BOGOR, KOMPAS.com — Aparat Polsek Cikande (Serang) dan Polres Kota Bogor menangkap tujuh orang pelaku penculik dan perampok SHS, warga negara Korea Selatan. Enam tersangka kini ditahan di Polsek Cikande, satu tersangka di Polres Kota Bogor.
Korban akan datang ke Bogor untuk proses BAP tambahan minggu depan.
-- Ajun Komisaris Indra Gunawan
Kepala Satuan Reserse Kriminal Polsek Kota Bogor Ajun Komisaris Indra Gunawan mengungkapkan, ketujuh tersangka ditangkap di sebuah hotel di kawasan Gunung Sahari, Jakarta Pusat, pada Jumat malam lalu. Para tersangka dibawa ke Cikande dengan pertimbangan kejahatan terbesarnya ada di wilayah Cikande.
"Kami melakukan BAP di sana. Setelah selesai, tersangka Andi Hutapea (32) kami bawa ke Bogor karena hanya dia yang tidak ikut di TKP Cikande. Andi hanya ikut yang di Tajur dengan korban WN Korea tersebut," kata Indra, Selasa (3/8/2010).
Tersangka Andi bertindak sebagai sopir yang memepetkan kendaraannya ke kendaraan korban di Jalan Raya Tajur, Bogor Timur, Kota Bogor, pada Rabu (21/7/2010) malam. Setelah kerabat korban di Purbalingga mentransfer uang sebesar Rp 200 juta ke rekening pelaku, SHS dibebaskan pelaku pada Kamis sorenya.
Uang yang ditransfer itu tidak berhasil dicairkan tersangka. "Namun demikian, pelaku merampas jam tangan dan uang Rp 5 juta dari rekening korban lewat ATM," kata Indra.
Polisi sudah mengirim foto-foto pelaku ke SHS, yang sudah kembali ke Probolinggo, tempat tinggalnya, untuk ia identifikasi. Korban mengenali orang-orang dalam foto tersebut sebagai orang yang menculik dan merampoknya saat berlibur di Bogor.
"Korban akan datang ke Bogor untuk proses BAP tambahan minggu depan," tambah Indra.
Barang bukti yang disita dari tersangka yakni tongkat dan berbagai atribut kepolisian serta kartu tanda anggota kepolisian dan surat perintah penangkapan/operasi kepolisian palsu. Saat melakukan kejahatannya, komplotan perampok tersebut mengaku sebagai polisi dan intel Polda.
Dari delapan kejahatan yang mereka akui, hanya satu orang yang warga negara asing. Lainnya warga negara Indonesia, tetapi dipastikan korban mereka itu pengusaha kaya.
"Padahal, satu korbannya bukan warga keturunan, hanya saja fisiknya mirip, berkulit putih bersih dan matanya sipit, dia pengusaha asli Serang," kata Indra.
Modus operandinya sama, yakni mengincar korban yang berkendaraan seorang diri, memepet mobil korban, lalu menculik, minta meminta tebusan, dan melepas korban setelah disiksa dan dirampok harta yang dikenakan atau dibawa korban saat itu.
No comments:
Post a Comment