JAKARTA, KOMPAS.com - Sindikat narkotika internasional selalu memiliki cara baru agar usaha penyelundupan barang haramnya tak terungkap aparat. Salah satu cara yang belakangan kerap digunakan yakni menyelundupkan barang haram melalui perusahaan jasa penitipan kilat.
Kepala Humas Badan Narkotika Nasional (BNN) Komisaris Besar Sumirat mengatakan, tercatat dalam seminggu terakhir, pihaknya menemukan lima barang bukti narkotika yang diselundupkan melalui jasa penitipan kilat. Dari lima penemuan tersebut, tidak satu pun diketahui pelakunya.
"Itu dimasukan barang-barang apa saja yang memiliki rongga. Patung, onderdil kendaraan, pompa air dan sebagainya," ujar Sumirat di gedung BNN Jumat (22/3/2013).
Sumirat melanjutkan, dari seluruh penemuan barang bukti narkotika tersebut, para sindikat kerap menggunakan alamat tujuan dan alamat pengirim yang palsu. Hal tersebut, kata Sumirat, sebagai cara agar penegak hukum sulit melacaknya siapa penerima dan pengirimnya.
Menurut Sumirat, modus yang dilakukan agar barang haram yang dikirim melalui penitipan kilat tersebut sampai ke tangan penerima, adalah dengan mencantumkan nomor telepon di paket. Hal tersebut digunakan agar jika petugas tak menemukan alamat tujuan, anggota sindikan pun menelepon petugas pengiriman untuk bertemu di suatu tempat mengambil barang haram tersebut.
"Atau kadang-kadang, dia ikuti petugasnya dan mencegatnya di tengah jalan, baru diambil. Tentu bagi kita itu sangat menyulitkan," ujar Sumirat.
Meski demikian, Sumirat melanjutkan, BNN tak menyerah untuk melakukan pemberantasan narkotika, terutama di tingkatan atas. Oleh sebab itu, Sumirat mengimbau kepada masyarakat untuk waspada akan segala bentuk peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.
No comments:
Post a Comment