California,
Seorang diplomat Jepang yang ditempatkan di California,
Amerika Serikat didakwa atas kekerasan dalam rumah tangga (KDRT)
terhadap istrinya. Pria tersebut terancam hukuman penjara maksimum 20
tahun.
Yoshiaki Nagaya, wakil konsul di Konsulat Jenderal Jepang
di San Francisco didakwa atas 17 pelanggaran pidana berat, 14 dakwaan
KDRT dan tiga dakwaan penyerangan termasuk menusuk istrinya dengan obeng
menyebabkan satu giginya copot.
Dalam hearing yang digelar pada
Senin, 7 Mei waktu setempat, Nagaya mengaku tidak bersalah. Dia pun
mendapat pembebasan dengan jaminan US$ 350.000.
Demikian diungkapkan Jaksa Distrik San Mateo County, Stephen Wagstaffe seperti diberitakan kantor berita AFP, Rabu (9/5/2012). Kekerasan-kekerasan tersebut terjadi antara Januari 2011 dan Maret 2012.
"Kekerasan
beragam mulai dari mendorong dan menyebabkan memar-memar hingga ke yang
paling serius ketika dia menyebabkan satu gigi copot. Pada kesempatan
lain dia menusuknya di bagian tangan... dengan obeng," kata Wagstaffe.
Nagaya
tidak memiliki kekebalan diplomatik atas tuduhan-tuduhan tersebut. "Ada
kekebalan, tapi tidak saat Anda melakukan hal-hal dalam kehidupan
pribadi Anda," cetus Wagstaffe.
Baik Nagaya maupun istrinya
dijadwalkan tampil di persidangan awal pada 14 Juni mendatang. Untuk
saat ini, pengadilan telah mengeluarkan perintah bagi diplomat Jepang
tersebut agar menjauhi atau tidak melakukan kontak apapun dengan sang
istri.
Menurut Michio Harada, pejabat tinggi di Konsulat Jenderal
Jepang di San Francisco, Nagaya hingga saat ini masih tetap bertugas
sementara menunggu perkembangan lebih lanjut ataupun keputusan dari
pemerintah Tokyo.
Source
No comments:
Post a Comment