Seorang ibu yang membunuh bayinya usia 14 hari, Sunari (39) menjalani sidang pertamanya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (3/11/2010).
Dalam persidangan pertamanya tersebut, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sudiharjo menjeratnya dengan pasal berlapis. Sunari diancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.
"Melakukan kekejaman, kekerasan mengakibatkan matinya anak dan atau melakukan kekerasan fisik dalam lingkup rumah tangga mengakibatkan matinya korban dan atau menghilangkan jiwa orang lain," ujar Sudiharjo membacakan dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu.
Di meja hijau, Sunari alias nari mendengarkan dengan seksama tuntutan Jaksa yang menjeratnya dengan Pasal 44 ayat (3) Undang-Undang No.23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) atau Pasal 80 ayat (3) UU KDRT atau Pasal 338 KUHP itu.
Sementara itu, kuasa hukum Sunari, Hermawanto menyayangkan tuntutan JPU. Menurut dia, Sunari tidak seharusnya diancam hukuman yang begitu berat mengingat kondisi kejiwaan Sunari yang belum stabil pasca melahirkan bayinya, Aulia Yuliani.
Menurut Hermawanto, kliennya itu menderita sindrom baby blues yang menyerang wanita pasca melahirkan, membuat kondisi psikologisnya tidak stabil.
"Si ibu ini menghidap sindrome baby blues, tapi tidak dihukum harus mengedepankan solusi. Kasus ini seharusnya tidak diproses ke pengadilan," tukasnya.
Dampak stres akibat sindrom baby blues tersebut kata Hermawanto, tergantung dari kondisi mental penderita, dukungan keluarga, dan kondisi sosial ekonomi penderita.
"Kasus ini bisa jadi cerminan pentingnya perhatian suami terhadap istri yang baru melahirkan dan dukungan keluarga mengurangi beban perempuan yang baru melahirkan," paparnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, Sunari membunuh bayi perempuannya yang berusia 14 hari dengan menggorok leher sang bayi karena sang bayi kerap menangis.
Bayi tersebut pertama kali ditemukan suami Sunari, Sugino yang pulang berdagang ketupat sayur. Kepada Sugino, Sunari hanya mengatakan, "Mas, bayimu sudah saya bunuh (Mas bayimu wis tak pateni)" ketika ditemukan bersama bayinya yang tewas di kamar.
No comments:
Post a Comment