SURABAYA, KOMPAS.com — Sesosok jenazah korban
pembunuhan diduga kuat disimpan di dalam tabung besi setinggi dua meter
dengan diameter 50 sentimeter, yang kemudian ditutup dan dilas, di
sebuah rumah di Surabaya, Jawa Timur.
Hingga berita ini
diturunkan, Selasa (13/3/2012) siang, petugas identifikasi dari
Polrestabes Surabaya masih berupaya membuka tabung dengan peralatan
las. Bau bangkai menyengat menyebar di sekitar rumah di Jalan Kapas
Krampung Nomor 2010, Surabaya.
Belum ada keterangan resmi dari
Polrestabes Surabaya terkait modus baru penghilangan jejak korban
pembunuhan tersebut. Informasi yang dikumpulkan Kompas.com di lokasi pun masih simpang siur.
Keterangan
diungkapkan Kasno, yang rumahnya berdekatan dengan lokasi kejadian.
Menurut Kasno, besar kemungkinan, mayat yang ada di dalam tabung adalah
salah satu pembantu di keluarga itu. Pasalnya, kasus ini terungkap
menyusul pengaduan satu pembantu lainnya kepada polisi.
Kasno
mengatakan, rumah tiga lantai tersebut dihuni oleh lima orang, terdiri
dari bapak, ibu, dan seorang anak, serta dua pembantu.
Sementara
itu, salah seorang pegawai Koperasi Buana Makmur yang bersebelahan
dengan tempat kejadian perkara menyebutkan, di rumah itu memang kerap
terdengar keributan. ''Kadang pagi dan kadang siang, hampir setiap
hari,'' kata Yessi.
Keluarga tersebut juga jarang sekali
terlihat keluar rumah. "Biasanya hanya pagi, perempuan yang keluar. Tapi
saya tidak tahu apakah itu ibu rumah tangganya atau pembantunya,''
tambah Yessi.
Saat ini, kedatangan tim identifikasi
Polrestabes Surabaya ke rumah berpagar warna coklat muda tersebut
mengundang perhatian warga yang ingin melihat dari dekat proses
pembukaan tabung. Arus lalu lintas di Jalan Kapas Krampung pun menjadi
macet.Source
No comments:
Post a Comment