15.1.14

Pembobol ATM BRI Singkawang Remaja 16 Tahun

SINGKAWANG, KOMPAS.com - Pembobol anjungan tunai mandiri (ATM) BRI Syariah di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Minggu (12/1/2014) dini hari, ternyata seorang remaja berusia 16 tahun.

Remaja berinisial Ri tersebut kini sudah ditahan aparat kepolisian setempat. RI diringkus satpam BRI Syariah, Riza, Minggu (12/1/2014) setelah sempat berusaha melarikan diri.

Ri dan dua rekannya membobol ATM milik BRI Syariah yang berada di Jl Merdeka, Kota Singkawang, Kalimantan Barat. Aksi mereka terekam CCTV. Satpam yang menyaksikan aksi ketiga pelaku, berhasil membatalkan aksi kriminalitas tersebut.

Peristiwa ini terjadi pada Minggu (12/9/2014) dinihari, sekira pukul 03.00 WIB. Para pelaku hanya mampu membuka pintu pertama dari mesin ATM tersebut.

Dari rekaman CCTV, ciri-ciri mereka dapat diketahui. Satu orang berbadan besar, satu orang berbadan kecil dan seorang lainnya berbadan sedang. Para pelaku menggunakan dua unit motor dan terlihat mondar-mandir di sekitar ATM tersebut.

Sesekali mereka meninggalkan ATM, kemudian datang lagi. Kemudian, salah seorang pelaku masuk ke dalam bilik ATM. Dia sempat membuka helm, kemudian memutar kamera CCTV ke arah atas untuk mengelabui petugas.

Aksi tersebut diketahui oleh satpam yang sedang bertugas menjaga ATM tersebut, Riza. Riza bahkan sempat adu jotos dengan ketiga pelaku tersebut.

Riza menjelaskan, setelah dia mengetahui ada tiga pelaku yang tampak di CCTV, dia sempat menekan alarm tanda bahaya. Kemudian, dia keluar mengejar pelaku dan menangkap seorang pelaku.

Tak terima dengan rekannya yang tertangkap, lanjut Riza, dua pelaku lain melemparinya dengan batu. Riza berusaha mengelak. Salah satu batu tersebut mengenai kaca etalase rumah makan yang berada persis di sebelah kantor BRI Syariah, ada juga yang mengenai perut sebelah kirinya.

"Mereka kemudian kabur, karena ada beberapa warga sekitar yang keluar rumah dan melintas di jalan ini," jelas Riza, Minggu (12/1/2014).

Kepala Polres Singkawang AKBP Andreas Widihandoko memaparkan, salah satu pelaku yang ditangkap saat ini sudah ditangani kepolisian. Hingga kini, proses penyelidikan masih terus didalami polisi untuk meringkus pelaku lainnya.

"Pelaku sudah diamankan polisi. Namun kasus ini masih kita dalami dan dalam penyelidikan. Namun kerugian diperkirakan Rp 150 juta karena mesin ATM telah rusak. Tetapi pelaku tidak sempat mengambil uang dari mesin ATM tersebut, hanya pintunya memang telah di bongkar," ujar Widihandoko.

No comments: