21.10.10

Karyadi Dihajar Tabung Gas Tiga Kali

Aksi mutilasi Muryani (53) dimulai setelah anak kandung dari mantan suaminya, Fitri Miranto (27), berangkat ke kantor pada Selasa (12/10/2010) pukul 05.30 WIB. Saat itu Karyadi (53), suaminya saat ini, masih tertidur di depan televisi.

Dengan tabung gas melon, Karyadi dihajar sebanyak tiga kali di bagian dahi, hidung, dan mulut. "Karena dipukul dengan tabung gas 3 kg itu, mulut korban robek dan gigi keluar terhambur bersama darah yang muncrat ke dinding kamar tidur," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Boy Rafli Amar, di Jakarta, Selasa (20/10/2010).

Pada saat itu korban masih hidup, tetapi kemudian langsung diseret ke kamar mandi. Setelah dipastikan tidak bernyawa lagi, Muryani memotong kepala Karyadi lalu dibuangnya ke Kali Baru depan Pasar Obor pada pukul 06.30 WIB, saat ia berangkat untuk berjualan di Pasar Kramatjati.

Setelah Muryani pulang dari pasar pada pukul 18.30 WIB, sisa badan Karyadi dipotong-potong lagi hingga 13 potong dengan menggunakan pisau dapur. "Potongan mayatnya dimasukkan ke kantong plastik hitam," jelas Boy.

Hasil potongan itu dibuang secara berangsur sebanyak empat kali dan berselang 1-2 jam. Sebagian badan, termasuk kelamin, dibuang di Kalibaru. Sedangkan yang lainnya di tempat sampah Jalan Makmur, Ciracas, dan di depan sebuah toko di tempat sampah Gandaria, Pasar Rebo.

Pembunuhan mutilasi yang dilakukan Muryani terhadap Karyadi dipicu sakit hati pelaku karena korban mengingkari janji yang telah diikrarkan sebelum keduanya menikah pada 12 tahun yang lalu.

"Tersangka mengetahui korban telah mempunyai dua anak dan berselingkuh dengan Tati Sutanti. Puncaknya, pada Minggu (10/10/2010) pukul 15.00 WIB niat tersangka muncul untuk membunuh korban," ujar Boy.

No comments: