KEDIRI - Margono (45), warga Dusun Pengkol, Ksreman Kandangan, Kediri, yang sedang membersihkan sumur tua milik Muamalat (48) tetangganya, tiba-tiba berteriak meminta tolong.
Teriakan di dasar sumur sedalam 13 meter itu didengar Slamet (35) tetangga lainya, yang kebetulan melintas. Dengan seutas tali, Slamet berusaha menolong dengan turun ke dalamnya. Namun mendadak pria setengah baya ini kehilangan kesadaran.
Untungnya, warga lain segera menyeretnya keluar dan melarikanya ke Rumah Sakit Halimah Kandangan Kediri. Sementara Margono meringkuk kaku tak bernyawa didasar sumur yang mulai tak berair itu.
Pria bernasib malang tersebut diduga tidak bisa bernafas karena kehabisan oksigen. "Kalau tidak sempat ditarik mungkin nasib pak Slamet juga sama dengan pak Margono. Untungnya warga segera menariknya," tutur Ismail, warga setempat yang ikut membantu mengangkat Slamet.
Sementara itu, karena kondisi lubang sumur yang sempit warga tidak berani mengevakuasi jasad Margono. Sebab mereka khawatir akan bernasib sama dengan korban. Beberapa warga kemudian melapor ke polisi.
Petugas Polsek Kandangan yang tidak memiliki peralatan, akhirnya meminta bantuan tim SAR Brimob. "Kita memang tidak mempunyai perlengkapan untuk ini," ujar Kapolsek Kandangan AKP Basuki saat dikonfirmasi.
Sebelumnya petugas menyemprotkan tabung oksigen ke dalam sumur untuk mensterilkan gas beracun. Dengan tali, seorang petugas langsung masuk kedalam sumur. Di dasar sumur tubuh korban sudah dalam keadaan kaku tak bernyawa. Petugas juga mencium aroma minyak tanah yang menyengat diduga berasal dari lampu petromak.
Usai diangkat, korban langsung dilarikan ke rumah sakit untuk diautopsi. Menurut keterangan Komandan Kompi SAR Bripka Imam Mujino, diduga kuat penyebab kematian korban karena kehabisan oksigen.
"Namun kita masih pastikan dengan otopsi medis," pungkasnya. Dalam kasus ini petugas juga memeriksa pemilik sumur dengan status masih sebagai saksi.
No comments:
Post a Comment