Jakarta
Seorang karyawan restoran Cork and Screw Plaza
Indonesia, Bobby Doputty, melaporkan seseorang bernama Iswahyudi Ashari
ke Polda Metro Jaya. Bobby mengaku diancam dan ditodong pistol oleh
Iswahyudi gara-gara melihat tagihan makanan dan minuman yang besar.
Bobby
melaporkan Iswahyudi pada 19 April 2012 lalu. Laporan Bobby ke Polda
tercatat dengan nomor LP/1320/IV/2012/PMJ/Ditreskrimum. Iswahyudi
dilaporkan atas tuduhan pasal 336 KUHP dan atau Pasal 335 KUHP tentang
pengancaman dan perbuatan tidak menyenangkan.
Dalam dokumen
laporan yang didapatkan wartawan, Rabu (2/5/2012), Bobby menceritakan
kronologi kejadiannya. Saat itu, Iswahyudi mengunjungi restoran
tersebut. Setelah menikmati sajian yang ia pesan, Iswahyudi pun meminta
bill. Tapi, setelah melihat tagihan yang tidak sesuai yang dibayangkan,
Ishwayudi pun naik pitam.
Iswahyudi marah-marah pada Bobby. Dia
kemudian menunjuk-nunjuk muka Bobby. Tidak hanya itu, Iswahyudi juga
menodongkan senjata api kepada Bobby sambil berkata-kata kasar dan
meminta bertemu dengan pemilik restoran.
"Lu mau panjang atau
pendek. Kalau lu tidak mau nemuin gue sama pemilik restoran, gue bikin
ini tempat rata dan sepi, gue masukin ke media cetak," ujar Bobby
menirukan perkataan Iswahyudi sesuai keterangannya dalam laporan
tersebut.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol
Rikwanto mengakui memang ada laporan tersebut. "Laporan tersebut memang
ada. Sedang didalami dulu," kata Rikwanto. Rencananya, Polda akan segera
memeriksa pelapor terlebih dulu. Setelah itu, polisi baru memeriksa
terlapor.
Iswahyudi sendiri enggan berkomentar banyak meski
telah mengetahui kasus tersebut. Ketika dihubungi detikcom, Iswahyudi
mengarahkan agar langsung manghubungi pengacaranya, Muara Karta.
Sebelumnya,
nama Iswahyudi disebut dalam kasus dugaan pencemaran nama baik oleh
Presiden Direktur PT BMW Indonesia Ramesh Divyanathan. Iswahyudi
melaporkan Ramesh atas dugaan pencemaran nama baik dirinya ke Mabes
Polri, Senin (23/4) lalu. Hingga kini, kasus tersebut masih diproses di
Mabes Polri.
Source
No comments:
Post a Comment