11.5.12

Kemenlu: Kapal yang Dibajak Bukan Milik Indonesia



Liputan6.com, Jakarta: Beredarnya informasi terkait pembajakan yang dilakukan perompak Somalia terhadap kapal tanker yang mengangkut satu juta barel milik Indonesia terbantahkan. Menurut pihak Kementerian Luar Negeri, kapal yang saat ini tengah dibajak tersebut bukan berasal dari perusahaan Indonesia.

"Sejauh ini ada informasi tentang itu. Akan kita olah, kita tangani. Namun kapal tersebut kami nyatakan bukan kapal milik Indonesia, tapi kapal Yunani," kata juru bicara Kemenlu Michael Tene pada Liputan6.com melalui sambungan telepon di Jakarta, Jumat (10/5).

Michael menambahkan, tidak ada anak buah kapal yang berkewarganegaraan Indonesia yang berada dalam kapal tersebut. "Tidak ada ABK Indonesia," ujar dia. Kendati demikian, Kemenlu akan terus memantau perkembangan dari kasus pembajakan tersebut.

Berdasarkan informasi yang diterima Liputan6.com, kapal Tanker Mount Smyrni telah dibajak perompak Somalia, Jumat (10/5), sekitar 285 mil bagian tenggara Pulau Masirah, pada pukul 09.30 waktu setempat. Kapal tersebut disewa oleh Petral, perusahaan minyak yang berbasis di Singapura, untuk mengangkut satu juta barel minyak dengan nilai USD 130 juta atau setara Rp 1,2 triliun.(EPN)

No comments: