Medan (ANTARA News)
- Seorang guru Marini (22) yang menabrak 18 siswa Sekolah Yayasan
Pendidikan Buddis Boddhicita Jalan Selam Medan, saat ini menjadi status
tahanan kota dan tetap dalam pengawasan pihak Kejaksaan Negeri Medan.
Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Medan, Bambang Riawan Pribadi
dalam temu pers, Rabu, mengatakan, hari ini juga pihaknya telah menerima
berita acara pemeriksaan (BAP) tersangka Marini dari tim penyidik
Polresta Medan.
BAP yang diserahkan tersebut, menurut dia, sudah lengkap (P21).
"Kejaksaan akan secepatnya membentuk tim jaksa, dalam membuat
dakwaan dan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Medan," katanya.
Bambang mengatakan, diberikannya status tahanan kota terhadap
Marini, juga berdasarkan beberapa pertimbangan, karena dalam waktu dekat
ini tersangka akan menghadapi ujian di salah satu Perguruan Tinggi di
Kota Medan.
Sebab, jelasnya, tersangka tersebut juga masih kuliah.
Selain itu, Marini selama ditahan di Rumah Tahanan Mapolresta Medan mengalami stres.
Bahkan, tersangka itu mengantukkan keningnya ke dinding kamar tahanan, sehingga kelihatan luka lecet.
"Marini memang mengalami stres, selama di dalam kamar tahanan
tersebut. Hal ini kelihataan dari raut wajahnya," ujar orang pertama di
Kejari Medan itu.
Sementara itu, dalam BAP yang diserahkan Tim Penyidik Polresta
Medan ke Kejaksaan, tersangka dikenakan melanggar Pasal 310 ayat 3
Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan
dan Pasal 360 KUH Pidana.Dan dapat diancam hukuman lima tahun penjara.
Peristiwa penabrakan terjadi Jumat, 2 Maret 2012, saat itu
Marini yang mengendarai mobil Toyota Avanza Silver dengan nomor polisi
BK 1`272 FQ berusaha memundurkan mobilnya agar kondisi lapangan lebih
luas.
Namun naas, saat mobil berjalan mundur para murid sedang
melaksanakan olah raga dan berlari tepat di belakang mobil tersebut,
akibatnya 18 orang diantaranya luka-luka karena tertabrak.
Dari 18 siswa tersebut, 16 merupakan siswa Taman kanak-kanak
dan dua siswa SMP. Pihak sekolah langsung melarikan ke-18 siswa yang
mengalami luka-luka tersebut ke Rumah Sakit Colombia Asia Medan untuk
segera mendapat perawatan.
Dari 16 siswa TK dan 2 siswa SMP yang mengalami peristiwa naas
tersebut beberapa diantaranya, Robert Yohandi, Angeline Lusia, Derrick,
Jessica Halim, Josephine Wuky Berbie, Kelly Tan Win, Kezia Akiko
Stefany Parhusip, Sheren, Sylvia, Tasya, Yosephine Sheren Manurung,
Yonita, Veronica HJ, Vransisca Jasseline, Wilbert (SMP), Joseph Marianto
(SMP). (ANT) Source
No comments:
Post a Comment