BIREUEN, KOMPAS.com - Berlagak aparat, pelaku yang masih buron tersebut tega mendorong gadis asal Aceh Besar ini hingga jatuh ke jalan raya. Tak hanya menderita luka sobek di kepala, korban juga kehilangan tas serta ponsel karena dirampas pelaku, Jumat (23/8) dini hari itu.
Informasi dihimpun Kompas.com, gadis tersebut bernamaCut Sari Sabila (20) asal Kabupaten Aceh Besar. Ia mengaku awalnya menumpangi angkutan umum dari Banda Aceh menuju Kota Lhokseumawe. Khawatir kemalaman, ia turun di Kota Bireuen, Kamis (22/8/2013) sekitar pukul 22.00 WIB. “Saya turun bermaksud menginap di rumah seorang kenalan,” katanya.
Namun, kondisi malam dan tidak mengetahui wilayah Kota Bireuen membuatnya tersesat hingga masuk ke lorong belakang Murni Square tembus hingga Jalan Andalas. Karena letih, korban memutuskan duduk di belakang salah satu ruko.
Sejumlah ABG yang mangkal tak jauh dari lokasi korban duduk mengamati Cut Sari dengan penuh penasaran. Setelah diketahui tersesat, para remaja ini kemudian menolong Cut Sari mencarikan alamat temannya di Bireuen.
“Saya sendiri memboncengnya diikuti banyak teman lain dengan kenderaan roda dua di belakang,” ujar Safriadi, salah seorang remaja itu.
Persis di jalan negara Banda Aceh-Medan, kawasan Desa Geulanggang Teungah, tiba-tiba motor Safriadi dan teman-temannya dihadang satu sepeda motor tanpa plat nomor. Pengendaranya berlagak aparat. Setelah turun, pria itu tiba-tiba menyambar tas korban dan membentak Cut Sari serta meminta gadis ini memperlihatkan identitas.
“Awalnya kami membela korban, tapi tiba-tiba pelaku membuka sadel sepeda motor dan mengambil pistol dari bagasi lalu diarahkan ke kening saya,” ujar Safriadi. Karena takut, dia pun terpaksa membiarkan Cut Sari dibawa pelaku ke arah barat Kota Bireuen.
Safriadi dan kawan-kawannya terus membuntuti kemana korban dibawa. Rupanya, pelaku mengetahui dirinya dibuntuti. Dengan kasar, pelaku membuang Cut Sari dengan mendorong tubuh korban hingga terpental ke jalan. Setelah itu, pelaku melarikan diri bersama tas dan ponsel milik korban. Korban saat ini dirawat intensif di IGD RSUD dr Fauziah dan kejadian ini sudah ditangani aparat Polsek Kota Juang.
Showing posts with label Perampasan. Show all posts
Showing posts with label Perampasan. Show all posts
24.8.13
4.4.13
Enam Perampok Rampas Truk Baru
JAKARTA, KOMPAS.com - Sebuah truk milik PT Pasir Alam Persada, yang baru dioperasikan perusahaan jasa angkutan sekitar setahun, dirampas enam perampok yang berkendaraan Toyota Avanza warna merah di Jalan Daan Mogot, Cengkareng Timur, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (2/4/2014) lalu. Harga truk warna hijau tersebut Rp 950 juta.
Parmin (34) dan Iding (40), sopir dan kernet truk tersebut, melaporkan perampokan yang menimpanya ke Polsek Cengkareng, pada Selasa malam sekitar pukul 22.00. Perampokan atas truk yang dikendarainya terjadi pada hari yang sama, namun sekitar pukul 03.00.
Keduanya, yang menderita luka memar-memar, baru melapor malam hari, sebab komplotan rampok tersebut membawa, menyekap, dan membuang keduanya di kawasan Serang, Banten.
Kepada polisi, korban menuturkan, keduanya adalah karyawan PT Pasir Alam Persada di Jakarta. Dengan truk perusahaan bernomor polisi B 9678 PYU, keduanya akan balik ke Tanjung Priok, Jakarta Utara. Muatan truk kosong. Sebab, muatan truk berupa pasir sudah diantar ke PT Homcim di Balaraja, Tangerang.
Parmin membawa truknya untuk balik ke Jakarta berencana akan melalui tol. Tetapi, dia keluar dari tol pintu Puri Kembangan, sehingga dia melintas Jalan Daan Mogot, bukan tol.
Sampai di jalan depan Kantor Samsat Jakarta Barat KM 12.5, truk mereka diberhentikan dua orang yang turun dari Toyota Kijang warna merah. Orang itu menanyakan tujuan Parmin, SIM, dan surat-surat truknya.
Mengira mereka aparat, Parmin memberikannya. Orang itu lalu menyuruh Parmin dan Iding untuk menemui atasan orang itu di dalam mobil Avanza yang parkir di depan truknya. Korban menuruti. Sampai di mobil itu, pintunya dibuka. Lalu korban ditarik masuk. Di dalam mobil keduanya dipukuli. Disuruh merunduk. Lalu mobil bergerak.
Kedua korban kemudian dibuang para pelaku di kawasan Serang menjelang pagi. Pelaku kabur dan korban tidak tahu nasib truknya.
Parmin (34) dan Iding (40), sopir dan kernet truk tersebut, melaporkan perampokan yang menimpanya ke Polsek Cengkareng, pada Selasa malam sekitar pukul 22.00. Perampokan atas truk yang dikendarainya terjadi pada hari yang sama, namun sekitar pukul 03.00.
Keduanya, yang menderita luka memar-memar, baru melapor malam hari, sebab komplotan rampok tersebut membawa, menyekap, dan membuang keduanya di kawasan Serang, Banten.
Kepada polisi, korban menuturkan, keduanya adalah karyawan PT Pasir Alam Persada di Jakarta. Dengan truk perusahaan bernomor polisi B 9678 PYU, keduanya akan balik ke Tanjung Priok, Jakarta Utara. Muatan truk kosong. Sebab, muatan truk berupa pasir sudah diantar ke PT Homcim di Balaraja, Tangerang.
Parmin membawa truknya untuk balik ke Jakarta berencana akan melalui tol. Tetapi, dia keluar dari tol pintu Puri Kembangan, sehingga dia melintas Jalan Daan Mogot, bukan tol.
Sampai di jalan depan Kantor Samsat Jakarta Barat KM 12.5, truk mereka diberhentikan dua orang yang turun dari Toyota Kijang warna merah. Orang itu menanyakan tujuan Parmin, SIM, dan surat-surat truknya.
Mengira mereka aparat, Parmin memberikannya. Orang itu lalu menyuruh Parmin dan Iding untuk menemui atasan orang itu di dalam mobil Avanza yang parkir di depan truknya. Korban menuruti. Sampai di mobil itu, pintunya dibuka. Lalu korban ditarik masuk. Di dalam mobil keduanya dipukuli. Disuruh merunduk. Lalu mobil bergerak.
Kedua korban kemudian dibuang para pelaku di kawasan Serang menjelang pagi. Pelaku kabur dan korban tidak tahu nasib truknya.
21.12.12
Ditodong Golok, Motor Pelajar Dibawa Kabur Rampok
JAKARTA, KOMPAS.com - Seorang pelajar berinisial CA (18), Jumat (21/12/2012) sekitar pukul 01.45 WIB, menjadi korban perampokan. Sepeda motor Yamaha V-Ixion miliknya dirampas empat orang kawanan perampok saat CA mengendarai motornya melintas di Jalan Warung Buncit Raya.
Saat itu, CA melintas di Jalan Warung Buncit Raya, dekat Pejaten Village Mall, Kelurahan Jati Padang, Jakarta Selatan. Kawanan perampok berjumlah empat orang. Mereka berboncengan menggunakan dua sepeda motor. Para begundal itu melakukan aksinya dengan cara memepet sepeda motor CA. Sambil memepet, mereka juga mengancam agar korban menyerahkan motornya.
"Mereka langsung mengancam pakai golok, supaya korban menyerahkan motornya," kata Kepala Polisi Sektor Metro Pasar Minggu, Komisaris Adri Desas Furiyanto, Jumat (21/12/2012) pagi.
Menurut Adri, karena korban merasa terancam keselamatannya, akhirnya korban terpaksa menyerahkan motor miliknya kepada para pelaku. Setelah berhasil melakukan aksinya, para pelaku pun langsung kabur dengan membawa motor korban. Tak jauh dari tempat kejadian korban kemudian melaporkan peristiwa perampokan tersebut kepada anggota polisi satuan lalu lintas.
"Korban ketakutan langsung menyerahkan motornya kepada para tersangka. Korban dalam keadaan sehat (tidak terluka)," ujar Adri.
Atas laporan korban ke Mapolsektro Pasar Minggu, Kapolsektro mengatakan tim buser Polsektro Pasar Minggu kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
"Langkah-langkah yang diambil, tim buser langsung melakukan olah TKP, dan mengumpulkan alat bukti. Tim melakukan penyisiran di sekitar TKP dan arah kaburnya tersangka, tetapi hasilnya nihil," kata Kapolsektro.
Pelaku yang berhasil kabur saat ini masih diburu. Polisi pun meminta keterangan saksi-saksi terkait aksi perampokan dengan sejata tajam itu. Sementara kasus tersebut kemudian ditangani oleh Polsektro Pasar Minggu.
Saat itu, CA melintas di Jalan Warung Buncit Raya, dekat Pejaten Village Mall, Kelurahan Jati Padang, Jakarta Selatan. Kawanan perampok berjumlah empat orang. Mereka berboncengan menggunakan dua sepeda motor. Para begundal itu melakukan aksinya dengan cara memepet sepeda motor CA. Sambil memepet, mereka juga mengancam agar korban menyerahkan motornya.
"Mereka langsung mengancam pakai golok, supaya korban menyerahkan motornya," kata Kepala Polisi Sektor Metro Pasar Minggu, Komisaris Adri Desas Furiyanto, Jumat (21/12/2012) pagi.
Menurut Adri, karena korban merasa terancam keselamatannya, akhirnya korban terpaksa menyerahkan motor miliknya kepada para pelaku. Setelah berhasil melakukan aksinya, para pelaku pun langsung kabur dengan membawa motor korban. Tak jauh dari tempat kejadian korban kemudian melaporkan peristiwa perampokan tersebut kepada anggota polisi satuan lalu lintas.
"Korban ketakutan langsung menyerahkan motornya kepada para tersangka. Korban dalam keadaan sehat (tidak terluka)," ujar Adri.
Atas laporan korban ke Mapolsektro Pasar Minggu, Kapolsektro mengatakan tim buser Polsektro Pasar Minggu kemudian melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
"Langkah-langkah yang diambil, tim buser langsung melakukan olah TKP, dan mengumpulkan alat bukti. Tim melakukan penyisiran di sekitar TKP dan arah kaburnya tersangka, tetapi hasilnya nihil," kata Kapolsektro.
Pelaku yang berhasil kabur saat ini masih diburu. Polisi pun meminta keterangan saksi-saksi terkait aksi perampokan dengan sejata tajam itu. Sementara kasus tersebut kemudian ditangani oleh Polsektro Pasar Minggu.
3.9.12
Perampas Sepeda Motor di Jakarta Kian Brutal dan Nekat
JAKARTA, KOMPAS.com -- Komplotan penjahat yang mengincar sepeda motor makin marak di Jakarta dan sekitarnya. Aksi mereka tidak hanya dengan mencuri, tetapi juga dengan merampas di jalan raya.
Menghadapi aksi perampok yang makin brutal, jajaran Polda Metro Jaya pun tak segan menembak pelakunya. Kasus terbaru perampasan sepeda motor terjadi hari Jumat (31/8) di Jakarta Selatan. Para pelaku menggunakan senjata tajam dan tak segan melukai korban.
Bahri (32), warga Jalan Kali Baru Timur, Cilincing, Jakarta Utara, yang tengah berada di Jalan Deplu Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Jumat pukul 02.15, tiba-tiba dipepet empat orang bersepeda motor. Keempat laki-laki itu berusaha merampas sepeda motor Bahri, Honda Vario B 6765 UWT warna hitam.
”Korban sempat melawan sehingga terjadi tarik-menarik. Salah satu pelaku mengayunkan golok ke arah tangan korban, tetapi hanya mengenai setang sepeda motor. Saat tarik-menarik terjadi, anggota patroli kami memergokinya. Petugas langsung melepaskan tembakan peringatan dan berupaya menangkap pelaku,” kata Kepala Unit Reserse Kriminal Polsek Pesanggrahan Ajun Komisaris Nurdin.
Namun, pelaku justru tancap gas dengan membawa sepeda motor korban. ”Kami mengejar mereka sepanjang Jalan Deplu Raya, kemudian berbelok ke Ciputat Raya. Saat di dekat FedEx, Pondok Pinang, petugas kami mengarahkan tembakan ke pelaku. Salah satu pelaku, yang membawa lari sepeda motor korban, terluka di sekitar perut dan paha,” katanya.
Belum tertangkap
Namun,
luka tembak tidak membuat pelaku berhenti. Mereka terus menambah
kecepatan sepeda motor dan melaju di sepanjang Jalan TB Simatupang, lalu
berbelok di Jalan Fatmawati Raya, Cilandak.Tidak jauh dari pom bensin di Jalan Fatmawati, sepeda motor korban ditinggalkan oleh pelaku. Sementara pelaku yang terluka kembali membonceng temannya dan mereka terus melarikan diri.
Hingga Jumat malam, polisi masih mengejar para pelaku. Polisi juga menyusuri beberapa rumah sakit dan tempat pengobatan yang diduga menjadi tempat tujuan berobat pelaku di sekitar Cilandak, Kebayoran Baru, dan Pesanggrahan.
Menurut Ajun Komisaris Nurdin, pelaku yang tertembak memakai celana pendek dan jaket, berperawakan sedang, tinggi lebih kurang 165 sentimeter, dan memakai sepeda motor Suzuki Satria. ”Keempat pelaku mengenakan helm warna putih,” katanya.
Polisi menyita sepeda motor Bahri, yang bersimbah darah di bagian jok dan mesin, serta golok milik pelaku sebagai barang bukti.
Nurdin
mengatakan, di kawasan Jalan Deplu Raya setidaknya telah terjadi dua
kali perampasan sepeda motor dalam 2-3 bulan terakhir. Berkaitan dengan
kejadian itu, sesuai instruksi Kepala Polda Metro Jaya, Kepala Polres
Jakarta Selatan, dan Kepala Polsek Pesanggrahan, setiap kepolisian
sektor diminta meningkatkan patroli malam hari di beberapa tempat di
wilayah rawan.Jalan Deplu Raya, Ciputat Raya, dan TB Simatupang termasuk daerah rawan kejahatan. Ketiga kawasan itu didominasi bangunan tempat usaha yang ramai di siang hari, tetapi senyap pada malam hari.
Berdasarkan data Humas Polda Metro Jaya, sepanjang Januari-Juli 2012 ada 2.648 kasus pencurian sepeda motor di Jakarta dan sekitarnya. Dari sekian banyak kasus itu, baru 790 kasus yang terungkap pelakunya.
Data kasus pencurian kekerasan secara umum periode Januari-Juli 2012 terdapat 345 kasus, yang terungkap pelakunya 222 kasus. Sementara data secara spesifik soal perampasan sepeda motor belum tersedia.
Cikarang
Sehari
sebelumnya, Kamis pukul 23.30, juga terjadi perampokan terhadap
pengendara sepeda motor bernama Novita Anggraini (29) di Jalan Puri
Insani Raya, Hegarmukti, Cikarang Pusat, Bekasi, Jawa Barat.”Pelakunya empat orang yang diyakini lelaki, bersenjata badik, dan berboncengan naik dua sepeda motor,” kata Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Kabupaten Bekasi Komisaris Dedy Murti Haryadi.
Dalam perampokan itu, korban terluka di pipi kanan akibat melawan sehingga terkena sabetan badik. Sepeda motor Honda milik korban berpelat nomor AA 5729 WV dirampas dan dibawa kabur pelaku.
Berdasarkan laporan Novita, perampokan terjadi saat korban hendak pulang seusai bekerja. Di Jalan Puri Insani Raya, korban dipepet dua sepeda motor. Korban terpaksa berhenti. Salah satu pelaku turun dari sepeda motor serta mendatangi dan menodongkan badik ke perut perempuan itu.
27.8.12
Polisi Ringkus Pelaku Perampasan Mobil di Kemang
Liputan6.com, Jakarta: Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkap pelaku perampasan mobil di wilayah Kemang, Jakarta Selatan, Sabtu kemarin. Motif perampasan lantaran korban terlibat utang dengan pelaku.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Rikwanto menjelaskan, pelaku bernama Samuel mencuri mobil Toyota Fortuner warna hitam bernopol B 1635QH milik Mahendra D di kawasan Mc'Donalds Kemang. Di dalam mobil itu juga terdapat uang tunai sebesar Rp 15 juta dan beberapa dokumen berharga.
"Ketika korban hendak meninggalkan lokasi dan menyalakan mobil, tiba-tiba datang dua orang menodongkan senjata api diduga jenis FN. Kemudian para pelaku melarikan diri dengan membawa kendaraan korban," kata Rikwanto di Jakarta, Ahad (26/8).
Dia menambahkan, atas laporan korban, pelaku bersama dua temannya berhasil ditangkap pagi tadi di kawasan Plaza Senayan. Namun, dari hasil pemeriksaan, dua teman pelaku atas nama Dimas dan Ivan tak terbukti terlibat perampasan.
Lebih jauh, lanjut Rikwanto, berdasarkan keterangan dari pelaku Samuel, korban terlibat utang sebesar Rp 350 juta dengannya, dan belum dibayarkan. Pelaku diduga merampas mobil korban untuk dijadikan sebagai jaminan utang.
"Dari pemeriksaan terhadap tersangka Samuel, pemilik mobil terlibat utang Rp 350 juta. Antara korban dan pelaku saling kenal," jelasnya.
source
5.7.12
Waria Rampas Motor Polisi

Liputan6.com, Jakarta: Kesal karena enggan diajak kencan, Muslikin alias Ranti
merampas dan nyaris melarikan sepeda motor milik Kanit Reskrim Polsek Gayungan, Surabaya, Jawa Timur, Sukoco. Namun, aksi waria itu digagalkan oleh korban.
Saat kejadian, korban bersama polisi tengah menyelidiki tempat mangkal kaum waria di kawasan Bundaran Tol Waru, Surabaya. Di tempat itu kerap terjadi perampasan sepeda motor. Tiba-tiba Muslikin merampas sepeda motor milik Sukoco.
Muslikin mengaku tak tahu bahwa Sukoco adalah polisi. Karena itu, ia berani mengancam Sukoco dengan gunting. Tersangka terancam hukuman penjara lebih dari lima tahun.(ASW/SHA)
merampas dan nyaris melarikan sepeda motor milik Kanit Reskrim Polsek Gayungan, Surabaya, Jawa Timur, Sukoco. Namun, aksi waria itu digagalkan oleh korban.
Saat kejadian, korban bersama polisi tengah menyelidiki tempat mangkal kaum waria di kawasan Bundaran Tol Waru, Surabaya. Di tempat itu kerap terjadi perampasan sepeda motor. Tiba-tiba Muslikin merampas sepeda motor milik Sukoco.
Muslikin mengaku tak tahu bahwa Sukoco adalah polisi. Karena itu, ia berani mengancam Sukoco dengan gunting. Tersangka terancam hukuman penjara lebih dari lima tahun.(ASW/SHA)
14.6.12
Pacaran di Tempat Sepi, Kejahatan Mengintai
Polisi membeku
kawanan pelaku kriminal di daerah Semarang, Jawa Tengah, Rabu (13/6).
Dua dari empat pelaku adalah seorang perempuan. Keempatnya adalah Ani
Prasetyo, Luki Hartanti, Mustakim, dan Adi Kristanto.
Aksi komplotan ini terbongkar berkat laporan salah seorang korbannya yakni Jenia Kusuma. Pelajar ini menjadi korban komplotan Ani saat sedang berjalan bersama pacarnya. Telepon seluler dan uang Jenia dirampas para pelaku.
Di depan polisi, komplotan ini mengakui semua aksinya. Mereka sudah beberapa kali beraksi. Dalam aksinya, mereka mendatangi pasangan muda-mudi yang tengah asyik berpacaran di tempat sepi. Selanjutnya mereka mengambil barang-barang berharganya.
Kawanan ini juga menggunakan cara memancing korbanya terutama laki-laki untuk datang ke tempat sepi. Dan yang bertugas untuk memancing adalah pelaku perempuan. Setelah sampai di tempat yang ditentukan, barang berharga milik korban diambil.
Kini polisi masih mengejar tiga tersangka lainnya. Polisi juga telah menyita beberapa barang bukti di antaranya telepon seluler dan sepeda motor hasil rampasan.Source
Aksi komplotan ini terbongkar berkat laporan salah seorang korbannya yakni Jenia Kusuma. Pelajar ini menjadi korban komplotan Ani saat sedang berjalan bersama pacarnya. Telepon seluler dan uang Jenia dirampas para pelaku.
Di depan polisi, komplotan ini mengakui semua aksinya. Mereka sudah beberapa kali beraksi. Dalam aksinya, mereka mendatangi pasangan muda-mudi yang tengah asyik berpacaran di tempat sepi. Selanjutnya mereka mengambil barang-barang berharganya.
Kawanan ini juga menggunakan cara memancing korbanya terutama laki-laki untuk datang ke tempat sepi. Dan yang bertugas untuk memancing adalah pelaku perempuan. Setelah sampai di tempat yang ditentukan, barang berharga milik korban diambil.
Kini polisi masih mengejar tiga tersangka lainnya. Polisi juga telah menyita beberapa barang bukti di antaranya telepon seluler dan sepeda motor hasil rampasan.Source
27.4.12
Pelajar SMP Dibacok Perampas Sepeda Motor

Liputan6.com, Bekasi: Hamdani, pelajar
SMP di Bekasi, Jawa Barat, bernasib nahas. Dia dibacok kawanan perampas
sepeda motor sehingga mengalami luka di bagian kepala dan tangan.
Perampasan sepeda motor terjadi saat korban hendak pulang ke rumahnya. Di perjalanan, kawanan perampok mengadang dan berusaha merampas sepeda motor.
Korban mempertahankan sepeda motornya. Ini membuat pelaku yang berjumlah dua orang marah dan mengayunkan senjata tajamnya ke tubuh korban.
Setelah korban dilumpuhkan, mereka langsung membawa kabur sepeda motor korban. Warga yang melihat kejadian langsung menolong korban dan mengejar kedua tersangka. Seorang tersangka bernama Syaiful berhasil ditangkap warga, sedangkan rekannya kabur.
Tersangka Syaiful langsung dibawa ke Mapolsek Sukatani beserta barang bukti motor curian. Polisi masih mengembangkan kasus tersebut untuk menangkap tersangka lain. Source
Perampasan sepeda motor terjadi saat korban hendak pulang ke rumahnya. Di perjalanan, kawanan perampok mengadang dan berusaha merampas sepeda motor.
Korban mempertahankan sepeda motornya. Ini membuat pelaku yang berjumlah dua orang marah dan mengayunkan senjata tajamnya ke tubuh korban.
Setelah korban dilumpuhkan, mereka langsung membawa kabur sepeda motor korban. Warga yang melihat kejadian langsung menolong korban dan mengejar kedua tersangka. Seorang tersangka bernama Syaiful berhasil ditangkap warga, sedangkan rekannya kabur.
Tersangka Syaiful langsung dibawa ke Mapolsek Sukatani beserta barang bukti motor curian. Polisi masih mengembangkan kasus tersebut untuk menangkap tersangka lain. Source
Subscribe to:
Posts (Atom)