9.4.12

Polisi : Ada Pelaku Lain Selain Sekuriti

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Bekasi Kabupaten hingga kini masih terus mengejar pelaku pembunuhan terhadap Amyasih alias Dini (31).  Perempuan ini tewas dengan 27 tusukan di badannya. Dia ditemukan di sebuah kamar Apartemen Crown, Cikarang, Bekasi.
Psikologinya kenapa sampai begitu sadis, bisa karena pelaku ingin meniadakan saksi mata, atau karena dendam, atau bahkan karena pelaku psikopat. Alternatif ini yang sudah kami coba gali
-- Dedy Murti Haryadi
Awalnya, polisi mencurigai petugas keamanan setempat sebagai pelaku karena tiba-tiba menghilang pasca kejadian itu. Namun, polisi kini mengembangkan dugaan ada pelaku lain yang terlibat.
Demikian diungkapkan Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bekasi Kabupaten, Komisaris Dedy Murti Haryadi, Senin (9/4/2012), di Mapolda Metro Jaya. "Kami tidak bisa mengungkapnya sekarang. Tetapi ada dugaan pelaku lain yang sedang kami kejar," ujarnya.
Dedy menuturkan, awalnya polisi memang sempat curiga pelaku adalah sekuriti apartemen yang menghilang pasca kejadian. Padahal, hari itu sekuriti tersebut masuk kerja. Namun, setelah jasad Dini ditemukan tak bernyawa di dalam kamar kekasihnya, Kamijo, sekuriti itu menghilang. Kendati mencurigakan, tetapi polisi mencoba membuka dugaan lain yang melibatkan pelaku lainnya selain sekuriti.
"Kami sudah ada beberapa nama yang kami curigai selain sekuriti. Tetapi, terhadap sekuriti ini kami terus lakukan pengejaran untuk memperoleh keterangan. Sampai sekarang yang bersangkutan masih belum ketemu," kata Dedy.
Terkait motif pembunuhan sadis itu, Dedy mengatakan, hingga kini penyidik baru menemukan motif perampokan. Pasalnya, ada beberapa barang korban yang hilang. Namun, motif ini juga masih terus digali lantaran 27 luka tusuk di tubuh Dini dinilai terlalu sadis dalam sebuah kasus perampokan.
"Psikologinya kenapa sampai begitu sadis, bisa karena pelaku ingin meniadakan saksi mata, atau karena dendam, atau bahkan karena pelaku psikopat. Alternatif ini yang sudah kami coba gali," ucap Dedy.
Dari keterangan saksi sementara, lanjutnya, Dini sempat berteriak meminta tolong sesaat sebelum jasadnya ditemukan di dalam kamar. Namun, baru tiga jam kemudian, jasad Dini ditemukan tak bernyawa oleh kekasihnya sendiri, Kamijo yang merupakan warga negara Jepang.
"Jadi hal-hal ini sangat membuat siapa saja mungkin sebagai pelakunya. Maka dari itu, kami coba himpun saksi, hasil otopsi mengarah ke pelaku mana," tutur Dedy.
Diberitakan sebelumnya, Amyasih alias Dini (31) ditemukan tewas dengan 27 luka tusuk di Apartemen Crown Court Executive Condominium, Cikarang Selatan, Bekasi, pada Senin (2/4/2012) pagi. Jasad perempuan malang itu ditemukan oleh kekasihnya, Kamijo Hisa Nori (54), seorang warga negara Jepang.
Perempuan malang itu menginap di apartemen Kamijo sejak Sabtu (31/3/2012) malam. Pada Senin (2/4/2012) pagi sekitar pukul 07.00 WIB, Kamijo pamit ke Dini untuk berangkat kerja. Namun, saat kembali ke apartemen pada pukul 10.00 untuk mengambil barang yang tertinggal, Kamijo justru dikejutkan dengan kucuran darah yang mengalir dari tubuh Dini yang sudah tak bernyawa lagi.
Polisi menemukan baju dan sangkur yang berlumuran darah di lokasi kejadian. Beberapa barang seperti ponsel dan dompet korban juga raib, diduga dibawa kabur pelaku.Source

No comments: