Liputan6.com, Jakarta : Korps Brimob menjadi tercoreng setelah anggotanya terlibat penembakan yang menewaskan Bachrudin, seorang satpam di Seribu Ruko, Taman Palem Lestari, Cengkareng, Jakarta Barat. Saat ini, pelaku kini diserahkan ke Mapolres Jakarta Barat.
"Benar itu anggota Brimob. Dia tugas di Kelapa Dua, Depok," kata Kepala Korps Brimob Mabes Polri Irjen Pol M. Rum Murkal ketika dihubungi di Jakarta, Selasa (5/11/2013).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku penembakan tersebut telah diserahkan dan telah diantar ke Mapolres Jakarta Barat.
"Sudah diantar ke Polres Jakarta Barat. Biar Polres yang memproses," jelas M Rum Murkal.
Bachrudin (30), tewas setelah peluru panas menembus bagian dada sebelah kiri pada pukul 18.30 WIB. Kejadian bermula saat pelaku yang berinisal W marah saat korban menolak hormat ketika pelaku melintas di komplek ruko. Pelaku sendiri selama ini merasa bahwa dia pemegang kuasa di kawasan itu dan meminta semua security agar patuh kepadanya.
"Pelaku ini sudah sering kemari dan mengenal para security lainnya. Saat pelaku melintas, korban yang sedang duduk-duduk di depan sebuah ruko tidak hormat dan dipanggil oleh pelaku," terang Kapolsek Cengkareng Kompol Muhammad Iqbal di Tempat Kejadian Perkara (TKP), sesaat setelah penembakan terjadi.
Lantaran korban tak mematuhi perintah, pelaku pun murka. Pelaku meminta kepada Bachrudin untuk push-up sebagai hukuman. Bachrudin menolak. Pelaku kemudian menodongkan pistol dan menembak dada kiri korban hingga tembus ke bagian belakang.
"Jarak tembakan sekitar setengah meter. Korban terjatuh dan seketika meninggal di tempat. Kami amankan sebuah proyektil yang menembus dada kiri hingga belakang," imbuh Iqbal.
Showing posts with label Penembakan. Show all posts
Showing posts with label Penembakan. Show all posts
6.11.13
Ditembak Orang Tak Dikenal, Satpam di Cengkareng Tewas
Liputan6.com, Jakarta : Seorang satpam bernama Safrudin tewas setelah ditembak oleh orang tak dikenal, pada Selasa (4/11/2013) malam. Safrudin yang bekerja di kawasan Seribu Ruko, Cengkareng Jakarta Barat itu tewas setelah peluru panas menembus bagian dada sebelah kiri.
Kapolsek Cengkareng Kompol Muhammad Iqbal membenarkan adanya peristiwa tersebut. Iqbal menjelaskan satpam korban penembakan tersebut bernama Safrudin.
"Iya benar ada penembakan, korban satpam yaitu Safrudin," kata Iqbal ketika dihubungi Liputan6.com, Selasa (5/11/2013).
Iqbal menambahkan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Hingga kini polisi, masih melakukan penelusuran di lokasi.
"Kita masih penelusuran di lokasi," tambah Iqbal.
Saat ini korban dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, untuk diotopsi.
Kapolsek Cengkareng Kompol Muhammad Iqbal membenarkan adanya peristiwa tersebut. Iqbal menjelaskan satpam korban penembakan tersebut bernama Safrudin.
"Iya benar ada penembakan, korban satpam yaitu Safrudin," kata Iqbal ketika dihubungi Liputan6.com, Selasa (5/11/2013).
Iqbal menambahkan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 20.00 WIB. Hingga kini polisi, masih melakukan penelusuran di lokasi.
"Kita masih penelusuran di lokasi," tambah Iqbal.
Saat ini korban dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat, untuk diotopsi.
14.10.13
Baku Tembak di Kabupaten OKI, Satu Perampok Tewas
MARTAPURA, KOMPAS.com - Setelah terjadi baku tembak selama lebih kurang 15 menit, polisi akhirnya mampu melumpuhkan Suprianto alias Keprek alias Waluyo (35), warga Desa Tugumulyo, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sabtu (12/10/2013) sekitar pukul 09.00 WIB.
Waluyo merupakan DPO pencurian dengan kekerasan (curas) yang meresahkan masyarakat di OKU Timur maupun Kabupaten OKI.
Polisi dari Satreskrim Polres Ogan Komering Ulu (OKU) Timur dibantu Satreskrim Polsek Belitang II yang melakukan penggerebekan di lokasi persembunyian Waluyo di Desa Karangjaya, Kampung 3, Kecamatan Belitang II, OKU Timur sempat mendapat perlawanan berupa tembakan berkali-kali yang dilancarkan pelaku untuk menghalau petugas.
Informasi dari Kapolres OKU Timur, AKBP Hengky Widjaja melalui Kasat Reskrim, AKP Janton Silaban, Sabtu (12/10/2013) mengatakan, polisi yang berusaha menangkap tersangka di lokasi persembunyiannya terkejut ketika disambut dengan tembakan oleh tersangka.
Polisi yang tidak ingin mengambil risiko, langsung mencari perlindungan dengan beberapa kali memberikan tembakan peringatan.
Tersangka yang tidak mengindahkan tembakan peringatan polisi terus melepaskan tembakan. Tidak ingin ada anggotanya yang mengalami cidera, Janton kemudian memerintahkan anggotanya untuk berpencar dan melakukan pengepungan demi mempersempit ruang gerak tersangka.
Setelah terjadi baku tembak sekitar 15 menit, polisi akhirnya melumpuhkan tersangka dengan tembakan di beberapa bagian tubuhnya, masing-masing perut, kening, mata kanan, dan dada bagian kanan. Tersangka langsung tewas di lokasi penangkapan sebelum bisa melarikan diri.
"Anggota mendapat informasi persembunyian tersangka. Ketika kita akan melakukan penangkapan, anggota kita disambut dengan tembakan. Prosedur penangkapan dengan melakukan penembakan peringatan sudah dilakukan. Namun tidak digubris tersangka. Akhirnya kita mengambil tindakan tegas dengan melakukan pengepungan. Tembakan petugas tepat mengenai sejumlah tubuh tersangka hingga meninggal dunia,” ungkap Janton.
Waluyo merupakan DPO pencurian dengan kekerasan (curas) yang meresahkan masyarakat di OKU Timur maupun Kabupaten OKI.
Polisi dari Satreskrim Polres Ogan Komering Ulu (OKU) Timur dibantu Satreskrim Polsek Belitang II yang melakukan penggerebekan di lokasi persembunyian Waluyo di Desa Karangjaya, Kampung 3, Kecamatan Belitang II, OKU Timur sempat mendapat perlawanan berupa tembakan berkali-kali yang dilancarkan pelaku untuk menghalau petugas.
Informasi dari Kapolres OKU Timur, AKBP Hengky Widjaja melalui Kasat Reskrim, AKP Janton Silaban, Sabtu (12/10/2013) mengatakan, polisi yang berusaha menangkap tersangka di lokasi persembunyiannya terkejut ketika disambut dengan tembakan oleh tersangka.
Polisi yang tidak ingin mengambil risiko, langsung mencari perlindungan dengan beberapa kali memberikan tembakan peringatan.
Tersangka yang tidak mengindahkan tembakan peringatan polisi terus melepaskan tembakan. Tidak ingin ada anggotanya yang mengalami cidera, Janton kemudian memerintahkan anggotanya untuk berpencar dan melakukan pengepungan demi mempersempit ruang gerak tersangka.
Setelah terjadi baku tembak sekitar 15 menit, polisi akhirnya melumpuhkan tersangka dengan tembakan di beberapa bagian tubuhnya, masing-masing perut, kening, mata kanan, dan dada bagian kanan. Tersangka langsung tewas di lokasi penangkapan sebelum bisa melarikan diri.
"Anggota mendapat informasi persembunyian tersangka. Ketika kita akan melakukan penangkapan, anggota kita disambut dengan tembakan. Prosedur penangkapan dengan melakukan penembakan peringatan sudah dilakukan. Namun tidak digubris tersangka. Akhirnya kita mengambil tindakan tegas dengan melakukan pengepungan. Tembakan petugas tepat mengenai sejumlah tubuh tersangka hingga meninggal dunia,” ungkap Janton.
10.10.13
Seorang Lelaki Tewas Ditembak Orang Tak Dikenal di Semarang
SEMARANG, KOMPAS.com - Seorang warga Kota Semarang bernama Soleh (35) ditembak oleh orang tidak dikenal di rumahnya di Gang Garuda, Kampung Kebonharjo RT 5 RW 6 Kelurahan Tanjung Mas, Kamis (10/10/2013) dini hari.
Korban diketahui merupakan pekerja proyek jalur rel ganda di Kota Semarang. Peristiwa terjadi sekitar pukul 02.30 WIB.
Sejumlah warga sekitar lokasi kejadian mengaku mendengar dua kali suara tembakan. Salah seorang warga, Adit (19) mengatakan, sejumlah orang yang nongkrong di sekitar lokasi terlihat berlarian saat kejadian. Bahkan ada seorang yang terjatuh saat berlari.
"Saya dengarnya dua kali tembakan," ujar Adit.
Korban tewas setelah mengalami luka tembak di bagian dada kiri. Peristiwa bermula saat korban tengah duduk dan menelepon di ruang tamu. Tiba-tiba korban didatangi seorang pria mengenakan helm dan melepaskan tembakan sebanyak dua kali.
Penembakan dilakukan dari jarak sekitar tiga meter. Setelah menembak, pelaku kemudian melarikan diri dengan menaiki sepeda motor. Setelah ditembak, korban sempat keluar meminta tolong, namun karena luka parah korban terjatuh dan tewas.
Belum diketahui apa motif penembakan ini. Korban meninggalkan seorang istri dan seorang anak yang masih berusia lima tahun. Sejumlah polisi dari Polrestabes Semarang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Rumah korban juga sudah dipasangi garis polisi.
Korban diketahui merupakan pekerja proyek jalur rel ganda di Kota Semarang. Peristiwa terjadi sekitar pukul 02.30 WIB.
Sejumlah warga sekitar lokasi kejadian mengaku mendengar dua kali suara tembakan. Salah seorang warga, Adit (19) mengatakan, sejumlah orang yang nongkrong di sekitar lokasi terlihat berlarian saat kejadian. Bahkan ada seorang yang terjatuh saat berlari.
"Saya dengarnya dua kali tembakan," ujar Adit.
Korban tewas setelah mengalami luka tembak di bagian dada kiri. Peristiwa bermula saat korban tengah duduk dan menelepon di ruang tamu. Tiba-tiba korban didatangi seorang pria mengenakan helm dan melepaskan tembakan sebanyak dua kali.
Penembakan dilakukan dari jarak sekitar tiga meter. Setelah menembak, pelaku kemudian melarikan diri dengan menaiki sepeda motor. Setelah ditembak, korban sempat keluar meminta tolong, namun karena luka parah korban terjatuh dan tewas.
Belum diketahui apa motif penembakan ini. Korban meninggalkan seorang istri dan seorang anak yang masih berusia lima tahun. Sejumlah polisi dari Polrestabes Semarang langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Rumah korban juga sudah dipasangi garis polisi.
9.10.13
Kamar Kos di Bandung Diberondong Tembakan, 1 Tewas 2 Luka
Penembakan terjadi di Kota Bandung, Jawa Barat. Kamar indekos yang terletak di Jalan Leuwi Anyar, Kota Bandung diberondong tembakan oleh orang tak dikenal. Akibatnya 1 orang tewas dan 2 lainnya luka-luka.
Pantauan di lokasi, Minggu (6/10/2013), tempat kamar kos milik Siti Juariah di Jalan Leuwi Anyar Bandung mendadak ramai setelah penembakan yang terjadi sekitar pukul 04.00 WIB dini hari tadi.
Korban tewas diketahui bernama Hendi (27), warga Jalan Akipadma, Kota Bandung. Ia tewas di lokasi kejadian setelah mengalami luka tembak di bagian kepala, leher dan pantat.
Sementara 2 korban lain, yakni Pupung (38) dan Ade (27) dilarikan ke rumah sakit setelah ditembak pada bagian dada dan kaki. Korban masih menjalani perawatan.
Kapolsek Bojongloa Kidul Kompol Gotam Hidayat membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, pihaknya saat ini tengah menyelidiki penembakan.
"Iya, kami masih menelusurinya," ujar Gotam.
Pantauan di lokasi, Minggu (6/10/2013), tempat kamar kos milik Siti Juariah di Jalan Leuwi Anyar Bandung mendadak ramai setelah penembakan yang terjadi sekitar pukul 04.00 WIB dini hari tadi.
Korban tewas diketahui bernama Hendi (27), warga Jalan Akipadma, Kota Bandung. Ia tewas di lokasi kejadian setelah mengalami luka tembak di bagian kepala, leher dan pantat.
Sementara 2 korban lain, yakni Pupung (38) dan Ade (27) dilarikan ke rumah sakit setelah ditembak pada bagian dada dan kaki. Korban masih menjalani perawatan.
Kapolsek Bojongloa Kidul Kompol Gotam Hidayat membenarkan kejadian tersebut. Menurut dia, pihaknya saat ini tengah menyelidiki penembakan.
"Iya, kami masih menelusurinya," ujar Gotam.
7.10.13
Pelaku Penembakan di Bandung Anggota TNI AU?
BANDUNG, KOMPAS.com — Aksi penembakan di Gang Narpan, Kelurahan Situ Saeur, Kecamatan Bojong Loa Kidul, Bandung, Jawa Barat, Minggu (6/10/2013) sekitar pukul 04.00 WIB, diduga dilakukan oleh anggota TNI AU.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku berinisial RBW itu berpangkat kopral satu (koptu). Ia berdinas di Lanud Sulaiman, Bandung. Dugaan ini diperkuat dengan keterangan para saksi di lokasi.
Ade Toha (36), salah satu saksi, mengatakan, ada seorang wanita penghuni rumah kos itu yang bersuamikan TNI. "Tapi suaminya itu jarang pulang. Kalau pulang ke sini pakai baju dinas," kata Ade Toha.
Menurut Ade, insiden penembakan terjadi karena RBW yang sedang berduaan dengan istrinya merasa terganggu atas aktivitas yang dilakukan di kamar Ade Mumu. Kala itu Ade Mumu kedatangan tamu, Supriatna dan Ele—korban tewas meninggal dunia.
"Kemudian ditegur, terus para korban ngeyel, akhirnya pelaku marah dan menembak," kata Ade.
"Sebelum kejadian pun kami mendengar ada suara seperti bertengkar di rumah kos itu. Tetapi, kami tak berani mendekati karena takut," kata Ade lagi.
Kepala Penerangan Korpaskhas Mayor Rifa'i mengaku masih memonitor insiden berdarah tersebut. "Memang, dugaan sementara iya (anggota TNI). Tapi kan baru dugaan. Belum ada kepastian juga kan?" ujarnya saat dihubungi terpisah.
Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Trunoyudho Wisnu Andiko pun belum bisa memastikan adanya dugaan bahwa yang terlibat dalam penembakan itu adalah anggota TNI. "Belum, belum bisa kita pastikan. Soal informasi beredar, itu kan baru dugaan saja. Kita masih menyelidiki," kilah Truno.
Diberitakan sebelumnya, insiden penembakan yang terjadi di rumah kos itu menewaskan Ele. Dia ditembak di bagian pantat sebelah kanan dan kepala belakang, tembus ke leher sebelah kiri. Kemudian, korban kedua Supriatna mengalami luka tembak di bagian dada kiri dan kanan.
Korban ketiga, Ade Mumu, mengalami luka di bagian kaki. Jasad Ele dilarikan ke RS Hasan Sadikin untuk diotopsi. Sementara Ade Mumu dan Supriatna dilarikan ke RS Immanuel.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, pelaku berinisial RBW itu berpangkat kopral satu (koptu). Ia berdinas di Lanud Sulaiman, Bandung. Dugaan ini diperkuat dengan keterangan para saksi di lokasi.
Ade Toha (36), salah satu saksi, mengatakan, ada seorang wanita penghuni rumah kos itu yang bersuamikan TNI. "Tapi suaminya itu jarang pulang. Kalau pulang ke sini pakai baju dinas," kata Ade Toha.
Menurut Ade, insiden penembakan terjadi karena RBW yang sedang berduaan dengan istrinya merasa terganggu atas aktivitas yang dilakukan di kamar Ade Mumu. Kala itu Ade Mumu kedatangan tamu, Supriatna dan Ele—korban tewas meninggal dunia.
"Kemudian ditegur, terus para korban ngeyel, akhirnya pelaku marah dan menembak," kata Ade.
"Sebelum kejadian pun kami mendengar ada suara seperti bertengkar di rumah kos itu. Tetapi, kami tak berani mendekati karena takut," kata Ade lagi.
Kepala Penerangan Korpaskhas Mayor Rifa'i mengaku masih memonitor insiden berdarah tersebut. "Memang, dugaan sementara iya (anggota TNI). Tapi kan baru dugaan. Belum ada kepastian juga kan?" ujarnya saat dihubungi terpisah.
Kasatreskrim Polrestabes Bandung AKBP Trunoyudho Wisnu Andiko pun belum bisa memastikan adanya dugaan bahwa yang terlibat dalam penembakan itu adalah anggota TNI. "Belum, belum bisa kita pastikan. Soal informasi beredar, itu kan baru dugaan saja. Kita masih menyelidiki," kilah Truno.
Diberitakan sebelumnya, insiden penembakan yang terjadi di rumah kos itu menewaskan Ele. Dia ditembak di bagian pantat sebelah kanan dan kepala belakang, tembus ke leher sebelah kiri. Kemudian, korban kedua Supriatna mengalami luka tembak di bagian dada kiri dan kanan.
Korban ketiga, Ade Mumu, mengalami luka di bagian kaki. Jasad Ele dilarikan ke RS Hasan Sadikin untuk diotopsi. Sementara Ade Mumu dan Supriatna dilarikan ke RS Immanuel.
27.9.13
Tepergok Curi Motor, Pelaku Tembak Pemilik
BANDUNG, KOMPAS.com — Insiden penembakan terjadi di Bandung, Jawa Barat, Kamis (26/9/2013) petang. Pencuri menembak pemilik kendaraan bermotor yang hendak dicuri.
Adalah Zainal Rustandi (45), pemilik sepeda motor Honda Vario bernomor polisi D 2397 UAK, ditembak seseorang yang diduga hendak mencuri motornya itu. Kejadian berlangsung di depan bengkel las milik Zainal, UD Jaya, di Jalan Soekarno Hatta, Bandung.
Ditemui di RS Rajawali, Bandung, Zainal mengatakan insiden penembakan terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Dia menuturkan, petang itu dia sedang berbincang dengan seorang teman, sekitar 20 meter dari bengkelnya. Tiba-tiba, ujar dia, dua orang yang berboncengan dengan mengendarai Yamaha Mio warna silver berhenti tepat di depan motor Zainal.
Salah satu penunggang Mio, lanjut Zainal, turun dari kendaraannya dan mendekati Honda Vario-nya. Terlihat dari posisi Zainal berbincang, orang itu mengutak-atik bagian setang motor itu.
"Woy, itu motor saya mau diapakan?" tanya Zainal kepada orang tersebut. Sadar aksinya tepergok, orang itu pun kaget dan langsung menodongkan pistol. Menurut Zainal, pelaku sempat mengeluarkan ancaman, "Jangan macam-macam kamu!" dengan kata makian di ujungnya.
Zainal refleks menepis pistol yang ditodongkan pelaku ke kepalanya, bersamaan pelaku pun menarik picu. Sesudah menembak, pelaku segera kabur membonceng temannya yang masih menunggu di atas Mio. Sementara Zainal setelah tertembak sempat jatuh pingsan dan langsung dilarikan ke RS Rajawali.
Kapolsek Babakan Ciparay Komisaris Polisi Harli Hardiaman mengatakan, pelaku percobaan pencurian dan penembakan itu masih dilacak. "Kami bekerja sama dengan Polrestabes Bandung," ujar dia. Saat ini, Zainal dengan ditemani keluarganya berada di Polsek Ciparay untuk membuat berita acara pemeriksaan, setelah peluru diambil dari tangan kanannya.
Adalah Zainal Rustandi (45), pemilik sepeda motor Honda Vario bernomor polisi D 2397 UAK, ditembak seseorang yang diduga hendak mencuri motornya itu. Kejadian berlangsung di depan bengkel las milik Zainal, UD Jaya, di Jalan Soekarno Hatta, Bandung.
Ditemui di RS Rajawali, Bandung, Zainal mengatakan insiden penembakan terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Dia menuturkan, petang itu dia sedang berbincang dengan seorang teman, sekitar 20 meter dari bengkelnya. Tiba-tiba, ujar dia, dua orang yang berboncengan dengan mengendarai Yamaha Mio warna silver berhenti tepat di depan motor Zainal.
Salah satu penunggang Mio, lanjut Zainal, turun dari kendaraannya dan mendekati Honda Vario-nya. Terlihat dari posisi Zainal berbincang, orang itu mengutak-atik bagian setang motor itu.
"Woy, itu motor saya mau diapakan?" tanya Zainal kepada orang tersebut. Sadar aksinya tepergok, orang itu pun kaget dan langsung menodongkan pistol. Menurut Zainal, pelaku sempat mengeluarkan ancaman, "Jangan macam-macam kamu!" dengan kata makian di ujungnya.
Zainal refleks menepis pistol yang ditodongkan pelaku ke kepalanya, bersamaan pelaku pun menarik picu. Sesudah menembak, pelaku segera kabur membonceng temannya yang masih menunggu di atas Mio. Sementara Zainal setelah tertembak sempat jatuh pingsan dan langsung dilarikan ke RS Rajawali.
Kapolsek Babakan Ciparay Komisaris Polisi Harli Hardiaman mengatakan, pelaku percobaan pencurian dan penembakan itu masih dilacak. "Kami bekerja sama dengan Polrestabes Bandung," ujar dia. Saat ini, Zainal dengan ditemani keluarganya berada di Polsek Ciparay untuk membuat berita acara pemeriksaan, setelah peluru diambil dari tangan kanannya.
11.9.13
Bripka Sukardi Tewas Ditembak, Pistolnya Diduga Hilang
JAKARTA, KOMPAS.com — Bripka Sukardi tewas ditembak orang tak dikenal, Selasa (10/9/2013) sekitar pukul 22.20 WIB, tepat di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi. Pistol Sukardi diperkirakan hilang.
"Sedang didalami. Bisa saja (pistolnya) sedang disimpan di rumah," kata Wakapolri Komjen Oegroseno di lokasi kejadian, Rabu (11/9/2013) dini hari. Dari jenazah Sukardi hanya ditemukan sarung pistol kosong.
Berdasarkan keterangan para saksi, termasuk sopir truk yang dikawal Bripka Sukardi, pelaku penembakan yang menewaskan Sukardi diperkirakan berjumlah empat orang. Para pelaku mengendari dua sepeda motor.
"Empat orang saling berboncengan," ujar Oegroseno. Setelah menembak Sukardi, lanjut Oegroseno, para pelaku berbalik arah di jalur yang sama. Mereka lalu berbelok ke jalan di sisi utara Gedung KPK, yang memiliki jalan tembus mengarah ke Jalan Guntur.
Ketika ditembak, Bripka Sukardi mengawal sendirian iring-iringan enam truk, Selasa (10/9/2013) sekitar pukul 22.20 WIB. Truk tersebut membawa eskalator yang akan diantar ke Rasuna Tower, Jakarta Selatan. Sukardi menunggang sepeda motor Honda Supra X bernomor polisi B 6671 TXL, dengan posisi di depan iring-iringan truk.
"Sedang didalami. Bisa saja (pistolnya) sedang disimpan di rumah," kata Wakapolri Komjen Oegroseno di lokasi kejadian, Rabu (11/9/2013) dini hari. Dari jenazah Sukardi hanya ditemukan sarung pistol kosong.
Berdasarkan keterangan para saksi, termasuk sopir truk yang dikawal Bripka Sukardi, pelaku penembakan yang menewaskan Sukardi diperkirakan berjumlah empat orang. Para pelaku mengendari dua sepeda motor.
"Empat orang saling berboncengan," ujar Oegroseno. Setelah menembak Sukardi, lanjut Oegroseno, para pelaku berbalik arah di jalur yang sama. Mereka lalu berbelok ke jalan di sisi utara Gedung KPK, yang memiliki jalan tembus mengarah ke Jalan Guntur.
Ketika ditembak, Bripka Sukardi mengawal sendirian iring-iringan enam truk, Selasa (10/9/2013) sekitar pukul 22.20 WIB. Truk tersebut membawa eskalator yang akan diantar ke Rasuna Tower, Jakarta Selatan. Sukardi menunggang sepeda motor Honda Supra X bernomor polisi B 6671 TXL, dengan posisi di depan iring-iringan truk.
Ditembak 3 Kali di Dada dan Perut, Bripka Sukardi Tewas
JAKARTA, KOMPAS.com — Polisi berpakaian Provost Polri, Bripka Sukardi, tewas setelah ditembak beberapa kali oleh orang tak dikenal di depan Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (10/9/2013) malam.
Menurut keterangan yang dihimpun dari sejumlah saksi mata, korban ditembak tiga kali di bagian dada dan perut. Sukardi ditembak saat sedang mengawal truk.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.20 WIB, tepat di depan pintu masuk area parkir sepeda motor KPK. Saat ditembak, Sukardi sedang mengendarai sepeda motor Honda Revo warna merah bernomor polisi B 6671 TXL.
Pelaku menggunakan sepeda motor. "Ada dua motor saat kejadian. Tiba-tiba ada suara ledakan dua kali. Saya baru keluar dari jalan di samping KPK, langsung melihat kejadian," kata polisi yang enggan disebut namanya, Selasa malam.
Saat ini, polisi sudah melakukan olah kejadian tempat perkara dan memasang garis polisi.
Menurut keterangan yang dihimpun dari sejumlah saksi mata, korban ditembak tiga kali di bagian dada dan perut. Sukardi ditembak saat sedang mengawal truk.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 22.20 WIB, tepat di depan pintu masuk area parkir sepeda motor KPK. Saat ditembak, Sukardi sedang mengendarai sepeda motor Honda Revo warna merah bernomor polisi B 6671 TXL.
Pelaku menggunakan sepeda motor. "Ada dua motor saat kejadian. Tiba-tiba ada suara ledakan dua kali. Saya baru keluar dari jalan di samping KPK, langsung melihat kejadian," kata polisi yang enggan disebut namanya, Selasa malam.
Saat ini, polisi sudah melakukan olah kejadian tempat perkara dan memasang garis polisi.
29.8.13
Mobil Anak Ketua DPRD Banten Ditembak
BANTEN, KOMPAS.com - Mobil milik anak Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Banten ditembak orang tak dikenal pada Rabu (28/8/2013) malam.
"Informasinya demikian, kami masih mendalami laporan dari Polres dan Polsek setempat, namun petugas sudah berdatangan dan mengolah TKP," kata Kepala Bidang Humas Polda Banten AKBP Gunawan saat dikonfirmasi, Kamis (29/8/2013) dini hari.
AKBP Gunawan mengatakan, pihaknya belum dapat menemukan indikasi kuat berapa jumlah penembak orang tidak dikenal tersebut maupun motif dari aksi penembakan itu.
Dia mengatakan peluru dari tembakan orang tak dikenal tersebut hanya mengenai kaca mobil milik anak dari Ketua DPRD Aeng Haerudin tersebut.
"Informasi lengkapnya akan kami jelaskan setelah apel nanti," jelasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penembakan terjadi di sekitar kawasan Sempu Jalan Serang, Pandeglang, Banten.
"Informasinya demikian, kami masih mendalami laporan dari Polres dan Polsek setempat, namun petugas sudah berdatangan dan mengolah TKP," kata Kepala Bidang Humas Polda Banten AKBP Gunawan saat dikonfirmasi, Kamis (29/8/2013) dini hari.
AKBP Gunawan mengatakan, pihaknya belum dapat menemukan indikasi kuat berapa jumlah penembak orang tidak dikenal tersebut maupun motif dari aksi penembakan itu.
Dia mengatakan peluru dari tembakan orang tak dikenal tersebut hanya mengenai kaca mobil milik anak dari Ketua DPRD Aeng Haerudin tersebut.
"Informasi lengkapnya akan kami jelaskan setelah apel nanti," jelasnya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, penembakan terjadi di sekitar kawasan Sempu Jalan Serang, Pandeglang, Banten.
24.8.13
Anggota Brimob "Debt Collector" Tembak Betis Caleg
MAKASSAR, KOMPAS.com - Alamsyah Arifin alias Wawan (25) terkena peluru pistol oknum personel Brimob Kompi B Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Aipda Siswanto, Kamis (23/8/2013).
Alamsyah adalah seorang calon anggota legislatif (caleg) usungan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.
Hingga Jumat (23/8/2013) kemarin, warga Desa Pontanakayyang, Kecamatan Budong-budong, Mamuju Tengah, masih dirawat di RSUD Mamuju, sekitar 443 kilometer sebelah utara Kota Makassar.
Informasi yang dihimpun Tribun, bersama empat rekan lainnya, oknum perwira Brimob berangkat ke Budong-budong, sejauh 389 kilometer dari markasnya di Parepare, karena diperbantukan sebagai debt collector perusahan pembiayaan motor, FIF Cabang Pare-Pare.
Saat personel pasukan elite Polri itu hendak mengambil sepeda motor, si pemilik melawan. Kesaksian yang diverifikasi ke Polsek Topoyo menyebutkan, kerabat Wawan membawa parang, sehingga anggota Brimob yang merasa terancam melepaskan tembakan dengan pistol revolver.
Wawan tak menerima penarikan sepeda motornya, dengan alasan tunggakan kredit baru sebulan. Kerabatnya lantas mengejar dan memberhentikan mobil yang ditumpangi debt collector, tepatnya di depan rumah korban, lalu terjadi negosisiasi.
Tapi, si debt collector tetap ngotot membawa sepeda motor. Saat itu, korban juga keluar dari rumah.
"Om saya tahan mobil itu untuk ajak negosiasi, tapi tiba-tiba saya ditembak," jelas Alamsyah, kepada wartawan di RS, sambil menunggu pengeluaran proyektil peluru dari betisnya.
Wawan rubuh bersimbah darah. Dia mengaku melihat si oknum Brimob melarikan diri ke arah kebun sawit. Wawan akan mengugat secara hukum atas tindakan aparat yang ia sebut "semena-mena".
Alamsyah adalah seorang calon anggota legislatif (caleg) usungan Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan di Kabupaten Mamuju Tengah, Sulawesi Barat.
Hingga Jumat (23/8/2013) kemarin, warga Desa Pontanakayyang, Kecamatan Budong-budong, Mamuju Tengah, masih dirawat di RSUD Mamuju, sekitar 443 kilometer sebelah utara Kota Makassar.
Informasi yang dihimpun Tribun, bersama empat rekan lainnya, oknum perwira Brimob berangkat ke Budong-budong, sejauh 389 kilometer dari markasnya di Parepare, karena diperbantukan sebagai debt collector perusahan pembiayaan motor, FIF Cabang Pare-Pare.
Saat personel pasukan elite Polri itu hendak mengambil sepeda motor, si pemilik melawan. Kesaksian yang diverifikasi ke Polsek Topoyo menyebutkan, kerabat Wawan membawa parang, sehingga anggota Brimob yang merasa terancam melepaskan tembakan dengan pistol revolver.
Wawan tak menerima penarikan sepeda motornya, dengan alasan tunggakan kredit baru sebulan. Kerabatnya lantas mengejar dan memberhentikan mobil yang ditumpangi debt collector, tepatnya di depan rumah korban, lalu terjadi negosisiasi.
Tapi, si debt collector tetap ngotot membawa sepeda motor. Saat itu, korban juga keluar dari rumah.
"Om saya tahan mobil itu untuk ajak negosiasi, tapi tiba-tiba saya ditembak," jelas Alamsyah, kepada wartawan di RS, sambil menunggu pengeluaran proyektil peluru dari betisnya.
Wawan rubuh bersimbah darah. Dia mengaku melihat si oknum Brimob melarikan diri ke arah kebun sawit. Wawan akan mengugat secara hukum atas tindakan aparat yang ia sebut "semena-mena".
13.7.13
Penembakan di Puncak Jaya Dilakukan dari Jarak Dekat
TIMIKA, KOMPAS.com — Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Papua Kombes Pol I Gde Sumerta Jaya mengatakan, penembakan terhadap Muhammad Saleh (43), tukang ojek yang ditemukan tewas di sekitar Kalisemen, Jumat (12/7/2013) pagi, diduga dilakukan dari jarak dekat.
Menurut Gde Sumerta, hal itu disebabkan aparat Kepolisian Polres Puncak Jaya yang melakukan olah tempat kejadian perkara menemukan dua buah selongsong peluru kaliber 38 mm di lokasi kejadian.
"Pelaku penembakan kemungkinan penumpang yang diangkut korban dari Mulia ke Puncak Senyum," jelas Gde Sumerta.
Seperti diberitakan, sekitar pukul 08.30 WIT, seorang tukang ojek ditemukan tewas dengan sejumlah luka tembak di sekitar Kalisemen, Kampung Wandengobak, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya.
Setelah dilakukan identifikasi, diketahui korban tewas adalah Muhammad Saleh (43), warga Kampung Purleme, Distrik Mulia, yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang ojek.
Setelah diotopsi di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Puncak Jaya, kata Gde Sumerta, jenazah Saleh diterbangkan ke Jayapura dan selanjutnya dibawa ke kampung halamannya di Sulawesi Selatan untuk dimakamkan.
Gde Sumerta mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus penembakan ini dan belum dapat memastikan keterkaitan penembakan ini dengan penembakan-penembakan yang terjadi sebelumnya.
Penembakan terhadap Muhammad Saleh menambah panjang daftar kasus penembakan yang terjadi di wilayah Pegunungan Tengah Papua.
Pada 26 Juni lalu, rombongan pasukan Satuan Tugas (Satgas) Bantu Pos Maleo Distrik Ilu dihadang dan ditembaki sekelompok orang bersenjata di sekitar kebun anggur Kampung Jigonikme, Distrik Ilu, Kabupaten Puncak Jaya.
Dalam kontak tembak dengan kelompok bersenjata itu, tiga dari lima orang yang ikut dalam rombongan tewas.
Sementara pada 1 Juli lalu, seorang anak perempuan Arlince Tabuni (11) ditemukan tewas dengan luka tembak saat pulang dari sekolah di Tiom, Kabupaten Lany Jaya.
Menurut Gde Sumerta, hal itu disebabkan aparat Kepolisian Polres Puncak Jaya yang melakukan olah tempat kejadian perkara menemukan dua buah selongsong peluru kaliber 38 mm di lokasi kejadian.
"Pelaku penembakan kemungkinan penumpang yang diangkut korban dari Mulia ke Puncak Senyum," jelas Gde Sumerta.
Seperti diberitakan, sekitar pukul 08.30 WIT, seorang tukang ojek ditemukan tewas dengan sejumlah luka tembak di sekitar Kalisemen, Kampung Wandengobak, Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya.
Setelah dilakukan identifikasi, diketahui korban tewas adalah Muhammad Saleh (43), warga Kampung Purleme, Distrik Mulia, yang sehari-hari berprofesi sebagai tukang ojek.
Setelah diotopsi di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Puncak Jaya, kata Gde Sumerta, jenazah Saleh diterbangkan ke Jayapura dan selanjutnya dibawa ke kampung halamannya di Sulawesi Selatan untuk dimakamkan.
Gde Sumerta mengatakan, pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus penembakan ini dan belum dapat memastikan keterkaitan penembakan ini dengan penembakan-penembakan yang terjadi sebelumnya.
Penembakan terhadap Muhammad Saleh menambah panjang daftar kasus penembakan yang terjadi di wilayah Pegunungan Tengah Papua.
Pada 26 Juni lalu, rombongan pasukan Satuan Tugas (Satgas) Bantu Pos Maleo Distrik Ilu dihadang dan ditembaki sekelompok orang bersenjata di sekitar kebun anggur Kampung Jigonikme, Distrik Ilu, Kabupaten Puncak Jaya.
Dalam kontak tembak dengan kelompok bersenjata itu, tiga dari lima orang yang ikut dalam rombongan tewas.
Sementara pada 1 Juli lalu, seorang anak perempuan Arlince Tabuni (11) ditemukan tewas dengan luka tembak saat pulang dari sekolah di Tiom, Kabupaten Lany Jaya.
24.10.12
Istri Pengusaha Ditembak Mati
JAKARTA, KOMPAS.com — Empat orang dengan mengendarai dua sepeda motor menembak dan membacokkan senjata tajam ke mobil yang ditumpangi Sin Harjo Budiarta (44) dan istrinya, Ny Liong Lenny Ernawati (45), di Jalan Cidodol Raya, Jakarta Selatan, Selasa (23/10/2012) sekitar pukul 20.00 WIB. Tembakan tersebut mengenai Ny Liong sehingga korban akhirnya meninggal dunia.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Umum Polres Metro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Hermawan mengatakan, pihaknya belum dapat menjelaskan lebih jauh kasus tersebut. "Suami korban masih trauma. Ia seorang pengusaha atau wiraswasta," katanya.
Dari keterangan singkat Sin Harjo, lanjutnya, suami istri itu hendak pulang ke rumah ketika mobil boks hitam bernomor polisi B 9091 VJ yang dikemudikan Sin Harjo dipepet dua motor yang ditumpangi empat orang di jalan tersebut.
Pembonceng motor menembak beberapa kali ke arah istri korban. Mengetahui istrinya tertembak, Sin Harjo melarikan mobilnya, ngebut, ke RS Medika Permata Hijau. Sampai di rumah sakit itu istrinya sudah meninggal dunia akibat luka tembakan tersebut.
"Saat ini jasad korban kami bawa ke RS Fatmawati untuk otopsi," kata Hermawan.
Di mobil korban, tambahnya, selain kaca jendela kiri pecah, terdapat juga bekas bacokan. Sedangkan pada kaca depan mobil ada bekas tembakan.
Kepala Satuan Reserse Kriminal Umum Polres Metro Jakarta Selatan Ajun Komisaris Besar Hermawan mengatakan, pihaknya belum dapat menjelaskan lebih jauh kasus tersebut. "Suami korban masih trauma. Ia seorang pengusaha atau wiraswasta," katanya.
Dari keterangan singkat Sin Harjo, lanjutnya, suami istri itu hendak pulang ke rumah ketika mobil boks hitam bernomor polisi B 9091 VJ yang dikemudikan Sin Harjo dipepet dua motor yang ditumpangi empat orang di jalan tersebut.
Pembonceng motor menembak beberapa kali ke arah istri korban. Mengetahui istrinya tertembak, Sin Harjo melarikan mobilnya, ngebut, ke RS Medika Permata Hijau. Sampai di rumah sakit itu istrinya sudah meninggal dunia akibat luka tembakan tersebut.
"Saat ini jasad korban kami bawa ke RS Fatmawati untuk otopsi," kata Hermawan.
Di mobil korban, tambahnya, selain kaca jendela kiri pecah, terdapat juga bekas bacokan. Sedangkan pada kaca depan mobil ada bekas tembakan.
5.9.12
Sopir Truk Dirampok di Tol, Dibuang di Cilegon
Nasib sial dialami sopir truk tronton, Sujiono (55).
Saat melintas di jalan tol, selepas Gerbang Tol Cikupa Cikupa,
Kabupaten Tangerang, Banten, Senin (3/9/2012) dini hari, dia dirampok
kawanan penjahat bersenjata api. Kawanan itu diperkirakan berjumlah enam
orang.
Korban lalu dibuang di pinggir jalan tol, sedangkan truk tronton dibawa kabur. Sehari setelah peristiwa itu, Selasa (4/9/2012), warga menemukan truk dalam kondisi kosong di pinggir jalan di kawasan Cilegon, Banten.
Berdasarkan informasi yang dapat dihimpun Kompas, aksi enam bandit jalanan itu terjadi sekitar pukul 02.30. Saat itu Sujiono yang membawa truk tronton W 9204 UC bermuatan karung plastik milik PT Wiharta Karya Agung Gresik, Jawa Timur, melintas di Gerbang Tol Cikupa setelah mengambil kartu tol menuju Cilegon, Banten.
Beberapa meter berjalan, truk tronton dipepet dua mobil. Truk berhenti. Dua orang dari kawanan perampok itu langsung membuka pintu truk kanan dan kiri, kemudian masuk ke dalam truk. Salah seorang di antaranya menodongkan pistol ke arah korban. Seorang lainnya memborgol kedua tangan korban.
Kaki dan mulut korban ditutup plakban. Selanjutnya, perampok membawa truk. Di tengah perjalanan, korban dibuang di pinggir jalan tol. Setelah berhasil keluar dari jalan tol, korban langsung melaporkan kejadian yang menimpa dirinya ke kantor polisi terdekat.
Sehari setelah kejadian itu, truk tronton yang dibawa korban ditemukan warga sudah dalam keadaan kosong di daerah Cilegon Barat, Banten.
"Kami masih mendalami kasus ini," kata Kepala Polsek Cikupa Komisaris Arlon Sitinjak.
source
Korban lalu dibuang di pinggir jalan tol, sedangkan truk tronton dibawa kabur. Sehari setelah peristiwa itu, Selasa (4/9/2012), warga menemukan truk dalam kondisi kosong di pinggir jalan di kawasan Cilegon, Banten.
Berdasarkan informasi yang dapat dihimpun Kompas, aksi enam bandit jalanan itu terjadi sekitar pukul 02.30. Saat itu Sujiono yang membawa truk tronton W 9204 UC bermuatan karung plastik milik PT Wiharta Karya Agung Gresik, Jawa Timur, melintas di Gerbang Tol Cikupa setelah mengambil kartu tol menuju Cilegon, Banten.
Beberapa meter berjalan, truk tronton dipepet dua mobil. Truk berhenti. Dua orang dari kawanan perampok itu langsung membuka pintu truk kanan dan kiri, kemudian masuk ke dalam truk. Salah seorang di antaranya menodongkan pistol ke arah korban. Seorang lainnya memborgol kedua tangan korban.
Kaki dan mulut korban ditutup plakban. Selanjutnya, perampok membawa truk. Di tengah perjalanan, korban dibuang di pinggir jalan tol. Setelah berhasil keluar dari jalan tol, korban langsung melaporkan kejadian yang menimpa dirinya ke kantor polisi terdekat.
Sehari setelah kejadian itu, truk tronton yang dibawa korban ditemukan warga sudah dalam keadaan kosong di daerah Cilegon Barat, Banten.
"Kami masih mendalami kasus ini," kata Kepala Polsek Cikupa Komisaris Arlon Sitinjak.
source
23.7.12
Ini Dia Sosok Pelaku Penembakan di Pemutaran 'The Dark Knight Rises'
Jakarta - Pelaku penembakan saat pemutaran midnight 'The Dark Knight Rises' di Colorado, AS sudah ditangkap. Ini dia sosok pemuda berusia 24 tahun yang menembak secara brutal dan menewaskan 14 orang itu.
Pelaku diidentifikasi bernama James Holmes. University of Colorado telah merilis foto pelaku yang sempat mengenyam pendidikan yang mempelajari obat-obatan itu.
Menurut catatan publik yang dilansir TIME, Jumat (20/7/2012), alamat terakhir Holmes berada sekitar tiga mil dari bioskop tempat kejadian. Dia mungkin tinggal di sana dengan dua teman sekamar, meskipun polisi telah mengesampingkan keterlibatan orang lain dalam serangan tersebut.
Catatan menunjukkan bahwa Holmes tinggal di alamat tersebut sejak Mei 2011. Sebelum itu, ia tinggal di San Diego dan Riverside, California, dekat University of California.
Juru bicara Kepolisian San Diego mengatakan bahwa Holmes tidak memiliki catatan kriminal saat tinggal di daerah San Diego. Sementara menurut juru bicara kepolisian Aurora yang berbicara kepada acara Today, Holmes tidak memiliki urusan dengan polisi selain satu tiket pelanggaran lalu lintas ringan.
Pemerintah federal bersikukuh bahwa Holmes tidak berada dalam daftar pengawasan yang menunjukkan bahwa dia berbahaya, dan insiden ini diyakini tidak terkait dengan aksi terorisme.
Usai insiden, seorang wanita yang mengidentifikasi dirinya sebagai ibu Holmes dihubungi oleh ABC News. "Anda menangkap orang yang tepat," katanya, berbicara dari rumahnya di San Diego. "Saya perlu menelepon polisi ... saya harus terbang ke Colorado."
Meskipun catatan publik menunjukkan bahwa Holmes tidak memiliki izin kepemilikan senjata, saat melakukan aksinya ia membawa shotgun, rifle dan dua pistol. Setelah ditahan polisi, Holmes mengatakan kepada pihak berwenang bahwa dia memiliki bahan peledak di rumahnya.
Polisi kemudian menyisir lima bangunan di daerah tersebut. Kepala Kepolisian Dan Oates mengatakan jika mereka menemukan alat peledak cukup canggih.
"Kita bisa berada di sini selama berhari-hari."
Menurut informasi yang diperoleh oleh Denver Post, Holmes mendeskripsikan dirinya pada aplikasi sewa apartemennya tahun lalu sebagai mahasiswa yang "tenang dan santai."
Insiden berdarah itu terjadi saat pemutaran midnight di bioskop Century 16, Denver, Colorado. Holmes yang memakai topeng mirip musuh Batman di 'The Dark Knight Rises', Bane, masuk ke bioskop dan menembaki penonton saat film itu baru berjalan 15 menit.
Source
5.6.12
Pelajar SMA Ditembak di Jayapura

Liputan6.com, Jayapura:
Penembakan kembali terjadi di Jayapura, Papua. Kali ini Gilberth Febrian
Madika, pelajar Sekolah Menengah Atas Kalam Kudus Jayapura, ditembak
orang tak dikenal saat melintasi kawasan Skyline, Kotaraja, Kota
Jayapura, Senin (4/6) sekitar pukul 21.30 WIT.
Wakil Kepala Kepolisian Daerah Papua Brigadir Jenderal Pol. Paulus Waterpauw ketika dihubungi Selasa pagi mengakui, dari laporan yang diterima terungkap bahwa korban mengendarai sepeda motor jenis Kharisma dengan nomor polisi DS 2544 AN dari arah Jayapura menuju rumahnya di Komplek BTN Skyline Kotaraja.
Saat berada di turunan Skyline dekat otonom, korban dipepet dua pengendara sepeda motor. Tak lama berselang terdengar suara tembakan. Pelajar SMA Kalam Kudus Jayapura itu terjatuh di depan rumah salah seorang warga dan kemudian ditolong dengan membawanya ke Rumah Sakit Polri Bhayangkara di Kotaraja.
Namun, ungkap Waterpauw, karena kondisi kritis akibat luka tembak yang dialaminya yakni di bagian belakang sebelah kanan tembus dada depan, korban kemudian dievakuasi ke RSUD Dok II Jayapura. Namun hingga saat ini belum dapat dipastikan pelaku penembakan.
Selasa pekan silam, warga negara Jerman bernama Dietmer Pieper (55) juga ditembak orang tidak dikenal di pantai Base G, Jayapura. Pada Sabtu pagi silam, jenazah turis asing berusia 55 tahun itu dievakuasi dengan menggunakan pesawat khusus langsung ke Singapura melalui Balikpapan, Kalimantan Timur.
Source
22.5.12
Pemilik Toyota Yaris Masih Misterius
Liputan6.com, Jakarta: Pelaku penembakan anggota TNI Angkatan Laut, Kelasi Sugeng Riyadi dan Prada Akbar oleh seseorang di dalam mobil Toyota Yaris warna putih pada 13 April lalu masih belum terungkap. Sampai sekarang pihak TNI masih mengamankan proyektil yang mengenai tubuh korban untuk dilakukan penelitian di laboraturium forensik guna uji balistik.
Selain itu, menurut Kepala Dinas Penerangan TNI AL Laksamana Pertama Untung Suropati, dalam menuntaskan kasus penembakan ini, pihaknya juga akan bersikap kooperatif untuk bekerja sama dengan pihak kepolisian dengan harapan identitas pelaku cepat terungkap.
Hingga kini kondisi prajurit TNI yang ditembak di Jalan Pramuka, Jakarta Timur, telah membaik meski masih dalam pengawasan intensif. TNI juga berharap dalam waktu dekat proyektil tersebut bisa segera diserahkan kepada pihak kepolisian sehingga mempercepat proses pengungkapan pelaku penembakan.(ADO)
Source
Penembak Angkot Tinggalkan Revolver dan Motornya
JAKARTA, KOMPAS.com —
Berkat keberanian seorang sopir angkot, sepucuk revolver dan motor
ditinggal kabur penjahat di Jalan Raya Gatot Subroto KM 6, Kelurahan
Gandasari, Kecamatan Jatiuwung, Kota Tangerang. Penjahat bermotor itu
sempat menembakkan revolver ke arah angkot.Informasi dari aparat
Polsek Jatiuwung, Selasa (22/5/2012), menyebutkan, kejadian penembakan
terhadap MO, pengemudi angkot jurusan Cimone-Balaraja, terjadi pada
Senin (21/5/2012) sekitar pukul 15.20. Penembaknya salah seorang yang
membonceng motor. Motor pelaku melaju dalam sebuah kelompok bermotor.
Saat itu angkot MO (27) dan rombongan motor itu melintas di Jalan Raya Gatot Subroto KM 6. Di angkot juga ada H (28), seorang tentara anggota Yonif 203/AK. Di KM 6 jalan itu tiba-tiba salah seorang pembonceng motor mengeluarkan revolver dan menembakkan ke arah MO. Sopir angkot itu melihat dan segera menundukkan badan. Begitu juga H, yang duduk di samping sopir.
Bersamaan dengan itu, MO menekan pedal gas angkotnya dan menabrakkan angkot tersebut ke rombongan motor. Angkot menabrak motor yang digunakan penembak dan motor itu menabrak tiga motor rombongannya.
Semua pengendara motor bersama empat motor mereka jatuh. Gerombolan penjahat itu bergegas mengendarai motornya kembali. Namun, satu dari empat motor itu mesinnya mati. Para pelaku segera kabur dengan menggunakan tiga motor.
Motor yang ditinggal komplotan penjahat itu adalah Yamaha Vega R B 6372 FQK. Selain motor itu, ditemukan pula satu pucuk revolver berisi lima peluru dan satu selongsong peluru. Pada angkot ditemukan juga sebuah proyektil.
Source
Saat itu angkot MO (27) dan rombongan motor itu melintas di Jalan Raya Gatot Subroto KM 6. Di angkot juga ada H (28), seorang tentara anggota Yonif 203/AK. Di KM 6 jalan itu tiba-tiba salah seorang pembonceng motor mengeluarkan revolver dan menembakkan ke arah MO. Sopir angkot itu melihat dan segera menundukkan badan. Begitu juga H, yang duduk di samping sopir.
Bersamaan dengan itu, MO menekan pedal gas angkotnya dan menabrakkan angkot tersebut ke rombongan motor. Angkot menabrak motor yang digunakan penembak dan motor itu menabrak tiga motor rombongannya.
Semua pengendara motor bersama empat motor mereka jatuh. Gerombolan penjahat itu bergegas mengendarai motornya kembali. Namun, satu dari empat motor itu mesinnya mati. Para pelaku segera kabur dengan menggunakan tiga motor.
Motor yang ditinggal komplotan penjahat itu adalah Yamaha Vega R B 6372 FQK. Selain motor itu, ditemukan pula satu pucuk revolver berisi lima peluru dan satu selongsong peluru. Pada angkot ditemukan juga sebuah proyektil.
Source
9.4.12
Tersangka penembak kampus dijerat pasal berlapis
Goh diyakini mengincar salah seorang staf universitas saat melakukan penembakan.
Tersangka pelaku penembakan brutal di kampus Universitas Oikos, Oakland, AS, Senin (3/4) dijerat tujuh pasal pembunuhan dan tiga pasal percobaan pembunuhan.
One Goh (43) secara tiba-tiba memberondongkan senjatanya ke kampus universitas kecil itu yang menewaskan tujuh orang dan mencederai tiga orang lainnya.
Berdasarkan dokumen pengadilan, Goh mengaku kepada polisi bahwa dia memang membawa pistol kaliber 45 dan empat magazin amunisi saat memasuki universitas itu.
Goh yang juga mantan mahasiswa di kampus itu tidak mengajukan pembelaan atas tuduhan yang dijatuhkan kepadanya.
Polisi menangkap Goh di sebuah supermarket dekat kota Alameda, satu jam setelah insiden penembakan itu.
Polisi mengatakan Goh menyadari tembakannya mengenai banyak orang dan memutuskan kabur dari tempat itu.
Tersangka pelaku penembakan brutal di kampus Universitas Oikos, Oakland, AS, Senin (3/4) dijerat tujuh pasal pembunuhan dan tiga pasal percobaan pembunuhan.
One Goh (43) secara tiba-tiba memberondongkan senjatanya ke kampus universitas kecil itu yang menewaskan tujuh orang dan mencederai tiga orang lainnya.
Berdasarkan dokumen pengadilan, Goh mengaku kepada polisi bahwa dia memang membawa pistol kaliber 45 dan empat magazin amunisi saat memasuki universitas itu.
Goh yang juga mantan mahasiswa di kampus itu tidak mengajukan pembelaan atas tuduhan yang dijatuhkan kepadanya.
Polisi menangkap Goh di sebuah supermarket dekat kota Alameda, satu jam setelah insiden penembakan itu.
Polisi mengatakan Goh menyadari tembakannya mengenai banyak orang dan memutuskan kabur dari tempat itu.
Mudah marah
Sejumlah petinggi kampus mengatakan Goh dikeluarkan karena dia tidak bisa mengendalikan amarahnya.Namun, seorang petugas lain mengatakan pihak kampus mengeluarkan Goh dan laki-laki itu berulang kali minta uangnya dikembalikan.
Direktur Program Studi Perawatan Ellen Cervellon mengatakan Goh pernah bercerita kepadanya bahwa dia kerap dilecehkan teman-teman kuliahnya.
Polisi meyakini sebenarnya target utama Goh adalah Ellen Cervellon.
"Setelah berbicara pada beberapa mahasiswa, saya rasa dia mengincar saya," kata Cervellon seperti dikutip AP.
"Saya kini menanggung beban di pundak saya dan saya tak tahu harus berbuat apa," tambah dia.
Goh diketahui pernah tinggal di Virginia dan dari catatan keuangannya diketahui dia memiliki utang beberapa puluh ribu dolar.
Subscribe to:
Posts (Atom)