1.12.09

Gantung Diri Setelah Lamaran Ditolak

Kecewa lantaran lamarannya ditolak sang kekasih, membuat Ahmad Asyari (23), karyawan sebua perusahaan mebel ini stres berat dan nekat gantung diri.

Perbuatan nekat itu dilakukan di rumahnya di Kompleks Perumahan Padepokan TMII, RT5/4, Kelurahan Bambu Apus, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, Senin (30/11) siang. Korban ditemukan oleh ayahnya, Muchtar (50), karyawan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) sekitar pukul 11.00, sepulang dari mengambil gaji.

Dari informasi yang dihimpun, diketahui pada Senin pagi itu, hanya Ahmad Asyari yang berada di rumah. Sementara ayahnya, sedang mengambil gaji dan ibunya pergi ke pasar bersama sang bibi, Tesi. Menurut Nurdin (34), warga setempat, sejak lima tahun lalu hanya tinggal Asyari saja yang tinggal bersama ayah-ibunya. Asyari diketahui sebagai anak bungsu dari tiga bersaudara.

Tesi Asyari, bibi korban mengatakan, perilaku keponakannya berubah sejak lamarannya ditolak oleh kekasihnya, Ayu (20), beberapa waktu lalu. "Dia kelihatan lebih murung dari biasanya," katanya.

Padahal, menurut Tesi, sejak tiga tahun lalu keponakannya itu berpacaran serius dengan Ayu yang tinggal di kawasan Pondokgede, Jakarta Timur. Sejak berpacaran dengan Ayu, Ahmad Asyari yang bekerja di perusahaan mebel di Jakarta itu membiayai sekolah Ayu hingga lulus SMA.

"Dia banting tulang membiayai pacarnya untuk sekolah. Karena ia tahu keluarga pacarnya itu merupakan orang tak mampu," katanya.

Tesi mengatakan ayah Ayu bekerja sebagai tukang ojek. "Tapi hal yang paling menyakitkan adalah ketika Ahmad Asyari melihat Ayu sudah memiliki kekasih lain dan mereka berjalan berdua," katanya.

Menurut Tesi, saat ini Ayu sudah bekerja di salah satu toko pakaian. Menurutnya, saat Ayu yang sudah bisa mencari uang sendiri, ia berubah pikiran untuk menikah dengan Asyari. "Karena sudah bisa cari uang sendiri, ia berubah pikiran. Mungkin ia mau lelaki yang lebih kaya dari keponakan saya," katanya.

Tesi menambahkan bahwa Asyari memang anak yang pendiam dan tertutup serta jarang sekali bergaul dengan teman-teman di sekitar rumahnya.

Kasus itu kini ditangani oleh Polsek Cipayung. Korban dievakuasi sekitar pukul 12.00 dan dibawa ke RS Polri untuk divisum.

Kapolsek Cipayung Kompol Suwandi mengatakan tak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Kini pihaknya masih menyelidiki motif bunuh diri yang sesungguhnya yang dilakukan korban. "Kami masih cari tahu tentang hal itu," ujarnya.

No comments: