Blitar (ANTARA
News) - Jajaran petugas Kepolisian Sektor Nglegok, Kabupaten Blitar,
Jawa Timur, menyelidiki temuan mayat yang mengapung di dalam sumur di
daerah tersebut.
"Kami masih menyelidiki kasus ini. Kami masih periksa sejumlah
saksi yang menemukan tubuh korban," kata Kepala Polsek Nglegok AKP
Sulistiono hari ini di Blitar.
Sesosok mayat dengan jenis kelamin laki-laki ditemukan mengapung di
sebuah sumur yang terletak di tengah sawah, tepatnya di Desa/Kecamatan
Nglegok, Kabupaten Blitar.
Mayat itu pertama kali ditemukan oleh Paimo, salah seorang warga di
daerah tersebut yang hendak pergi ke sawah dan mencium bau busuk dari
dalam sumur, yang lokasinya di tengah sawah.
Ia mendatangi sumur tersebut dan kaget ketika melihat ada sesosok mayat
mengapung. Mayat itu saat ditemukan sudah dalam keadaan membusuk. Ia
lalu melaporkan temuan mayat tersebut ke polisi setempat, yang langsung
ditindaklanjuti dengan mendatangi lokasi.
Petugas memerlukan waktu lebih dari tiga jam sebelum akhirnya jenazah berhasil dievakuasi.
Dari pemeriksaan yang dilakukan petugas, jenazah itu diperkirakan
sudah cukup lama antara 10-15 hari, karena kondisi tubuhnya yang sudah
membusuk.
Untuk sementara, polisi menduga jenazah itu adalah korban
pembunuhan, karena terdapat luka di beberapa anggota tubuhnya, di
antaranya di bagian leher terdapat luka akibat goresan benda tajam.
Namun, untuk kepastian penyebab kematiannya, jenazah itu dibawa ke Rumah Sakit Mardi Waluyo Kota Blitar untuk dilakukan visum et repertum.
Polisi juga menyebarkan informasi tentang temuan jenazah itu,
dengan harapan ada keluarga yang mengaku kehilangan anggota keluarganya
dan bisa mengenali jenazah tersebut.
Beberapa ciri yang bisa diketahui di antaranya jenazah itu
diperkirakan berumur 45 tahun, dengan tinggi badan sekitar 170
sentimeter. Saat ditemukan, jenazah itu diketahui menggunakan celana
jins berwarna biru dan kaus dengan warna serupa. Selain itu, jenis
rambut korban diketahui ikal dan badannya tegap.
(KR-SAS) Source
No comments:
Post a Comment