KEFAMENANU, KOMPAS.com — Donatus Kofi, warga Desa
Tun-Tun, Kecamatan Miomafo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU),
Nusa Tenggara Timur, tak kuasa menahan amarah ketika melihat istrinya,
Bergita Taena, sedang tidur berdua dengan Ferdi Basan, di dalam kamar
milik orangtua Bergita, tak jauh dari rumahnya, pada Selasa lalu.
Menariknya
lagi, laki laki yang bersama istrinya itu adalah saksi pada saat Kofi
dan Bergita menikah. Kejadian tersebut berawal dari kecurigaan Kofi yang
melihat ada gelagat aneh dari sang istri yang meminta izin untuk
menjenguk orang tuanya, sekitar pukul 19.00 Wita. Kofi pun membuntuti
istrinya dari belakang.
Jarak rumah mertuanya sekitar 100 meter
dari rumah mereka, dan kondisi rumah mertuanya itu hanya berdinding kayu
sehingga memudahkan Kofi untuk mengintip lewat celah dinding kamar.
Melihat istrinya tidur dengan pria lain, Kofi yang dalam kondisi
mendidih langsung menggedor pintu kamar.
Di dalam kamar, Kofi
langsung melayangkan tinjunya ke wajah Basan dan menjambak rambut
istrinya sampai terlepas separuh. Mendengar ada keributan, sontak
membangunkan warga desa. Malam itu di depan aparat desa dan warga,
Bergita mengaku kalau telah melakukan hubungan badan dengan Basan dengan
menunjukkan beberapa alat bukti seperti celana, bantal, dan kain yang
dipakai untuk alas tidur.
Namun, tak puas dengan pukulan yang
diterimanya, Basan malah melaporkan Kofi ke Mapolsek Nunpene dengan
tuduhan melakukan penganiayaan dan perusakan. Aparat polsek kemudian
turun ke lokasi untuk mengamankan Kofi, dan memasukkan sang suami ke
balik jeruji besi.
Anehnya lagi, bukan mendukung suaminya,
Bergita malah memberikan kesaksian yang memberatkan suaminya terkait
kasus penganiayaan dan perusakan tersebut.
Donatus Kofi yang
merasa dirinya juga adalah korban, melalui kuasa hukumnya, Agustinus
Tulasi, akhirnya melapor balik Ferdi Basan ke polisi dengan tuduhan
perzinahan dan penganiayaan, Kamis (29/3/2012). Menurut Tulasi selaku
kuasa hukum, Kofi meminta pihak polisi obyektif dalam melihat persoalan
tersebut. "Kita harus melihat sumber persoalan jangan hanya melihat
persoalan yang muncul dipermukaan baru diproses," katanya.
Sementara
itu, Kapolsek Nunpene Iptu Donny Akbar mengatakan, akan melakukan
proses semua laporan yang masuk tanpa terkecuali. "Kita akan
tindaklanjuti semua laporan dari korban maupun pelaku, tapi harus
dikerjakan satu persatu karena petugas yang kita miliki jumlahnya
terbatas," kata Akbar. Source
No comments:
Post a Comment