Liputan6.com, Grobogan: Enam remaja
yang terdiri dari tiga santri dan tiga anak punk asal Cirebon, Jawa
Barat, Selasa (15/5), dilempar dari kereta api oleh dua preman
bersenjata tajam. Insiden terjadi di Desa Rawoh, Karangrayung, Grobogan,
Jawa Tengah.
Peristiwa bermula saat ketiga santri hendak pulang menuju pondok pesantren di Bojonegoro, Jawa Timur. Saat hendak berangkat, mereka bertemu teman satu kampungnya, anak punk yang kebetulan hendak menuju Bojonegoro untuk menonton konser.
Demi mengirit biaya, keenam sahabat ini sepakat berangkat naik kereta barang dari Stasiun Cirebon. Di perjalanan, mereka dipalak dua preman. Keduanya memaksa para remaja ini untuk menyerahkan barang-barang miliknya. Setelah itu, para korban dilempar dari KA yang berjalan dengan kecepatan tinggi.
Nahasnya polisi yang menangani kasus ini tak percaya dengan kesaksian mereka. Menurut polisi, para korban sengaja melemparkan diri keluar dari kereta lantaran ketakutan tidak memiliki karcis. Akibat kejadian ini, lima korban mengalami trauma kepala ringan hingga berat. Korban lainnya memar-memar.
Kasus pelemparan penumpang dari KA bukan yang kali pertama. Dalam tiga bulan terakhir sudah ada empat kasus serupa. Dua pemuda dilempar di jalur KA Gubug, pelemparan satpam hingga tewas di KA Sembung-Godong, dan pria tanpa identitas di jalur KA Mengunsari-Tegowanu.(ASW/JUM)
Source
No comments:
Post a Comment