10.9.13

Seorang Pemuda Nias Tewas Dikeroyok Anak Punk

PEMATANG SIANTAR, KOMPAS.com — Juni Gea (21), warga asal Gunung Sitoli, Kabupaten Nias, tewas ditikami segerombolan anak punk di depan toko Serba Indah di Jalan Sutomo, Kelurahan Dwikora, Pematangsiantar, Sumatera Utara, Senin (9/9/2013).

Informasi yang dihimpun Kompas.com, Juni Gea bersama temannya, Jefri Zebua (21), bermaksud makan bakso sekalian minum jus di salah satu warung di Pasar Horas, Pematangsiantar. Ketika sedang duduk-duduk sambil minum jus, segerombolan anak punk yang berjumlah sekitar 10 orang, mendatangi meja tempat mereka duduk. Gerombolan anak punk itu langsung mengeroyok dan memukuli Jefri bertubi-tubi sampai tersungkur di lantai.

Takut jadi sasaran pemukulan, Juni langsung kabur meninggalkan Jefri yang masih terus dipukuli. Melihat Juni melarikan diri, gerombolan anak punk semakin beringas mengejar Juni yang berlari ke arah Jalan Sutomo. Namun, di depan toko Serba Indah, Juni bisa ditangkap gerombolan anak punk. Tanpa ampun, Juni pun dikeroyok dan dipukuli bahkan perut dan punggungnya ditikam hingga tersungkur dan bersimbah darah di atas trotoar jalan.

Setelah puas menghajar Juni, gerombolan anak punk lari ke arah Pasar Horas. Warga di sekitar lokasi kejadian tidak berani mendekati Juni yang terkapar bersimbah darah di atas trotoar. Untung sore itu, temannya sesama perantauan dari Nias yakni Diki Daichi (20), kebetulan melintas berupaya menyelamatkan nyawa Juni dengan melarikannya ke Rumah Sakit Vita Insani, Pematangsiantar. Namun saat sedang ditangani tim medis, Juni yang bekerja di warung mi pangsit milik Awon di Jalan Wahidin ini akhirnya tewas.

Jenazah Juni kemudian dievakuasi ke kamar Forensik RSUD dr Djasamen Saragih Pematangsiantar untuk keperluan otopsi. Sementara temannya, Jefri Zebua selamat meski mendapat dua luka tikaman di bagian perut. Saat ini Jefri masih mendapat perawatan Intensif di IGD RSUD dr Djasamen Saragih, Pematangsiantar.

Polres Pematangsiantar yang mendapat laporan kejadian langsung mengamankan lokasi seraya menggelar olah TKP dengan mengumpulkan keterangan warga di lokasi. Sementara dua anak punk yang diduga pelakunya, yakni Samuel Pasaribu (22) dan Andika Bayu (24), warga Karang Sari, Pematangsiantar sudah diamankan. Petugas masih menyelidiki motif kejadian dan masih mengejar anak punk lainnya.

Sementara, Andika Bayu dan Samuel Pasaribu  yang diduga sebagai pelaku masih dalam keadaan mabuk saat diamankan dan sedang menjalani pemeriksaan intensif.

No comments: