19.6.12

Setelah Diperkosa, Dua Siswi Tinggalkan Kampung Halaman

Setelah Diperkosa, Dua Siswi Tinggalkan Kampung Halaman
 
Liputan6.com, Pinrang: Malang benar nasib yang dialami dua siswi berprestasi di Kecamatan Duampanua, Pinrang, Sulawesi Selatan. Tidak ingin jadi gunjingan tetangga dan warga, kedua siswi yang diduga menjadi korban perkosaan oleh kepala sekolahnya memilih meninggalkan kampung halamannya. Korban diduga takut dan trauma.

Melati, salah satu korban yang berhasil ditemui sctv lewat perantaran mengaku memilih menyendiri agar bisa tenang. Melati trauma mendapatkan perlakuan tak senonoh sang guru yang dikaguminya. Belakangan Melati tahu bukan dirinya saja. Mawar, teman sekelasnya lebih parah lagi yakni mendapat perlakuan tak senonoh di kamar mandi sekolah.

Seperti pengakuan Melati, dirinya mengalami perbuatan tak senonoh oleh pelaku saat meminta tanda tangan. Tiba-tiba saja Muhammad Aras minta salah satu tangan korban. Melati yang tak menaruh curiga langsung menglurkan tangannya. Korban tak menyangka tiba-tiba ditarik dan terjatuh di pangkuan pelaku.

Melati mengaku baru tahu jika ada sejumlah teman lain mengalami perlakuan tak senonoh setelah curhat ke rekan-rekannya. Belakangan Mawar juga yang terkenal sebagai siswi pendiam di sekolahnya ini ternyata juga jadi korban. Mawar diduga mengalami perlakuan lebih parah hingga shock dan taruma pascakejadian.

Ibu Mawar yang mengadu ke polisi mengaku sangat menyesalkan kejadian tersebut. Ia tak percaya anaknya membuat pengakuan mengejutkan. Setelah mengurung diri di kamar dua hari pascakejadian, Mawar menuturkan kepada keluarga jika dirinya jadi korban perkosaan Muhammad Aras yang tak lain kepala sekolah korban sendiri.

Ia kini tak hanya gundah memikirkan nasib dan masa depan anaknya. Dia makin bingung lantaran Mawar yang baru saja tamat SMP ni menghilang. korban mengaku kepada keluarga terpaksa meninggalkan rumah dan keluarganya lantaran trauma dan takut. Orangtua kesulitan melakukan visum et revertum untuk membuktikan adanya kekerasan seksual yang dialami putrinya karena belum sempat ke dokter.

Puluhan keluarga korban yang tak terima langsung mendatangi rumah pelaku. Namun keluarga korban tak menemukan Aras. Aras diduga telah pergi dari rumahnya bersama istri dan anak-anaknya sebelum warga datang. Kasus ini kini sedang ditangani Polsek Duampanua.

Meski keluarga korban mengaku memilih melunak lantaran mendapat jaminan petugas akan menangani kasus ini, mereka akan bertindak sendiri jika polisi tak serius menangani kasus ini. Kapolres Duampanua AKP Abdul Kadir menyatakan Aras sudah diamankan untuk menjalani pemeriksaan. Polisi juga baru akan memeriksa korban.(JUM)

No comments: