui membawa kabur sepeda motor milik orang lain.
Warga melampiaskan kekesalan dengan memukuli pelaku, karena di daerah itu sering terjadi kehilangan motor.
Korban Jajang yang berusia 19 tahun mengaku motornya dibawa kabur pelaku 2 hari lalu. Awalnya korban memberikan motor untuk dipinjam. Ia percaya karena pernah berkenalan di pasar.
Namun perkenalan itu diduga korban sebagai modus, untuk mengelabui korban yang diincar pelaku.
Untuk menghindari amuk warga yang telah berkumpul di depan balai RW, polisi akhirnya membawa pelaku ke Polres Jakarta Timur.
Dalam tayangan Liputan 6 SCTV, Selasa (2/7/2013) pagi, pemuda yang dituduh mencuri sepeda motor itu terlihat menjadi bulan-bulan kekesalan warga Balimester saat diketahui membawa kabur sepeda motor milik orang lain.
Warga melampiaskan kekesalan dengan memukuli pelaku, karena di daerah itu sering terjadi kehilangan motor.
Korban Jajang yang berusia 19 tahun mengaku motornya dibawa kabur pelaku 2 hari lalu. Awalnya korban memberikan motor untuk dipinjam. Ia percaya karena pernah berkenalan di pasar.
Namun perkenalan itu diduga korban sebagai modus, untuk mengelabui korban yang diincar pelaku.
Untuk menghindari amuk warga yang telah berkumpul di depan balai RW, polisi akhirnya membawa pelaku ke Polres Jakarta Timur.
4.6.13
Pelaku Curanmor Spesialis Kawasan Menteng Dibekuk Polisi
Jakarta - Berbekal korek api yang bentuknya menyerupai pistol, MD (30) nekat merampok motor milik Riyadi di Tugu Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat. Aksi jahat MD bersama rekannya rupanya terlihat polisi yang sedang patroli. Alhasil kini mereka mendekam di bui.
Kapolsek Menteng AKBP Subandi, menuturkan, kejadian bermula ketika pukul 00.30 WIB, korban Riyadi,29, saat mengendarai sepeda motor Honda Spacy B 2403 EF, sedang melintas di dekat Tugu Proklamasi.
Tiba-tiba Riyadi dipepet hingga mendadak berhenti oleh MD dan rekannya. MD pun menodongkan pistol dan golok ke tubuh korbannya. Tak hanya menodongkan pistol korek apinya, pelaku lalu menggetok kepala korban hingga sempoyongan.
"Tapi petugas yang patroli memergoki aksi itu. Langsung dikejar oleh anggota kita," kata Kapolsek Menteng AKBP Subandhi dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Selasa (4/6/2013).
Kejar-kejaran antara pelaku dan polisi terjadi. MD pun berhasil diciduk sedangkan rekannya dengan inisial S berhasil melarikan diri.
"Dari tangan pelaku petugas menyita motor yang mereka pakai beraksi berikut motor korban," sambungnya.
Saat pemeriksaan MD rupanya resedivis kasus yang sama. Dia sebelumnya sempat ditangkap aparat Polres Jaksel.
"Mereka mengaku kelompok Depok, sudah sering melakukan kejahatan di Menteng dan sekitarnya,"tutupnya.
Kapolsek Menteng AKBP Subandi, menuturkan, kejadian bermula ketika pukul 00.30 WIB, korban Riyadi,29, saat mengendarai sepeda motor Honda Spacy B 2403 EF, sedang melintas di dekat Tugu Proklamasi.
Tiba-tiba Riyadi dipepet hingga mendadak berhenti oleh MD dan rekannya. MD pun menodongkan pistol dan golok ke tubuh korbannya. Tak hanya menodongkan pistol korek apinya, pelaku lalu menggetok kepala korban hingga sempoyongan.
"Tapi petugas yang patroli memergoki aksi itu. Langsung dikejar oleh anggota kita," kata Kapolsek Menteng AKBP Subandhi dalam pesan singkatnya kepada wartawan, Selasa (4/6/2013).
Kejar-kejaran antara pelaku dan polisi terjadi. MD pun berhasil diciduk sedangkan rekannya dengan inisial S berhasil melarikan diri.
"Dari tangan pelaku petugas menyita motor yang mereka pakai beraksi berikut motor korban," sambungnya.
Saat pemeriksaan MD rupanya resedivis kasus yang sama. Dia sebelumnya sempat ditangkap aparat Polres Jaksel.
"Mereka mengaku kelompok Depok, sudah sering melakukan kejahatan di Menteng dan sekitarnya,"tutupnya.
17.5.13
Rampok Motor Tembak Korbannya
JAKARTA, KOMPAS.com - Dua orang perampok menembak M Tayib Amaanan (39) tidak jauh dari rumah korban di Kampung Rawabadung, Kelurahan Jatinegara, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, Jumat (17/5/2013) pukul 02.00. Korban kini dirawat di RS Persahabatan.
Menurut isteri korban, Misbah (25), kepada aparat Polsek Cakung, sang suami baru tiga langkah untuk mengejar dua orang yang membawa kabur motornya. Seorang perampok tiba-tiba mengeluarkan senjata api dan menembakannya ke arah Tayib, Pelurunya mengenai kepala belakang kiri korban.
Motor korban semula di parkir di halaman rumahnya. Motor itu, Honda Supra 8 warna merang B 6059 UOB, dalam keadaan kunci stang terkunci dan cakramnya pun digembok.
Menurut isteri korban, Misbah (25), kepada aparat Polsek Cakung, sang suami baru tiga langkah untuk mengejar dua orang yang membawa kabur motornya. Seorang perampok tiba-tiba mengeluarkan senjata api dan menembakannya ke arah Tayib, Pelurunya mengenai kepala belakang kiri korban.
Motor korban semula di parkir di halaman rumahnya. Motor itu, Honda Supra 8 warna merang B 6059 UOB, dalam keadaan kunci stang terkunci dan cakramnya pun digembok.
30.4.13
Curi Motor, Remaja Ditangkap Polisi di Palmerah
JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang remaja di bawah umur, RS (16), ditangkap anggota Polsek Palmerah karena melakukan pencurian sepeda bermotor. Pria yang sedang mengikuti program Kewajiban Belajar Paket C tersebut ditangkap di rumahnya, Gang Payung, Kelurahan Palmerah, Kecamatan Palmerah, Jakarta Barat.
"Dia masih remaja dan masih di bawah umur," kata Kepala Polsek Metro Palmerah Komisaris Slamet di kantornya, Minggu (28/4/2013).
Slamet mengatakan, pada Jumat (26/4/2013) pekan lalu, RS mencoba masuk ke rumah korban bernama Rokan Anjala (21) di Jalan Kemanggisan Grogol, Palmerah. Pelaku kemudian mengambil anak kunci motor milik korban. Saat shalat Jumat, pelaku masuk ke rumah korban, kemudian mengambil motor Suzuki Satria warna silver dengan pelat nomor B 6866 TUS.
Setelah mendapatkan motor tersebut, pelaku mendatangi tukang tambal ban berinsial RDE, yang berperan sebagai penadah. Pelaku meminjam obeng untuk mencopot pelat nomor korban. Setelah itu, kata Slamet, pelaku mengganti pelat nomor dengan B 6714 BGS. Pelaku juga menitipkan pelat nomor asli serta sayap motor yang sudah dicopot olehnya di tempat usaha RDE.
Keesokan harinya, pelaku kembali mendatangi tempat RDE untuk menitipkan motor hasil curiannya tersebut. RS kemudian kembali ke rumah karena takut dicurigai mengenai keberadaan motor tersebut.
Polisi yang mendapatkan laporan terkait hilangnya kendaraan milik korban segera melakukan investigasi. Dari hasil investigasi, motor milik korban ternyata berada di tempat usaha tambal ban. Polisi pun segera melakukan penangkapan terhadap RDE.
Dari hasil interogasi terhadap RDE, dia mengaku mendapatkan motor tersebut dari pelaku RS. Polisi kemudian mengejar dan menangkap RS di kediamannya pada Minggu kemarin pukul 16.30 WIB.
Slamet mengatakan, dari hasil penangkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor korban yang telah diganti pelat nomornya, pelat nomor asli motor tersebut, dan satu unit sayap dari motor korban.
Kedua pelaku dijerat dengan pasal berbeda. RS sebagai pelaku utama dikenakan Pasal 363 KUHP mengenai aksi pencurian dengan pemberatan, sedangkan RDE dikenakan Pasal 480 KUHP karena melakukan penadahan dari hasil pencurian. Saat ini kedua pelaku berada di Mapolsek Palmerah untuk menjalani pemeriksaan.
"Dia masih remaja dan masih di bawah umur," kata Kepala Polsek Metro Palmerah Komisaris Slamet di kantornya, Minggu (28/4/2013).
Slamet mengatakan, pada Jumat (26/4/2013) pekan lalu, RS mencoba masuk ke rumah korban bernama Rokan Anjala (21) di Jalan Kemanggisan Grogol, Palmerah. Pelaku kemudian mengambil anak kunci motor milik korban. Saat shalat Jumat, pelaku masuk ke rumah korban, kemudian mengambil motor Suzuki Satria warna silver dengan pelat nomor B 6866 TUS.
Setelah mendapatkan motor tersebut, pelaku mendatangi tukang tambal ban berinsial RDE, yang berperan sebagai penadah. Pelaku meminjam obeng untuk mencopot pelat nomor korban. Setelah itu, kata Slamet, pelaku mengganti pelat nomor dengan B 6714 BGS. Pelaku juga menitipkan pelat nomor asli serta sayap motor yang sudah dicopot olehnya di tempat usaha RDE.
Keesokan harinya, pelaku kembali mendatangi tempat RDE untuk menitipkan motor hasil curiannya tersebut. RS kemudian kembali ke rumah karena takut dicurigai mengenai keberadaan motor tersebut.
Polisi yang mendapatkan laporan terkait hilangnya kendaraan milik korban segera melakukan investigasi. Dari hasil investigasi, motor milik korban ternyata berada di tempat usaha tambal ban. Polisi pun segera melakukan penangkapan terhadap RDE.
Dari hasil interogasi terhadap RDE, dia mengaku mendapatkan motor tersebut dari pelaku RS. Polisi kemudian mengejar dan menangkap RS di kediamannya pada Minggu kemarin pukul 16.30 WIB.
Slamet mengatakan, dari hasil penangkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor korban yang telah diganti pelat nomornya, pelat nomor asli motor tersebut, dan satu unit sayap dari motor korban.
Kedua pelaku dijerat dengan pasal berbeda. RS sebagai pelaku utama dikenakan Pasal 363 KUHP mengenai aksi pencurian dengan pemberatan, sedangkan RDE dikenakan Pasal 480 KUHP karena melakukan penadahan dari hasil pencurian. Saat ini kedua pelaku berada di Mapolsek Palmerah untuk menjalani pemeriksaan.
23.4.13
Bawa Kabur Motor, Eh.. Tertangkap Pemiliknya
JAKARTA, KOMPAS.com - Purnomo membawa kabur motor Haryanto, teman yang baru dikenalnya. Dia pun kena batunya, dihajar massa ketika diteriaki "maling" oleh Haryanto.
Perkenalan antara Purnomo dan Haryanto terbilang masih baru, yakni pada Rabu (17/4/2013), di salah satu warung di pinggir jalan Gang Subur, Duri Pulo, Gambir, Jakarta Pusat. Dari perkenalan itu, Purnomo menjanjikan Haryanto pekerjaan di salah satu toko di ITC Roxy Mas.
Pada saat itu, Haryanto tertarik untuk bekerja dengan orang yang baru dikenalnya. Lantas, pria 21 tahun warga Jalan Kapuk, RT 20 RW 12, Cengkareng, Jakarta Barat, ini segera memenuhi berkas-berkas yang diminta oleh Purnomo.
Berdalih ingin membeli amplop, Purnomo kemudian meminjam motor Yamaha Mio 3647 BGK milik Haryanto. "Lalu ditunggu sampai malam, pelaku tidak pulang-pulang juga," ujar Kanit Reskrim Polsek Metro Gambir Komisaris Joko Waluyo, Senin (22/4/2013).
Sehari berselang, Haryanto kembali ke tempat di mana ia bertemu Purnomo. Beruntung, ternyata pada saat itu, Purnomo berada di sebuah warung dekat lokasi ia ditipu. Tanpa menunggu lama, Haryanto langsung menghampirinya.
"Pelaku mengetahui dan langsung kabur. Mereka sempat kejar-kejaran naik motor. Namun korban berteriak maling, dan akhirnya pelaku berhasil ditangkap," kata Joko.
Pelaku langsung digelandang ke Mapolsek Metro Gambir oleh Haryanto menggunakan taksi. Kepada penyidik, Purnomo mengaku motor hasil penipuannya telah dijual seharga Rp 1,4 juta kepada seorang penadah di daerah Pandeglang, Banten.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Purnomo dijerat Pasal 378 dan 372 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman 4 tahun penjara. Saat ini, polisi masih mengembangkan kasus ini.
"Kita masih mencari penadahnya di Pandeglang. Dia ini pemain, karena motornya langsung terjual cepat," pungkas Joko.
Perkenalan antara Purnomo dan Haryanto terbilang masih baru, yakni pada Rabu (17/4/2013), di salah satu warung di pinggir jalan Gang Subur, Duri Pulo, Gambir, Jakarta Pusat. Dari perkenalan itu, Purnomo menjanjikan Haryanto pekerjaan di salah satu toko di ITC Roxy Mas.
Pada saat itu, Haryanto tertarik untuk bekerja dengan orang yang baru dikenalnya. Lantas, pria 21 tahun warga Jalan Kapuk, RT 20 RW 12, Cengkareng, Jakarta Barat, ini segera memenuhi berkas-berkas yang diminta oleh Purnomo.
Berdalih ingin membeli amplop, Purnomo kemudian meminjam motor Yamaha Mio 3647 BGK milik Haryanto. "Lalu ditunggu sampai malam, pelaku tidak pulang-pulang juga," ujar Kanit Reskrim Polsek Metro Gambir Komisaris Joko Waluyo, Senin (22/4/2013).
Sehari berselang, Haryanto kembali ke tempat di mana ia bertemu Purnomo. Beruntung, ternyata pada saat itu, Purnomo berada di sebuah warung dekat lokasi ia ditipu. Tanpa menunggu lama, Haryanto langsung menghampirinya.
"Pelaku mengetahui dan langsung kabur. Mereka sempat kejar-kejaran naik motor. Namun korban berteriak maling, dan akhirnya pelaku berhasil ditangkap," kata Joko.
Pelaku langsung digelandang ke Mapolsek Metro Gambir oleh Haryanto menggunakan taksi. Kepada penyidik, Purnomo mengaku motor hasil penipuannya telah dijual seharga Rp 1,4 juta kepada seorang penadah di daerah Pandeglang, Banten.
Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, Purnomo dijerat Pasal 378 dan 372 KUHP tentang Penipuan dengan ancaman 4 tahun penjara. Saat ini, polisi masih mengembangkan kasus ini.
"Kita masih mencari penadahnya di Pandeglang. Dia ini pemain, karena motornya langsung terjual cepat," pungkas Joko.
4.4.13
Dua Maling Ini Spesialis Mobil Honda CRV
JAKARTA, KOMPAS.com — Dua pencuri yang melompat dari lantai 5 gedung parkir Crown merupakan spesialis pencuri mobil Honda CRV. Mereka mengetahui kelemahan dari mobil jenis tersebut, yakni alarm tidak berbunyi jika dirusak menggunakan kunci T.
"Yang menarik dari interogasi para tersangka yaitu mereka lebih cenderung mencuri barang yang berada dalam mobil jenis Honda CRV," kata Kompol Erick Frendriz, Kanit Reskrim Polsek Tambora, saat dihubungi wartawan Rabu (3/4/2013).
Erick menuturkan, mereka tidak mengambil mobil yang telah mereka rusak, melainkan hanya barang-barang yang berada di dalam mobil. Barang-barang yang diambil dari mobil tersebut berupa laptop, handphone, juga benda berharga lain.
Mengenai kondisi pelaku yang lompat dari lantai 5, kata Erick, saat ini pelaku masih melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Pelaku juga akan di-Rontgen karena mengalami patah tulang di bagian pinggangnya.
Menurut Erick, dua pelaku sudah sering melakukan pencurian serupa. Biasanya, mereka beroperasi di daerah Jakarta Barat, Tangerang, dan Serpong. Untuk saat ini, polisi masih melakukan pencarian kepada penadah barang-barang hasil curian.
Sebelumnya, dua orang pencuri kendaraan bermotor, Febriansyah (34) dan Andi (27), ditangkap anggota kepolisian Polsektro Tamansari di gedung Crown, Tamansari, Jakarta Barat. Saat ditangkap, salah satu pelaku sempat melompat untuk melarikan diri dari lantai 5 gedung parkir tersebut.
"Yang menarik dari interogasi para tersangka yaitu mereka lebih cenderung mencuri barang yang berada dalam mobil jenis Honda CRV," kata Kompol Erick Frendriz, Kanit Reskrim Polsek Tambora, saat dihubungi wartawan Rabu (3/4/2013).
Erick menuturkan, mereka tidak mengambil mobil yang telah mereka rusak, melainkan hanya barang-barang yang berada di dalam mobil. Barang-barang yang diambil dari mobil tersebut berupa laptop, handphone, juga benda berharga lain.
Mengenai kondisi pelaku yang lompat dari lantai 5, kata Erick, saat ini pelaku masih melakukan pemeriksaan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati. Pelaku juga akan di-Rontgen karena mengalami patah tulang di bagian pinggangnya.
Menurut Erick, dua pelaku sudah sering melakukan pencurian serupa. Biasanya, mereka beroperasi di daerah Jakarta Barat, Tangerang, dan Serpong. Untuk saat ini, polisi masih melakukan pencarian kepada penadah barang-barang hasil curian.
Sebelumnya, dua orang pencuri kendaraan bermotor, Febriansyah (34) dan Andi (27), ditangkap anggota kepolisian Polsektro Tamansari di gedung Crown, Tamansari, Jakarta Barat. Saat ditangkap, salah satu pelaku sempat melompat untuk melarikan diri dari lantai 5 gedung parkir tersebut.
3.4.13
Motor Curian Cuma Laku Rp 800.000
JAKARTA, KOMPAS.com — Dua tersangka pencurian, Supratono alias Merem (20) dan Sigit Anto alias Sigit bin Supriyanto (30), menjual sepeda motor hasil curian kepada dua penadah Muhamad Ridwan Jahari dan Fadli Muhayat sebesar Rp 800.000. Biasanya motor-motor tersebut mereka dapatkan dari hasil curian di sekitar wilayah Kalideres, Jakarta Barat.
"Saya jual ke penadahnya Rp 800.000 satu motor, tapi tanpa STNK maupun BPKB," kata Merem di Mapolsek Kalideres, Selasa (2/4/2013).
Merem mengungkapkan, sejak Desember 2012 sampai sekarang, dirinya sudah empat kali melakukan pencurian sepeda motor. Biasanya, dia melancarkan aksinya pada dini hari sambil membawa gerobak pemulung.
Pria yang baru lima bulan keluar dari penjara ini menggunakan uangnya untuk kehidupan sehari-hari. Dia belajar memetik motor dengan cara otodidak menggunakan T dan kunci L.
Sementara Ridwan, salah satu penadah, mengungkapkan, dirinya sudah empat kali menerima motor curian dari Merem. Dalam satu kali pembelian, dia mengeluarkan uang sebesar Rp 800.000, kemudian dia jual kembali sebesar Rp 1.300.000.
Ridwan mengungkapkan, biasanya dia menjual motor ke daerah Blora, Jawa Tengah. Pembeli motor tersebut biasanya menjual motornya kepada pedagang-pedagang di sekitar Jawa Tengah.
Sebelumnya, dua orang pemantik kendaraan roda dua, Supratono alias Merem (20) dan Sigit anto alias Sigit bin Supriyanto (30), ditangkap Polsek Kalideres karena mencuri enam kendaraan bermotor. Mereka menjalankan aksinya dengan berpura-pura sebagai pemulung.
Selain dua orang pemetik, polisi juga menangkap dua penadah yaitu Muhamad Ridwan Jahari dan Fadli Muhayat, di Jalan Prepedan Raya, Kalideres. Motor yang mereka dapatkan berasal dari hasil curian Supratono dan Supriyatno.
"Saya jual ke penadahnya Rp 800.000 satu motor, tapi tanpa STNK maupun BPKB," kata Merem di Mapolsek Kalideres, Selasa (2/4/2013).
Merem mengungkapkan, sejak Desember 2012 sampai sekarang, dirinya sudah empat kali melakukan pencurian sepeda motor. Biasanya, dia melancarkan aksinya pada dini hari sambil membawa gerobak pemulung.
Pria yang baru lima bulan keluar dari penjara ini menggunakan uangnya untuk kehidupan sehari-hari. Dia belajar memetik motor dengan cara otodidak menggunakan T dan kunci L.
Sementara Ridwan, salah satu penadah, mengungkapkan, dirinya sudah empat kali menerima motor curian dari Merem. Dalam satu kali pembelian, dia mengeluarkan uang sebesar Rp 800.000, kemudian dia jual kembali sebesar Rp 1.300.000.
Ridwan mengungkapkan, biasanya dia menjual motor ke daerah Blora, Jawa Tengah. Pembeli motor tersebut biasanya menjual motornya kepada pedagang-pedagang di sekitar Jawa Tengah.
Sebelumnya, dua orang pemantik kendaraan roda dua, Supratono alias Merem (20) dan Sigit anto alias Sigit bin Supriyanto (30), ditangkap Polsek Kalideres karena mencuri enam kendaraan bermotor. Mereka menjalankan aksinya dengan berpura-pura sebagai pemulung.
Selain dua orang pemetik, polisi juga menangkap dua penadah yaitu Muhamad Ridwan Jahari dan Fadli Muhayat, di Jalan Prepedan Raya, Kalideres. Motor yang mereka dapatkan berasal dari hasil curian Supratono dan Supriyatno.
30.3.13
Curi Motor, Dua Pria Tewas Dihajar Massa
JAKARTA, KOMPAS.com - Dua pencuri tewas dihajar massa ketika ketahuan menuntun sepeda bermotor curian di kawasan Tambora, Jakarta Barat. Mereka kepergok salah satu warga yang sudah mencurigai prilaku kedua pelaku tersebut.
"Dua-duanya meninggal dikeroyok warga sekitar jam 22.00 WIB. Identitasnya masih diselidiki," kata Kanit Reskrim Polsek Tambora Bayu Tri saat dihubungi wartawan, Kamis (28/3/2013).
Bayu mengungkapkan, kejadian tersebut berawal saat kedua tersangka mencoba mendekati motor milik Budiman di Jalan Pengukiran I, Pekojan, Jakarta Barat. Prilaku mencurigakan tersebut membuat Gani terus memperhatikan gerak-gerik keduanya.
Saat mereka menuntun sepeda motor Vario bernopol L 5640 HW milik Budiman, Gani terus mengikuti kedua pelaku tersebut. Karena sadar sudah ketahuan, kedua tersangka melajukan kendaraan curiannya dengan cepat sehingga Gani meneriaki keduanya "maling".
Mendengar teriakan tersebut, kata Bayu, warga di sekitar lokasi segera mengejar dan mencoba menghadang kedua pelaku. Mereka akhirnya tertangkap di belakang pasar Perniagaan, Tambora.
Salah seorang di antaranya menjadi bulan-bulanan warga hingga tewas di tempat. Sedangkan pelaku lainnya, kata Bayu, sempat melarikan diri hingga 500 meter dari lokasi penangkapan. Dia pun akhirnya ditangkap dan diamuk warga.
"Kedua pelaku akhirnya tewas dihajar massa. Mungkin massa sudah kesal dengan pencurian-pencurian di sekitar Tambora," ungkap Bayu.
"Dua-duanya meninggal dikeroyok warga sekitar jam 22.00 WIB. Identitasnya masih diselidiki," kata Kanit Reskrim Polsek Tambora Bayu Tri saat dihubungi wartawan, Kamis (28/3/2013).
Bayu mengungkapkan, kejadian tersebut berawal saat kedua tersangka mencoba mendekati motor milik Budiman di Jalan Pengukiran I, Pekojan, Jakarta Barat. Prilaku mencurigakan tersebut membuat Gani terus memperhatikan gerak-gerik keduanya.
Saat mereka menuntun sepeda motor Vario bernopol L 5640 HW milik Budiman, Gani terus mengikuti kedua pelaku tersebut. Karena sadar sudah ketahuan, kedua tersangka melajukan kendaraan curiannya dengan cepat sehingga Gani meneriaki keduanya "maling".
Mendengar teriakan tersebut, kata Bayu, warga di sekitar lokasi segera mengejar dan mencoba menghadang kedua pelaku. Mereka akhirnya tertangkap di belakang pasar Perniagaan, Tambora.
Salah seorang di antaranya menjadi bulan-bulanan warga hingga tewas di tempat. Sedangkan pelaku lainnya, kata Bayu, sempat melarikan diri hingga 500 meter dari lokasi penangkapan. Dia pun akhirnya ditangkap dan diamuk warga.
"Kedua pelaku akhirnya tewas dihajar massa. Mungkin massa sudah kesal dengan pencurian-pencurian di sekitar Tambora," ungkap Bayu.
23.3.13
Kepergok Curi Motor, Hidayat Dihajar Massa
JAKARTA, KOMPAS.com - Hidayatullah habis dihajar massa setelah mencoba mencuri motor milik penjual jok motor di Jalan Kemangisan Gang Fanta RT 03/13 Palmerah, Jakarta Barat. Sementara tiga temannya kabur.
"Pelakunya ada empat, tapi yang ketangkep baru satu orang," kata Kapolsek Palmerah, Slamet di kantornya, Jumat (22/3/2013).
Slamet mengungkapkan, kejadian ini terjadi pada Kamis (21/3/2013), sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, Hidayat bersama tiga temannya berpura-pura menjadi pembeli jok motor di tempat usaha Dwi Andra Wiyanto. Pelaku mengambil kunci motor yang berada di atas meja.
Saat menyalakan motor, Dwi sadar kalau motornya mau diambil orang. Kemudian, dia menarik Hidayat sambil berteriak maling.
Mendengar teriakan Dwi, tiga teman Hidayat melarikan diri bersama dua motor yang mereka kendarai. Sedangkan Hidayat dibawa ke Mapolsek Palmerah. Saat ini, polisi juga masih mencari tiga pelaku lainnya, yakni Feri, Gaung dan Abai.
"Pelakunya ada empat, tapi yang ketangkep baru satu orang," kata Kapolsek Palmerah, Slamet di kantornya, Jumat (22/3/2013).
Slamet mengungkapkan, kejadian ini terjadi pada Kamis (21/3/2013), sekitar pukul 19.30 WIB. Saat itu, Hidayat bersama tiga temannya berpura-pura menjadi pembeli jok motor di tempat usaha Dwi Andra Wiyanto. Pelaku mengambil kunci motor yang berada di atas meja.
Saat menyalakan motor, Dwi sadar kalau motornya mau diambil orang. Kemudian, dia menarik Hidayat sambil berteriak maling.
Mendengar teriakan Dwi, tiga teman Hidayat melarikan diri bersama dua motor yang mereka kendarai. Sedangkan Hidayat dibawa ke Mapolsek Palmerah. Saat ini, polisi juga masih mencari tiga pelaku lainnya, yakni Feri, Gaung dan Abai.
19.3.13
Ayah dan Anak Kompak Mencuri Tujuh Motor
JAKARTA, KOMPAS.com — Ayah dan anak kompak mencuri sepeda motor di sekitar Kalideres, Jakarta Barat. Pelaku bernama Adi Siswandi (48) dan anaknya, Hendra Gunawan (19).
"Mereka memang sering melakukan pencurian (kendaraan bermotor, red)," kata Kapolsektro Kalideres Komisaris Polisi Danu Wiyata saat dihubungi wartawan, Senin (18/3/2013).
Danu mengungkapkan, penangkapan sang ayah dalam pencurian ini dilakukan minggu lalu. Adi ditangkap di Teluk Naga, Tangerang, Banten.
Setelah melakukan pengembangan, terbukti anak kandungnya, Hendra, turut berperan dalam pencurian tersebut. Menurut Danu, Hendra ditangkap di Kampung Belakang, Kelurahan Kamal, Kalideres. Saat ditangkap, Hendra tidak melawan.
Danu melanjutkan, ayah dan anak ini sudah mencuri tujuh motor. Motor hasil curiannya biasa mereka jual ke penadah.
Atas perbuatannya, kedua tersangka akan dijerat Pasal 363 KUHPidana tentang tindakan pencurian dengan pemberatan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun.
"Mereka memang sering melakukan pencurian (kendaraan bermotor, red)," kata Kapolsektro Kalideres Komisaris Polisi Danu Wiyata saat dihubungi wartawan, Senin (18/3/2013).
Danu mengungkapkan, penangkapan sang ayah dalam pencurian ini dilakukan minggu lalu. Adi ditangkap di Teluk Naga, Tangerang, Banten.
Setelah melakukan pengembangan, terbukti anak kandungnya, Hendra, turut berperan dalam pencurian tersebut. Menurut Danu, Hendra ditangkap di Kampung Belakang, Kelurahan Kamal, Kalideres. Saat ditangkap, Hendra tidak melawan.
Danu melanjutkan, ayah dan anak ini sudah mencuri tujuh motor. Motor hasil curiannya biasa mereka jual ke penadah.
Atas perbuatannya, kedua tersangka akan dijerat Pasal 363 KUHPidana tentang tindakan pencurian dengan pemberatan ancaman hukuman penjara maksimal 12 tahun.
14.1.13
Empat Pencuri Motor Ditangkap, Satu Pelaku Ditembak
JAKARTA, KOMPAS.com — Aparat Kepolisian Sektor Tambora menangkap empat pria yang kedapatan membawa motor hasil curian di Batu Ceper, Tanggerang, Banten.
"Mereka ditangkap sewaktu naik motor. Buser kejar sampai mereka terjatuh," kata AKP Johari Bule, Kanit Reskrim Polsek Tambora, saat dihubungi Kompas.com, Minggu (13/1/2013).
Ia melanjutkan, penangkapan tersebut berawal dari laporan Ari Seno Utomo (31), warga Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat. Ia kehilangan motor Yamaha Vixion dengan nomor polisi B 6867 PNS. Setelah melapor pada pukul 03.00 WIB, polisi langsung mengejar pelaku.
Sekitar pukul 17.00, pelaku diringkus saat mengendarai motor hasil curian. Keempat tersangka itu adalah Evan Agustian, Rojudin, Said, dan Embi. Evan diketahui sebagai residivis. Mereka berempat merupakan teman satu kampung di Pandeglang, Banten.
Salah seorang tersangka sempat mendapatkan tindakan tegas dari petugas kepolisian saat melakukan pengembangan. Evan Agustian mendapat tembakan di kaki kanannya karena berusaha kabur.
"Terpaksa ditembak karena mau kabur. Ditembaknya tadi pukul 03.00 saat kami lakukan pengembangan," ungkap Bule.
Dari penangkapan tersebut, kata Bule, polisi mengumpulkan barang bukti berupa satu unit motor Yamaha Vixion bernopol B 6867 PNS dan satu unit motor Yamaha Mio. Keempat tersangka terjerat Pasal 363 KHUP tentang Pencurian.
"Mereka ditangkap sewaktu naik motor. Buser kejar sampai mereka terjatuh," kata AKP Johari Bule, Kanit Reskrim Polsek Tambora, saat dihubungi Kompas.com, Minggu (13/1/2013).
Ia melanjutkan, penangkapan tersebut berawal dari laporan Ari Seno Utomo (31), warga Jembatan Besi, Tambora, Jakarta Barat. Ia kehilangan motor Yamaha Vixion dengan nomor polisi B 6867 PNS. Setelah melapor pada pukul 03.00 WIB, polisi langsung mengejar pelaku.
Sekitar pukul 17.00, pelaku diringkus saat mengendarai motor hasil curian. Keempat tersangka itu adalah Evan Agustian, Rojudin, Said, dan Embi. Evan diketahui sebagai residivis. Mereka berempat merupakan teman satu kampung di Pandeglang, Banten.
Salah seorang tersangka sempat mendapatkan tindakan tegas dari petugas kepolisian saat melakukan pengembangan. Evan Agustian mendapat tembakan di kaki kanannya karena berusaha kabur.
"Terpaksa ditembak karena mau kabur. Ditembaknya tadi pukul 03.00 saat kami lakukan pengembangan," ungkap Bule.
Dari penangkapan tersebut, kata Bule, polisi mengumpulkan barang bukti berupa satu unit motor Yamaha Vixion bernopol B 6867 PNS dan satu unit motor Yamaha Mio. Keempat tersangka terjerat Pasal 363 KHUP tentang Pencurian.
9.1.13
Bersenjata Pisau, Penumpang Rampas Motor Tukang Ojek
JAKARTA, KOMPAS.com — Nasib malang menimpa Solihin, warga Karet Kuningan, Jakarta Selatan, yang berprofesi sebagai tukang ojek. Alih-alih mendapatkan rezeki dari penumpang, ia justru kehilangan sepeda motor pribadinya karena dirampas penumpang.
Informasi yang dihimpun Kompas.com, kejadian itu terjadi ketika Solihin mendapatkan seorang penumpang di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (4/1/2013) sekitar pukul 23.00 WIB. Ketika itu, pelaku meminta Solihin mengantarkannya ke kawasan Radio Dalam, Jaksel.
Solihin mengantarkan pelaku menggunakan sepeda motor Honda Revo B 6856 SXJ warna merah miliknya. Ketika mendekati wilayah Radio Dalam, tiba-tiba pelaku meminta Solihin menghentikan motornya. Pelaku yang belum diketahui identitasnya itu kemudian mengeluarkan sebilah pisau dan mengancam Solihin agar menyerahkan sepeda motor miliknya. Karena di bawah ancaman senjata tajam, korban tak bisa berbuat apa-apa. Ia terpaksa membiarkan sepeda motornya dibawa kabur pelaku.
Kepala Sub Bagian Humas Polres Jakarta Selatan Komisaris Aswin, Selasa (8/1/2012), mengatakan, korban baru melaporkan kejadian tersebut pada Senin (7/1/2013) malam. Polisi saat ini masih mengejar pelaku.
Informasi yang dihimpun Kompas.com, kejadian itu terjadi ketika Solihin mendapatkan seorang penumpang di kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (4/1/2013) sekitar pukul 23.00 WIB. Ketika itu, pelaku meminta Solihin mengantarkannya ke kawasan Radio Dalam, Jaksel.
Solihin mengantarkan pelaku menggunakan sepeda motor Honda Revo B 6856 SXJ warna merah miliknya. Ketika mendekati wilayah Radio Dalam, tiba-tiba pelaku meminta Solihin menghentikan motornya. Pelaku yang belum diketahui identitasnya itu kemudian mengeluarkan sebilah pisau dan mengancam Solihin agar menyerahkan sepeda motor miliknya. Karena di bawah ancaman senjata tajam, korban tak bisa berbuat apa-apa. Ia terpaksa membiarkan sepeda motornya dibawa kabur pelaku.
Kepala Sub Bagian Humas Polres Jakarta Selatan Komisaris Aswin, Selasa (8/1/2012), mengatakan, korban baru melaporkan kejadian tersebut pada Senin (7/1/2013) malam. Polisi saat ini masih mengejar pelaku.
4.1.13
Gagal Maling Motor, Pelaku Lepaskan Tembakan
JAKARTA, KOMPAS.com — Aksi percobaan pencurian kendaraan roda dua terjadi di Jalan Raya Pondok Ranggon, RT 06 RW 04, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (3/1/2013). Gagal mendapatkan buruannya, pelaku pun melepaskan tembakan mengenai seorang korban.
Kepala Sub Bagian Humas Kepolisian Resort Metro Jakarta Timur, Komisaris Didik Haryadi, mengatakan, pelaku menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter (tak diketahui nopol), mengambil sepeda motor Suzuki Satria FU 2011 bernomor polisi B 3723 THM milik Samhari (38).
"Aksi itu diketahui korban dan saksi. Korban berusaha merebut motor yang sudah dibawa pelaku. Saksi merebut senjata yang dipegang salah satu pelaku," ujar Didik melalui pesan singkatnya kepada Kompas.com, Rabu siang.
Rupanya, senjata api tak hanya dimiliki oleh seorang pelaku yang mengutak-utik motornya. Pelaku lain yang menunggu di motor pun memiliki senjata api juga. Takut aksinya batal, pelaku yang berada di motor pun melepaskan tembakan ke arah saksi. Tembakan itu meleset.
"Salah seorang pelaku yang stand by di motor menembak satu kali ke arah korban. Korban berusaha menghindar dan meleset mengenai seorang perempuan yang lewat," kata Didik.
Gagal mendapatkan buruannya, pelaku pun melarikan diri meninggalkan sejumlah barang bukti, antara lain, sepucuk senjata api rakitan berisi lima butir peluru, sendal jepit warna hitam, gagang leter terbalut isolatif merah, dan sebuah helm milik pelaku.
Hingga kini, polisi masih memeriksa saksi dan korban di kantor Kepolisian Sektor Cipayung. Satu perempuan korban tembak dibawa ke Rumah Sakit Haji Jakarta, Jalan Raya Pondok Gede, Jakarta Timur. Kasus tersebut ditangani oleh Polsektro Cipayung.
Kepala Sub Bagian Humas Kepolisian Resort Metro Jakarta Timur, Komisaris Didik Haryadi, mengatakan, pelaku menggunakan sepeda motor Yamaha Jupiter (tak diketahui nopol), mengambil sepeda motor Suzuki Satria FU 2011 bernomor polisi B 3723 THM milik Samhari (38).
"Aksi itu diketahui korban dan saksi. Korban berusaha merebut motor yang sudah dibawa pelaku. Saksi merebut senjata yang dipegang salah satu pelaku," ujar Didik melalui pesan singkatnya kepada Kompas.com, Rabu siang.
Rupanya, senjata api tak hanya dimiliki oleh seorang pelaku yang mengutak-utik motornya. Pelaku lain yang menunggu di motor pun memiliki senjata api juga. Takut aksinya batal, pelaku yang berada di motor pun melepaskan tembakan ke arah saksi. Tembakan itu meleset.
"Salah seorang pelaku yang stand by di motor menembak satu kali ke arah korban. Korban berusaha menghindar dan meleset mengenai seorang perempuan yang lewat," kata Didik.
Gagal mendapatkan buruannya, pelaku pun melarikan diri meninggalkan sejumlah barang bukti, antara lain, sepucuk senjata api rakitan berisi lima butir peluru, sendal jepit warna hitam, gagang leter terbalut isolatif merah, dan sebuah helm milik pelaku.
Hingga kini, polisi masih memeriksa saksi dan korban di kantor Kepolisian Sektor Cipayung. Satu perempuan korban tembak dibawa ke Rumah Sakit Haji Jakarta, Jalan Raya Pondok Gede, Jakarta Timur. Kasus tersebut ditangani oleh Polsektro Cipayung.
Subscribe to:
Posts (Atom)