14.11.09

Perampok Berkedok Tamu Kembali Gentayangan

Perampok berkedok tamu kembali beraksi. Kali ini korbannya Hiu Siu (46). Ia dirampok beberapa pria yang bertamu di rumahnya di kawasan Boulevard Hijau, Blok I/12, Nomor 7, RT 6 RW 24, Pejuang Medan Satria, Bekasi, Kamis (12/11) pukul 13.30.

Hiu Siu menjelaskan, tidak lama setelah sejumlah pria yang bertamu ke rumahnya duduk, mereka langsung memukul. ”Setelah itu mereka mengikat tangan dan kaki saya. Satu telepon genggam, beberapa barang berharga serta uang tunai milik kami dirampas,” tutur Hiu Siu, seorang ibu rumah tangga.

Orangtua korban, Thin Nam Sen (63), kemudian membawa putrinya ke Rumah Sakit Citra Harapan Indah, Kota Bekasi.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Boy Rafly Aman yang dihubungi terpisah semalam membenarkan adanya kasus ini. ”Leher korban juga dipukul para tersangka perampok,” ujarnya. Ia menambahkan, polisi sudah memeriksa tiga saksi. Kasusnya ditangani Polres Metro Bekasi Kota.

Ruko mantan majikan

Rabu (11/11) malam, dua tersangka pencuri, Su (22) dan AN (22), ditangkap anggota Polsek Metro Cakung, Jakarta Timur.

Dari tangan kedua tersangka disita uang dan sejumlah barang yang diduga hasil kejahatan. Barang yang disita tersebut terdiri atas enam gelang emas, kalung emas, dua telepon genggam, dan uang tunai Rp 4 juta. Selain itu, polisi juga menyita barang-barang yang dibeli dari uang hasil curian. Barang tersebut adalah kipas angin dan mini compo.

Kepala Polsek Metro Cakung Komisaris Yudhi Sulistyanto Wahid kepada wartawan di kantornya, Kamis (12/11) siang, mengatakan, Su ditangkap di lokasi prostitusi.

”Saat kami tangkap, dia dan teman-temannya sedang menikmati sebagian hasil curian di Kafe B di Kawasan Industri Pulogadung, Jakarta Timur,” tutur Yudhi.

Dari keterangan Su, polisi menangkap AN di rumahnya di Pegangsaan I, Kelapa Gading, Jakarta Utara. ”Mereka sudah sering beraksi di wilayah Cakung,” ucap Yudhi.

Su terakhir mencuri di rumah toko (ruko) milik mantan majikannya, Marie Lie, penjual bahan kebutuhan pokok, Jumat (6/11) pukul 06.30. Ruko terletak di Jalan Dokter Rajiman Widyodiningrat Nomor 17, RT 08 RW 10, Jatinegara, Cakung, Jaktim.

Su sudah tiga kali dipecat. Ia terakhir dipecat tiga pekan lalu. Karena menganggur, Su hidup tanpa penghasilan. Ia kemudian mengajak temannya, AN, yang saat itu juga menganggur.

”AN mau diajak mencuri karena katanya ia butuh uang untuk membeli susu anaknya,” ucap Yudhi.

Kepada polisi, Su mengaku, mereka masuk ruko lewat atap rumah. Keduanya merusak langit-langit eternit sebelum melompat masuk ke kamar mantan majikannya. Di sana mereka menguras harta Maria Lie. Mantan majikan Su itu mengaku kehilangan uang Rp 60 juta, perhiasan emas 80 gram, dan dua telepon genggam.

Su mengaku, sebagian uang hasil curian ia habiskan dengan sejumlah pekerja seks komersial dan minum-minuman keras di Rawa Malang.

Paling rawan

Hasil evaluasi keamanan dan ketertiban masyarakat Polda Metro Jaya 31 Oktober-5 November menyebutkan, pekan ini wilayah hukum Polres Metro Jaktim tergolong paling rawan dengan 127 kejadian, diikuti Polres Metro Jakarta Barat dengan 126 kejadian dan Polres Metro Tangerang Kabupaten dengan 106 kejadian.

Demikian disampaikan Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Boy Rafly Aman kepada wartawan kemarin. Ia mengatakan, polisi telah mempercepat penyelesaian kasus. Jika pekan lalu dari 926 kasus dapat diselesaikan 449 kasus, pekan ini dari 904 kasus dapat diselesaikan 476 kasus.

”Wilayah terbaik adalah Polres Metro KP3 Tanjung Priok, Jakarta Utara. Dari dua kasus yang masuk dan ditangani, seluruhnya tuntas dalam waktu cepat,” ucap Boy. Polres Metro Jakarta Utara menduduki urutan kedua. Dari 96 kasus, 76 kasus dapat dituntaskan. (WIN)

No comments: