PURWAKARTA, KOMPAScom - Sejumlah pencuri dan penadah
yang tertangkap polisi mengaku lebih meminati sepeda motor "matic".
Kendaraan jenis itu lebih gampang dijual. Peminat bahkan kadang datang
sendiri ke penadah.
Jahidin alias Tojod (39), penadah sepeda motor
warga Cilamaya Kulon, Kabupaten Karawang, saat gelar perkara di Markas
Polres Purwakarta, Jawa Barat, Senin (2/4/2012), mengatakan, lebih dari
60 persen hasil curian yang ditawarkan kepadanya adalah sepeda motor
jenis "matic" atau otomatis.
Kendaraan jenis itu banyak peminat.
Tojod mengaku bisa menjual 2-3 sepeda motor hasil curian jenis itu yang
ia tadah dari sejumlah pencuri yang beroperasi di Kabupaten Purwakarta,
Subang, dan Karawang.
Tojod membeli sepeda motor hasil curian
rata-rata Rp 2 juta per unit. Sepeda motor kemudian dijual lagi Rp
2,3-2,5 juta per unit kepada warga atau penadah lain. Polisi menduga,
Tojod telah menadah 150 sepeda motor hasil curian dalam setahun
terakhir.
Kepala Kepolisian Resor Purwakarta, Ajun Komisaris Besar
Bahtiar Ujang Purnama, menambahkan, pihaknya masih mencari sepeda
motor-sepeda motor yang dijual Tojod. Hingga kini baru ditemukan empat
unit dan tengah diidentifikasi nomor rangka dan nomor mesinnya.
"Setelah
teridentifikasi nomor mesin dan rangkanya, kami baru serahkan kepada
pemiliknya. Ada sejumlah pelaku lain yang sedang kami kejar untuk
mengungkap jaringan ini," kata Bahtiar. Source
No comments:
Post a Comment