Tangerang - Seorang waria bernama Merry, 35 tahun, ditemukan tewas dengan luka delapan tusukan senjata tajam di sekujur tubuhnya. Mayat Merry ditemukan Suranto, 30 tahun, petugas satuan pengamanan perumahan Citra Raya, Cikupa Kabupaten Tangerang, Banten, Kamis (9/7).
Jasad waria asal Lampung itu sudah terbujur kaku di bawah rimbunnya serumpun bambu.
Suranto dalam laporannya ke polisi menyebutkan ketika itu ia sedang berpatroli malam dengan sepeda motor. Sekitar pukul 01.30 WIB, ia melihat ceceran darah segar. Lalu ia pun mengikuti jejak itu. Sampai di ujung jalan di bawah rumpun bambu, dia terkejut melihat sesosok mayat penuh luka sudah tergeletak di sana.
Temuan mayat itupun segera dilaporkan ke Kepolisian Sektor Cikupa. Jenazah pun dikirim ke instalasi pemulasaran jenazah Rumah Sakit Umum Tangerang.
Kawan-kawan Merry dari Forum Komonitas Waria Kabupaten Tangerang menunggui otopsi jasad temannya hingga Kamis siang.
Ketua Forum itu, Mita Martalita, 32 tahun, mendesak aparat kepolisian segera mengungkap dan menangkap pelaku pembunuhan Merry. “Komunitas kami khawatir bila pelaku masih berkeliaran,“ kata Mita.
Mita merasa tidak percaya kalau kawannya mempunyai musuh. Di kalangan waria, Merry dikenal ramah dan suka berteman. Ia juga jarang mangkal di pinggir jalan.
Ana Lolita, Ketua Forum Waria Kota Tangerang, juga datang ke rumah sakit. Terkait dengan kematian Merry, ia menghimbau agar kawan-kawannya mengurangi keluyuran malam. Apalagi sekarang sedang marak razia satuan polisi pamong praja.
“Saya juga mengingatkan agar teman-teman tidak terjun ke dunia maksiat, makanya saya memberi pelatihan rias pengantin dan rambut untuk bekal berbaur dengan masyarakat,”ujar Ana.
No comments:
Post a Comment