TUBAN, KOMPAS.com — Berkenalan di jejaring sosial Facebook, Arman
Setyadi (19), berhasil memikat SK (25), seorang guru di Tuban, Jawa
Timur. Keduanya sempat menginap dua malam di Parangtritis, Bantul, DIY,
saat merayakan pergantian tahun lalu. Tentu saja, keduanya berbuat
layaknya suami istri.
Kini, Arman yang mengaku dan berpenampilan
layaknya anggota TNI itu ditahan atas laporan orangtua SK. Pria warga
Gadungan Kepoh, Kecamatan Jetis, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa
Yogyakarta, itu harus mempertanggungjawabkan perbuatannya, termasuk
mengaku sebagai anggota TNI.
SK mengenal Arman lewat jejaring sosial Facebook. Di
akunnya, Arman mengaku anggota TNI dengan tugas dinas di Yogyakarta.
Agar meyakinkan, foto profilnya juga berseragam lengkap layaknya TNI
Angkatan Darat didukung riwayat pendidikan di dunia militer.
Setelah
sebulan berkenalan keduanya makin akrab. Bahkan SK nekat ke Yogyakarta
pada malam pergantian Tahun Baru 2012 untuk menemui Arman. Keduanya
berjanji bertemu di Pantai Parangtritis. Keduanya pun menjalin asmara
dan menginap dua malam di hotel.
Saat SK kembali ke Tuban, Arman
mengantarkannya sampai rumah dengan berseragam lengkap seperti TNI AD
yang sedang berdinas. Penyamaran Arman terbongkar saat orangtua SK
memintanya melapor ke Komando Rayon Militer (Koramil) Plumpang.
Dari situlah orangtua SK mulai curiga, karena Arman terkesan enggan dan berusaha ngeles. Akhirnya, orangtua SK memanggil salah seorang anggota TNI yang berdinas di Koramil Plumpang untuk datang ke rumahnya.
Dari
situlah terungkap bahwa Arman hanyalah TNI gadungan. Pemuda yang baru
lulus dari SMK Pelayaran itu pun diserahkan ke polisi pada Kamis malam
kemarin, dan diperiksa intensif hingga saat ini.
Kepala Satuan
Reserse Kriminal Kepolisian Resor Tuban Ajun Komisaris Budi Santoso,
Jumat (6/1/2012) sore, menjelaskan, seragam dinas TNI AD lengkap dengan
sepatu dan baret dibeli Arman dari toko di Yogyakarta. Arman masih
terobsesi jadi anggota TNI setelah tidak lulus tes masuk TNI pada 2011
lalu.
Dia menyamar TNI berpangkat sersan satu untuk mencari mangsa melalui jejaring sosial. "Dalam identitas di Facebook, Arman
memasang foto profil bernama Leo Narman De Cappiero dengan seragam TNI
lengkap dan pangkat serta riwayat pendidikan militer fiktif," kata Budi. Source
No comments:
Post a Comment