Showing posts with label Penggerebekan. Show all posts
Showing posts with label Penggerebekan. Show all posts

18.10.13

Tak Sengaja, Polisi Tangkap 19 WNA

PONTIANAK, KOMPAS.com — Sebanyak 19 dari 20 warga negara asing asal China dan Taiwan tertangkap tanpa sengaja dalam penggerebekan di Gang Sukajaya, Jalan Daranante, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (17/10/2013) malam.

Polisi awalnya membekuk kawanan tersangka penyalahgunaan narkoba di dekat rumah yang ditempati para warga negara asing (WNA) itu. Polisi semula mencurigai rumah yang ditempati para WNA tersebut merupakan tempat pembuatan narkoba karena kondisinya yang tertutup.

Saat digedor dan tak ada jawaban, polisi mendobrak pintu. Begitu polisi masuk, para WNA itu berhamburan lari sehingga polisi makin curiga. Namun, penggeledahan atas rumah itu tak mendapatkan sedikit pun barang bukti terkait narkoba.

"Yang ditemukan anggota kepolisian justru barang-barang elektronik yang diduga mereka gunakan untuk kejahatan siber," ujar Wakil Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Komisaris Besar Hasanuddin.

Para WNA itu tidak bisa dimintai keterangan karena tak ada yang bisa berbahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Polisi akan memulai proses penyelidikan dengan lebih dahulu melacak nomor-nomor telepon yang dihubungi atau menghubungi belasan saluran telepon yang masih aktif di rumah itu.

26.8.13

Polisi Amankan Tiga Kardus Peluru dari Rumah di Cicendo

BANDUNG, KOMPAS.com - Polisi mengamankan tiga buah kardus berisi peluru senjata api dari sebuah rumah di Gang Soleh Timur Nomor 312/66, Jalan Semar RT 01 RW 06, Kelurahan Arjuna, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung.

Menurut keterangan dari Ketua RT 01 Tri Prasetyo Saptono, rumah tersebut disewa oleh Aris Widagdo (45) sekitar dua bulan lalu.

Amunisi tersebut dibawa oleh dua orang polisi yang mengaku anggota dari Polda Metro Jaya, sekitar pukul 18.30 WIB Sabtu, (24/8/2013) kemarin.

"Kata polisinya, orangnya ditangkapnya tidak di sini. Mereka cuma ambil barang berupa peluru," kata Tri saat ditemui di kediamannya, Minggu (25/8/2013).

Lebih lanjut, Tri menjelaskan, Aris Widagdo adalah warga baru yang baru pindah dari Duren Sawit, Jakarta Timur. Di Bandung, kata dia, Aris yang mengaku akan menyekolahkan dua anaknya di SMA 6 dan SDN Pasir Kaliki bekerja sebagai salah satu pegawai di sebuah perusahaan swasta.

Selain itu, dari Kartu Keluarga (KK) yang ditunjukkan oleh Tri, Aris Widagdo diketahui lahir di Semarang 23 Maret 1968. "Di sini dia tinggal sama istri dan dua anak. Katanya sih, pindah ke sini mau nyekolahin anak," sambungnya.

"Polisi cuma nanyain kebenaran. 'Apakah warga ini warga bapak. Coba bapak lihat barang buktinya'. Saya lihat ada (peluru)," kata Tri menirukan kata-kata anggota Polda Metro Jaya.

Selama dua bulan menempati rumah berpagar hijau itu, lanjut Tri, Aris Widagdo dan keluarga dikenal sebagai keluarga yang tertutup dan kurang bersosialisasi dengan warga sekitar. "sekeluarga memang tidak pernah berbaur dengan masyarakat. Saya saja baru dua kali bertemu. Sekali waktu lapor satu lagi kemarin lebaran," ungkapnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan Kompas.com, rumah kontrakan Aris Widagdo berpagar hijau itu terlihat sepi. Tidak ada tanda-tanda aktivitas yang mencurigakan, hanya ada dua sangkar burung yang menggelantung.

Ditemui terpisah, Kepala Polsek Cicendo Komisaris Kokon yang didampingi Pengawas Perwira Iptu Nurindah membenarkan pengambilan peluru senjata api dari rumah kontrakan Aris Widagdo oleh anggota kepolisian dari Polda Metro Jaya.

Untuk saat ini sedang dalam penyelidikan dan pengembangan lebih lanjut. "Memang benar, tapi itu dari Polda Metro Jaya dan sekarang sedang proses penyelidikan. Katanya itu pengembangan dari kasus Taman Mini," terang Tri.

Hingga saat ini, belum diketahui apakah Aris merupakan salah seorang anggota terduga teroris atau bukan. 

27.6.12

Belasan Pasangan Mesum Digerebek


Belasan pasangan mesum terjaring razia di rumah kos elit di kawasan Jalan Sendok, Medan, yang dilakukan Pemkot Medan dan petugas kepolisian.

Salah seorang pasangan yang menolak didata petugas kepolisian sempat mengamuk dan berusaha menyerang petugas dan wartawan yang melakukan peliputan.

Petugas merazia sedikitnya lima kompleks di kawasan ini karena mendapat laporan keresahan masyarakat yang diakibatkan praktek mesum dan prostitusi oleh para penghuni kost. Para pasangan ini akhirnya dibawa ke kantor camat untuk diberi pembinaan dan bimbingan sosial.

Petugas juga memanggil pemilik kos dan kepala lingkungan setempat karena dianggap lalai. Rencananya razia serupa akan terus dilaksanakan hingga bulan Ramadan.
Source