Showing posts with label Perampokan. Show all posts
Showing posts with label Perampokan. Show all posts

14.6.15

Perampok Cilincing Dibekuk Polisi Berdasarkan Laporan Pengguna Facebook


Pada Sabtu (13/6/2015) malam kemarin anggota Polsek Cilincing mengamankan RF (17) yang merupakan salah satu dari tiga pelaku perampokan di Jalan Raya Cilincing. RF berhasil dibekuk di kediamannya di Jalan Kalibaru 1 RT 10/08 Cilincing setelah petugas melakukan penyelidikan menggunakan foto yang diunggah oleh salah satu pemilik akun Facebook pada hari Kamis (11/6/2015).

Disamping RF, polisi telah mengidentifikasi dua pelaku lainnya dan saat ini sedang dalam pengejaran.

Menurut Kapolres Metro Jakarta Utara, Komisaris Besar Susetio Cahyadi, Sabtu (16/6/2015), terkait dengan penyelidikan dan pemeriksaan, pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan terhadap tujuh anggota Polsek Cilincing yang bertugas di Pos Pantau Tanah merdeka saat kejadian perampokan tersebut berlangsung u untuk memperbaiki pelayanan buruk anggota kepolisian ketika menerima laporan dari korban penodongan. Ketujuh anggota tersebut adalah Aiptu S selaku Kepala Pos Pantau, Brigadir I, Briptu Y, Aiptu S, Brigadir A, Brigadir I dan Brigadir A.

Dari hasil pemeriksaan Propam, ketujuh anggota polisi tersebut mengaku telah mengajak korban ke Polsek untuk membuat laporan resmi namun korban menolak membuat laporan tertulis.
Boleh dibilang keberhasilan pembekukan perampok di Jalan Raya Cilincing ini bermula ketika seorang netizen mengunggah dan menceritakan pengalamannya saat menyaksikan aksi perampokan sebuah mobil Mitsubhisi L300 pick up hitam dengan nomor polisi L996 H pada Rabu (10/6/2015) siang melalui akun Facebooknya yang kemudian menyebar menjadi viral.

24.4.15

Polsek Pondok Gede, Bekasi Bekuk Kawanan Perampok Minimarket

Berdasarkan laporan warga tentang adanya penghuni yang mencurigakan disekitar kampung mereka, Kepolisian Sektor Pondok Gede menggelar razia di sejumlah rumah kontrakan dan rumah kos di Rawa Indah, Pondok Gede, Bekasi pada Rabu (22/4).

Dari razia ini seperti disampaikan Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Pondok Gede Ajun Komisaris Untung Riswaji, petugas berhasil membekuk empat orang pelaku kejahatan perampokan di rumah kontrakan mereka di Rawa Indah.

Beserta keempat tersangka pelaku perampokan, , TY, UD, SFL, dan TBL, polisi menemukan perlengkapan seperti 2 buah linggis, 2 buah celurit dan sarung tangan di rumah tersebut.  Namun Untung Riswaji menjelaskan bahwa keempat perampok yang merupakan spesialis perampokan minimarket dan rumah kosong ini biasanya tidak beraksi di Bekasi melainkan di Subang,  Jawa Barat. Untuk itu penyidik akan melimpahkan kasus ini kepada Polsek Legok Kulon, Subang.

Sementara itu,Aparat Kepolisian Resor Kota Bekasi Kota juga berhasil membongkar kasus pencurian kendaraan bermotor.  Sejumlah kendaraan bermotor hasil curian yang terdiri dari 1 Toyota Avanza, 1 Daihatsu Xenia, 3 mobil bak terbuka Suzzuki Futura dan sebuah sepeda motor Honda Tiger berhasil diamankan aparat sekaligus menahan 3 orang pelaku curanmor yaitu SM, AK dan SA.

Dalam aksi mereka seperti diungkapkan Kepala Polresta Bekasi Kota Komisaris Besar Rudi Setiawan, pelaku menggunakan kunci T.

Uang SPBU Menjadi Sasaran Perampokan.

Belakangan ini, minimal dalam 1 bulan terakhir telah terjadi dua kali tindakan perambokan atau pembegalan dengan menggunakan senjata api di wilayah Kota Depok.

Menurut Kepala Kepolisian Resor Kota Depok Komisaris Besar Ahmad Subarkah, di Depok, kemarin, modus yang digunakan serupa dan korban yang diincar adalah pegawai SPBU.

Selasa (21/4), seorang karyawan SPBU 34.16420, Endang Suhendar (24) mengalami luka tembakan di pelipisnya akibat ulah 3 orang begal. Endang sedang melintas di Jembatan Serong, Jalan Cipayung, Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok tengah hari ketika sepeda motornya di pepet oleh 3 orang begal yang mengendarakan dua buah sepeda motor. Endang ditembak jatuh, kemudian sepeda motornya beserta uang yang akan disetor ke bank sebesar Rp. 185 juta raib dibawa kabur para begal.

Dua pekan sebelumnya, karyawan SPBU 34.16417 lainnya yaitu Joko Santoso (31) mengalami pembegalan  di Jalan Ciherang, Sukatani, Tapos, Depok. Tas pria ini ditarik oleh pelaku begal karena dikira ia membawa uang untuk disetorkan ke bank. Namun kemudian si pelaku kabur karena tidak menemukan uang baik di tas maupun jok motor korban.

26.10.14

Dirampok di Lampu Merah, 1,5 Juta Rupiah Melayang

Berhati-hatilah berkendara di malam hari di kota Jakarta, terutama jika anda harus berhenti di lampu merah di daerah yang sepi. Seperti yang dialami oleh Suyatno dan Asep Bonar pada hari Sabtu (25/10/2014) dini hari lalu.

Mengendarai sebuah mobil pikap, kedua pria ini harus berhenti di lampu merah Mambo, jalan Yos Sudarso, kebon Bawang, Tanjung Priok, Jakarta Utara sekitar pukul 01.00

Saat berhenti itulah tiba-tiba mereka ditodong oleh 5 orang bersenjata tajam. Sambil melakukan penodongan, kelima pelaku meminta harta benda milik kedua korban dan berhasil merampas uang kedua korban senilai total 1,5 juta rupiah. Komplotan perampok itu bahkan semoat merobek kaos yang dikenakan salah satu korban, Suyatno.

Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Utara Ajun Komisaris Besar Polisi Azhar Nugroho, hingga saat ini Polres Jakarta Utara masih terus melakukan pengejaran terhadap komplotan perampok tersebut.

8.9.14

CCTV dan Perawatan yang Baik dapat Membantu Minimarket Tangkap Pencuri

Teknologi CCTV atau (Closed Circuit Television) sering banyak dipakai berbagai minimarket untuk meminimalisasi aksi pencurian dan perampokan yang kerap terjadi. Misalnya saja yang terjadi pada sebuah minimarket yang identik dengan warna merahnya diketahui sempat kecurian produk-produk jualannya pada Juni 2014 lalu. Namun dengan teknologi kamera pengawas yang sudah terpasang, akhirnya membuat perampok tersebut dapat ditemukan sesuai dengan gambar wajah dan bentuk badan yang terekam dalam CCTV minimarket tersebut.

Menurut Corporate Communication General Manager Alfamart, Nur Rachman menambahkan bahwa keuntungan memasangkan CCTV di minimarket akan membantu petugas atau karyawan minimarket untuk mempelajari cara dan gerak-gerik pelaku sesaat dan setelah melakukan pencurian atau perampokan. Dan tidak hanya itu, CCTV juga membantu untuk mengetahui barang-barang apa saja yang menjadi incaran si pencuri dan perampok, sebab sekarang ini banyak terjadi bahwa sebuah pencurian dan perampokan bukan mengincar uang dari kasir melainkan produk-produk kebutuhan semisal rokok atau kosmestik juga menjadi incaran pelaku.

Selain itu, Nur Rachman juga mengatakan, hal penting lainnya setelah CCTV terpasang di minimarket adalah memastikan perawatan perangkat CCTV. Perawatan yang tepat dapat mencegah CCTV tidak berfungsi, sebab seperti yang diketahui bahwa kejahatan sekarang ini tidak mengenal waktu, entah siang atau malam, apabila ada kesempatan maka pencurian dan perampokan dapat terjadi.

Perawatan perangkat CCTV misalnya memastikan bahwa kamera ditempatkan dengan baik dan tidak berdebu. Sebab seperti yang diketahui, kamera CCTV akan ditempatkan di dinding atau langit-langit yang terkadang sulit sekali diakses oleh karyawan minimarket agar dapat dibersihkan.

Selain itu, cek juga sisa rekaman yang masih sanggup disimpan oleh perangkat penyimpanan hal ini dimaksudkan agar harddisk dapat menyimpan rekaman saat suatu kejadian kejahatan terjadi. Selain itu kelistrikan seperti UPS atau generator juga mesti dipersiapkan untuk mencegah pencurian saat minimarket sedang mengalami padam listrik.

Untuk mendapatkan CCTV yang sesuai dengan minimarket Anda silakan kunjungi pusat jual cctv online berikut.

23.7.14

Ahmad Nekat Merampok Demi Persalinan Isteri

Ahmad 24 tahun nekat merampok minimarket demi persalinan isterinya.
Sebuah perampokan kembali terjadi di Jalan Raya Kembangan Jakarta. Target perampokan ini sendiri adalah sebuah mini market Indomaret.

Pelaku yang diketahui bernama Ahmad (24) nekat merampot minimarket Indomaret pada 8 Juli 2014. Aksi perampokan ini sendiri lolos sampai akhirnya salah satu pelakunya yang bernama Ahmad (24) tidak bisa mengelak ketika ditangkap oleh Mapolsek kembangan Rabu 23 Juli 2014.

Saat Ahmad ditahan di kepolisian, dirinya mengungkapkan bahwa hasil dari perampokan dibagi-bagi rata ke rekan-rekannya yaitu Bagja (24), Iwan (22) dan dirinya sendiri.

"Uang rampokan kami bagi rata," ungkap Ahmad dengan wajah tertunduk.

Ketika ditanya uang sebesar Rp 28 Juta dan 1 motor honda beat milik karyawan Indomaret dibuat apa, Ahmad mengaku bahwa uang rampokan digunakan dirinya untuk persalinan isteri karena Ahmad diketahui bekerja serabutan.

"Hasilnya untuk biaya persalinan istri, dan saya enggak punya pekerjaan tetap," ujar Ahmad dengan kondisi baju kotor dan rambut acak-acakan di Mapolsek Kembangan, Rabu (23/7/2014).


Untuk mempertanggungjawabkan atas perbuatannya menyatroni minimarket Indomaret, ketiga bandit tersebut dijerat dengan Pasal 365 KUHPidana, dengan ancaman hukuman diatas lima tahun penjara.

17.7.14

3 Wilayah Bekasi Jadi Target Kriminalitas Menjelang Lebaran

3 Wilayah Bekasi Jadi Target Kriminalitas Menjelang Lebaran

Bekasi dikenal dengan mobilitas mudiknya yang tinggi terutama H-10 menjelang lebaran. Karena sibuknya kegiatan pergi ke kampung halaman di berbagai terminal ataupun stasiun di Kabupaten Bekasi, membuat orang jahat tidak membuang banyak kesempatan. 

Untuk mengantisipasi adanya tindak kriminalitas di daerah Bekasi, Polresta Bekasi sudah memetakan tiga wilayah rawan terjadinya aksi kriminalitas menjelang lebaran. Dan tidak hanya itu, kepolisian setempat juga langsung menerjunkan timnya di tiga daerah rawan tersebut dengan cara meningkatkan kewaspadaan dengan berpatroli.

Adapun wilayah yang menjadi rawan terutama saat menjelang lebaran adalah Kecamatan Tambun, Kecamatan Cikarang Selatan dan Cikarang Barat. Menurut catatan kepolisian resort Bekasi, tindakan kriminalitas yang biasanya terjadi di ketiga wilayah tersebut adalah pencurian hingga aksi perampokan.


Kasat Reskrim Polresta Bekasi Kabupaten, Kompol Dedy Murti Haryudi, menyebutkan "Catatan Kepolisian mulai dari kasus kecil seperti pencurian hingga aksi perampokan," ungkap Kompol Dedy, Rabu (16/7).

Tiga Wilayah Target Pencurian Hingga Perampokan di Wilayah Bekasi

Tiga wilayah yaitu Kecamatan Tambun, Kecamatan Cikarang Selatan dan Cikarang Barat yang menjadi tempat rawan kriminalitas menjelang lebaran disebabkan karena ketiga wilayah ini menjadi titik pusat keramaian warga Bekasi dan juga merupakan wilayah padat pemukiman. Selain itu, tinggi mobilitas warga sehingga membuat pelaku kejahatan kerap menyambangi wilayah tersebut.

Walau kepolisian fokus berpatroli di tiga wilayah Kabupaten Bekasi tersebut, namun Kasat Reskrim Polresta Bekasi Kabupaten, Kompol Dedy Murti Haryudi mengatakan 20 kecamatan lain juga tetap di pantau oleh petugas kepolisian agar masyarakat merasa aman dan nyaman dalam beribadah.

"20 kecamatan lain juga kita pantau agar masyarakat nyaman dan aman," ujar Kompol Dedy.

Saat berita ini ditulis, kepolisian Kabupaten Bekasi masih memberikan status Aman dan kondusif bagi kabupaten industri tersebut. Walaupun masih dikatakan kondusif, polisi meminta masyarakat dan juga petugas kepolisian untuk tetap waspada pada orang-orang yang terlihat bertindak mencurigakan. Hal ini disebabkan, hingga kini Polres Kabupaten Bekasi masih menerima laporan aksi kejahatan walau jumlahnya tidak begitu besar.

"Laporan kasus kriminal kecil. Kami tetap waspada dan mengantisipasinya," ungkapnya.

Menutup wawancara dengan Kompol Dedy, Polres Bekasi akan terus meminta kewaspadaan dan kerjasama dengan masyarakat untuk menciptakan suasa aman, dan damai serta ikut mengantisipasi terjadinya aksi kriminalitas.

20.1.14

Seorang PNS Otaki Perampokan Uang Dispenda

SURABAYA, KOMPAS.com - Seorang Pegawai Negeri Sipil kantor UPTD Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Pemkot Surabaya ditangkap polisi karena mengotaki perampokan uang insentif pegawai.

Dia bekerjasama dengan komplotan perampok membawa kabur uang tunai lebih dari Rp 393 juta pada 30 Desember 2013 lalu. Dia adalah Agus Siswanto (43) pegawai golongan 2B UPTD Dispenda Wiyung, yang tercatat sebagai warga Jalan Ketabang Kali Surabaya.

Agus adalah pegawai di UPTD Dispenda Wonocolo Surabaya. Polisi juga menangkap Imam alias Rois (41) satu dari enam anggota komplotan. Sementara lima lainnya yakni MT, HS, LK, NS, dan SR masih dalam pengejaran.

"Modusnya, Agus memberitahu komplotan perampok bahwa hari itu ada pengambilan uang insentif seluruh pegawai UPTD Dispenda. Kantor UPTD Wonocolo menurut mereka dianggap tempat paling aman untuk dirampok," kata Kasatreskrim Polrestabes Surabaya, AKBP Farman, Senin (20/1/2014) saat dikonfirmasi.

PNS tersebut, kata Farman, juga lengkap memberitahu jenis mobil dan nomor polisi mobil yang akan dirampok kepada komplotan, sebelum akhirnya dieksekusi tepat di depan kantor UPTD Wonocolo, Jalan Jemursari Utara V/11 Surabaya.

"Dalam aksinya, pelaku berhasil membawa uang Rp 393 juta lebih, dari sekitar Rp 788 juta yang dibawa petugas UPTD," kata Farman.

Polisi memastikan, komplotan perampok tersebut adalah komplotan profesional yang kerap beroperasi di sejumlah wilayah di Jawa Timur dengan membawa senjata tajam maupun senjata api.

"Ini juga perhatian bagi masyarakat, agar meminta pengawalan polisi saat membawa uang tunai dalam jumlah banyak," tegas Farman.

12.12.13

Kasus Perampok PSK Kelas Atas

JAKARTA, KOMPAS.com - Persidangan kasus pencurian dengan kekerasan terhadap pekerja seks komersial (PSK) kelas atas yang dilakukan diwarnai perdebatan antara terdakwa Jimmy Muliku alias John Weku (33) dengan salah seorang korban, Anggita Sari.

Anggita Sari kerap memberi keterangan yang tidak diminta jaksa penuntut umum. Hal ini juga memancing komentar terdakwa, sehingga menimbulkan suasana riuh dengan perdebatan antara saksi dan terdakwa di ruang sidang.

Hal ini membuat Ketua Majelis Hakim Richard Silalahi menegur keduanya agar tenang. "Tolong jawab saja pertanyaannya karena waktu kita terbatas. Jangan berantem di sini juga," ujar Richard mengingatkan Anggita di Ruang Tirta, Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Rabu (11/12/2013).

Saat persidangan, Anggita juga meminta agar John Weku diminta melakukan sumpah pocong. "Dia disumpah juga donk, masa cuma gue. Kayak Farhat Abbas donk, sumpah pocong," ucap Anggita.

John Weku merupakan perampok dengan target wanita-wanita panggilan yang tarifnya Rp 15 juta per malam dan berusia rata-rata di bawah 30 tahun. John yang memulai aksinya sejak 2011 kerap mengaku sebagai pejabat kaya yang menginginkan teman kencan satu malam. Dia langsung menelepon induk semang para wanita malam tersebut.

Biasanya, John mengajak kencan di hotel berbintang. Di hotel tersebut, dia sudah menyiapkan perangkap berupa empat borgol, lakban, dan pisau. Ketika wanita panggilan yang sudah dipesannya datang, dia pun melakukan aksinya. Wanita tersebut diborgol di ranjang, kemudian John menguras uang, telepon genggam, dan perhiasan mereka. Begitu selalu modus yang dilakukannya.

Terdakwa dituntut Pasal 368 KUHP atau 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan dengan ancaman di atas lima tahun penjara.

14.11.13

Sebelum Beraksi, Perampok Sembunyi di Bawah Ranjang Korban

PEMATANGSIANTAR, KOMPAS.com - Tetty Nur Aisah (60), warga kompleks Perumahan Wahidin Permai, Jalan Wahidin, Gang Aman, Kelurahan Martoba, Pematangsiantar, Sumatera Utara, sekarat akibat ditikam seorang perampok di lantai II rumahnya, Rabu (13/11/2013) dini hari.

Warga maupun korban tidak mengetahui cara pelaku masuk ke dalam rumah, karena pintu depan sama sekali tidak rusak. Sementara, suami korban, Acin selamat karena saat kejadian sedang tidur di lantai III rumah mereka.

Informasi yang dihimpun Kompas.com menyebutkan, sebelumnya, korban dan suami terlibat cekcok mengakibatkan keduanya tidak tidur bersama. Tetty mulanya bermaksud buang air kecil. Karena kakinya sedang sakit, dia buang air kecil di atas tempat tidur dengan menggunakan alat penampung air seni alias pispot. Namun, mendadak Tetty mendengar suara ribut di bawah kolong tempat tidurnya. Dia pun mencoba menundukkan kepala bermaksud melihat ke bawah kolong tempat tidur. Ternyata pelaku sudah ada di sana.

Pelaku menyuruh nenek ini memberitahukan tempat penyimpanan uang sembari mengancam dengan sebilah pisau. Karena korban tidak mau memberitahu, pelaku langsung menikam bagian kening Tetty sebanyak dua kali. Tak hanya itu, pelaku juga menusuk dada korban.

Korban tak mau diam begitu saja. Dengan kondisi terluka dia nekat mendekati jendela kamar kemudian berteriak rampok. Pelaku kemudian kabur melalui jendela belakang lantai II yang kebetulan tidak terpasang jerajak. Pelaku melompat dari tembok belakang perumahan setinggi 10 meter kemudian kabur melalui sebuah gang kecil.

Acin, suami Tetty yang mendengar jeritan korban terbangun dan keluar dari dalam kamar di lantai III. Bersama beberapa warga yang turut mendengar jeritan korban, dia membawa istrinya ke Rumah Sakit Vita Insani, Jalan Merdeka Pematangsiantar.

Tak lama kemudian, Kepala Satuan Reskrim Polres Pematangsiantar, AKP Daniel Marunduri tiba di lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Daniel menyatakan, dari hasil olah TKP, pihaknya menemukan gagang pisau terletak di gang belakang rumah korban. Pintu masuk ke lantai II telah dicongkel. Bercak darah korban berceceran di dalam kamar lantai II dan salah satu lemari telah acak- acakan. Pelaku membawa kabur uang kontan sebesar Rp 700.000 dan dua unit telepon seluler.

“Kita masih kesulitan menginterogasi korban untuk mengetahui ciri-ciri pelaku. Tapi kita telah memerintahkan personel untuk melakukan pencarian pelaku,” katanya.

4.11.13

Perampok Jarah 2 Kg Emas di Pacitan, Polisi Tutup Perbatasan Daerah

TRENGGALEK, KOMPAS.com — Kepolisian menutup akses perbatasan Kabupaten Pacitan untuk menghadang para perampok yang membawa kabur dua kilogram emas dari toko perhiasan di Pasar Jetak, Tulakan, Pacitan, Jawa Timur, Minggu (3/11/2013).

"Kami kerahkan tiga peleton pasukan untuk melakukan patroli pemantauan," kata Kapolres Trenggalek AKBP Denny NS Nasution. Operasi serupa juga dilakukan jajaran Kepolisian Resor Ponorogo dan Wonogiri, dua wilayah lain yang berbatasan langsung dengan Pacitan.

Puluhan aparat intelijen juga disebar, dengan melibatkan pula regu telik sandi TNI Angkatan Darat. "Kami sudah meminta bantuan semua jajaran Polres, khususnya di tiga wilayah yang berbatasan langsung dengan Pacitan," terang Kasat Reskrim Polres Pacitan, AKP Sukimin.
   
Perampokan menimpa toko emas Candra Barokah di Desa Jetak, Minggu pagi, sekitar pukul 05.30 WIB. Pelaku diperkirakan berjumlah dua orang, mengendarai sepeda motor Suzuki Satria FU bernomor polisi AG 8544 YB yang diyakini palsu.

Dua kilogram emas dijarah dalam aneka rupa perhiasan yang semula dipajang di etalase. Sejumlah uang tunai pun digondol pula. Kedua pelaku membawa senjata api yang beberapa kali ditembakkan untuk menakuti pemilik toko dan warga.

Pemilik toko, Sugiono, sempat melakukan upaya perlawanan ketika tokonya dijarah. Dia melempar pelaku dengan batu. Lalu pelaku membalas dengan tembakan ke arah Sugiono. Warga yang saat itu ramai di sekitar lokasi perampokan karena hari itu adalah hari pasaran setempat tak berani mendekat.

Dari olah tempat kejadian perkara di lokasi kejadian, polisi mendapatkan delapan selongsong dan proyektil.

2.10.13

Kepala Istri Perampok Tertembak Saat Dikejar Polisi

MAKASSAR, KOMPAS.com - Dua perampok bermodus pecahkan kaca mobil yang kerap beraksi di Kota Makassar terekam kamera CCTV saat beraksi. Kedua pelaku pun teridentifikasi dan dikejar polisi. Saat aksi pengejaran, istri salah satu pelaku terkena tembakan polisi tepat di kepalanya.

Informasi yang dihimpun Kompas.com dari Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan menyebutkan, aksi perampokan yang dilakukan oleh kedua pelaku terjadi pada Senin (30/9/2013) di tempat berbeda, yakni di Jalan Andi Mappanyukki sekitar pukul 16.00 Wita dan di Jalan Perintis Kemerdekaan pukul 17.00 Wita. Hanya saja, kasus tersebut baru diketahui Selasa (1/10/2013) Wita.

Berdasarkan hasil rekaman CCTV di dua tempat kejadian perkara (TKP), kedua pelaku mengemudikan mobil Toyota New Avanza warna silver bernomor polisi DD 45 RY. Dari situ, polisi mengejar pelaku hingga ke Jalan Batua Raya.

Menurut informasi tersebut, anggota Resmob Polrestabes Makassar, Brigadir Satu (Briptu) Abdillah dan Briptu Arkam menghentikan laju mobil pelaku dengan memarkir motornya tepat di tengah jalan. Namun pelaku tidak mengindahkan perintah polisi. Bahkan pelaku menabrak Briptu Abdillah hingga terjatuh.

Dalam posisi terjatuh, Briptu Abdillah melapaskan tembakan peringatan ke udara sebanyak dua kali. Tetapi, pelaku masih saja tidak mengindahkannya. Akhirnya, Briptu Abdillah mengarahkan tembakan ke arah mobil pelaku yang berusaha kabur. Kejar-kejaran pun berlanjut, tetapi polisi kehilangan jejak pelaku di pertigaan Jalan Borong Raya- Jalan Toddopuli.

Belakangan diketahui, tembakan Briptu Abdillah ke arah mobil mengenai istri salah satu pelaku bernama Aisya (40) warga Kabupaten Gowa yang saat itu berada di dalam mobil. Diketahuinya Aisya terkena tembakan polisi, setelah yang bersangkutan diantar kedua pelaku ke RS Ibnu Sina.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sulselbar, Komisaris Besar (Kombes) Polisi Endi Sutendi yang dikonfirmasi, Selasa (1/10/2013) membenarkan, istri pelaku, Aisya terkena tembakan di kepalanya. Namun, Aisya masih mendapatkan perawatan tim medis di RS Pendidikan Unhas, Makassar.

"Awalnya, kedua pelaku membawa Aisya ke RS Ibnu Sina. Karena lukanya cukup parah, Aisya terpaksa dirujuk ke RS Pendidikan Unhas. Pelaku menyimpan istrinya di RS Ibnu Sina begitu saja, lalu kabur dan hingga kini masih dalam pencarian. Kita belum tahu juga, apakah Aisya ikut terlibat dalam dalam aksi kedua pelaku. Sebab, polisi masih melakukan pendalaman terkait kasus tersebut," jelasnya.

14.9.13

Enam Perampok ala Koboi Jarah Seisi Toko Emas di Medan

MEDAN, KOMPAS.com — Sebuah toko emas di pasar tradisional Brayan, Jalan Pertempuran, Kecamatan Medan Kota, Medan, dirampok, Jumat (13/9/2013) petang. Pelaku yang beraksi saat umat Islam melaksanakan shalat Jumat itu menggasak seluruh perhiasan emas yang ada di toko tersebut. Aksi perampokan berlangsung hanya tiga menit.

Informasi yang dihimpun di lokasi kejadian menyebutkan, para pelaku sempat meletuskan senjata apinya sehingga membuat beberapa pedagang dan pengunjung pasar panik. Kendati ada letusan senjata api, tetapi tidak memakan korban jiwa.

"Perampoknya enam orang, pakai pistol orang itu. Aku tengok empat orang pegang pistol, ada yang panjang," kata Boru Pardede, pedagang emas kaki lima yang melihat langsung kejadian.

Menurutnya, kawanan perampok datang dari arah Jalan Pertempuran menuju Jalan Cemara Medan. Setibanya di Fly Over Brayan, tepatnya di depan akademi pelayaran, empat pelaku yang menaiki dua unit sepeda motor bebek memarkirkan sepeda motornya di tepi jembatan. Tak lama kemudian, dua pelaku lain datang. Setelah itu mereka langsung menuju target.

Para pelaku menenteng pistol layaknya di film-film koboi, mendatangi toko emas Suranta yang letaknya diapit dua toko emas lain. "Siap menyeberang jalan, orang itu berpencar. Dua orang jalan melawan arah menuju bioskop kuda, tiga lagi menuju toko emas, satu orang lagi kayak mengawasi gitu," katanya lagi.

Pelaku lalu memberondong steling kaca tempat emas dipajang hingga pecah. Enam pegawai toko tak berkutik karena diancam tembak. Begitu juga dengan dua orang pembeli dan warga yang berada di sekitar lokasi.

Selesai menggasak seluruh perhiasan milik Edi Suranta Bukit itu, dengan tenang para pelaku meninggalkan toko menuju sepeda motor mereka, lalu tancap gas ke arah jalan tol H Anif. Polisi dari Mapolsekta Medan Barat dan Mapolresta Medan turun ke lokasi untuk melakukan penyelidikan. Keadaan toko terlihat berantakan dan beberapa toko emas maupun elektronik di sekitar lokasi memilih langsung menutup toko lebih cepat dari biasanya.

Hanya tiga menit

Hendrik Sembiring, pemilik toko emas Suwanta yang letaknya tepat di samping toko emas Suranta mengatakan, dirinya mendengar lebih dari lima kali suara tembakan. "Semua orang tiarap, aku langsung tutup toko. Lebih lima kali kudengar suara tembakan," katanya.

Sementara Maruli Peranginangin, kerabat korban mengatakan, dari hasil rekaman CCTV terlihat aksi para pelaku sangat terlatih. "Kami sudah putar CCTV, aku lihat waktunya hanya 3 menit 15 detik," kata Maruli yang tinggal di sebelah toko korban.

Dia memaparkan, berdasarkan hasil rekaman, diketahui pelaku berjumlah enam orang. Setelah mengenakan helm, empat orang masuk ke toko dan dua orang berjaga di luar. Keempat pelaku langsung mencabut senjata dari belakang pinggangnya kemudian menembaki etalase toko dan mengambil seluruh perhiasan yang dipajang. Para pegawai toko dan dua orang pembeli saat itu hanya bisa berjongkok dan menunduk ketika perampokan berlangsung.

"Aku tak tahu jumlah emas yang diambil, tetapi mereka membawa satu ransel, satu tas sandang dan dua tas yang ditenteng. Ransel itu kutengok besar kali," ucapnya.

Kapolresta Medan Kombes Nico Afinta Karokaro saat ditanya wartawan via telepon seluler menyatakan, masih menyelidiki kasus perampokan ini. Dia enggan berspekulasi apakah perampokan ini mirip dengan yang menimpa CIMB Niaga dan ada kaitannya dengan kelompok Fadli Sadama, napi Lapas Tanjung Gusta Medan yang saat ini buron.

"Untuk sementara kita olah TKP dan mengumpulkan saksi. Akan lakukan penyelidikan terlebih dahulu untuk mengungkap pelakunya," tegasnya melalui pesan singkat.

31.8.13

Tiga Perampok Berpistol Gasak Obat Kumur di Indomaret

MALANG, KOMPAS.com - Kawanan perampok bersenjata pistol menjarah sebuah Indomaret yang berlokasi di Jalan Raya Pakis, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (30/8/2013) dini hari. Akibat perampokan tersebut, Indomaret menderita kerugian sekitar Rp 15 juta.

Kepala toko Indomaret, Hasni (24) mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Jumat (30/8/2013) dini hari, sekitar pukul 03.47 WIB. Saat itu, di Indomaret hanya dijaga dua karyawan, yakni Muhammad Nurul Huda (24) dan Ahmad Yusron (21).

"Dua menit sebelum kejadian, ada tiga petugas keamanan Indomaret yang datang, yakni Pak Lucky, Barja dan Hartoyo," katanya.

Hasni melanjutkan, pelaku diketahui berjumlah tiga orang. Semuanya memakai pistol. Dua dari mereka memiliki ciri-ciri badan besar, dan satunya lagi bertubuh kecil. "Pelaku menggunakan sepeda motor Mio. Satu sepeda motor bernopol N 6035. Hurup belakangnya tidak kelihatan," katanya.

Aktivitas ketiga pelaku selama di dalam Indomaret, terekam CCTV. Mulai dari depan hingga di dalam toko. "Pertama yang ditodong karyawan yang ada di kasir. Lalu dibawa ke gudang untuk mengambil kunci brankas. Satu karyawan lagi juga ditodong pistol, ditaruh di gudang," kata Hasni ditemui di Indomaret tersebut, Jumat (30/8/2013).

Ketiga pelaku sempat menimbakkan pistolnya ke jam dinding yang ada di dalam Indomaret untuk menakut-nakuti dua karyawan. "Karena kunci brankas tidak diberikan," katanya.

Salah satu pelaku kemudian menggasak rokok 10 slop, satu buah telepon selular milik karyawan, satu parfum, obat kumur, dan uang senilai Rp 10,7 juta yang ada di brangkas.

"Jika diperkirakan, kerugiannya mencapai Rp 15 juta. Tak lama setelah kejadian, kami langsung lapor ke polsek Pakis. Dan polisi langsung melakukan olah TKP di sini," katanya.

"Ketiga perampoknya pakai helm, jaket dan masker. Kedua karyawan sempat ditendang, dipukul dengan pistolnya," beber Hasni lantas menyatakan tidak ada pembeli saat terjadi perampokan.

Hasni menambahkan, tiga pistol yang digunakan tiga pelaku sejenis air softgun, senjata untuk olahraga dengan tenaga pendorong angin. Namun senjata tersebut diisi dengan gotri sehingga mempunyai daya hancur mirip peluru asli.

Di tempat berbeda, Kasatreskrim Polres Malang AKP Dicky Hermansyah menegaskan, pihaknya masih melakukan penyelidikan. "Kami terus memburu pelaku. Semoga segera bisa ditangkap," katanya singkat.

30.8.13

Hasil Kerja di Taiwan Habis Digasak 5 Perampok Bercelurit

BANYUWANGI, KOMPAS.com - Nahas nasib Ahmad Suyono (35). Baru saja pulang dari Taiwan, rumahnya disatroni perampok.

Kamis (29/8/2013) sekitar pukul 01.15 dini hari, 5 orang menggunakan jaket hitam masuk ke rumah Ahmad Suyono dengan membawa celurit dan senjata api revolver. Setelah melumpuhkan penghuninya, para pelaku menggasak dua motor, perhiasan emas 100 gram, laptop, dan 5 telepon selular.

Saat di hubungi Kompas.com, Kamis (29/08/2013), Kapolres Banyuwangi AKBP Nanang Masbudi mengatakan, pihak kepolisian sudah mengetahui ciri-ciri perampok. "Tig orang berbadan gemuk, muka bulat dan saat berbicara dengan logat Madura," ujarnya.

Nanang juga menjelaskan, korban sempat diikat dan terluka di bagian keningnya karena melawan.

"Saat melakukan pengejaran, sekitar jam 5 pagi, kami berhasil menemukan satu motor yang dicuri di sekitar Yos Cafe, Kecamatan Gambiran, Banyuwangi. Diduga pelaku kabur ke arah Jember," katanya.

Akibat perampokan tersebut, korban ditaksir mengalami kerugian puluhan juta rupiah hasil kerjanya selama beberapa tahun di Taiwan.

22.8.13

Diduga Korban Perampokan, Janda 75 Tahun Tewas Bersimbah Darah di Rumah

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Seorang nenek berusia 75 tahun, Sri Umiyati Sunaryo, ditemukan tewas bersimbah darah. Diduga perempuan yang tinggal sendirian di Dusun Kepatihan, Tamanmartani, Kalasan, Sleman ini menjadi korban perampokan.

Kejadian ini pertama kali diketahui oleh adik ipar korban, Sutari (76) Rabu (21/08/2013) sekitar pukul 19.30 WIB. Sutari menuturkan sejak pagi istrinya Mujiharti beberapa kali menghubungi korban namun hingga sore tidak ada respons dari korban.

"Sejak pagi dihubungi tidak bisa, lalu istri saya minta saya untuk kesini (rumah Sri Umiyati) karena dia tinggal sendiri dan takut ada apa-apa, saat sampai rumah dalam keadaan gelap," ujar Sutari saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu (21/08/2013) malam.

Setelah mengetuk pintu tidak ada jawaban, Sutari memutuskan mengecek ke belakang. Sesampainya di samping rumah ia melihat pintu samping terbuka. Begitu masuk ke dalam rumah ia lantas menghidupkan lampu dan melihat kamar korban sudah dalam kondisi acak-acakan. "Saya cek seluruh ruangan, sambil memanggil tapi tidak jawaban," katanya.

Begitu mengecek ruang tamu, Sutari mendapatkan kakak iparnya dalam posisi telungkup dan berlumuran darah. Ia lantas berlari keluar dan langsung melaporkan ke warga sekitar dan dilanjutkan ke polisi. "Lemari dan laci sudah acak-acakan, tapi belum tahu apa saja yang hilang," ujar dia.

Polisi yang menerima laporan telah terjadi tindak perampokan disertai pembunuhan lantas datang ke lokasi. Proses olah TKP baru selesai sekitar pukul 22.45 WIB. Sementara itu Kapolres Sleman AKBP Hery Sutrisman menyatakan kepolisian masih mendalami kasus ini termasuk memastikan apa saja harta benda milik korban yang dibawa pelaku.

Dari hasil pemeriksaan awal, kata Hery, korban mengalami luka pada bagian punggung, ketiak, dan kepala. "Sepertinya menggunakan senjata tajam, kita tunggu saja hasilnya dari tim forensik," ujar dia. Jenazah korban dibawa ke RS Dr Sardjito untuk dilakukan Visum.

2.8.13

Istri Bos Minyak Duel dengan Perampok

KARIMUN, KOMPAS.com - Sepekan menjelang Idul Fitri 1434 Hijriah, nasib nahas menimpa Komar (38), warga RT 6 RW 9, atau persisnya di bawah Puskesmas Bukit Tembak, Kelurahan Sungai Pasir, Kecamatan Meral. Pengusaha minyak itu menjadi korban perampokan di kediamannya nomor 9, Rabu (31/7/2013) sore sekitar pukul 15.00 WIB.

Perampok yang diperkirakan berjumlah dua orang dengan bersenjatakan pisau langsung masuk ke rumah dan menyandera Fransiska (35), sang istri. Sejumlah perhiasan emas seperti dua buah kalung, dua buah gelang serta sejumlah uang tunai dibawa kabur kedua pelaku.

Kedua pelaku, menurut saksi mata, kabur menggunakan sepeda motor matik jenis Honda Beat ke arah Kelurahan Sungai Raya.

"Belum tahu apa-apa saja yang dapat sama perampok. Istri saya masih di dalam (Mapolsek Meral) memberikan keterangan. Saya sendiri tak di rumah saat kejadian. Yang jelas perhiasan emas itu dua buah kalung dan dua buah gelang, kalau uang saya belum dapat kabar lagi," ujar Komar kepada Tribun Batam (Tribunnews.com Network) di luar Mapolsek Meral sambil menunggu istrinya memberikan keterangan ke polisi sekitar pukul 17.30 WIB.

Komar menjelaskan, istrinya sempat memberikan perlawanan kepada kedua perampok. Namun karena kalah jumlah, istrinya pun akhirnya tak berdaya, hingga sejumlah perhiasan emas dan uang tunai dibawa kabur oleh pelaku.

Tidak hanya itu, Komar juga mengaku istrinya mengalami luka pada dua jari tangan kirinya, jempol dan jari tengah serta luka gores di bagian punggung.

"Tapi sudah diobati, tadi dibawa ke RSUD," tutur pria berkacamata itu.

Komar mengaku sebelum peristiwa nahas itu terjadi, beberapa waktu lalu ada orang yang menggedor-gedor pintu rumahnya pada malam hari tapi saat dibuka, orangnya tak ada. Saat itu, sempat terpikirkan olehnya untuk segera memasang teralis besi dan kamera CCTV di rumahnya itu.

"Saya sudah pesan teralis dan kamera CCTV tapi sampai sekarang belum dipasang-pasang juga," kata Komar menyayangkan.

Sementara itu, Fransiska kepada petugas yang mencatat keterangannya mengaku, pelaku tiba-tiba saja masuk ke rumah. Saat itu di dalam rumah hanya ada ia dan seorang anaknya yang masih kecil.

Anaknya itu sempat berteriak histeris saat kedua pelaku menyeret Fransiska ke dalam kamar untuk menunjukkan tempat penyimpanan harta bendanya.

"Saya sempat melawan pak, ini kena tangan saya. Pelakunya satu tinggi dan satunya lagi pendek. Yang tinggi itu yang nyeret saya dengan menjambak rambut saya suruh masuk ke kamar. Tampaknya mereka sudah tahu kalau di dalam kamar ada uang," kata Fransiska.

Kapolsek Meral AKP Bangun Tua Nasution yang ditemui di lokasi kejadian mengaku belum bisa berkomentar banyak terkait kasus perampokan tersebut lantaran pihaknya belum mengambil keterangan korban dan saksi-saksi. Pasalnya korban masih dalam keadaan syok.

"Belum tahu apa-apa saja yang hilang, korban belum diambil keterangan karena masih dalam keadaan syok," kata Nasution.

Peristiwa itu sempat menarik perhatian warga sekitar dengan mendatangi lokasi kejadian seraya mereka-reka jalannya kasus perampokan itu.

27.7.13

Jebol Dinding, Pencuri Gasak Puluhan Komputer

BALIKPAPAN, KOMPAS.com — Pencuri beraksi di sebuah toko komputer di Jalan Jenderal Sudirman, Kelurahan Damai, Balikpapan, Kalimantan Timur, Jumat (26/7/2013).

Toko Milinia Komputer yang juga dealer salah satu merek komputer ini kehilangan sedikitnya 38 unit, terdiri dari laptop dan komputer tablet. Kerugian diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.

"Lebih dari 30 unit. Yang terhitung baru sekitar 38 unit. Masih dilihat lagi apa saja unitnya. Baru yang dilaporkan ke polisi saja," kata pemilik toko yang hanya bersedia menyebut dirinya sebagai Koh Afu.

Toko ini berlokasi di sebuah jalan utama di Balikpapan, di kawasan niaga Balikpapan Permai (BP). Kawasan ini terbilang ramai lantaran terdiri dari blok-blok ruko dan dekat terminal angkutan kota. Milinia Komputer, salah satu toko dari bangunan ruko berlantai empat, berada di seberang kawasan BP ini.

Jumat pagi, ketika toko buka, karyawan toko mendapati dinding bagian belakang bangunan ruko telah berlubang.

Seorang teknisi toko bernama Amir mengatakan, berdasar gambar rekaman CCTV, aksi pencurian tercatat terjadi sekitar pukul 22.00-23.00 Wita. Aksi sang pencuri tak berlangsung lama, sekitar 15 menit.

"Catatan di CCTV adalah sekitar pukul 10.00 sampai 11.00 malam. Pada jam itu di samping toko kami sedang berlangsung pengecoran dengan alat berat. Tentu suara ribut dan berisik. Diperkirakan, saat itulah pencuri ini beraksi. Kan suaranya bisa saja tidak terdengar karena suara mesin ready mix. Sedangkan dari CCTV kita melihat ada orang seperti pemulung keluar masuk di dalam toko," kata Amir.

Menurut Amir, pencurian ini merupakan yang kedua dialami Milinia Komputer.

Pihak toko kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi pada sore hari. Afu sendiri yang memberi keterangan sejumlah barang yang hilang dari toko. Mendapat laporan tersebut, polisi segera olah tempat kejadian perkara.

"Sementara baru informasi dari orang-orang sekitar dan gambar di CCTV. Sayangnya hanya tampak perawakan pelaku. Tapi kita terus mengembangkan untuk mencari tersangka," kata Kepala Unit Jatanras Poltabes Balikpapan Ipda Sapto.

25.7.13

Perampok `Berhati Lembut` Tangerang Susui Bayi Korban Mendunia

Liputan6.com, Tangerang : Apa yang dilakukan Kojek Mista dan komplotannya kejam lagi sadis, merampok para korbannya yang tak berdaya. Namun pria 30 tahun itu, yang sangar dengan tubuh penuh tato, masih punya secuil rasa kemanusiaan, menghentikan aksi kejahatannya untuk membuatkan susu formula dan menidurkan bayi korbannya.

Hal tersebut dilakukannya saat menggasak harta sebuah rumah di Perumahan BSD Park Land Provance Lengkong Gudang, Serpong, Tangerang Selatan, Sabtu 22 Juni 2013 lalu.

Kabar tentang perampok 'berhati lembut' itu pun mendunia. Mewarnai pemberitaan sejumlah media internasional. Salah satunya Daily Mail, yang memuat artikel berjudul, "Armed robber who broke into Indonesian house interrupts crime to feed and cradle crying baby while mother is tied up".

Seperti dikabarkan media populer asal Inggris itu, Kojak yang mendengar tangisan bayi korbannya, menanyakan pada sang ibu, yang dalam kondisi terikat, bagaimana untuk menghentikan tangis bayinya itu. Jawab si ibu, bayi laki-laki itu akan diam jika diberi susu.

Lantas, masih dengan panduan sang ibu, ia mencampur 2 sendok susu formula dengan air, meminumkannya, lalu menimang bayi 4 bulan itu hingga tertidur.

"Saya punya anak, jadi tahu bagaimana menimang bayi," kata Kojek ," seperti dimuat Daily Mail, pada Rabu 24 Juli 2013.

Kojek mengaku, ia masuk ke rumah korbannya pukul 03.00 WIB dengan cara memanjat tembok. Pembantu yang terbangun diikat dengan tali. Mulut ditutup dengan lakban.

Nyonya pemilik rumah pun menjerit ketika terbangun dan melihat para penjahat di kamarnya. Dia terdiam ketika salah satu dari perampok mengarahkan pistol ke arahnya.

Sementara, Pejabat Kepolisian Jakarta, Herry Heryawan mengatakan, Kojek Mista tak bisa mengabaikan naluri kebapakannya dan menghentikan aksi kriminalnya, yang dilakukan bersama 4 komplotannya -- membobol dan merampok rumah bersenjatakan pistol, pedang, pisau, dan linggis -- untuk merawat bayi yang menangis.

Setelah bayi korbannya tertidur, Kojek dan komplotannya menggasak barang-barang berharga di rumah tersebut, di antaranya laptop, sejumlah ponsel pintar, uang tunai, perhiasan, dan sejumlah barang lainnya.

Para penjahat ditangkap di sebuah rumah di Jakarta. Polisi dua sepeda motor, golok, linggis, dan sejumlah barang-barang lainnya.

Meski berhati lembut pada bayi korbannya, apa yang dilakukan Kojek dan komplotannya tetap harus diganjar hukuman. Mereka kini terancam 10 tahun bui.

Berita apa yang dilakukan Kojek juga dimuat situs China Radio International (CRI) edisi Bahasa Indonesia dalam artikel, "Perampok Susui Bayi Korban Karena Kasihan".

25.6.13

Rekaman CCTV Perampokan di Minimarket Semarang

Liputan6.com, Semarang : Polsek Gajah Mungkur Semarang meringkus 3 perampok yang kerap beraksi di jalanan dan minimarket. Salah satu tersangka ditembak kakinya karena berusaha kabur saat hendak ditangkap.

Dalam tayangan Liputan 6 Pagi SCTV, Selasa (25/6/2013), terlihat rekaman kamera pemantau yang menunjukkan ada 3 tersangka sedang merampok di minimarket Jalan Sriwijaya, Kota Semarang, Jawa Tengah. 2 Tesangka menodong di meja kasir dan menggasak rokok, makanan, minuman dan uang yang ada dilaci kasir.

Berkat rekaman ini pula, polisi dengan mudah meringkus ketiga tersangka. Mereka adalah Priyo Riyan dan Pandu Utomo, warga Jalan Rogojembangan Timur, Semarang Selatan.

Polisi mudah menangkap karena salah satu saksi mengenali wajah salah satu tersangka yang tempat kosnya hanya berjarak 50 meter dari minimarket yang dirampok.

Selain membekuk ketiga tersangka, polisi juga menyita makanan, minuman, uang, motor dan pisau sebagai barang bukti.

10.6.13

Motor Raib, Siswa SMP Ditemukan Tewas Terbenam di Sawah

Seorang siswa sekolah menengah pertama di Pekalongan Jawa Tengah ditemukan tewas mengenaskan pagi tadi. Dengan bagian kepala dan sebagian badannya terbenam di lumpur sawah.

"Saat ditemukan warga, jenazah Rizki Maulana Hidayat, siswa kelas 1 SMP Negeri 6 Pekalongan itu dalam posisi telungkup dan bagian kepalanya terbenam ke dalam lumpur sawah," kata saksi bernama karim.

Areal persawahan Desa coprayan Kecamatan Buaran pun mendadak ramai dipenuhi warga. Mereka penasaran ingin menyaksikan lokasi ditemukannya mayat seorang remaja, yang dibenamkan di lumpur sawah.

Informasi yang dihimpun Liputan 6 SCTV, Kamis (6/6/2013), polisi belum memberikan keterangan resmi terkait kasus tersebut. Namun diduga kuat korban merupakan korban perampasan dan pembunuhan.

Sementara menurut petugas medis yang memeriksa jenazah korban, ditemukan 1 luka tusuk di perut dan beberapa luka sayatan di leher. Selain itu dari mulut, hidung dan telinga korban juga dipenuhi dengan lumpur. Kondisi itu membuat para penjenguknya sedih dan miris.

"Beberapa guru dan wali kelas korban yang mendatangi kamar jenazah, tak kuat menahan haru melihat kondisi korban," ujar wali kelas korban, Tri Yulianti.

Hingga kini, polisi belum memberikan keterangan resmi terkait kasus pembunuhan tersebut. Petugas hanya mengamankan sejumlah barang bukti milik korban berupa pakaian sekolah, tas beserta alat tulis dan handphone. Sedangkan sepeda motor milik korban raib.