Ketegangan memuncak. Warga menyaksikan pemandangan tragis. Kho Wie To bersama sang istri, Dora Halim, tewas bersimbah darah dengan posisi terikat sabuk pengaman. Putra korban dan seorang pengasuh di kursi belakang juga terluka [baca: Suami Istri Tewas Diberondong Tembakan].
Sang pengasuh sekaligus pembantu rumah tangga, Hana, menceritakan peristiwa berdarah itu. Tiga orang pelaku tiba-tiba memberondongkan senjata dengan peluru tajam ke arah mobil. Kejadian berlangsung begitu cepat.
Selang beberapa saat, polisi tiba di tempat kejadian perkara. Pihak keluarga histeris menerima kenyataan. Irjen Pol. Wisjnu Amat Sastro tak tinggal diam. Ia mengumpulkan seluruh pejabat di jajaran Polda dan Polresta Medan. Enam tim khusus disiapkan demi memburu pelaku.
Kedua jenazah yang telah diotopsi disemayamkan di Panti Sosial Angsapura. Sementara anak korban bernama Christovin, berangsur pulih setelah dirawat secara intensif.
Perburuan pelaku memasuki pekan kedua. Polisi mulai menemui titik terang. Dua pria bernama Ang Ho dan Sun An alias Anlang diduga menjadi inspirator di balik pembunuhan sadis itu. Keduanya dibekuk di dua tempat berbeda, yaitu di sebuah hotel bintang lima di Medan dan di Kabupaten Asahan. Petugas belum mampu menangkap otak perencana pembunuhan dan tiga eksekutor lapangan yang disebut-sebut berkewarganegaraan Malaysia.
Polisi menggelar reka ulang untuk menyelesaikan berkas acara pemeriksaan. An Ho diketahui sengaja datang dari Jakarta setelah ditugaskan Sun An menjemput tiga eksekutor asal Malaysia. Ketiga pelaku pun membuntuti korban yang pulang dari pesta pernikahan di malam hari. Begitu korban tiba di depan rumah, para pelaku langsung menembak secara membabi-buta ke arah kendaraan. Sedikitnya terdapat 25 selongsong peluru dari senjata pembunuh. Source
No comments:
Post a Comment